Yang terakhir

2008 yang penuh warna
2008 yang penuh warna

Ini adalah posting yang ke-104 tahun 2008 dan mungkin akan menjadi yang terakhir tahun ini. Karena terlibat dalam sebuah penelitian di tengah laut selama sebulan, saya akan meninggalkan dunia maya sejak tanggal 20 Desember 2008 dan kembali pertengahan Januari 2008. Belum yakin apakah akan ada akses internet memadai di tengah samudra nanti.

Continue reading “Yang terakhir”

… telah memperbarui nya Blog Friendster

kaosgeek.baliwae.com/
kaosgeek.baliwae.com

Saya bukan fans berat Friendster ataupun situs jejaring sosial lainnya tetapi memang memiliki akun di Friendster (FS)maupun di Facebook (FB). Dalam rangka tampil lebih gaul dan nyambung dengan anak-anak [berjiwa] muda terutama mahasiswa, memiliki akun di jejaring sosial sangat membantu. Sering saya merasa terbantu dalam hal komunikasi jika mulai dari hal-hal gaul seperti FS dan FB.

Entah sejak kapan, tanpa niat, saya mengubah media bahasa FS saya menjadi Bahasa Indonesia yang tadinya Bahasa Inggris. Sejak itulah saya mendapat pesan lewat email yang subyeknya kira-kira berbunyi “Si X telah memperbaharui nya Blog Frienster” Pesan ini, walaupun bukanlah merupakan sesuatu yang penting di dunia, pesan ini saya rasa sangat mengganggu. Tata bahasanya jelas-jelas salah.

Continue reading “… telah memperbarui nya Blog Friendster”

Membandingkan

www.muhajirlawfirm.com
http://www.muhajirlawfirm.com

Ketika ditanya berapa saya ingin dibayar untuk mengajar komputer untuk aplikasi perkantoran, saya tidak mampu mejawab dengan segera. Tidak mudah untuk secara gamblang mengatakan saya ingin dibayar “sekian per jam,” terutama karena saya bukanlah pengajar komputer professional. Untunglah calon murid saya paham situasi ini dan dia mengambil inisiatif. “How about forty dollars an hour? Does it sound good to you?” demikian katanya menerobos kebuntuan. Saya senang bukan kepalang mendapat uang sebanyak itu, terutama ketika saya bandingkan dengan gaji yang saya terima untuk bekerja di restoran Thailand. Kurang lebih 10 dolar per jam untuk pekerjaan kasar yang berat.

Continue reading “Membandingkan”

Anjing

iluhindrani.files.wordpress.com
iluhindrani.files.wordpress.com

Jangan terkejut membaca tulisan ini. Judulnya memang singkat dan kalau dibaca dengan suasana hati yang tak semestinya, bisa jadi terdengar seperti makian. Ini bukan makian, tulisan ini memang bercerita tentang seekor anjing.

Seorang kawan berkebangsaan Amerika memeliki seekor anjing putih. Bonnie, nama anjing tesebut, sangat sehat dan bersahabat. Bonnie menyambut saya dengan ramah setiap kali saya datang ke rumah kawan saya ini. Bulunya yang tebal, tubuhnya yang gemuk sehat dan kondisinya yang bersih menunjukkan betapa Bonnie memang terawat dengan baik. Pernah suatu kali ketika kawan saya mengantar saya dari tempatnya ke apartemen saya, Bonnie diajak. Kami melaju dalam mobil BMW kap terbuka berpenumpang tiga: kawan saya, saya sendiri dan Bonnie. ”She is a good girl”, demikian kawan saya ini selalu membanggakannya.

Continue reading “Anjing”

Perubahan itu telah tiba

Pidato Kemenangan Barack Obama
[diterjemahkan dengan improvisasi oleh I Made Andi Arsana]

Selamat malam Chicago!
Seandainya di luar sana masih ada yang meragukan apakah benar Amerika adalah tempat di mana segala kemungkinan bisa terjadi; seadainya masih ada yang mempertanyakan apakah mimpi dan harapan para pendiri bangsa kita masih hidup di masa kini; seandainya masih ada yang meragukan kekuatan demokrasi kita; maka malam ini adalah jawabannya.

Continue reading “Perubahan itu telah tiba”

Lentera Jiwa

salafibatam.wordpress.com
salafibatam.wordpress.com

Anda mungkin sudah membaca tulisan Andy F. Noya yang berjudul sama: Lentera Jiwa baik dari Andy’s corner maupun dari milis yang beredar belakangan. Entah apa pasalnya, tulisan itu memang sangat populer. Anda mungkin juga menuduh bahwa saya meniru tulisan Andy dan bahkan tidak kreatif sehingga memilih judul yang sama. Anda tidak salah. Tapi dalam rangka mengurangi rasa malu saya, mari kita gunakan istilah ‘terinspirasi’, dan bukan ‘menjiplak’. Begitulah biasanya para akademisi atau orang pintar menghidar dari tuduhan.

Membaca tulisan Andy seperti menonton sebuah fenomena yang membius. Hal ini sesunguhnya tak baru, seperti juga yang diakuinya. Banyak orang lain telah melakukan langkah tak populer: meninggalkan kenikmatan dan keluar dari zona kenyamanan. Saya sendiri terinspirasi dengan kaliamat terakhir setiap tulisan Gede Prama di media massa ”Bekerja di Jakarta, tinggal di Desa Tajun, Bali Utara.” Seperti juga Andy, Gede Prama adalah satu dari yang istimewa, meninggalkan kenyamanan dan memilih tantangan baru.

