Memilih

http://rally.cc/
http://rally.cc/

Di sebuah kota sepi di Australia saya bertemu seorang kawan. Kami berbicara tentang banyak hal yang intinya adalah tentang memilih dalam hidup. Saya semakin yakin bahwa hidup adalah tumpukan pilihan. Lebih dari itu, hidup ternyata memang adalah pilihan ganda. Kita tidak bisa memilih sekehendak hati karena ada keterbatasan dan bingkai-bingkai ruang dan waktu yang tidak memungkinkan keleluasaan tanpa syarat. Ada keterbatasan fisik yang kita miliki, ada keterbatasan pengetahuan yang kadang menjadi syarat, ada juga lingkungan sosial yang menjadi belenggu. Seperti halnya ujian di SMP di tahun 1990an kita tidak mungkin memilih E karena pilihan yang tersedia hanya sampai D. Setelah SMA, pilihan ini lebih banyak sehingga ada peluang kebenaran jika kita memilih E. Namun begitu, sudah pasti salah jika kita memilih F karena pilihan itu tidak tersedia. Hidup ternyata memang adalah pilihan ganda.

Continue reading “Memilih”

The Power of Writing

www.newportbluesinn.com
http://www.newportbluesinn.com

Di penghujung tahun 2008, saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Hasjim Djalal di Canberra. Beliau datang mempresentasikan sebuah makalah terkait dengan isu kelautan Indonesia di acara Indonesia Update. Veteran Hukum Laut Indonesia ini masih terlihat segar di usianya yang tidak lagi muda.

“Saya ditelpon oleh Pak Alatas beberapa waktu lalu”, demikian beliau berucap saat kami ngobrol santai di sela-sela seminar. “Katanya, masak you tidak punya kader Sjim! Rupanya Pak Alatas membaca tulisan Anda di Jakarta Post bulan ini.” Demikian Pak Hasjim mengakhiri kalimatnya sambil tertawa kecil. Saya sendiri tersenyum-senyum saja menunggu kelanjutan ceritanya. Pak Hasjim pun antusias membahas opini saya.

Continue reading “The Power of Writing”

Think Globally, Act Locally…

Ibu dan Lita
Ibu dan Lita

Ilmu yang saya pelajari lima tahun belakangan ini membuat saya lebih banyak berpikir global, dalam arti lintas negara. Internasional, demikian istilahnya. Hal ini juga yang lebih sering membuat saya berpikir tentang hal-hal yang abstrak sifatnya, antarnegara atau melibatkan badan-badan dunia. Saya sering tenggelam menyimak sengketa antarnegara soal batas maritim, perebutan pulau, pelanggaran batas, penangkapan nelayan satu negara dengan negara lain dan sejenisnya.

Continue reading “Think Globally, Act Locally…”

Setangkai mawar

mawar tua
mawar tua

Malam ini kita bercinta lagi sayang. Bercinta untuk memperingati hari penting saat makhluk manusia merayakan gelora jiwa. Kita lupakan sejenak kerumitan hidup tanpa meninggalkannya. Percayalah, kita akan kembali lagi nanti untuk mengurainya lalu menjalin menjadi selimut rindu bagi buah cinta kita. Kita terbiasa dengan keringat ini, juga dengan dinginnya malam yang pekat. Semua memang biasa tetapi malam ini istimewa. Istimewa karena kuganti segenggam rangkaian bunga yang telah mengering dengan sekuntum mawar merah darah yang merekah segar sempurna. Bukan karena rangkaian bunganya telah layu dan lantak binasa, tetapi karena cinta memang perlu diremajakan. Perlu kita ingat lagi detak jantung yang berpacu seperti ketika kunikmati kelebatmu di taman-taman yang jauh. Perlu kita lantunkan lagi lagu-lagu usang pertanda pertemuan kita di masa lalu. Perlu kita buka kembali catatan janji kita untuk membangun beranda rumah masa depan.

Continue reading “Setangkai mawar”

Keputusan penting

 

aeropama.com
aeropama.com

Sudah cukup lama saya menjadi konsultan amatir soal beasiswa. Meskipun saya bukan seorang pakar, entah mengapa ada saja yang bertanya ini dan itu. Lepas dari kemampuan saya membantu mereka, saya menikmati berbagi informasi dengan siapa saja.

