
Saat pulang ke Bali Desember 2009 lalu, kami sempat dipinjami mobil untuk jalan-jalan menjelajahi Bali. Begitulah kalau jarang-jarang pulang bertemu keluarga, yang tampak dan terasa hanya manis-manisnya saja, mobilpun dipinjami, bebas dipakai ke mana saja. Yang paling terasa ketika duduk di belakang stir pertama kali adalah jok mobil yang empuk, enak sekali. Memang beda, kalau mobil baru. Beda jauh dengan Suzuki Alto ’95 kami di Wollongong yang kalau dirupiahkan tidak lebih dari 12 juta rupiah saja. Betul, lebih murah dari sebuah Vario baru di Indonesia. Tapi ini bukan cerita tentang harga mobil, tetapi jok mobil, jadi kita lupakan saja.







