Diingatkan sopir taxi

http://bkpi.ung.ac.id/

Beberapa waktu lalu saya menulis sebuah pengalaman yang tidak terlalu baik dengan seorang sopir taxi di Sungapura. Rupanya Tuhan ingin memberi saya pengalaman lengkap selama berada di Singapura beberapa hari terutama yang terkait dengan sopir taxi. Di hari terakhir saya ada di Singapura, saya berangkat dari penginapan ke Bandara Changi dengan taxi. Saat itu hampir jam empat pagi dan hari masih gelap ketika saya menghentikan sebuah taxi di depan penginapan. Dengan sigap saya bilang “airport please” ketika memasuki taxi. Sopir taxi menyapa ramah, “good morning, Sir!” ketika saya mulai duduk. Sayapun membalas sapaan itu dengan baik. “Morning flight Sir?” tanyanya sopan dan saya iyakan. Yang menarik adalah pertanyaan dia selanjutnya, tepat saat mobil mulai bergerak. “Make sure you don’t forget your paspor Sir. Have you got it?” katanya bertanya setengah mengingatkan. Mendengar pertanyaan itu, spontan tangan saya meraba tas dan menemukan paspor ada di tempatnya. “Oh thank you, I got it” kata saya sambil tersenyum dan berterima kasih.

Saya rasa pertanyaan singkat dan sederhana dari sopir taxi ini begitu penting. Dia sesungguhnya tidak punya kepentingan apakah saya sudah membawa paspor atau tidak karena urusan saya dengan dia hanyalah perjalanan dari penginapan ke bandara. Perihal paspor saya ketinggalan atau tidak, itu tidak ada kaitanya dengan keuntungan atau kerugian baginya. Meski tidak terkait dengan dirinya langsung, sopir taxi itu memilih untuk melakukan kebaikan kecil dengan sekedar bertanya atau mengingatkan. Meskipun itu tidak penting bagi dia, bagi saya, pertanyaan itu bisa bernilai ‘satu nyawa’. Dengan melemparkan pertayaan sederhana itu dia telah menyelamatkan calon penumpangnya dari kemungkinan ketinggalan pesawat atau bahkan tidak diperkenankan masuk bandar udara.

Continue reading “Diingatkan sopir taxi”