Diingatkan sopir taxi

http://bkpi.ung.ac.id/

Beberapa waktu lalu saya menulis sebuah pengalaman yang tidak terlalu baik dengan seorang sopir taxi di Sungapura. Rupanya Tuhan ingin memberi saya pengalaman lengkap selama berada di Singapura beberapa hari terutama yang terkait dengan sopir taxi. Di hari terakhir saya ada di Singapura, saya berangkat dari penginapan ke Bandara Changi dengan taxi. Saat itu hampir jam empat pagi dan hari masih gelap ketika saya menghentikan sebuah taxi di depan penginapan. Dengan sigap saya bilang “airport please” ketika memasuki taxi. Sopir taxi menyapa ramah, “good morning, Sir!” ketika saya mulai duduk. Sayapun membalas sapaan itu dengan baik. “Morning flight Sir?” tanyanya sopan dan saya iyakan. Yang menarik adalah pertanyaan dia selanjutnya, tepat saat mobil mulai bergerak. “Make sure you don’t forget your paspor Sir. Have you got it?” katanya bertanya setengah mengingatkan. Mendengar pertanyaan itu, spontan tangan saya meraba tas dan menemukan paspor ada di tempatnya. “Oh thank you, I got it” kata saya sambil tersenyum dan berterima kasih.

Saya rasa pertanyaan singkat dan sederhana dari sopir taxi ini begitu penting. Dia sesungguhnya tidak punya kepentingan apakah saya sudah membawa paspor atau tidak karena urusan saya dengan dia hanyalah perjalanan dari penginapan ke bandara. Perihal paspor saya ketinggalan atau tidak, itu tidak ada kaitanya dengan keuntungan atau kerugian baginya. Meski tidak terkait dengan dirinya langsung, sopir taxi itu memilih untuk melakukan kebaikan kecil dengan sekedar bertanya atau mengingatkan. Meskipun itu tidak penting bagi dia, bagi saya, pertanyaan itu bisa bernilai ‘satu nyawa’. Dengan melemparkan pertayaan sederhana itu dia telah menyelamatkan calon penumpangnya dari kemungkinan ketinggalan pesawat atau bahkan tidak diperkenankan masuk bandar udara.

Continue reading “Diingatkan sopir taxi”

Beasiswa sekolah di Singapura

Pemerintah Singapura memberi beasiswa selama 4 tahun untuk anak-anak Indonesia usia 14-16 tahun untuk bersekolah di Negeri Singa. Silakan lihat di sini.

Bertemu Bill Gates di Sydney

Undangan

Siapa yang tidak ingin bertemu Bill Gates? Jangan salah, banyak yang tidak ingin bertemu dan mungkin banyak yang tidak tahu siapa dia. Seperti Obama di salah satu video anekdot Bill Gates, mungkin Anda juga akan bertanya “Bill? Bill siapa? Bill Clinton?”

Saya termasuk yang sedang-sedang saja. Tidak megidolakan Bill Gates berlebihan tetapi tidak juga membencinya seperti beberapa pencinta perangkat lunak opensource arus utama. Meski tidak mengidolakan, rasanya senang juga jika ada kesempatan bertemu dengan Bill Gates. Bill Gates, lepas dari segala macam kontroversinya, adalah legenda. Dia yang telah mengubah cara kita menggunakan teknologi komputer dengan memperkenalkan komputer pribadi. Dengan segala yang dilakukannya, kini Bill Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Yang lebih menarik, dalam satu dekade terakhir Bill Gates mengabdikan hidupnya untuk kesehatan dan pendidikan dunia melalui yayasan yang dibangunnya bersama istrinya, Melinda Gates. Konon, Bill Gates memiliki penghasilan hingga 200an dollar per detik jika dia dianggap berkerja siang malam tanpa henti selama 7 hari seminggu. Bayangkan betapa banyak uangnya. Dan bayangkan jika sebagian besar uang itu dia habiskan untuk berderma bagi kebaikan hidup orang lain. Mereka yang tidak percaya akan punya banyak alasan untuk membantah ini tetapi ini adalah tentang cerita lain. Tulisan ini tentang cerita orang biasa yang akhirnya bertemu Bill Gates, orang terkaya di dunia itu.

Saya mendengar bahwa Bill Gates akan datang ke University of New South Wales, Sydney dari istri saya, Asti. Katanya dia akan berbicara tentang global health terkait aktivitasnya di yayasannya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu agenda lain adalah merayu pemerintah Australia agar meningkatkan jumlah bantuan internasionalnya. UNSW mengundangnya untuk berbicara langsung pada civitas akademika UNSW dalam format tanya jawab yang merupakan salah satu program dari ABC TV.

Continue reading “Bertemu Bill Gates di Sydney”

Penyelenggara TOEFL yang Diakui Beasiswa AAS/ADS

Untuk melamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS), pelamar harus menyerahkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Pilihannya ada dua: TEOFL atau IELTS. Khusus untuk TOEFL, peserta dibolehkan menyerahkan hasil dari TOEFL institusional. Berikut adalah daftar penyelenggara TOEFL yang hasilnya diakui oleh AusAID sebagai penyandang dana Beasiswa AAS. Lembaga ini juga kemungkinan besar bisa menerjemahkan dokumen yang diperlukan untuk melamar Beasiswa AAS seperti akte kelahiran, KTP, ijazah, dll. Peta berikut menyajikan sebaran lokasi penyelenggara TOEFL yang diakui AusAID di seluruh Indonesia berdasarkan dokumen resmi di website AAS. Peta ini dibuat oleh Made Sapta Hadi, mahasiswa angkatan 2012 di Teknik Geodesi UGM, atas permintaan saya. Silakan disimak. Silakan klik balon di kota yang Anda inginkan dan akan ditampilkan informasi rinci lembaga di kota itu. Di bawah peta ini juga ada daftar lembaga penyelenggara TOEFL seperti yang ada di peta.

