Misteri Ilahi

Saya pernah menulis di blog ini soal pergulatan batin saya ketika membuat sebuah keputusan penting. Tulisan itu adalah sebuah kontemplasi yg bagi saya sangat mendalam, meskipun bagi orang lain mungkin biasa saja. Keputusan penting itu adalah masalah kebajikan, setidaknya demikian saya memahaminya.

Kisah itu bercerita tentang berbagai kegagalan, terutama bagi Asti, istri saya, dalam mendapatkan beasiswa. Di saat yang sama, saya bersemangat membantu banyak orang untuk mendapatkan beasiswa yang sama. Saya sampai pada satu pertanyaan penting: perlukah dalam hidup membantu sesama, jika ternyata kebaikan itu tidak perpihak pada keluarga saya? Saya telah memenangkan sebuah pertarungan penting: kebajikan harus tetap dijalankan, meskipun di saat yang tidak membahagiakan. Kebaikan idealnya adalah investasi tanpa pamerih, seperti halnya doa yang adalah puja, doa bukan tuntutan untuk sebuah imbalan. Meski sering kali gagal menjalankannya, rasanya nasihat ini sangat layak diperjuangkan.

Continue reading “Misteri Ilahi”

Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara

Beberapa jam terakhir, saya dihubungi beberapa orang terkait seleksi beasiswa Australian Leadership Awards (ALA). Rupanya pengumuman seleksi tahap pertama sudah keluar dan beberapa orang telah dinyatakan lolos ke tahap wawancara. Sebenarnya saya sudah pernah menulis tips wawancara ALA di blog ini tetapi rupanya masih ada yang kurang. Saya akan tambahkan di posting kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Sebelum lanjut, Anda mungkin bertanya-tanya, apa kualifikasi saya sehingga berani menuliskan tips wawancara ini. Jawaban saya sederhana, saya tidak memiliki kualifikasi resmi. Yang saya tuliskan adalah pengalaman pribadi ketika diwawancarai tiga tahun lalu ditambah hasil bacaan dan ngobrol dengan teman.

Seleksi ALA sangatlah kompetitif. Hanya kandidat luar biasa yang dipanggil untuk wawancara. Oleh karena itu, bersenang hati dan bersyukurlah karena panggilan wawancara itu adalah bentuk lain dari sebuah pengakuan. Kalau ada pengakuan yang patut membuat seseorang senang, maka pengakuan dari ALA adalah salah satunya. Anda telah menyisihkan ratusan atau mungkin ribuan orang hebat lainnya untuk bisa diwawancarai.

Continue reading “Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara”

Knowledge is …

Karena sebuah alasan, saya pernah duduk bercakap-cakap dengan Bapak Nur Hassan Wirajuda, mantan menteri luar negeri RI, di sebuah hotel di Sydney. Kami berada di satu meja selepas menikmati sarapan di lantai 47 Hotel Shangri La Sydney sehingga bisa memandang lengkungan Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House yang ketika itu nampak kecil nun jauh di bawah sana. Banyak sekali hal teknis yang saya tanyakan kepada beliau terkait penelitian saya: batas maritim. Pak Hassan memang ahli yang tepat untuk berkonsultasi soal itu.

Continue reading “Knowledge is …”

Betul, penghargaan memang akan datang

Sekolahnya Lita

Saya pernah menulis di blog ini bahwa penghargaan akan datang. Tugas saya adalah berbuat yang terbaik yang saya mampu maka penghargaan yang pantas untuk kualitas yang saya berikan adakan datang. Saya yakin itu.

