Menyelamatkan diri dengan Educreation dan Corel Draw

Suatu pagi saya mendapati ada panggilan tak terjawab (missed call) di iPhone. Ini tentu hal biasa karena iPhone memang lebih sering di-silent. Yang membuatnya tidak biasa adalah nama yang tertera di layar. Sebuah nama yang menggetarkan hati, nama seorang profersor. Dia adalah pembimbing saya, maha guru di bidangnya. Tanpa menunggu lama tentu saja saya menelpon balik. Pertanyaan pertanya yang muncul darinya adalah “Andi, are you in Australia at the moment?” Tentu saja dia mengatakannya dengan sedikit kelakar menahan tawa. Entah ini terjadi karena dia tahu saya memang suka berkeliaran ke mana-mana atau semata-mata karena dia yang super sibuk sehingga tidak tahu di negara mana bimbingannya berada. Semua itu tentu saja basa-basi yang tidak ada hubungannya dengan maksudnya menghubungi saya pagi itu.

Continue reading “Menyelamatkan diri dengan Educreation dan Corel Draw”

Bersekongkol dengan rakyat

Belakangan ini saya cukup sering menonton video yang diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Youtube. Selama sekian tahun ada Youtube, baru kali ini saya betah menonton video yang ditayangkan oleh lembaga pemerintah. Ketertarikan saya melihat video PemProv DKI setara dengan antusiasme saya menyaksikan video-video Obama di Gedung Putih. Menurut saya, Pemprov DKI yang digawangi Jokowi dan Ahok telah berhasil membangun antusiasme publik. Masyarakat punya ketertarikan tinggi terhadap apa yang dilakukan oleh Gubernur dan Wagub Jakarta.

Dengan menayangkan video di Youtube, sesungguhnya Gubernur dan Wagub baru sedang berupaya ‘bersekongkol’ dengan rakyat. Sebuah video pelaksanaan rapat dengan PU yang ditayangkan di bawah ini misalnya, secara transparan menunjukkan pemikiran dan sikap tegas Gubernur dan Wagub tentang pembelaannya terhadap rakyat. Semua transparan, semua terbuka. Dengan begini, rakyat tahu persis apa yang terjadi. Dengan kata lain, rakyat diajak ikut serta mengawasi pemerintah dan terutama mengawasi sikap dan perilaku birokrat. Ini kelak juga akan jadi semacam bahan dukungan jika Gubernur dan Wakil Gubernur harus melakukan perombakan personil di suatu dinas misalnya. Dengan gagah mereka bisa bilang ‘seluruh rakyat seluruh dunia tahu kok. Mereka yang akan ada di belakang kami jika ada yang menghalangi’. Kini saya makin yakin bahwa teknologi informasi yang dimanfaatkan secara baik dan oleh mereka yang punya kuasa benar-benar bisa digunakan untuk menegakkan kebajikan. Jalan tentu saja masih panjang dan terlalu pagi untuk menghakimi. Meski demikian, Saya tidak pernah seoptimis ini tentang Indonesia melihat pemimpin yang ‘bersekongkol’ dengan rakyat melalui cara cerdas seperti yang dilakukan Jokowi-Ahok.

Saya mengaku kalah

darii http://6.mshcdn.com/

Saya mengikuti sebuah lomba menulis yang diselenggarakan oleh Telkom Solution terkait penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mendukung kinerja perusahaan. Ketika mendapatkan informasi ini dari milis Bali Blogger, saya tidak berniat mengikutinya. Namun begitu, diskusi tidak serius di milis tersebut akhirnya membuat saya mengubah pikiran. Atas ‘desakan’ setengah guyon dari Cahya Legawa, saya akhirnya menulis dan mengirimkannya pada panitia. Ditulis suatu malam yang dingin di Innovation Campus University of Wollongong, saya mengirimkan langsung pada malam itu juga. Tulisan saya hanya 1.192 kata dari 1.200 syarat maksimum yang ditetapkan panitia.

Tulisan saya terkait penggunaan IT untuk kuliah jarak jauh yang memang saya senangi belakangan ini. Rasanya topik ini menarik untuk dibahas dan sangat mungkin untuk diterapkan dengan situasi infrastruktur TI yang dimiliki Indonesia saat ini. Tulisan itu berjudul Teknologi Inspirasi: Jarak Bukan Lagi Tirani.

Continue reading “Saya mengaku kalah”

Pencarian pada Google dengan tulis tangan

Setelah mengeluarkan fitur pencarian menggunakan suara, kini Google melengkapi pencarian dengan tulis tangan (hand writing). Berikut videonya.