Continue reading “Lentera Jiwa”

Duabelas Oktober

http://upload.wikimedia.org
http://upload.wikimedia.org

Saya dikejutkan oleh suara HP di pagi yang masih gelap. Jerit HP itu membangunkan saya dari tidur yang masih lelap di sebuah kamar kos di Kelapa Gading, Jakarta. “Bali kini sudah tidak aman lagi. Bom meledak di Kuta, puluhan orang meninggal” demikian kira-kira bunyi sms itu, datang dari adik sepupu saya, seorang arsitek dari Udayana. Enam tahun peristiwa itu telah berlalu, tak banyak berkurang kenangan buruk yang saya rasakan. Tidak saja karena banyak nyawa yang melayang, tapi kematian citra Bali sebagai tempat yang aman dan keruntuhan ekonomi yang dampaknya tak sehari dua hari. Hingga kini pun, Bali sesungguhnya belum pulih dari sakitnya.

Saya menulis sebuah ungkapan perasaan ketika itu, mengenang kembali kejadian di tahun 1998 ketika negeri ini rusak binasa oleh segala macam kekacauan. Bali dijadikan satu-satunya tempat berlindung oleh banyak dari mereka yang tertindas hidupnya. Bali memberi harapan kepada mereka yang teraniaya. Setelah bom itu, adakah Bali masih menyimpan kenyamanan?

Continue reading “Duabelas Oktober”

Ranking dan Angka

destiutami.wordpress.com
destiutami.wordpress.com

Untuk pertama kalinya saya merasakan ketegangan adalah saat kenaikan kelas tahun 1985. Waktu itu saya akan naik ke kelas 2. Saya terduduk tegang di deretan bangku depan mendengarkan pembacaan nama-nama siswa yang memperoleh juara 1. Saya berharap amat sangat, nama saya dipanggil, bukan saja sekedar dipanggil tetapi dipanggil pertama kali.

Saya mulai membayangkan apa yang akan terjadi kalau saya tidak mendapat juara 1. Bapak akan melubangi kepala saya dan mengganti otak saya dengan gelas. Begitulah beliau selalu berucap kalau kami sedang bercakap-cakap di dapur atau di kamar. Saya yang baru berumur 7 tahun tentu saja menganggap serius ucapan itu. Tidak terbayang rasanya kepala saya dibor dan otak diganti dengan gelas. Mungkin beliau tidak ingat peristiwa ini karena sepertinya ini hanya kelakar belaka. Tetapi tidak demikian dengan saya. Saya akan mengingatnya sampai kapanpun.

Continue reading “Ranking dan Angka”

Kesempatan

www.skinbase.org
http://www.skinbase.org

Sudah cukup lama saya percaya bahwa keberuntungan adalah perpaduan antara kesempatan dan kemampuan, seperti pernah diingatkan oleh seorang kawan. Dalam setiap percakapan dengan banyak kawan, saya pun menyampaikan keyakinan ini berulang kali. Entahlah ini benar atau tidak, sampai kini saya masih meyakininya. Posting saya kali ini terkait dengan apa yang saya maksud dengan keberuntungan.

Bekerja paruh waktu adalah hal biasa yang dilakukan mahasiswa Indonesia ketika berlajar di luar negeri. Alasan klasiknya adalah mencari pengalaman dan mengisi waktu, walaupun alasan sesungguhnya adalah mengisi rekening. Mengapa rekening perlu diisi? Karena ketika nanti pulang ke Indonesia, belum tentu pekerjaan yang digeluti bisa membuat hidup terbebas secara finansial. Alasan pragmatis: hidup layak secara ekonomi.

Continue reading “Kesempatan”

Melihat kebaikan

memandang jauh

Saya pernah menulis tentang sebuah buku yang dihadiahkan Asti saat ulang tahun saya yang ke-30. Buku itu berkisah tentang memetik kebaikan dari segala sesuatu. Saya setuju bahwa semua hal memiliki sisi baik dan buruk. Bukanlah seberapa baik sesuatu itu, tetapi seberapa mampu saya mengambil kebaikan dari sesuatu itu yang lebih penting. Kitab sucipun, menurut saya, ada kelemahannya. Meski demikian, itu bukanlah alasan untuk ditinggalkan.

Banyak orang menjadikan anak kecil sebagai contoh atau simbol kebaikan. Seorang kawan vegetarian kerap mencontohkan begini: coba berikan dua pilihan “anak ayam” dan “coklat” kepada anak berumur satu tahun. Pasti dia akan mengambil coklat dan memakannya. Dia tidak akan memakan anak ayam. Artinya, secara naluri, kita bukanlah karnivora. Seorang kawan lain juga menjadikan anak kecil sebagai contoh naluri perdamaian: kumpulkanlah beberapa anak kecil umur 2-5 tahun tahun dari berbeda etnis dan agama. Mereka akan asik bermain, tidak mepersoalkan warna kulit, apalagi agama. Ini pelajaran untuk kita semua tentang perdamaian dan hidup bersama.

Continue reading “Melihat kebaikan”