Sejak bersekolah di Wollongong, saya cukup sering berbagi informasi terutama kepada teman-teman yang akan bersekolah ke Wollongong. Saya merasakan, tidak mudah untuk datang ke lingkungan baru tanpa bantuan dari rekan yang sudah mengalami terlebih dahulu. Tidak istimewa sesungguhnya yang saya lakukan. Hanya membalas email, memberikan tips-tips sederhana tentang belanja, tentang transportasi, tentang komunitas Indonesia dan hal-hal sederhana lainnya. Kadang saya tulis pengalaman di blog. Hal ini berlanjut hingga saya jadi Ketua PPIA Wollongong. Hobi membantu orang ini masih berjalan. Saya katakan ‘hobi’ karena memang saya melakukan tanpa tekanan, di sela waktu luang, bukan karena kewajiban, dan dengannya saya mendapat kesenangan. Bukankah hobi memang demikian?

Continue reading “Betul, penghargaan memang akan datang”

Happy Mother’s Day

Ibu
Oleh Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Hikayat seorang penulis

Sejak menulis buku, saya kerap menerima email tentang buku saya. Ada yang mengapresiasi, ada juga yang tidak. Seperti kata kakak ipar saya, semua komentar pasti ada manfaatnya. Maka dari itu saya terima dan berusaha untuk tidak cepat puas, tidak cepat kecewa dan tidak cepat terkejut. Dari sekian pesan atau email itu, tidak sedikit yang meminta dikirimi buku dengan cuma-cuma. Saya senang mendapat permintaan ini karena saya tahu ini adalah salah satu bentuk penghargaan. Tidak jarang saya memberikan buku cuma-cuma, bahkan kepada orang yang tidak saya kenal.

Continue reading “Hikayat seorang penulis”

Merebut Kesempatan

Saya adalah seorang surveyor. Pekerjaan saya mengukur dimensi bumi dan mewujudkannya menjadi peta. Selain itu, saya juga seorang guru. Pekerjaan menjadi dosen dan peneliti membuat saya memiliki kesempatan presentasi di berbagai konferensi di dalam maupun di luar negeri. Bulan April 2010 lalu, saat mengikuti konferensi FIG (Fédération Internationale des Géomètres) alias Federasi Surveyor Internasional, di Sydney, Australia. Di konferensi ini saya membawakan satu makalah. Dalam sebuah konferensi seperti FIG Congress, seringkali yang menarik disimak bukanlah apa yang terjadi di ruang presentasi, melainkan suasana di ruang makan atau saat istirahat minum teh.

Continue reading “Merebut Kesempatan”

Gayus yang [tak] jayus

Biawak di Bundeena

Di tahun 90an, istilah jayus sangat terkenal. Jayus digunakan untuk mengungkapkan satu siatuasi atau sifat yang maunya lucu tetapi tidak lucu, garing atau sebangsanya. Konon, menurut sebuah situs yang dipercaya banyak orang, Jayus adalah nama seorang anak sekolah di Jakarta yang karena kelakuannya akhirnya menjadi terkenal dan namanya menjadi kosakata baru. Jayus kabarnya memang tidak lucu, meskipun berusaha melucu.

Continue reading “Gayus yang [tak] jayus”

Status

Dulu, saat pertama kali belajar agama, kami diajari dengan sifat-sifat Tuhan. Pak Wayan Sukantra, guru agama kami waktu itu, memang pintar memintal kata-kata menjadi cerita. Saya sangat tertarik dengan nilai-nilai keagamaan yang dirangkai dalam bentuk cerita. Tidak saja mencerahkan, juga seringkali lucu. Tentu saja Tuhan digambarkan sempurna. Salah satu yang menarik perhatian saya sebagai anak kecil adalah kemampuan Tuhan untuk mendengar (Dura Sravana) dan melihat (Dura Darsana) secara jauh dan tembus. Beliau mendengar segalanya, baik yang diucapkan maupun yang tersimpan dalam pikiran.

Continue reading “Status”

Reading between the lines

Sekitar bulan Juni tahun 2005, saya bertugas menjemput mahasiswa baru dari Indonesia yang akan melanjutkan sekolah di University of New South Wales (UNSW) di Sydney. Tradisi jemput menjemput ini memang sudah turun temurun di UNSW, terutama bagi mahasiswa dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) ketika itu.

Continue reading “Reading between the lines”