Melihat kebaikan


memandang jauh

Saya pernah menulis tentang sebuah buku yang dihadiahkan Asti saat ulang tahun saya yang ke-30. Buku itu berkisah tentang memetik kebaikan dari segala sesuatu. Saya setuju bahwa semua hal memiliki sisi baik dan buruk. Bukanlah seberapa baik sesuatu itu, tetapi seberapa mampu saya mengambil kebaikan dari sesuatu itu yang lebih penting. Kitab sucipun, menurut saya, ada kelemahannya. Meski demikian, itu bukanlah alasan untuk ditinggalkan.

Banyak orang menjadikan anak kecil sebagai contoh atau simbol kebaikan. Seorang kawan vegetarian kerap mencontohkan begini: coba berikan dua pilihan “anak ayam” dan “coklat” kepada anak berumur satu tahun. Pasti dia akan mengambil coklat dan memakannya. Dia tidak akan memakan anak ayam. Artinya, secara naluri, kita bukanlah karnivora. Seorang kawan lain juga menjadikan anak kecil sebagai contoh naluri perdamaian: kumpulkanlah beberapa anak kecil umur 2-5 tahun tahun dari berbeda etnis dan agama. Mereka akan asik bermain, tidak mepersoalkan warna kulit, apalagi agama. Ini pelajaran untuk kita semua tentang perdamaian dan hidup bersama.

Dua kisah di atas adalah contoh dalam melihahat kebaikan dari anak kecil. Meski demikian, hal ini tidak untuk mengatakan bahwa perilaku anak kecil harus selalu diteladani. Lita, anak saya, lebih memilih menonton Nick Jr. daripada mandi pagi sebelum sekolah. Dia juga lebih senang diberi loli dibandingkan minum susu. Apakah hal ini juga menunjukkan perilaku mana yang harus diteladani? Kesimpulan saya sementara, bukanlah anak kecilnya yang penting tetapi bagaimana orang dewasa dapat melihat kebaikan dari berbagai perilaku anak kecil itu. 

Ketika ada email beredar, entah dari mana asalnya, tentang kebaikan dan kemuliaan perilaku Presiden Iran, hampir semua kawan saya melontarkan pujian. Presiden Iran dinobatkan oleh sebagian penduduk dunia maya Indonesia sebagai presiden ideal, dan mengharapkan Presiden Indonesia memiliki kemuliaan perilaku serupa. Beberapa saat sebelumnya, ketika Presiden Indonesia, SBY, memilih untuk mengendarai kereta ekonomi guna menunjukkan simpatinya kepada rakyat dan ingin merasakan apa yang dirasakan rakyat, ada beberapa kalangan yang mencibir. Ada yang mengatakan “berlebihan” ada yang menganggap bagian dari “tebar pesona”, ada juga yang menuduh “sekedar mencari simpati”.

Dua pemimpin besar, melakukan hal yang tidak berbeda tetapi mengundang reaksi yang berbeda. Barangkali ini adalah bentuk lain dari kegagalan dalam “melihat kebaikan” dari sebuah kejadian. Apakah memang presiden kita kalah mulia dibandingkan Presiden Iran atau kita yang sudah menderita penyakit curiga dan tidak bisa percaya? Mungkin ada baiknya bertanya kepada diri sendiri.

Satu lebaran lagi telah datang. Bulan Ramadhan yang indah telah berlalu. Banyak yang telah terjadi selama sebulan ini. Sebagian dari merka khusuk melakukan perjalanan ke dalam diri. Ada yang buru-buru ingin mengesahkan RUU Anti Pornografi, ada juga yang menolak. Ada yang memaksa orang untuk menghormati yang puasa, ada juga yang tidak ambil pusing. “Berpuasa adalah untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain”, kata sebagian lagi. Gede Prama sendiri sering berucap, gunakan akidah untuk menebarkan kebaikan dari dalam, bukan untuk menghakimi orang lain. Semua kejadian dan ucapan itu memiliki dua sisi, baik dan buruk. Alangkah Indahnya jika kita bisa melihat dan terutama belajar dari yang baik saja. Sayangnya, hidup tidak sesederhana itu. Apa yang saya tuliskan pun sarat kelemahannya maka dari itu tidak layak dijadikan pedoman. Seperti nasihat ZEN, kebaikan itu bersinggasana di dalam, kita hanya sering tidak tahu. Kita masih selalu mengetuk pintu dan tidak menyadari bahwa kita sudah di dalam. “Kita sering mengetuknya dari dalam”, kata Gede Prama.

Selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan bathin. 

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s