Lita, anak saya, masih menangis bahkan ketika filmnya berakhir. Kejadian itu tidak saya sangka. Seingat saya, Lita bukan orang yang terlalu mudah baper dengan satu tontonan film, apalagi film Indonesia. Kejadian itu mengkonfirmasi perasaan dan respon saya sendiri ketika menonton film Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan, besutan Ernest Prakasa. Film ini adalah adaptasi dari buku berjudul Imperfect karya Meira Anastasia yang tak lain adalah isteri Ernest.
Continue reading “Imperfect: Kesempurnaan dari Serpihan Ketidaksempurnaan”
