
Di sebuah kota sepi di Australia saya bertemu seorang kawan. Kami berbicara tentang banyak hal yang intinya adalah tentang memilih dalam hidup. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah tumpukan pilihan. Lebih dari itu, hidup ternyata memang adalah pilihan ganda. Kita tidak bisa memilih sekehendak hati karena ada keterbatasan dan bingkai-bingkai ruang dan waktu yang tidak memungkinkan keleluasaan tanpa syarat. Ada keterbatasan fisik yang kita miliki, ada keterbatasan pengetahuan yang kadang menjadi syarat, ada juga lingkungan sosial yang menjadi belenggu. Seperti halnya ujian di SMP di tahun 1990an kita tidak mungkin memilih E karena pilihan yang tersedia hanya sampai D. Setelah SMA, pilihan ini lebih banyak sehingga ada peluang kebenaran jika kita memilih E. Namun begitu, sudah pasti salah jika kita memilih F karena pilihan itu tidak tersedia. Hidup ternyata memang adalah pilihan ganda.




