Membuat Video Presentasi Mudah dan Murah

Ingin membuat video kuliah/presentasi seperti di atas, silakan baca tutoral ini (317 kb, pdf)

Telur Colombus


columbus_egg
http://www.gutenberg.org

Di sebuah kamar kecil berukuran tak lebih dari 2,5 meter kali 2,5 meter, saya melihat seorang kawan sedang tertegun melihat setumpukan kertas di atas meja. Saya tidak melihat wajahnya terpesona apalagi terkesima. Dari air mukanya dan mimiknya yang hambar, saya bisa meyakini bahwa dia tidak bergitu kagum pada apa yang dilihatnya.

Mung koyo ngene iki kok bisa menang, Ndi!” demikian katanya yang kira-kira berarti tulisan jelek begini kok bisa menang! Dia baru saja menyelesaikan membaca tulisan saya yang berjudul “Menggugat Korea” yang dinyatakan sebagai salah satu pemenang lomba Essay tentang Korea bulan Oktober tahun 2000. Kawan saya ini tidak salah, tulisan saya memang tidak istimewa. Dia tidak lebih dari sekedar gumaman seorang manusia biasa yang melihat kenyataan dan kemudian menuliskannya. Tulisan itu bukanlah analisis seorang pakar, tak juga terlihat pintar dengan berbagai istilah yang sulit. Tulisan itu adalah ungkapan jujur yang sederhana, tidak lebih tidak kurang.

Continue reading “Telur Colombus”

Jalan Panjang ke Paris

slog.thestranger.com
slog.thestranger.com

Jumat malam, 9 Oktober 2009

Singapura sudah gelap, yang nampak hanya cahaya lampu berpijar seperti jutaan kunang-kunang yang bertengger di gedung-gedung pencakar langit. Tak banyak yang bisa aku nikmati di Bandara Changi, meskipun luasnya memang hampir menyamai Desa Tegaljadi, tempat kelahiranku. Aku lelah setelah tujuh jam termangu-mangu di salah satu kursi pesawat SQ nan besar A380-800 yang dua tingkat itu. Meskipun makanan berlimpah dan senyum pramugari nan cantik tak pernah kering, perjalanan tujuh jam tetap saja menyisakan kelelahan.

Aku tercenung, duduk di sebuah bangku di dekat pintu B17, menunggu pintu dibuka. Semakin kubayangkan, semakin jelas rasa enggan datang. Perjalananku sebentar lagi tidak akan kurang dari 14 jam dari Singapura ke Paris. Tempat duduk kelas ekonomi di pesawat komersil yang konon paling besar di dunia dan dioperasikan oleh salah satu penerbangan terbaik di muka bumi tetap tidak akan bisa menghindarkanku dari lelah dan bosan. Perjalanan ini pastilah akan terasa lama.

Continue reading “Jalan Panjang ke Paris”

Menuliskan Sejarah

The Champion
The Champion

Dalam kegalauan hati yang tidak sempat saya pahami, sayapun beranjak menuju podium itu. Samar-samar beberapa menit lalu saya mendengar nama saya dipanggil dan harus menyampaikan sambutan. Sayapun berdiri, menundukkan kepala tidak memandang audiens dan menatap kosong ke arah yang tak bertuan. Saya mulai berucap sangat lirih.

“Tadi malam saya bermimpi” dan saya diam sejenak sehinga hadirin pun diam tenang, menunggu-nunggu kelanjutan cerita saya. “Saya bermimpi didatangi Siti Nurhalisa!” Hadirin pun tergelak hebat, teringat dengan presentasi saya kemarin, barangkali. Sejenak kemudian semua diam dan saya pun melanjutkan.

Continue reading “Menuliskan Sejarah”

Beda satu huruf

Ambalat di Kompas
Ambalat di Kompas

Ibu saya, meskipun hanya tamat SD, cerdasnya membuat saya kagum. Ketika saya kecil, beliau sering bercerita tentang pentingnya satu huruf atau satu tanda baca dalam kalimat. Beliau memulai ceritanya dengan adegan di pengadilan. Suatu saat, seorang terdakwa divonis hukuman mati. Surat keputusan itu berbunyi “Hukum bunuh tidak boleh ampun“. Nasib terdakwa ini sudah dapat dipastikan, dalam beberapa saat dia akan ke alam baka. Meski demikian, hakim yang akan membacakan putusan ini ternyata menaruh belas kasihan kepada terdakwa. Muncul idenya untuk mengutak atik surat putusan itu. Melihat kalimat putusan itu tanpa tanda baca, diapun mengubahnya menjadi “Hukum bunuh tidak, boleh ampun.” Ada tanda koma yang disisipkannya di antara kata “tidak” dan “boleh” sehingga kalimat itupun akhirnya dipahami dengan makna berbeda. Si terdakwa tidak dihukum bunuh, melainkan diampuni. “Satu tanda baca berharga satu nyawa” demikian ibu saya menutup ceritanya.

