Tiga puluh satu tahun lalu, lembar pertama buku sejarah diri saya dimulai. Dilahirkan di sebuah keluarga sederhana di Desa Tegaljadi, tak banyak mimpi yang digantungkan tentang saya oleh orang tua dan kerabat ketika itu. Kelahiran saya jauh dari persiapan menghadapi masa depan dengan asuransi, jauh juga dari kerlip blitz kamera karena memang bukan bagian dari kehidupan orang tua saya. Kelahiran saya, seperti halnya kelahiran bayi-bayi lain di desa itu, adalah satu saja dari sekian banyak. Sama sekali tidak istimewa.
Tak terhitung banyaknya hal yang terjadi dalam hidup saya hingga kini. Tak semuanya istimewa, tak semuanya layak dicatat. Saat usia beranjak dewasa dan akhirnya tua, rasanya tak salah mengingat-ingat apa yang berkesan dan menjadikan saya hingga hari ini.





