Nyepi…

nyepi

What you look for is what you get

Brooklyn Bridge, NYC
Brooklyn Bridge, NYC

Dalam sebuah loka karya di Yogyakarta pertengahan November 2008, saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Mereka umumnya adalah peneliti yang karya-karyanya sudah bertebaran di berbagai media, ilmiah maupun populer. Dalam sebuah sesi tentang sengketa kedaulatan dan batas wilayah, seseorang peneliti mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menyediakan cukup informasi tentang berbagai kasus yang terjadi. Penjelasan tentang kasus Sipadan dan Ligitan, misalnya tidak bisa didapatkan dari sumber resmi. Perkembangan Undang-undangan tentang wilayah negara juga tidak mudah dibaca di situs-situs pemerintah. Perkembangan penyelesaian perbatasan dengan negara tetangga secara umum juga tidak mudah diketahui informasinya. Singkat kata, peneliti ini mengalami kesulitan mendapatkan informasi dan menyalahkan pemerintah karena tidak menyediakannya.

Continue reading “What you look for is what you get”

Sisir

http://wb4.indo-work.com
http://wb4.indo-work.com

Menyisir rambut Lita dan mengikatnya menjadi kegiatan rutin saya setiap pagi sebelum dia berangkat sekolah. Menyisir rambut ternyata bukan pekerjaan yang mudah dan perlu keterampilan. Rambut Lita yang kadang awut-awutan setelah bangun tidur membuat pekerjaan ini lebih menantang. Yang pasti, Lita sering mengeluh karena kesakitan. Rupanya cara saya menyisir rambutnya kurang bersahabat sehingga menimbulkan kesakitan.

Continue reading “Sisir”

Memilih

http://rally.cc/
http://rally.cc/

Di sebuah kota sepi di Australia saya bertemu seorang kawan. Kami berbicara tentang banyak hal yang intinya adalah tentang memilih dalam hidup. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah tumpukan pilihan. Lebih dari itu, hidup ternyata memang adalah pilihan ganda. Kita tidak bisa memilih sekehendak hati karena ada keterbatasan dan bingkai-bingkai ruang dan waktu yang tidak memungkinkan keleluasaan tanpa syarat. Ada keterbatasan fisik yang kita miliki, ada keterbatasan pengetahuan yang kadang menjadi syarat, ada juga lingkungan sosial yang menjadi belenggu. Seperti halnya ujian di SMP di tahun 1990an kita tidak mungkin memilih E karena pilihan yang tersedia hanya sampai D. Setelah SMA, pilihan ini lebih banyak sehingga ada peluang kebenaran jika kita memilih E. Namun begitu, sudah pasti salah jika kita memilih F karena pilihan itu tidak tersedia. Hidup ternyata memang adalah pilihan ganda.

Continue reading “Memilih”

The Power of Writing

www.newportbluesinn.com
http://www.newportbluesinn.com

Di penghujung tahun 2008, saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Hasjim Djalal di Canberra. Beliau datang mempresentasikan sebuah makalah terkait dengan isu kelautan Indonesia di acara Indonesia Update. Veteran Hukum Laut Indonesia ini masih terlihat segar di usianya yang tidak lagi muda.

“Saya ditelpon oleh Pak Alatas beberapa waktu lalu”, demikian beliau berucap saat kami ngobrol santai di sela-sela seminar. “Katanya, masak you tidak punya kader Sjim! Rupanya Pak Alatas membaca tulisan Anda di Jakarta Post bulan ini.” Demikian Pak Hasjim mengakhiri kalimatnya sambil tertawa kecil. Saya sendiri tersenyum-senyum saja menunggu kelanjutan ceritanya. Pak Hasjim pun antusias membahas opini saya.