Continue reading “Beda satu huruf”

Ambalat

Batas Maritim
Batas Maritim

September tahun 2005, ketika saya memperkenalkan putri pertama kami kepada khalayak, sebagian besar menuduh secara positif bahwa kata “Ambalita” pada Putu Ambalita Pitaloka Arsana diilhami oleh “Ambalat”. Meski dengan segala kecerdasan saya mengait-ngaitkan Ambalita dengan Dewi Amba dari Kerajaan Kasi, yang akhirnya menitis dalam reinkarnasinya menjadi Srikandi, tetap saja banyak yang tersenyum geli. Menariknya, kawan-kawan saya ini memang tidak salah. Harus diakui bahwa Ambalita memang sedikit tidak diilhami oleh Ambalat.

Continue reading “Ambalat”

Kehabisan ide

redbubble.com
redbubble.com

Dalam sebuah percakapan di milis para blogger, seorang anggota baru bertanya tema apa yang sebaiknya ditulis di blog. Mengalirlah jawaban dari para blogger yang umumnya aktif menulis. Ada yang menyarankan untuk menulis kejadian sehari-hari, menulis hobi, menulis kegelisahannya, menulis alasannya melakukan sesuatu dan sebagainya. Dari yang sederhana seperti menulis pengalaman makan siang hingga nasihat yang abstrak berbunyi “be yourself“. Dari sekian banyak saran itu, ada juga saran cerdas “ngeblog itu bebas, termasuk bebas untuk tidak menulis apa-apa.” Jawaban ini sangat menarik.

Continue reading “Kehabisan ide”

What you look for is what you get

Brooklyn Bridge, NYC
Brooklyn Bridge, NYC

Dalam sebuah loka karya di Yogyakarta pertengahan November 2008, saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Mereka umumnya adalah peneliti yang karya-karyanya sudah bertebaran di berbagai media, ilmiah maupun populer. Dalam sebuah sesi tentang sengketa kedaulatan dan batas wilayah, seseorang peneliti mengungkapkan bahwa pemerintah tidak menyediakan cukup informasi tentang berbagai kasus yang terjadi. Penjelasan tentang kasus Sipadan dan Ligitan, misalnya tidak bisa didapatkan dari sumber resmi. Perkembangan Undang-undangan tentang wilayah negara juga tidak mudah dibaca di situs-situs pemerintah. Perkembangan penyelesaian perbatasan dengan negara tetangga secara umum juga tidak mudah diketahui informasinya. Singkat kata, peneliti ini mengalami kesulitan mendapatkan informasi dan menyalahkan pemerintah karena tidak menyediakannya.

Continue reading “What you look for is what you get”

The Power of Writing

www.newportbluesinn.com
http://www.newportbluesinn.com

Di penghujung tahun 2008, saya berkesempatan bertemu dengan Prof. Hasjim Djalal di Canberra. Beliau datang mempresentasikan sebuah makalah terkait dengan isu kelautan Indonesia di acara Indonesia Update. Veteran Hukum Laut Indonesia ini masih terlihat segar di usianya yang tidak lagi muda.

“Saya ditelpon oleh Pak Alatas beberapa waktu lalu”, demikian beliau berucap saat kami ngobrol santai di sela-sela seminar. “Katanya, masak you tidak punya kader Sjim! Rupanya Pak Alatas membaca tulisan Anda di Jakarta Post bulan ini.” Demikian Pak Hasjim mengakhiri kalimatnya sambil tertawa kecil. Saya sendiri tersenyum-senyum saja menunggu kelanjutan ceritanya. Pak Hasjim pun antusias membahas opini saya.

Continue reading “The Power of Writing”

Keputusan penting

 

aeropama.com
aeropama.com

Sudah cukup lama saya menjadi konsultan amatir soal beasiswa. Meskipun saya bukan seorang pakar, entah mengapa ada saja yang bertanya ini dan itu. Lepas dari kemampuan saya membantu mereka, saya menikmati berbagi informasi dengan siapa saja.

Suatu hari, Asti, istri saya, ingin melamar beasiswa ADS. Tentu saja dengan sekuat tenaga saya bantu. Jika orang lain saja saya bantu, istri sendiri wajarlah mendapat fasilitas istimewa. Asti, secara akademis, sangat bagus. IP yang sangat memadai, profesi sebagai dokter yang bahkan ketika itu bekerja di WHO dan nilai IELTS 6.0 membuat saya sangat yakin. Kalau kawan yang IELTSnya 5.5 saja diterima, Asti tentu memiliki kans yang tinggi. Setelah dua kali mencoba, ternyata gagal tanpa tahu apa penyebabnya.

Continue reading “Keputusan penting”