What will you do if you are asked to explain how the world has transformed in terms of life expectancy and income from 200 years ago up until the present time and you are only given four minutes? You can visualise instead of describing it by only text or words. See how Hans Rosling does it. It is to me, amazing! This is what I call the power of visualisation.
Hans has been dedicating his time and energy in statistics. He has come up with a brilliant idea that in order for people to understand data better we have to present the data in such a way that is easy to understand and entertaining. People love visualisation and everybody tends to pay attention more to something moving. Hence, Hans animates his data. Ses this amazing presentation: 200 Countries, 200 Years, 4 Minutes.
Hans Rosling has developed software/website to visualise and animate statistic data he calls GapMinder. Please feel free to visit his website: www.gapminder.org and animate your data.
Pemerintah Singapura memberi beasiswa selama 4 tahun untuk anak-anak Indonesia usia 14-16 tahun untuk bersekolah di Negeri Singa. Silakan lihat di sini.
Siapa yang tidak ingin bertemu Bill Gates? Jangan salah, banyak yang tidak ingin bertemu dan mungkin banyak yang tidak tahu siapa dia. Seperti Obama di salah satu video anekdot Bill Gates, mungkin Anda juga akan bertanya “Bill? Bill siapa? Bill Clinton?”
Saya termasuk yang sedang-sedang saja. Tidak megidolakan Bill Gates berlebihan tetapi tidak juga membencinya seperti beberapa pencinta perangkat lunak opensource arus utama. Meski tidak mengidolakan, rasanya senang juga jika ada kesempatan bertemu dengan Bill Gates. Bill Gates, lepas dari segala macam kontroversinya, adalah legenda. Dia yang telah mengubah cara kita menggunakan teknologi komputer dengan memperkenalkan komputer pribadi. Dengan segala yang dilakukannya, kini Bill Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Yang lebih menarik, dalam satu dekade terakhir Bill Gates mengabdikan hidupnya untuk kesehatan dan pendidikan dunia melalui yayasan yang dibangunnya bersama istrinya, Melinda Gates. Konon, Bill Gates memiliki penghasilan hingga 200an dollar per detik jika dia dianggap berkerja siang malam tanpa henti selama 7 hari seminggu. Bayangkan betapa banyak uangnya. Dan bayangkan jika sebagian besar uang itu dia habiskan untuk berderma bagi kebaikan hidup orang lain. Mereka yang tidak percaya akan punya banyak alasan untuk membantah ini tetapi ini adalah tentang cerita lain. Tulisan ini tentang cerita orang biasa yang akhirnya bertemu Bill Gates, orang terkaya di dunia itu.
Saya mendengar bahwa Bill Gates akan datang ke University of New South Wales, Sydney dari istri saya, Asti. Katanya dia akan berbicara tentang global health terkait aktivitasnya di yayasannya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu agenda lain adalah merayu pemerintah Australia agar meningkatkan jumlah bantuan internasionalnya. UNSW mengundangnya untuk berbicara langsung pada civitas akademika UNSW dalam format tanya jawab yang merupakan salah satu program dari ABC TV.
Untuk melamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS), pelamar harus menyerahkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Pilihannya ada dua: TEOFL atau IELTS. Khusus untuk TOEFL, peserta dibolehkan menyerahkan hasil dari TOEFL institusional. Berikut adalah daftar penyelenggara TOEFL yang hasilnya diakui oleh AusAID sebagai penyandang dana Beasiswa AAS. Lembaga ini juga kemungkinan besar bisa menerjemahkan dokumen yang diperlukan untuk melamar Beasiswa AAS seperti akte kelahiran, KTP, ijazah, dll. Peta berikut menyajikan sebaran lokasi penyelenggara TOEFL yang diakui AusAID di seluruh Indonesia berdasarkan dokumen resmi di website AAS. Peta ini dibuat oleh Made Sapta Hadi, mahasiswa angkatan 2012 di Teknik Geodesi UGM, atas permintaan saya. Silakan disimak. Silakan klik balon di kota yang Anda inginkan dan akan ditampilkan informasi rinci lembaga di kota itu. Di bawah peta ini juga ada daftar lembaga penyelenggara TOEFL seperti yang ada di peta.
Vivi, seorang kawan yang sedang kuliah di Russia dan penggiat Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), mengirimkan pesan pada saya lewat Facebook. Pada pesan itu dia mengenalkan saya dengan seorang akademisi di Sorong, Papua Barat bernama Dr. Kadarusman. Vivi menawarkan apakah saya bersedia memberi kuliah umum secara online untuk mahasiswa dan kolega Dr. Kadarusman di Akademi Perikanan Sorong (Apsor). Urusannya tentu tentang laut dan sekitarnya. Tanpa menunggu lama, saya menyampaikan kesediaan.
