No, she is a girl!

“I am excited to meet Shin Tay,” Lita berteriak girang saat akan saya antar ke sekolahnya. Saya baru kali ini mendengar nama temannya ini. Spontan saja saya bertanya, “is she a Chinese?” Lita juga spontan menjawab “No, Ayah. She is a girl. She is my best friend!“

Saya tercenung sesaat, menyadari betapa bodohnya pertanyaan saya pada anak yang belum lagi genap 4 tahun usianya. Mungkin sulit mencari pertanyaan yang lebih bodoh dari perihal ras kepada anak balita. Mana peduli mereka dengan ras, mana urusan mereka dengan warna kulit. Apalagi agama, mereka tak ambil pusing.

Continue reading “No, she is a girl!”

Pendidikan

 

K.H. Dewantara
K.H. Dewantara

Malcolm Forbes pernah berkata, “Education’s purpose is to replace an empty mind with an open one”, bahwa tujuan pendidikan sejatinya adalah mengubah pikiran yang tadinya hampa menjadi terbuka. Forbes tidak mengatakan bahwa pendidikan dimaksudkan untuk mengisi pikiran kosong dengan segala pengetahuan, kebenaran dan apalagi doktrin atau dogma. Pandangannya jelas dan sangat bijaksana bahwa pendidikan sesungguhnya bukanlah proses menggurui atau memaksakan kebenaran pada sesoerang atau sekelompok orang.

Saya bertemu dengan banyak orang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri, di universitas kenamaan. Mereka yang mengikuti proses pendidikan sambil menyelami filosofinya, berkomentar senada: pandangan mereka lebih terbuka. Terbuka akan luasnya dunia, akan beragamnya isi jagat raya dan betapa tidak mudahnya segala sesuatu. Memperoleh gelar di luar negeri ternyata tidak serta merta membuat mereka yakin dan berjalan tegak dengan dagu terangkat bahwa mereka tahu segala sesuatu. Mereka adalah pribadi-pribadi yang justru rendah hati karena semakin mengetahui kelemahan dan kekuarangannya.

Continue reading “Pendidikan”

Dunia maya

Terjebak di dunia maya
Terjebak di dunia maya

Banyak orang tua yang menyangkan kelakuan remaja saat ini yang konon terperangkap di dunia maya dan miskin sosialisasi. Sepuluh tahun yang lalu atau lebih, sangat mudah menjumpai orang-orang menunggu bis atau berbaris dalam antrian dan bercakap-cakap satu sama lain, meskipun belum saling mengenal. Kini pemandangan menunggu bis atau ngantri sama sekali berbeda. Orang-orang, terutama kaum muda, lebih asik menekan tombol-tombol HP mereka dan senyum-senyum sendiri saat mengirim/membaca sms atau chatting. Tubuh mereka memang ada di sini, tetapi tidak jiwanya, begitu kira-kira kalau dilukiskan secara puitis meniru Dewa 19.

Continue reading “Dunia maya”

Tokyo, 13 April 2009

Andi in Tokyo
Andi in Tokyo

Diapun mengangkat kepalanya, menegakkan dagu dan diam sejanak. Matanya menyapu sekitarnya dan akhirnya menemukan percaya diri. Diapun mulai berucap:

H.E. Mr. Sasakawa,
Dr. Bailet,
Professors,
My Fellow Alumni,
Distinguished Guests,
Ladies and Gentlemen:

When I was asked by Dr. Bailet to prepare a short speech, I was a bit uncertain. Not because I have nothing to say but in contrary, there is too much to say about this fellowship program. Honestly, I am a little bit nervous standing here in a respected stage because I am representing great young spirit of the Asia Pacific Region. I hope what I am going to say can, to an extent, address common impression we have.

