Banyak yang akan penasaran atau bahkan mencibir membaca judul tulisan ini. Masa’ sih menerbitkan buku itu mudah? Saya tidak berbohong. Menerbitkan buku di era teknologi informasi dan komunikasi ini memang mudah. Setidaknya, tidak sesulit melakukan hal yang sama sepuluh atau 20 tahun lalu. Dulu, penulis buku seperti bangsawan golongan khusus karena menjadi dominasi sekelompok orang saja. Dia ekslusif dan istimewa. Kini tidak lagi. Siapapun bisa menerbitkan buku. Siapapun? Ya, siapapun yang bisa menulis. Silakan baca tulisan saya di blog Tempo soal ini.
Saya sedang bersama Asti ketika bertemu seseorang di lift UNSW, Sydney. Perilaku lift yang sedikit aneh membuat kami ngobrol ‘menertawakan’ situasi. Memang agak aneh, seringkali manusia jadi akrab dengan orang asing jika ada kejadian yang tidak lazim. Kelar dari lift, kami bercakap-cakap. Perempuan itu imigran keturunan India dan sudah 20an tahun di Australia. Logatnya sudah begitu Australia. Kami bercerita tentang studi dan keluarga.
Saya pernah menulis tips dan trik untuk menjadi pembicara publik atau public speaker, di blog ini. Saya memang bukan pembicara publik professional tetapi punya sedikit pengalaman dan tips yang saya berikan berdasarkan pengalaman itu. Selain dari pengalaman sendiri, saya juga menuliskan hasil pengamatan saya terhadap pembicara publik lain yang menurut saya menarik. Saya pernah menulis rangkaian tips, memberikan contoh presentasi dan juga pernah mengajak pembaca belajar dari pidato Agus Yudhoyono. Kali ini saya ingin mengajak pembaca sama-sama menikmati dan belajar public speaking dari seorang diplomat senior Indonesia: Dr. Marty Natalegawa. Ada beberapa hal dari dari Pak Marty yang masih terus saya pelajari sampai kini.
Pagi itu saya sedang mengantri di kantor post Kingsford, Sydney untuk mengambil paket kiriman. Rumah sedang kosong ketika paket itu diantar ke rumah sehingga saya mendapat pesan untuk mengambilnya di kantor pos. Tepat ketika saya maju karena tiba giliran untuk dilayani, seorang lelaki berusia senja menepuk bahu saya dan dia meminta dilayani lebih dulu. Hal ini tidak biasa terjadi di Australia karena umumnya orang-orang mengantri dengan tertib. Tidak terbiasa dengan kejadian demikian, saya terperangah bengong. Tidak hanya saya, petugas kantor pos juga terlihat terkejut. Secara spontan perempuan muda, petugas itu, hendak mengingatkan si bapak tua untuk membiarkan saya dilayani terlebih dahulu. Melihat itu, saya memberi isyarat agar lelaki itu dilayani duluan. “It’s okay!” kata saya tersenyum untuk meyakinkan bahwa saya tidak apa-apa. Dari gaya bicaranya, saya duga lelaki tua itu seorang imigran. Dari wajahnya, kemungkinan besar dia berasal dari dari Eropa Timur.
Tidak biasanya saya mengenakan setelan jas saat berada di Australia. Negeri ini penuh dengan suasana informal dalam hal penampilan, terutama untuk mereka yang berstatus mahasiswa seperti saya. Makanya, mengenakan jas adalah keistimewaan. Jika bukan karena menghadiri acara penting, mungkin jas itu tidak akan menjalankan tugasnya hari ini. Pagi-pagi sekitar jam 10, saya sudah melaju dengan kereta dari Central Station menuju Macquarie University, Sydney. Hari ini istimewa, Macquarie University akan menganugerahkan gelar doktor kehormatan di bidang sastra (Dr Honoris Kausa) kepada Dr. Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri Indonesia. Saya ingin menyaksikan sejarah itu.
Siapa yang tidak ingin bertemu Bill Gates? Jangan salah, banyak yang tidak ingin bertemu dan mungkin banyak yang tidak tahu siapa dia. Seperti Obama di salah satu video anekdot Bill Gates, mungkin Anda juga akan bertanya “Bill? Bill siapa? Bill Clinton?”