Saya memberi kuliah jarak jauh (telekonferensi saintifik) di Akademi Perikanan Sorong, Papua Barat tanggal 29 Mei 2013. Kuliah ini dibawakan dengan Skype dari Sydney pada pukul 9.30 pagi WIT (Waktu Indonesia Timur). Agar teman-teman bisa menyimak, saya coba siarkan kuliah ini lewat Radio Internet. Jika ingin menyimak, silakan lakukan langkah berikut.
Animasinya bisa dijalankan seperti halnya Power Point dengan cara klik pada lembar tayang.
Saat mengajar saya akan sampaikan saatnya klik dan sedang ada di lembar tayang ke berapa kita saat itu. Intinya saya akan berinteraksi dengan peserta kuliah di Sorong dan teman-teman di luar Sorong bisa menikmati tayangan kuliah lewat website dan mendengarkan suara saya lewat radio.
Ini adalah ujicoba pertama kali, semoga berjalan baik dan memberikan satu pengalaman baru bagi kita semua. Saya ingin membuktikan bahwa jarak itu tidak seharusnya menghalangi kita bertukar ilmu jika teknologi komunikasi memadai. Mari kita mencoba.
Made Kondang diam saja ketika Klian Banjar memberi perintah. Ada pertanyaan dalam hatinya tetapi tidak diungkapkannya karena alasan etika. Tidak elok mempertanyakan, apalagi membantah perintah Klian Banjar.
“Pastikan semua petani yang membajak sawah, mulai hari ini, tidak menggunakan sapi betina.” Klian Banjar mengulangi sekali lagi perintah yang sebenarnya sudah cukup jelas bagi Kondang.
“Ya, Pak Klian” jawab Kondang lirih.
“Saya tidak mau lagi melihat ada yang menggunakan sapi betina seperti yang sudah-sudah. Sangat tidak elok!” sambung Pak Klian seperti gusar.
Berikut ini daftar universitas di Australia yang bisa dipilih oleh pelamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2013/2014. Jika Anda melamar AAS, sangat dianjurkan untuk menghubungi salah satu dari universitas di bawah ini. Yang melamar Master by Research atau PhD, wajib menghubungi calon pembimbing dari salah satu universitas berikut. Silakan lihat juga website CRICOS: http://cricos.deewr.gov.au untuk informasi lebih lanjut.
Bulan Maret lalu, saya mengunjungi sebuah negara, sekitar 5000 kilometer dari tempat tinggal saya. Negara ini sudah lama saya kenal namanya tetapi rupanya saya tidak akrab dengan data obyektif tentangnya selama ini. Di penghujung 1990an silam, negara ini berhasil membebaskan diri dari tirani kekuasaan rejim otoriter karena rakyatnya bersatu padu. Mahasiswa satu suara dan para pekerja memberi dukungan sehingga perubahan terjadi. Dalam kesibukan berbenah untuk peralihan kekuasaan, banyak hal yang terjadi. Ada tiga orang presiden yang menjabat selama lima tahun sebelum akhirnya berhasil menjadi sebuah demokrasi. Untuk pertama kalinya, presiden dipilih langsung oleh rakyat pada tahun 2004.
Ketika saya mengunjungi negara itu, dia sedang menikmati pertumbuhan ekonomi di atas enam persen. Kebebasan pers kini terjamin, setiap orang bebas bersuara menyampaikan gagasannya. Presiden bisa dijadikan bahan debat tidak saja di kedai-kedai kopi tetapi juga di forum ilmiah yang serius. Demokrasi memberi ruang ekspresi politik sehingga partai tumbuh subur, memberi ruang yang lebih luas bagi partisipasi publik.
Pada tahun 2009, untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa ini, presiden menghakhiri masa jabatannya dengan wajar. Presiden pertama yang dipilih secara demokratis ini memulai dan menghakhiri masa jabatannya sesuai dengan ketentuan hukum. Hal ini berbeda dengan presiden sebelumnya yang dikudeta, diturunkan oleh rakyat, diangkat di tengah jalan untuk menggantikan presiden sah, atau diturunkan oleh lembaga legislatif. Bangsa ini layak tersenyum dengan kemajuan politik itu.
TALOS edisi 5 sudah bisa diunduh dalam bentuk draft di sini dan animasi saya melengkapi ilustrasi masing-masing bab (chapter) seperti yang ada di bawah ini.