Did he have passion?

Di ulang tahun saya yang ke-30, saya membuat sebuah obituari, tulisan ucapan selamat jalan bagi orang yang meninggal. Itu sekedar ide iseng saja, mungkin karena saya suka film drama berjudul Serendipity yang dibintangi John Cusack bersetting di New York itu. Jonathan Trager (Cusack), diingatkan oleh sahabatnya tetang sebuat filosofi hidup dengan menuliskan sebuah obituari untuknya. Tentu saja aneh, karena obituari biasanya ditulis untuk orang yang sudah meninggal. Meskipun itu bukan obituari yang sebenarnya dan Jonathan memang masih hidup, tulisan itu menginspirasinya dan menyadarkannya tentang sesuatu yang akhirnya mempertemukannya dengan apa yang dicarinya sekian lama.

Continue reading “Did he have passion?”

Anak zaman sekarang

http://www.moviebase.info/

Antingnya tidak saja di telinga, tetapi juga di hidung. Di panas terik, lelaki itu bertelanjang dada dengan celana yang melorot memperlihatkan sebagian celana dalamnya. Keringatnya mengucur melintasi gambar tato yang melingkar-lingkar di dada hingga punggungnya. Lengannya yang putih juga berhias tato semacam rantai atau kawat berduri yang melilit. Tangan kanannya memegang jepitan dan sibuk membolak-balik daging sapi yang dipanggang di atas kompor BBQ, sementara tangan kirinya memegang sebotol bir merek Tohey yang cukup terkenal di Australia. Mulutnya secara konstan melontarkan berbagai kalimat diselingi tegukan bir yang nampak begitu nikmatnya.

Continue reading “Anak zaman sekarang”

Mengenang Godfather Geodesi-Geomatika Indonesia


Prof. Rais

Ketika Presiden SBY dinobatkan menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia oleh Majalah Time, Anwar Ibrahim yang mendapat kesempatan menuliskan ulasannya. Obama, yang juga terpilih dari seratus itu, dibahas oleh Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown. Yang mengulas dan diulas memiliki kapasitas yang sebanding, demikian saya melihatnya. Menuliskan tentang SBY atau Obama, tentu banyak yang bisa dan bahkan mungkin lebih baik dari yang mampu ditulis oleh Anwar Ibrahim atau Gordon Brown. Persoalannya tentu tidak sesederhana itu. Tulisan itu mewakili sebuah atoritas, maka penulisnya disebut author. Menulis adalah persoalan authorship, persoalan legitimasi pengetahuan dan ‘pemegang hak’ yang layak dan diakui berpendapat tentang sesuatu.

Ketika Prof. Jacub Rais berpulang menghadap Sang Khalik, saya menunggu-nunggu seorang dengan otoritas yang cukup untuk menuliskan tentang beliau. Saya ingin sekali membaca sebuah obituari tentang Sang Perintis Geodesi Indonesia itu oleh seseorang yang punya otoritas. Siapa yang berhak menulis tetang Prof. Rais? Sekali lagi, siapapun bisa menulis, yang mempunyai ‘otoritas’ keilmuan ini yang penting, karena yang berpulang adalah seorang Ilmuwan. Seperti SBY yang disetarakan dengan Anwar Ibrahim dan Obama yang disejajarkan dengan Gordon Brown, maka Prof. Rais tentu punya padanannya. Jika ditanya satu persatu, mudah ditebak tidak akan ada yang dengan lantang mengakui kesetaraan itu. Bukan perkara kebiasaan orang Nusantara yang memang malu-malu menonjolkan diri, Prof. Rais memang sulit dicarikan padanannya di tanah air tercinta. Di kepala saya, sebagai orang muda di bidang geodesi-geomatika, sebenarnya mampir beberapa nama yang sekiranya layak menuliskan obituary ini. Akan saya simpan sendiri sebelum harapan itu menjadi kenyataan.

Continue reading “Mengenang Godfather Geodesi-Geomatika Indonesia”

Selamat jalan Prof. Rais

Indonesia kehilangan seorang tokoh perintis dan pejuang Geodesi-Geomatika Indonesia. Selamat jalan Prof. Jacub Rais. Jejak langkahmu akan menjadi teladan insan geospasial Indonesia. Semoga arwahmu mendapat tempat yang layak sesuai amalmu.

Aksi

Lita meluncur

Tiap kali pulang ke Bali, saya sering mendapat tugas mengantarkan ibu saya ke Denpasar untuk berbagai urusan. Ada kesenangan tersendiri mengulang lagi apa yang terjadi sejak belasan tahun lalu. Momen yang saya sukai adalah bercerita sambil nyetir, membahas banyak hal yang penting dan tidak penting.