Continue reading “Tokyo, 13 April 2009”

Empat Belas April

Sydney Opera House
Sydney Opera House

Aku memandang ke luar jendela, mataku menerawang menyapu julangan pencakar langit yang malas berselimut dingin. Tokyo pagi ini menggigil, meski belum pula tuntas musim semi dipentaskan. Satu dua pohon sakura masih setia dengan kembangnya, menghiasi sudut-sudut kota yang tak lagi sumringah. Sakura yang gugur, orang yang melintas dingin dan pagi yang beku membuat suasana tak bersahabat.

Continue reading “Empat Belas April”

Tas Plastik

www.rileks.com
http://www.rileks.com

Saat menemani kawan dari Jakarta jalan-jalan di Sydney ketika summer, saya menenteng sebuah tas plastik berisi air mineral. Serta merta kawan saya ini, mengambil tas itu dan membawakannya untuk saya. “Tidak baik dilihat Pak Andi menenteng tas plastik” begitu katanya. Saya kurang bisa menangkap makna ucapan ini, apa yang salah dengan menenteng tas plastik?

Tiba-tiba saja saya ingat kejadian 20 tahun lalu di rumah sakit Tabanan. Bapak saya yang diminta membeli sesuatu, datang dengan tangan hampa. Ketika ditanya di mana barang yang dibeli, beliau mengatakan bahwa barang itu masih di kendaraan yang diparkirnya agak jauh. Alasannya sederhana, beliau merasa tidak pantas alias gengsi menenteng barang itu yang dibungkus tas plastik. Adalah tugas saya kemudian mengambilnya. Seperti halnya kejadian di Sydney, saya pun tidak mengerti benar, bahwa perkara tas plastik ini begitu runyam.

Continue reading “Tas Plastik”

Kehabisan ide

redbubble.com
redbubble.com

Dalam sebuah percakapan di milis para blogger, seorang anggota baru bertanya tema apa yang sebaiknya ditulis di blog. Mengalirlah jawaban dari para blogger yang umumnya aktif menulis. Ada yang menyarankan untuk menulis kejadian sehari-hari, menulis hobi, menulis kegelisahannya, menulis alasannya melakukan sesuatu dan sebagainya. Dari yang sederhana seperti menulis pengalaman makan siang hingga nasihat yang abstrak berbunyi “be yourself“. Dari sekian banyak saran itu, ada juga saran cerdas “ngeblog itu bebas, termasuk bebas untuk tidak menulis apa-apa.” Jawaban ini sangat menarik.

Continue reading “Kehabisan ide”

Nyepi…

nyepi

What you look for is what you get

Brooklyn Bridge, NYC
Brooklyn Bridge, NYC

Dalam sebuah loka karya di Yogyakarta pertengahan November 2008, saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Mereka umumnya adalah peneliti yang karya-karyanya sudah bertebaran di berbagai media, ilmiah maupun populer. Dalam sebuah sesi tentang sengketa kedaulatan dan batas wilayah, seseorang peneliti mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menyediakan cukup informasi tentang berbagai kasus yang terjadi. Penjelasan tentang kasus Sipadan dan Ligitan, misalnya tidak bisa didapatkan dari sumber resmi. Perkembangan Undang-undangan tentang wilayah negara juga tidak mudah dibaca di situs-situs pemerintah. Perkembangan penyelesaian perbatasan dengan negara tetangga secara umum juga tidak mudah diketahui informasinya. Singkat kata, peneliti ini mengalami kesulitan mendapatkan informasi dan menyalahkan pemerintah karena tidak menyediakannya.

Continue reading “What you look for is what you get”

Sisir

http://wb4.indo-work.com
http://wb4.indo-work.com

Menyisir rambut Lita dan mengikatnya menjadi kegiatan rutin saya setiap pagi sebelum dia berangkat sekolah. Menyisir rambut ternyata bukan pekerjaan yang mudah dan perlu keterampilan. Rambut Lita yang kadang awut-awutan setelah bangun tidur membuat pekerjaan ini lebih menantang. Yang pasti, Lita sering mengeluh karena kesakitan. Rupanya cara saya menyisir rambutnya kurang bersahabat sehingga menimbulkan kesakitan.

Continue reading “Sisir”