Fungsi tambahan

TALOS Editor

Saya pernah menulis “Marketing in Venus” di blog ini tentang bagaimana sesuatu atau seseorang menjadi ‘laku’ bukan karena fungsi atau keahlian utamanya tetapi karena fungsi tambahannya. Saya mengalami hal ini berkali-kali, saya yakin Andapun demikian.

Sejak tahun 2011 saya secara resemi dilibatkan dalam revisi sebuah dokumen penting dalam bidang hukum laut dan terutama batas maritim. Dokumen itu bernama TALOS, sebuah buku manual yang menjelaskan aspek teknis dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Singkatnya, UNCLOS, sebagai produk hukum, dipenuhi muatan teknis yang tidak mudah dipahami oleh orang non teknis. Aspek teknis ini begitu rumit, sementara sebuah konvensi bahkan tidak memuat ilustrasi atau penjelasan tambahan. Agar pemahaman terhadap aspek teknis ini bisa berjalan baik maka sekelompok pakar teknis (geodesi, hidrografi) berinisiatif membuat buku manual yang menjelaskan. Jadi, TALOS adalah ‘suplemen’ UNCLOS yang menjelaskan segala hal teknis yang ada di UNCLOS.

Continue reading “Fungsi tambahan”

Didanai Jepang, Riset di Australia dan Amerika

Gedung Putih di US

Saya menulis ini tanggal 2 April 2007 sambil sesekali memandang gemerlap lampu di kejauhan. Suasana malam ini sangat indah terlihat dari tempat tinggal saya di lantai 3 sebuah apartemen yang berada di Crown Street, Wollongong, NSW, Australia. Sudah beberapa hari ini saya berada di Wollongong Australia untuk melakukan sebuah penelitian. Hal inilah yang akan saya ceritakan kepada Anda saat ini. Mungkin tidak berguna bagi semua orang, tetapi bisa jadi memberi sedikit inspirasi bagi sebagian pembaca. Bagi Anda yang ingin mendapatkan kesempatan seperti ini, mungkin ada baiknya Anda simak.

Continue reading “Didanai Jepang, Riset di Australia dan Amerika”

ASEAN vs China in The South China Sea

Just in case you wonder, like my other friends, yes, this animation was made using Power Point only. Nothing else. Yes, nothing else. I know, now you wonder even more. Enjoy aja 🙂

Apakah Reklamasi Singapura Merugikan Indonesia?

Belakangan ini muncul isu terkait reklamasi pantai Singapura yang dipahami akan merugikan Indonesia karena batas maritimnya bergeser. Benarkah demikian, silakan simak video berikut:

Indonesia-Malaysia MoU, good news for fishermen

20120430-184311.jpg

Watak dan Otak

Malam itu saya bercakap-cakap dengan Prof. Hasjim Djalal, salah seorang veteran Hukum Laut Indonesia, di sebuah hotel di Manila, Filipina. Pak Hasjim, demikian saya memanggil beliau, adalah makhluk istimewa langka yang dimiliki tidak saja oleh Indonesia tetapi juga dunia. Beliau adalah salah satu tokoh di balik United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 yang termasyur itu. TB Koh dari Singapura menyebut Konvensi itu sebagai “Constitution of the Ocean”.

Percakapan malam itu tidak menyangkut tentang Hukum Laut tetapi hal-hal lain yang lebih santai. Entah bagaimana awalnya, saya beruntung bisa mendengar beliau bercerita soal watak dan otak. Yang mengagumkan dari Pak Hasjim adalah kesediaan beliau berinteraksi hangat dengan orang-orang ‘junior’ seperti saya. Pak Hasjim adalah orang yang ‘mudah dijangkau’ meskipun sudah sedemikian ‘tinggi’ posisinya. Beliau adalah Duta Besar Indonesia untuk PBB, Canada dan Jerman, lalu menjadi Duta Besar Keliling (at large) untuk Hukum Laut. Membaca CV beliau bisa membuat orang bergetar karena kagum. Saya tentu saja sangat beruntung bisa menimba ilmu dari beliau dalam suasana yang sangat akrab di meja makan.

Continue reading “Watak dan Otak”

Insiden Selat Malaka

Ingin tahu duduk perkara insiden Selat Malaka yang melibatkan Indonesia dan Malaysia? Silakan kunjungi analisis saya www.borderstudies.info
Keterangan: Peta ini dibuat dengan Google Maps, menggunakan data koordinat yang dilansir oleh Mukhtar A.Pi. M.Si untuk tujuan ilustratif semata.

A three-minute thesis competition

This is what happens if a a three-year’s worth of works have to be presented only in three minutes.

Tanjung Berakit dalam Video

Jika isunya adalah kedaulatan, banyak orang yang mudah sekali terusik. Tidak saja mereka jadi lebih berani untuk melakukan sesuatu, seringkali akal sehat menjadi nomor dua. Demikian pula situasi di Indonesia saat ini yang sedang hangat karena insiden di perbatasan Tanjung Berakit yang melibatkan Malaysia. Entah untuk keberapa kali sudah, jargon “Ganyang Malaysia” diteriakkan lagi. Masih bagus, kali ini tidak dilanjutkan dengan kalimat tidak penting lainnya seperti “selamatkan Siti Nurhalisa”.

Sebagai sumbangan saya untuk membuat situasi jadi lebih baik, saya membuat sebuah video yang mengilustrasikan insiden ini agar orang awam yang tidak mendalami persoalan perbatasan dan hukum laut bisa memahami dengan baik. Selamat menyaksikan.

Berbagi laut dengan Tetangga

Selat Singapura & Tg. Berakit

Peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini ditandai dengan sebuah huru-hara. Tiga orang pegawai Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ditangkap oleh Polis Diraja Malaysia. Meski sesungguhnya penangkapan ini erat kaitannya dengan tindakan pegawai KKP yang menangkap tujuh nelayan Malaysia yang konon mencuri ikan di perairan Indonesia, berita di media massa nampaknya lebih berkonsentrasi pada nasib ketiga karyawan KKP. Bisa dimengerti.

Continue reading “Berbagi laut dengan Tetangga”