Continue reading “Penyelenggara TOEFL yang Diakui Beasiswa AAS/ADS”

Sekelumit Ilmu untuk Papua

Vivi, seorang kawan yang sedang kuliah di Russia dan penggiat Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), mengirimkan pesan pada saya lewat Facebook. Pada pesan itu dia mengenalkan saya dengan seorang akademisi di Sorong, Papua Barat bernama Dr. Kadarusman. Vivi menawarkan apakah saya bersedia memberi kuliah umum secara online untuk mahasiswa dan kolega Dr. Kadarusman di Akademi Perikanan Sorong (Apsor). Urusannya tentu tentang laut dan sekitarnya. Tanpa menunggu lama, saya menyampaikan kesediaan.

Continue reading “Sekelumit Ilmu untuk Papua”

Kuliah Online yang Disiarkan Radio Internet

Saya memberi kuliah jarak jauh (telekonferensi saintifik) di Akademi Perikanan Sorong, Papua Barat tanggal 29 Mei 2013. Kuliah ini dibawakan dengan Skype dari Sydney pada pukul 9.30 pagi WIT (Waktu Indonesia Timur). Agar teman-teman bisa menyimak, saya coba siarkan kuliah ini lewat Radio Internet. Jika ingin menyimak, silakan lakukan langkah berikut.

Sorong-Arsana

  1. Kunjungi http://madeandi.listen2myradio.com untuk menyimak siaran radio saya.
  2. Di saat yang sama, kunjungi bahan kuliah berupa animasi di http://madeandi.staff.ugm.ac.id
  3. Animasinya bisa dijalankan seperti halnya Power Point dengan cara klik pada lembar tayang.
  4. Saat mengajar saya akan sampaikan saatnya klik dan sedang ada di lembar tayang ke berapa kita saat itu. Intinya saya akan berinteraksi dengan peserta kuliah di Sorong dan teman-teman di luar Sorong bisa menikmati tayangan kuliah lewat website dan mendengarkan suara saya lewat radio.

Ini adalah ujicoba pertama kali, semoga berjalan baik dan memberikan satu pengalaman baru bagi kita semua. Saya ingin membuktikan bahwa jarak itu tidak seharusnya menghalangi kita bertukar ilmu jika teknologi komunikasi memadai. Mari kita mencoba.

Daftar Universitas di Australia yang Bisa Dipilih untuk Beasiswa AAS/ADS

Berikut ini daftar universitas di Australia yang bisa dipilih oleh pelamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2013/2014. Jika Anda melamar AAS, sangat dianjurkan untuk menghubungi salah satu dari universitas di bawah ini. Yang melamar Master by Research atau PhD, wajib menghubungi calon pembimbing dari salah satu universitas berikut. Silakan lihat juga website CRICOS: http://cricos.deewr.gov.au untuk informasi lebih lanjut.

Continue reading “Daftar Universitas di Australia yang Bisa Dipilih untuk Beasiswa AAS/ADS”

Mengkritisi Presentasi Agus Yudhoyono

Saya akan menjadi layaknya komentator sepak bola yang bisa memuji maupun mengkritik tetapi belum tentu (atau pasti tidak) bisa melakukan. Komentator sepak bola yang canggih umumnya tidak bisa main sepak bola. Jika saya punya kemampuan untuk memperbaiki presentasi saya maka ada hal-hal yang ingin saya perbaiki bercermin pada presentasi Agus Yudhoyono  seperti yang ada di video berikut:

Continue reading “Mengkritisi Presentasi Agus Yudhoyono”

Video Pengisian Formulir Australia Awards Scholarship (AAS)

Tahun lalu saya membuat beberapa video tips pengisian formulir beasiswa Australia Development Scholarship (ADS). Tahun ini, nama beasiswanya berubah menjadi Australia Award Scholarship (AAS) dan formulirnyapun mengalami sedikit perubahan. Meski demikian, pada prinsipnya masih sama sehingga video ini saya rasa masih relevan. Silakan disimak untuk mendapatkan bahan perbandingan. Semoga lamaran Anda tahun ini berhasil dengan baik. Selamat menyaksikan.

Bagian 1

Bagian 2

Bagian 3

Bagian 4

Bagian 5

Bagian 6

Bagian 7

Bagian 8

Mengajar di UNSW: Tentang Meraih Kesempatan

Bahan kuliah dalam bentuk animasi Flash
Bahan kuliah dalam bentuk animasi Flash. Klik untuk melihat.

Salah satu kemewahan sekolah S3 di negara maju adalah kesempatan untuk menjalankan peran-peran professor/pembimbing. Salah satu kesempatan itu adalah mengajar. Tidak jarang mahasiswa S3 diberi kesempatan mengajar S1 atau bahkan S2 oleh supervisornya. Ini kesempatan baik dan bisa mendatangkan uang. Saya punya beberapa pengalaman serupa tetapi yang saya ceritakan kali ini agak berbeda.

Continue reading “Mengajar di UNSW: Tentang Meraih Kesempatan”