Hangout: Komunikasi Video dari Google

Terbit di Suara Merdeka 5/8/12

Tanggal 21 Juli lalu, Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, melakukan komunikasi dengan masyarakat Australia secara langsung menggunakan percakapan video di Ineternet. Menariknya, undangan untuk berinteraksi itu bahkan disampaikan lewat iklan di YouTube. Pada hari H, percakapan lewat video itu ditayangkan langsung lewat YouTube.

Teknologi sudah merambah dunia politik begitu jauhnya. Apa yang dilakukan Julia Gillard sesungguhnya bukan yang pertama karena sebelumnya Presiden Barack Obama di Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Obama berinteraksi dengan rakyat Amerika secara langsung dengan komunikasi video di internet. Ini merupakan sebuah revolusi dalam dunia politik dan bahwa jarak, waktu dan hirarki kekuasaan memang semestinya tidak menghalangi rakyat untuk menyampaikan suaranya.

Barack Obama dan Julia Gilard menggunakan alat yang sama ketika berbicara dengan masyarakat yaitu Google Hangout. Ketika saya menyampaikan hal ini di twitter, ada yang bahkan bertanya “apa itu Google Hangout?” Itu jadi salah satu alasan saya menulis artikel ini.

Continue reading “Hangout: Komunikasi Video dari Google”

Wollongong-California, Tiada Jarak di Antara Kita

Sleeping in the cloud – ini Asti, bukan cewek California 🙂

Suatu malam saya menerima sebuah email dari seseorang dari California, US. Si pengirimnya tidak saya kenal, sepertinya seorang perempuan, jika dilihat dari namanya. Pasalnya sangat menarik, dia adalah seorang guru yang diminta menyiapkan pengajaran secara online menggunakann Facetime untuk murid-murid di kawasan pedalaman di California. Yang menarik, dia minta saya berbagi soal ini. Rupanya dia membaca beberapa tulisan saya tentang mengajar online yang pernah saya lakukan.

Beberapa menit setelah email itu, kami sudah bercakap-cakap lewat video menggunakan Facetime. Just in case you don’t know, Facetime adalah video chat dari Apple. Dia mirip dengan Skype, hanya saja tidak bersifat lintas platform, khusus barang Apple. Percakapan saya dengan orang ini adalah contoh sederhana dari kuliah jarak jauh karena saya harus menjelaskan sesuatu dengan diagram sambil diskusi lewat video. Sepertinya dia sangat tertarik. Ada sumringah di wajahnya karena sepertinya dia sudah punya rencana-rencana yang ingin segera diwujudkan. Saya menjelaskan proses kuliah online ini seperti yang saya lakukan dengan Pak Imam Baihaqi  atau dengan Pak Ali Hapsah beberapa waktu lalu.

Yang menarik, saya baru saja berbagi tentang penggunaan Apple untuk kuliah online kepada seorang guru yang berasal dari Apple Capital City of the World. Apple, kalau teman-teman lupa, berkantor pusat di California. Kalau orang Bali justru belajar lontar dan sastra Bali dari Museum di Belanda, maka tidak aneh jika orang Amerika belajar kuliah online dengan Facetime dari orang Indonesia. Seperti itulah dunia saat ini.

PS. Tulisan saya terkait kuliah online ini masuk final Lomba Menulis Telkom Solution. Jika tertarik dan suka, silakan LIKE di laman FB Telkom Solution ya 🙂

Membuat animasi di Power Point dengan Grafik dari Excel

Seorang kawan baik meminta saya membantunya perihal presentasi yang sedang disiapkan untuk sebuah konferensi. Dia memiliki grafik yang dibuat dengan Excel dan ingin disajikan dengan power point saat presentasi. Jika saja penyajian ini menggunakan tampilan statis tentu tulisan ini tidak perlu ada karena tinggal copy grafiknya di Excel dan paste di Power Point. Teman saya tentu saja mau yang lebih canggih dari itu. Dia mau grafik itu beranimasi dengan kemunculan garis-garis informasi dengan urutan sedemikian rupa sehingga lebih mudah dijelaskan dan terutama dipahami.

Bayangkanlah di sebuah grafik ada beberapa garis yang menujukkan data berbeda dengan warna berbeda. Akan jauh lebih menarik jika saat presentasi garis-garis bebeda ini muncul berurutan, tidak sekaligus, palagi hanya gambar statis. Bagaimana cara melakukan ini?

 

Terus terang saya tidak langsung bisa mengerjakannya. Saya perlu waktu yang cukup lama untuk bereksperimen, trial and error. Akhirnya saya menemukan caranya seperti video ini. Lihat juga langkahnya setelah video.