Saya termasuk yang sedang-sedang saja. Tidak megidolakan Bill Gates berlebihan tetapi tidak juga membencinya seperti beberapa pencinta perangkat lunak opensource arus utama. Meski tidak mengidolakan, rasanya senang juga jika ada kesempatan bertemu dengan Bill Gates. Bill Gates, lepas dari segala macam kontroversinya, adalah legenda. Dia yang telah mengubah cara kita menggunakan teknologi komputer dengan memperkenalkan komputer pribadi. Dengan segala yang dilakukannya, kini Bill Gates dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Yang lebih menarik, dalam satu dekade terakhir Bill Gates mengabdikan hidupnya untuk kesehatan dan pendidikan dunia melalui yayasan yang dibangunnya bersama istrinya, Melinda Gates. Konon, Bill Gates memiliki penghasilan hingga 200an dollar per detik jika dia dianggap berkerja siang malam tanpa henti selama 7 hari seminggu. Bayangkan betapa banyak uangnya. Dan bayangkan jika sebagian besar uang itu dia habiskan untuk berderma bagi kebaikan hidup orang lain. Mereka yang tidak percaya akan punya banyak alasan untuk membantah ini tetapi ini adalah tentang cerita lain. Tulisan ini tentang cerita orang biasa yang akhirnya bertemu Bill Gates, orang terkaya di dunia itu.
Saya mendengar bahwa Bill Gates akan datang ke University of New South Wales, Sydney dari istri saya, Asti. Katanya dia akan berbicara tentang global health terkait aktivitasnya di yayasannya selama beberapa tahun terakhir. Salah satu agenda lain adalah merayu pemerintah Australia agar meningkatkan jumlah bantuan internasionalnya. UNSW mengundangnya untuk berbicara langsung pada civitas akademika UNSW dalam format tanya jawab yang merupakan salah satu program dari ABC TV.
Untuk melamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS), pelamar harus menyerahkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Pilihannya ada dua: TEOFL atau IELTS. Khusus untuk TOEFL, peserta dibolehkan menyerahkan hasil dari TOEFL institusional. Berikut adalah daftar penyelenggara TOEFL yang hasilnya diakui oleh AusAID sebagai penyandang dana Beasiswa AAS. Lembaga ini juga kemungkinan besar bisa menerjemahkan dokumen yang diperlukan untuk melamar Beasiswa AAS seperti akte kelahiran, KTP, ijazah, dll. Peta berikut menyajikan sebaran lokasi penyelenggara TOEFL yang diakui AusAID di seluruh Indonesia berdasarkan dokumen resmi di website AAS. Peta ini dibuat oleh Made Sapta Hadi, mahasiswa angkatan 2012 di Teknik Geodesi UGM, atas permintaan saya. Silakan disimak. Silakan klik balon di kota yang Anda inginkan dan akan ditampilkan informasi rinci lembaga di kota itu. Di bawah peta ini juga ada daftar lembaga penyelenggara TOEFL seperti yang ada di peta.
Saya memberi kuliah jarak jauh (telekonferensi saintifik) di Akademi Perikanan Sorong, Papua Barat tanggal 29 Mei 2013. Kuliah ini dibawakan dengan Skype dari Sydney pada pukul 9.30 pagi WIT (Waktu Indonesia Timur). Agar teman-teman bisa menyimak, saya coba siarkan kuliah ini lewat Radio Internet. Jika ingin menyimak, silakan lakukan langkah berikut.
Animasinya bisa dijalankan seperti halnya Power Point dengan cara klik pada lembar tayang.
Saat mengajar saya akan sampaikan saatnya klik dan sedang ada di lembar tayang ke berapa kita saat itu. Intinya saya akan berinteraksi dengan peserta kuliah di Sorong dan teman-teman di luar Sorong bisa menikmati tayangan kuliah lewat website dan mendengarkan suara saya lewat radio.
Ini adalah ujicoba pertama kali, semoga berjalan baik dan memberikan satu pengalaman baru bagi kita semua. Saya ingin membuktikan bahwa jarak itu tidak seharusnya menghalangi kita bertukar ilmu jika teknologi komunikasi memadai. Mari kita mencoba.
Berikut ini daftar universitas di Australia yang bisa dipilih oleh pelamar Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2013/2014. Jika Anda melamar AAS, sangat dianjurkan untuk menghubungi salah satu dari universitas di bawah ini. Yang melamar Master by Research atau PhD, wajib menghubungi calon pembimbing dari salah satu universitas berikut. Silakan lihat juga website CRICOS: http://cricos.deewr.gov.au untuk informasi lebih lanjut.
Tahun lalu saya membuat beberapa video tips pengisian formulir beasiswa Australia Development Scholarship (ADS). Tahun ini, nama beasiswanya berubah menjadi Australia Award Scholarship (AAS) dan formulirnyapun mengalami sedikit perubahan. Meski demikian, pada prinsipnya masih sama sehingga video ini saya rasa masih relevan. Silakan disimak untuk mendapatkan bahan perbandingan. Semoga lamaran Anda tahun ini berhasil dengan baik. Selamat menyaksikan.