Mahasiswa Baru Perlu Diplonco!

Begini cara saya melakukannya 🙂

http://www.classroomoven.com/
  1. #MhsBaru, bayangkan apa yg terjadi 4 tahun lagi. Bayangkan seberapa cantik CV kamu saat itu. Seberapa menjual?
  2. #MhsBaru, 4 thn lg kalian tdk ingin bilang “IP saya pas2an, ga aktif organisasi, prestasi biasa2 saja. Gmn caranya jual diri?”
  3. #MhsBaru, secantik apa lamaran kerja yg kalian inginkan 4 thn lagi? Rancang dr sekarang krn msh ada waktu tapi wkt tdk berlebih.
  4. #MhsBaru, kalian tdk ingin menyesal ga bisa melamar kerja krn IP ga cukup pdhl masih ada 3thn untuk bersiap2 🙂
  5. #MhsBaru, kalian ga ingin nyesel ga bisa lamar beasiswa S2 ke LN krn TOEFL ga cukup padahal 3 thn ini habis buat twitteran 🙂
  6. #MhsBaru, kalian tdk ingin jadi orang hilang saat wawancara kerja 4 thn lagi, pdhl kesempatan berlatih di organisasi banyak sekali.
  7. #MhsBaru, kalian tdk ingin nyesel ga lolos kerja 4thn lagi krn ga bisa software pdhl punya laptop, Internet kenceng, banyak temen.
  8. #MhsBaru, kalian ga mau nyesel 4 thn lagi krn ga bljr bhs Ingris dr sekarang pdhl belajar saat sdh kerja itu sulit banget 😦
  9. #MhsBaru, bayangkan menulis email 4thn lagi ke sebuah perusahaan, apa yg akan kalian ceritakan tentang ‘kehebatan’ kalian?
  10. #MhsBaru, lihat teman2mu skrg. 4 thn lagi mungkin bersaing lamar kerja. Kenapa kamu yg berhak diterima jika yg dicari hanya 1?
    Continue reading “Mahasiswa Baru Perlu Diplonco!”

Korupsi Semangka

dipinjam dari arjip.wordpress.com

Genjo tekun memotong semangka yang baru dibelinya dari sebuah toko buah pagi tadi. Sore ini akan ada diskusi mahasiswa Indonesia di luar negeri, tempat Genjo dan kawan-kawannya menuntut ilmu. Samar-samar didengarnya Budiman sedang berkomat kamit di kamar. Rupanya dia sedang melatih presentasinya untuk acara sore nanti. Budiman seorang aktivis, profil mahasiswa Indonesia yang ideal. Dia aktif berorganisasi, pintar di kampus dan peduli pada urusan bangsa.

Sementar itu Genjo selalu menjadi pelengkap. Otaknyanya tidak cukup canggih untuk berbicara persoalan bangsa. Dia hanya bisa mendukung dengan menyiapkan konsumsi atau sekali-sekali memasang kabel untuk audio visual diskusi. Genjo mantap dengan perannya: sebagai penggembira.

Continue reading “Korupsi Semangka”

Diplomat

alialatas
Ali Alatas – Diplomat Indonesia

Saya betemu dengan banyak diplomat selama berada di luar negeri. Ada satu hal penting dari mereka yang saya anggap baik yaitu sikap “tidak mengancam”. Saya mendengar, untuk bisa menjadi diplomat, seseorang haruslah sangat bagus. Seleksinya luar biasa ketat. Tidak diragukan lagi, diplomat itu adalah kelompok orang-orang terbaik di Indonesia pada bidangnya. Mereka, dalam bahasa sederhana, adalah orang-orang pintar. Satu hal yang sama dari beberapa diplomat baik yang saya temui adalah kehadiran mereka yang tidak mengancam.

Sangat mudah untuk merasa kecil, merasa tidak berguna dan bahkan merasa bodoh jika kita bertemu dengan seseorang yang pintar dan hebat. Diplomat yang baik mampu hadir sebagai orang yang tidak mengancam dan memberi ruang yang cukup bagi orang lain untuk berkembang leluasa dan menunjukkan dirinya dengan baik. Diplomat yang baik lebih banyak mendengar dan royal dalam memuji dan mengapresiasi. Namun saya paham betul, di dalam diri diplomat yang penuh puja puji itu bersemayam kecerdasan dan pengetahuan yang luas. Saya juga kenal dengan beberapa diplomat dan paham bagaimana cadasnya jalan mereka jadi diplomat.

Continue reading “Diplomat”

Beasiswa Australia: Bisakah S2/S3 yang beda jurusan dengan S1?