 

  1. Jika grafik itu masih di Excel atau sudah dicopy ke Ms Word, copy grafik itu lalu paste special di Power Point. Ingat, gunakan paste special, bukan paste biasa. Pilih Microsof Office Graphic Object ketika muncul pilihan untuk paste.
  2. Jika perlu, sesuaikan ukurannya. Klik kanan gambar tersebut di bagian pinggirnya (bingkai) lalu “Save as Picture” dan pilih Windows Enhance Metafile saat menyimpan.
  3. Buat slide baru dan masukan (insert) gambar hasil langkah 2 ke Power Point.
  4. Klik kanan gambar tersebut lalu pilih Group > Ungroup. Pilih yes, lalu lakukan ungroup sekali lagi. Tujuan langkah ini adalah untuk memisahkan bagian-bagian gambar menjadi bagian tersendiri agar nanti mudah dianimasikan.
  5. Rapikan gambar agar tampilannya cantik. Ganti font, geser posisi, putar orientasi dll.
  6. Karena di-ungroup maka semua obyek jadi terpisah satu sama lain, padahal mungkin kita ingin ada beberapa obyek yang tergabung membentuk satu kesatuan. Untuk obyek yang demikian, satukan lagi dengan melakukan pengelompokan (Grouping). Caranya, pilih semua obyek yang ingin dikelompokkan lalu klik kanan dan pilih group.
  7. Setelah semua obyek pada posisi yang benar dan terkelompokkan sesuai keinginan, mulailah merencanakan animasi, terutama terkait urutan tampil.
  8. Berikan animasi pada masing-masing obyek, dengan cara memilih menu Animation lalu Custom Animation. Selanjutnya pilih Add Effect yang diinginkan misalnya suatu obyek muncul biasa (appear) atak muncul secara perlahan dari arah tertentu (wipe) atau muncul dengan zoom dan lain-lain.
  9. Lakukan hal ini untuk semua obyek dan nikmati animasinya.
  10. Selamat mencoba.

Adakah cara yang lebih gampang dari ini? Mohoh kesediaannya berbagi.

Membuat Animasi dengan Power Point – Part 1

Banyak yang bertanya bagaimana membuat animasi untuk bahan presentasi saya. Video berikut menjelaskan secara singkat bagaimana membuat animasi dengan power point. Video ini adalah satu dari beberapa video yang akan ditayangkan khusus terkait animasi dengan power point. Selamat menikmati 🙂

Video porno anggota DPR

Dari statistik harian, saya paham bahwa pembaca blog saya umumnya berkunjung ke sini karena alasan mulia yaitu mencari informasi seputar beasiswa luar negeri, terutama beasiswa ADS, atau tentang pengalaman sekolah di luar negeri. Sebagian lain berkunjung ke sini karena ingin membaca perihal disiplin geospasial. Singkatnya, bagaimana memanfaatkan peta untuk berbagai tujuan. Sebagian kecil lainnya tertarik pada cerita kontemplatif terkait pengalaman hidup saya dan keluarga. Mengetahui hal ini, posting saya biasanya bertema sekitar itu, hal-hal yang memang diminati pembaca blog ini.

Pagi ini saya dikejutkan sebuah berita tentang video porno yang pemerannya mirip anggota DPR bernama Karolin. Rupanya ini sudah agak lama beredar dan saya baru tahu. Mungkin karena memang tidak tertarik pada hal yang demikian (betul, ini murni pencitraan). Lebih mengejutkan lagi, saya mendapat kiriman seorang yang tidak dikenal yang ternyata adalah link video dimaksud. Meskipun saya tahu para pembaca tidak akan menyukai video semacam ini, tidak ada salahnya saya bagi link tersebut di sini.

Kalaupun Anda memutuskan untuk menontonnya itu pastilah karena alasan ilmiah dan ideal, misalnya untuk mengetahui keaslian video, atau untuk dijadikan pelajaran bahwa ketika nanti menjadi pejabat tidak akan melakukan hal yang sama, atau dalam rangka menyiapkan sebuah opini di koran terkait moral Anggtoa DPR yang sedemikian mengenaskan. Apapun itu, semoga ada manfaatnya. Yang pasti, penyebaran link ini tidak pernah dimaksudkan untuk menghina seseorang apalagi mengecewakan. Jika kemudian ada yang tersinggung, terhina atau kecewa, besar kemungkinan itu terjadi karena kesalahan sendiri dan telah salah mengambil langkah.

Silakan nikmati video ini untuk alasan ideal seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Klik: Karolin-DPR-RI

Cara mudah membuat video untuk tutorial dan presentasi

Sebelumnya saya pernah membuat posting di blog ini terkait cara membuat video aktivitas layar komputer untuk kepentingan tutorial atau presentasi. Saya lengkapi informasi tersebut dengan video seperti di bawah ini. Silakan dinikmati.