Menentukan Qiblat dengan Ms Excel dan Google Earth

Sebelum membaca ini, sebaiknya Anda membaca posting lain di blog ini.

Saya membuat sebuah program Macro Excel untuk menentukan Qiblat secara praktis dan menghasilkan file KMZ yang bisa dibuka dengan Google Earth. Jangan lupa, Sesuaikan penggunaan titik atau koma untuk detik pada sudut. Jika settingnya bahasa Indonesia, gunakan koma, jika Bahasa Inggris, pakai titik. Silakan unduh program tersebut di sini dan simak video petunjuknya di bawah.

Katakan dengan Bunga

Saya sering mengandalkan bunga untuk menyatakan sesuatu. Ketika pacaran sama Asti dulu, paling sering membeli bunga di dekat RRI di Jogja. Kala itu, setangkai tidak sampai Rp 5000. Pasti bisa menebak, berapa usia saya sekarang ini. Sebagian orang menganggap bunga itu lebai, berlebihan atau picisan. Yang demikian, mungkin memili menyatakan cinta dengan tas kulit buaya, atau boot kulit domba dari New Zealand, atau ikat pinggang merek Paris atau kaca mata dari New York.

Sejak berpisah, saya di Australia Asti dan Lita di Jogja, kebutuhan membeli bunga lebih tinggi. Akhirnya saya menemukan solusi pesan antar bunga di Jogja. Nama toko online ini adalah Jogja Florist dan saya harus berterima kasih kepadanya. Prosesnya juga sangat mudah. Saya kunjungi websitenya, pilih paket dari katalog lalu email untuk memesan. Beberapa menit kemudian ada konfirmasi bahwa stoknya ada lalu saya lakukan pembayaran dengan internet banking Mandiri. Beberapa menit kemudian muncul konfirmasi dan nanti sorenya sudah ada pesan dari Jogja “terima kasih bunganya”. Singkat mudah dan terutama, maaf, affordable (istilah lebih canggih dari “murah”)

Continue reading “Katakan dengan Bunga”

Nonton final Piala Eropa 2012 ‘live’ dari pinggir lapangan

Tentu saja saya tidak pergi ke Olympic Stadium di Kiev, Ukraina tapi melihat stadion dari Google Street View (GSV). Dengan GSV ini kita bisa seperti benar-benar berkunjung ke Kiev dan mengamati lapangan dari dekat. Silakan berjalan mengelilingi lapangan. Klik di sembarang tempat pada gambar lalu gunakan tanda panah untuk bergerak maju, melihat ke kiri dan kanan. Seru sekali. Inilah salah satu sumbangan teknologi geospasial untuk dunia hiburan olah raga 🙂

Juara Piala Eropa dalam Peta

Saya mungkin termasuk kaum lelaki minoritas karena tidak suka sepak bola sama sekali. Saya agak suka nonton sepak bola kalau yang main adalah Indonesia (PSSI), itupun bukan karena sepak bolanya tetapi rupanya karena rasa nasionalisme. Selain PSSI, saya tidak bisa menyukai sepak bola. Meskipun tidak pernah merasa terganggu dengan teman yang begitu gandrung dengan bola, saya tetap tidak merasa perlu begadang untuk nonton sepak bola. Tapi saya juga bisa terpesona denga kejeniusan Messi dalam menggiring bola.

Meski tidak suka bola, hiruk pikuk Piala Eropa 2012 toh tidak bisa saya hindari. Tidak perlu sengaja mencari informasinya, dia datang dengan sukarela dari segala penjuru. Kadang ada teman yang tanya di twitter atau di FB soal ini. Rasanya jadi aneh juga jika sama sekali tidak bisa berkomentar. Akhirnya saya sempatkan membaca-baca satu atau dua berita.