Pelamar beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) sering bertanya “bisakah kita melamar S2 atau S3 yang tidak sesuai dengan S1 kita?” Jawabannya BISA. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Continue reading “Beasiswa Australia: Bisakah S2/S3 yang beda jurusan dengan S1?”

Buku Baru: Berguru ke Negeri Kangguru

Berguru ke Negeri Kangguru
Berguru ke Negeri Kangguru – Pesan: di sini

Pesan buku ini di sini 🙂

Tulisan ini adalah cerita tentang sebuah buku. Ini buku terbaru saya yang membahas tips dan tricks mendapatkan beasiswa ke Australia, terutama Australia Awards Scholarship (AAS) yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS). Apakah tulisan ini adalah promosi buku? Tentu saja demikian, tetapi ini tentu saja iklan tanpa bayaran 🙂

Saya mulai menulis di blog ini terkait beasiswa sejak tahun 2005 atau bahkan sebelumnya. Tanpa direncanakan, ternyata sudah ada seratusan artikel terkait beasiswa Australia di blog ini dan rupanya menjadi salah satu sebab teman-teman pembaca ‘tergelincir’ atau ‘tersesat’ di blog saya. Seiring berjalan waktu, ada banyak usulan untuk membukukan tulisan-tulisan tersebut. Tadinya saya tidak tertarik karena alasan utama menulis adalah memberikan akses bebas kepada siapa saja tanpa perlu membeli buku. Siapa saja yang memiliki akses internet harus bisa mengakses informasi yang saya tulis kapan saja dan dari mana saja. Idealnya demikian.

Ada juga penerbit yang mau menerbitkan tulisan-tulisan saya jadi buku tetapi mengharapkan tulisan di blog dihilangkan. Dalam konteks bisnis, hal ini tentu bisa dipahami. Meski demikian, ini tidak sejalan dengan semangat saya berbagi maka dengan berat hati tidak bisa saya penuhi. Akhirnya ada satu penerbit, Pandu Aksara, memberi penawaran yang baik. Baik, dalam konteks ini tentu saja tidak terkait materi atau finansial. Pandu Aksara membebaskan saya tetap memelihara tulisan yang akan diterbitkan jadi buku di blog ini. Tawaran yang menarik.

Continue reading “Buku Baru: Berguru ke Negeri Kangguru”

Konspirasi Bumi Datar, Distorsi dan Proyeksi Peta


Dalam ilmu yang saya pelajari tetang pemetaan, kami mengenal istilah distorsi. Intinya, bumi yang permukaannya lengkung dan cenderung tidak teratur itu harus digambarkan dalam satu bidang datar berupa peta. Tentu saja akan ada distorsi, ada kesalahan, ada perubahan bentuk.

Continue reading “Konspirasi Bumi Datar, Distorsi dan Proyeksi Peta”

Kebaikan yang Menyentuh

Pagi itu saya berangkat ke kampus di University of Wollongong dengan mengendari bus. Sebelumnya saya mampir di ALDI, sebuah tempat belanja, untuk membeli beberapa biji buah pir. Saya terbiasa ngemil kelau sedang bekerja.

Karena sudah jelas apa yang dicari, dalam waktu singkat saya sudah menjinjing satu kotak buah pir dan siap antri di depan kasir. Di depan saya ada sekitar empat orang yang sedang antri dan satu orang sedang dilayani. Tepat di depan saya ada seorang ibu-ibu yang sudah cukup berumur. Saya tersenyum ketika dia menoleh ke belakang. Diapun tersenyum lalu memerhatikan barang belanjaan saya yang hanya satu bungkus. Sementara itu, belanjaannya sangat banyak, demikian pula orang-orang yang antri di depannya. Semuanya berbelanja dengan troli besar dengan belanjaan beragam. Continue reading “Kebaikan yang Menyentuh”

Pelamar Beasiswa AAS/ADS Sebelum 1 Mei Otomatis DITERIMA!

PreOrder: info@indolearning.com

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, menyampaikan sebuah pernyataan yang mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi pelamar beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) yang dulu disebut Australian Development Scholarship (ADS). Dalam pernyataannya yang dilansir Antara di Jakarta pada tanggal 1 April 2013, Dubes Moriarty menegaskan bahwa SEMUA palamar AAS yang menyerahkan berkas sebelum 1 Mei 2013 akan otomatis DITERIMA. Semua pelamar sebelum tanggal 1 Mei tidak akan diseleksi tetapi langsung diberi beasiswa untuk sekolah S2 atau S3 di perguruan tinggi terkemuka Australia sesuai pilihan mereka.