Suatu kali kami melewati sebuah kemacetan di Badung menuju Denpasar. Cuaca yang panas dan klakson yang berlomba menambah runyam suasana. Semua orang memasang tampang gelisah, tidak sedikit yang mengumpat tetapi tidak satupun berbuat apa-apa. Mengatasi kemacetan memang bukan tugas pemakai jalan, tetapi tugas polisi. Hampir semua orang meyakini begitu. Saya melihat ada satu jalan alternatif yang kosong, meskipun itu satu arah. Saya membayangkan, kalau saja kali ini aturan satu arah itu diubah sebentar saja, barang dua atau tiga jam, tentu kemacetan ini bisa diatasi. Tapi itu hanya ide, tidak ada polisi dan sayapun hanya seorang pemakai jalan biasa. Macet tetap berlangsung, tidak berkesudahan.

Continue reading “Aksi”

Beasiswa ke New Zealand

Taken from NZ Embassy | Download application form in Ms Word (doc)

New Zealand-ASEAN Scholars (NZ-AS) Awards terbuka untuk calon yang memenuhi syarat dari pemerintahan, swasta dan masyarakat sipil. NZ-AS Awards bertujuan untuk memberdayakan individu-individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan kualifikasi tertentu agar bisa berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sosial dan politik dalam negara ASEAN.

Continue reading “Beasiswa ke New Zealand”

Cita-cita

Sudah lama sekali saya tidak berurusan dengan cita-cita. Saya mungkin telah lupa atau menyangka bahwa cita-cita itu hanya milik anak kecil saja. Maka ketika usia beranjak dewasa, pembicaraan atas cita-cita menjadi sirna. Dalam alam bawah sadar saya mungkin telah terpatri satu doktrin bahwa deretan cita-cita yang boleh dan sah adalah seperti yang diajarkan ketika kecil: menjadi dokter, menjadi perawat, menjadi arsitek, menjadi insinyur dan lain-lain yang hebat.

Continue reading “Cita-cita”

Hukum Fisika Tetangga

Made Kondang mencoba merenung-renungkan apa saja yang baru dibacanya di koran. Negara yang bertetangga bisa berseteru. Indonesia dan Malaysia sering berselisih. Belum tuntas itu, dua Korea bersaudara beradu senjata. Belum sampai kelar keduanya, kini Thailand dan Kamboja bersitegang. Tak saja materi, nyawa telah menjadi bayaran ketegangan antar tetangga. Kondang tak habis pikir mengapa tetangga bisa begitu rupa.

Continue reading “Hukum Fisika Tetangga”

I = V / R

Kawan, kalau saja keberhasilan itu seperti kuat arus (I) yang memang harus kamu capai, maka kamu punya Voltase (V) dan Resistensi (R) yang harus dikelola. Voltase itu kemampuanmu dan Resistensi itu segala hambatan yang harus kamu hadapi. Tahukan engkau kawan, Voltase itu bertengger di atas dan Resistensi itu nangkring di bawah. I = V/R, demikianlah dunia menyepakati. Makin besar kekuatan yang kamu miliki maka makin besar pula potensi keberhasilannmu. Sebaliknya, hambatan yang besar akan mengecilkan peluang keberhasilanmu.

Continue reading “I = V / R”

The power of women

http://www.realbollywood.com/

Ada satu kisah menarik yang disampaikan seorang kawan. Di sebuah kantor, katanya terdapat puluhan lelaki. Suatu saat, bos di kantor itu mengumpulkan semua lelaki di gedung itu dan berucap “siapa yang merasa takut dengan istrinya, segera pindah ke sebelah kiri!” Meskipun terdengar aneh, para karyawan mengikuti perintah bos yang terkenal galak itu. Satu per satu, para lelaki itu berpindah ke sebelah kiri. Awalnya ragu-ragu dan malu, akhirnya semakin banyak yang pindah dan lambat laun mereka bergerak mantap ke sebelah kiri. Puluhan lelaki itu berlarian dari sisi kanan ke sisi kiri. Bosnya tentu saja terpana dengan kenyataan itu, ternyata sebagian besar anak buahnya takut kepada istri masing-masing. Sebuah fakta yang baginya tidak terlalu menggembirakan. Di tengah kekecewaannya itu, dia melihat ada satu lelaki tersisa di sisi kanan, duduk dengan tenang. Rupanya ada satu orang yang tidak takut dengan istrinya.

Continue reading “The power of women”