Sebagai penghargaan saya atas hajatan empat tahunan yang menggegerkan dunia itu, saya buatkan sebuah peta yang menampilkan Juara Piala Eropa dari tahun ke tahun. Ini hal paling sederhana yang bisa disumbangkan oleh seorang surveyor/kartograf bagi dunia sepak bola, meskipun dia tidak menyukai bola. Silakan zoom in/out menggunakan tanda [+] atau [-] dan geser petanya dengan cara klik tahan dan seret ke tempat yang diinginkan. Untuk mengetahui detil juaranya, silakan klik balon udara di masing-masing negara. Selamat bersepak bola dalam peta 🙂

Bagaimana Orang Geodesi Memantau Pergeseran Jembatan

Jembatan raksasa seperti Sydney Harbour Bridge atau Brooklyn Bridge atau Jembatan Suramadu pasti memerlukan pemeliharaan agar bertahan lama. Salah satu yang dipantau adalah pergerakannya untuk mengetahui apakah ada pergeseran yang membahayakan atau tidak. Pergeseran ini dikenal juga dengan istilah deformasi dalam bahasa teknis. Bagaimanakah proses pemantauan jembatan ini dilakukan? Bagaimana orang Geodesi dapat berperan melakukan pemantauan ini? Tulisan ini menjelaskannya untuk orang awam.

Continue reading “Bagaimana Orang Geodesi Memantau Pergeseran Jembatan”

Inilah Gempa yang Menggoyang Jakarta

Ini adalah visualisasi gempa yang menggoyang Jakarta tanggal 4 Juni 2012 dalam sajian peta. Data ini berdasarkan rekaman USGS, Amerika Serikat yang nampaknya sesuai dengan data dari BMKG Indonesia. Lingkaran yang ada di sini hanya ilustrasi belaka, warna tidak menunjukkan dampak gempa. Silakan klik tanda [+] untuk zoom in (memperbesar) atau [-] untuk zoom out (memperkecil). Untuk menggeser peta, klik dan seret (click and drag).

Memetakan Perilaku Manusia – Mapping our behaviour

Peta sangat digdaya. Peta bisa menyajikan banyak hal secara menarik dan efektif sehingga penerima informasi bisa memahami lebih baik. Salah satu peta menarik yang disajikan oleh Guardian, UK adalah tentang perilaku masyarakat London dalam mengumpat lewat media sosial Twitter. Dengan merekam kata-kata umpatan yang diucapkan orang lewat Twitter yang berlokasi di London bisa dibuat sebuah peta menarik. Inti dari pemetaan perilaku ini adalah menyajikan data yang memiliki komponen lokasi. Berikut adalah peta yang dimaksud.

http://www.guardian.co.uk/news/datablog/2012/may/04/twitter-swearing-london

Sesungguhnya ada banyak sekali hal yang bisa disajikan lewat peta. Sebagai pemantik gagasan, coba pikirkan hal-hal berikut:

  1. Distribusi dan intensitas korupsi di Indonesia per kabupaten
  2. Peta moralitas dengan menampilkan kasus beredarnya video porno oleh pejabat negara atau masyarakat
  3. Tingkat kesabaran pemakai jalan dengan menyajikan jumlah kecelakaan di berbagai lokasi
  4. dan banyak lagi…

Jika orang mengatakan “the sky is the limits” maka penggunaan peta atau informasi geospasial sesungguhnya hanya dibatasi oleh satu hal: imajinasi. Selamat melamun dan kemudian berkarya dengan peta.

Indonesia-Malaysia MoU, good news for fishermen

20120430-184311.jpg

25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth

Kemarin saya membaca sebuah cerita mengharukan. Seorang pemuda yang sudah berpisah dengan orangtuanya selama 25 tahun akhirnya berhasil menemukan ibunya setelah berusaha menjelajahi tempat kelahirannya dengan Google Earth. Terjadilan pertemuan yang mengharukan setelah perpisahan seperempat abad itu. Saya membuat sebuah video rekonstruksi, bagaimana orang ini berhasil menggunakan Google Earth untuk menemukan Ibunya. Silakan baca kisah selengkapnya di bawah.

Continue reading “25 tahun berpisah, bertemu lagi dengan bantuan Google Earth”

Jualan tanah lewat peta

Saya menyebut cerita ini sebagai “aspek geospasial dalam komunikasi rumah tangga”. Belakangan ini kami, saya dan Asti, istri saya, mencari-cari lokasi tanah yang dijual. Setelah sekian lama numpang di tempat mertua, mungkin sudah saatnya berpikir kemandirian meskipun titik terang sepertinya masih sangat jauh. Tapi sebagai orang optimis, saya setuju dengan Obama, we will get there. Tapi ini bukan cerita tetang Obama, apalagi tentang Pondok Mertua Indah, sama sekali bukan.

Continue reading “Jualan tanah lewat peta”