Ketika ditanya soal kuota penerima beasiswa AAS, Dubes Moriarty menegaskan bahwa untuk periode ini, tidak ada batasan kuota. Semua pelamar yang menyerahkan berkas sebelum 1 Mei pasti diterima. Dikatakan bahwa tidak akan ada seleksi IP dan Bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS). Australia juga sudah menyiapkan dana tambahan karena yakin bahwa pelamar tahun ini akan membengkak jumlahnya karena kebijakan baru ini. “Berapa pun jumlah pelamar sebelum tanggal 1 Mei pasti kami terima”, kata Dubes Moriarty menjawab pertanyaan wartawan yang seakan meragukan kebijakan ini. Menurut Dubes Moriarty, pengumuman ini sengaja diberikan pada tanggal 1 APRIL untuk memberikan kesempatan kepada pelamar menyiapkan berkas lamarannya selama satu bulan penuh.

Pelamar Beasiswa AAS yang mendaftar sebelum tanggal 1 Mei tidak akan perlu untuk tes TOEFL atau IELTS, tidak juga harus tinggi IPnya. Mereka tidak harus repot-repot mempelajari tips wawancara beasiswa, tidak juga perlu untuk menghubungi calon supervisor bagi pelamar Master by Research dan PhD. Mereka tidak diwajibkan kontak dengan calon universitasnya di Australia karena surat penerimaan itu tidak diperlukan. Kelompok yang diterima ini juga akan dicarikan universitas, termasuk dibantu soal akomodasi selain beasiswa rutin yang jumlahnya dua kali lipat dari sebelumnya.

Dubes Moriarty menegaskan bahwa ada banyak sekali anak muda di Indonesia yang  bermimpi sekolah ke luar negeri termasuk Australia sehingga bisa mengenyam kehidupan yang nyaman. Dubes juga menyadari ada banyak dari mereka yang punya keinginan tetapi tidak mau berusaha keras menggapainya. Pengumuman tanggal 1 April 2013 ini memang ditujukan khusus bagi orang-orang yang demikian. Orang yang menginginkan kesenangan tetapi tidak bersedia berjuang. Mereka juga tidak perlu membaca jurnal akademik sebelum sekolah ke Australia karena saat bersekolah di Australia nanti mereka lebih banyak berwisata melihat-lihat tempat yang ikonik tanpa perlu membuat tugas makalah ribuan kata.

Singkat kata, beasiswa AAS atau ADS tahun ini ditujukan buat siapa saja, terutama mereka yang tidak mau membaca buku panduan beasiswa yang tebal itu. Buku panduan itu tidak perlu karena dijamin semua pelamar sebelum tanggal 1 Mei akan diterima, betapapun buruk kualitas akademik dan Bahasa Inggris mereka. Para pelamar disarankan segera menyiapkan berkas lamarannya agar bisa menyerahkan sebelum tanggal 1 Mei. Untuk melihat sendiri pengumuman Dubes Moriarty, silakan klik tautan berikut.

PS. Jika ingin mengetahui Beasiswa AAS/ADS lebih lanjut, silakan baca buku terbaru saya “Berguru ke Negeri Kangguru

Tips Seleksi Beasiswa AAS/ADS dari Tim Seleksi

Video ini menjelaskan secara gamblang bagaimana seorang pejuang Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) atau Australian Development Scholarship (ADS) berhasil diterima. Patut disimak dengan seksama. Video ini diambil dari website resmi Beasiswa AAS/ADS www.australiaawardsindo.or.id

Cerita dari Berlin

berlinEntahlah apa yang Anda pikirkan ketika membaca ini. Berlin bisa mengingatkan banyak hal berbeda pada masing-masing orang. Dulu, di awal tahun 1990an, saya teringat mendiang Farid Hardja ketika mendengar kata Berlin. Pasalnya, dia meyanyikan lagu tentang runtuhnya Tembok Berlin. Di Belakang hari saya mengingat Berlin sebagai suatu tempat yang pernah menunjukkan bentuk paling nyata sebuah perbatasan antarnegara. Berlin juga mengingatkan saya pada seorang kawan di Jakarta yang bernama Berlina karena lahir di Berlin ketika ayahnya menjadi diplomat. Anda boleh mengingat apa saja soal Berlin tetapi kali ini saya akan mengingat sebuah perjalanan.

Jerman adalah kunjungan luar negeri pertama saya tahun 2013 ini. Kunjungan ke Berlin istimewa karena saya berbicara di sebuah acara yang penting, setidaknya menurut saya: Simposium Ketahan Bumi atau Earth Resilience. Tidak hanya itu, ini adalah kunjungan saya yang pertama ke ibukota Jerman itu, meskipun sebelumnya sudah pernah ke Heidelberg, Munich dan Frankfurt.

Continue reading “Cerita dari Berlin”