Kartu Nama Pak Dino

Bandingkanlah

Sore tadi saya menyimak sebuah suguhan inspiratif: pemaparan Bapak Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, soal Diaspora Indonesia. Diaspora Indonesia, dalam bahasa sederhana, adalah orang yang memiliki keterikatan Indonesia namun tinggal di luar Indonesia. Pemaparannya terkait hasil pelaksanaan sebuah kongres bersejarah di Los Angeles beberapa hari lalu yang bertajuk Congress of Indonesian Diaspora (CID). Dalam lawatannya ke Australia kali ini, beliau menyempatkan diri bertemu masyarakat Indonesia di Sydney dan menyampaikan apa yang terjadi di LA beberapa waktu lalu. Hasil pertemuan Diaspora Indonesia itu disajikan kepada Diaspora Indonesia di Sydney.

Continue reading “Kartu Nama Pak Dino”

Watak dan Otak

Malam itu saya bercakap-cakap dengan Prof. Hasjim Djalal, salah seorang veteran Hukum Laut Indonesia, di sebuah hotel di Manila, Filipina. Pak Hasjim, demikian saya memanggil beliau, adalah makhluk istimewa langka yang dimiliki tidak saja oleh Indonesia tetapi juga dunia. Beliau adalah salah satu tokoh di balik United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 yang termasyur itu. TB Koh dari Singapura menyebut Konvensi itu sebagai “Constitution of the Ocean”.

Percakapan malam itu tidak menyangkut tentang Hukum Laut tetapi hal-hal lain yang lebih santai. Entah bagaimana awalnya, saya beruntung bisa mendengar beliau bercerita soal watak dan otak. Yang mengagumkan dari Pak Hasjim adalah kesediaan beliau berinteraksi hangat dengan orang-orang ‘junior’ seperti saya. Pak Hasjim adalah orang yang ‘mudah dijangkau’ meskipun sudah sedemikian ‘tinggi’ posisinya. Beliau adalah Duta Besar Indonesia untuk PBB, Canada dan Jerman, lalu menjadi Duta Besar Keliling (at large) untuk Hukum Laut. Membaca CV beliau bisa membuat orang bergetar karena kagum. Saya tentu saja sangat beruntung bisa menimba ilmu dari beliau dalam suasana yang sangat akrab di meja makan.

Continue reading “Watak dan Otak”