Suatu hari, Asti, istri saya, ingin melamar beasiswa ADS. Tentu saja dengan sekuat tenaga saya bantu. Jika orang lain saja saya bantu, istri sendiri wajarlah mendapat fasilitas istimewa. Asti, secara akademis, sangat bagus. IP yang sangat memadai, profesi sebagai dokter yang bahkan ketika itu bekerja di WHO dan nilai IELTS 6.0 membuat saya sangat yakin. Kalau kawan yang IELTSnya 5.5 saja diterima, Asti tentu memiliki kans yang tinggi. Setelah dua kali mencoba, ternyata gagal tanpa tahu apa penyebabnya.

Continue reading “Keputusan penting”

Tips belajar Bahasa Inggris

www.msche.org
http://www.msche.org

Kakak saya yang menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SMP di Bali, pernah meminta saya memberinya tips untuk belajar TOEIC. Tujuan permintaan dia ini sebenarnya adalah untuk mencari pembanding terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini. Berikut jawaban saya atas permintaan kakak saya, mungkin ada manfaatnya bagi pembaca sekalian yang budiman.

Continue reading “Tips belajar Bahasa Inggris”

Menjadi pengamat

Gede Prama pernah menulis, berbahagialah mereka yang melampaui kebaikan dan keburukan, mengatasi kematian dan kelahiran. Katanya, hidup akan membebaskan kita dari segala beban jika kita bisa menjadi pengamat saja. Demikian saya memahami dengan kemampuan berpikir yang dangkal. Bisa memahami dengan tersendat, bukan berarti serta merta bisa menjalankannya. Inilah bagian tersulit. Hingga kini saya tidak berhasil menjadi pengamat kehidupan. Lebih sering terjerumus dan terseok-seok di dalamnya bahkan kadang mabuk lupa diri.

Continue reading “Menjadi pengamat”

Tak kenal maka tak sayang

Saya sedang terkantuk-kantuk di dalam sebuath subway alias kereta bawah tanah yang membawa saya dari Manhattan ke Queens di New York. Sore itu lelah sekali setelah seharian di depan komputer menyelesaikan berbagai tugas. Seorang perempuan muda datang dan duduk di sebelah saya. Saya menyapa, berbasa basi. Dia ramah dan sepertinya tertarik untuk ngobrol. Kami pun berbasa-basi sejenak tentang hari yang panjang, tentang winter yang dingin menusuk.

Continue reading “Tak kenal maka tak sayang”

Keberanian untuk Berubah

Pidato pengukuhan Presiden Barack Obama
[diterjemahkan dengan interpretasi oleh I Made Andi Arsana]

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini saat ini, merasa rendah hati manyambut mandat yang menunggu di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda amanatkan, dan sadar akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Saya berterima kasih pada Presiden Bush atas pelayanannya pada bangsa kita, demikian juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya selama proses transisi ini.

Hingga kini, 44 warga Amerika telah disumpah sebagai presiden. Kalimat-kalimat sumpah ini telah diucapkan saat bangsa kita mengalami kemakmuran berlimpah dan saat kedamaian berkuasa bagaikan air yang tenang. Namun begitu, ada kalanya kalimat sumpah ini diucapkan di tengah-tengah awan yang membawa mendung dan bahkan badai yang ganas. Di saat-saat seperti inilah Amerika tetap bertahan tidak saja karena kecemerlangan dan visi para pemimpinnya tetapi karena kita, bangsa Amerika, tetap yakin pada prinsip dasar pendiri bangsa kita, dan pada kebenaran prasasti kita.

Continue reading “Keberanian untuk Berubah”

Yang pertama

Jika posting sebelumnya adalah yang terakhir di tahun 2008 maka ini adalah posting yang pertama di tahun 2009. Januari hampir berakhir di tahun ini dan saya belum sempat menulis apa-apa. Pelayaran yang saya lakukan di akhir tahun lalu hingga 15 Januari tahun ini memang tidak memungkinkan saya memperbaharui blog.

Continue reading “Yang pertama”