Continue reading “The Power of Writing”

Think Globally, Act Locally…

Ibu dan Lita
Ibu dan Lita

Ilmu yang saya pelajari lima tahun belakangan ini membuat saya lebih banyak berpikir global, dalam arti lintas negara. Internasional, demikian istilahnya. Hal ini juga yang lebih sering membuat saya berpikir tentang hal-hal yang abstrak sifatnya, antarnegara atau melibatkan badan-badan dunia. Saya sering tenggelam menyimak sengketa antarnegara soal batas maritim, perebutan pulau, pelanggaran batas, penangkapan nelayan satu negara dengan negara lain dan sejenisnya.

Continue reading “Think Globally, Act Locally…”

Setangkai mawar

mawar tua
mawar tua

Malam ini kita bercinta lagi sayang. Bercinta untuk memperingati hari penting saat makhluk manusia merayakan gelora jiwa. Kita lupakan sejenak kerumitan hidup tanpa meninggalkannya. Percayalah, kita akan kembali lagi nanti untuk mengurainya lalu menjalin menjadi selimut rindu bagi buah cinta kita. Kita terbiasa dengan keringat ini, juga dengan dinginnya malam yang pekat. Semua memang biasa tetapi malam ini istimewa. Istimewa karena kuganti segenggam rangkaian bunga yang telah mengering dengan sekuntum mawar merah darah yang merekah segar sempurna. Bukan karena rangkaian bunganya telah layu dan lantak binasa, tetapi karena cinta memang perlu diremajakan. Perlu kita ingat lagi detak jantung yang berpacu seperti ketika kunikmati kelebatmu di taman-taman yang jauh. Perlu kita lantunkan lagi lagu-lagu usang pertanda pertemuan kita di masa lalu. Perlu kita buka kembali catatan janji kita untuk membangun beranda rumah masa depan.

Continue reading “Setangkai mawar”

Keputusan penting

 

aeropama.com
aeropama.com

Sudah cukup lama saya menjadi konsultan amatir soal beasiswa. Meskipun saya bukan seorang pakar, entah mengapa ada saja yang bertanya ini dan itu. Lepas dari kemampuan saya membantu mereka, saya menikmati berbagi informasi dengan siapa saja.

Suatu hari, Asti, istri saya, ingin melamar beasiswa ADS. Tentu saja dengan sekuat tenaga saya bantu. Jika orang lain saja saya bantu, istri sendiri wajarlah mendapat fasilitas istimewa. Asti, secara akademis, sangat bagus. IP yang sangat memadai, profesi sebagai dokter yang bahkan ketika itu bekerja di WHO dan nilai IELTS 6.0 membuat saya sangat yakin. Kalau kawan yang IELTSnya 5.5 saja diterima, Asti tentu memiliki kans yang tinggi. Setelah dua kali mencoba, ternyata gagal tanpa tahu apa penyebabnya.

Continue reading “Keputusan penting”

Tips belajar Bahasa Inggris

www.msche.org
http://www.msche.org

Kakak saya yang menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SMP di Bali, pernah meminta saya memberinya tips untuk belajar TOEIC. Tujuan permintaan dia ini sebenarnya adalah untuk mencari pembanding terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini. Berikut jawaban saya atas permintaan kakak saya, mungkin ada manfaatnya bagi pembaca sekalian yang budiman.

Continue reading “Tips belajar Bahasa Inggris”

Menjadi pengamat

Gede Prama pernah menulis, berbahagialah mereka yang melampaui kebaikan dan keburukan, mengatasi kematian dan kelahiran. Katanya, hidup akan membebaskan kita dari segala beban jika kita bisa menjadi pengamat saja. Demikian saya memahami dengan kemampuan berpikir yang dangkal. Bisa memahami dengan tersendat, bukan berarti serta merta bisa menjalankannya. Inilah bagian tersulit. Hingga kini saya tidak berhasil menjadi pengamat kehidupan. Lebih sering terjerumus dan terseok-seok di dalamnya bahkan kadang mabuk lupa diri.

Continue reading “Menjadi pengamat”