Beasiswa Australia: Bisakah S2/S3 yang beda jurusan dengan S1?


Pelamar beasiswa Australian Awards Scholarship (AAS) atau yang dulu dikenal dengan Australian Development Scholarship (ADS) sering bertanya “bisakah kita melamar S2 atau S3 yang tidak sesuai dengan S1 kita?” Jawabannya BISA. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Saya lulus S1 di Teknik Geodesi UGM yang mempelajari pemetaan dan sekolah S3 di sebuah Pusat Studi multidisiplin yang bernaung di Fakultas Hukum. Singkatnya, saya belajar di fakultas hukum dengan latar belakang fakultas teknik. Memang jauh sekali tetapi sesungguhnya ada keterkaitan erat antara latar belakang S1/S2 dengan S3 saya sekarang ini. Di S3 saya belajar penetapan batas maritim yang terkait erat dengan pemetaan, penentuan koordinat titik dan posisi garis yang tidak lepas dari ilmu yang saya pelajari di S1. Selain itu, saya harus mempelajari aspek hukum dari penetapan batas ini, maka dari itu saya perlu bernaung di Fakultas Hukum. Rupanya hal ini menjadi pertimbangan sehingga saya bisa menerima beasiswa ALA.

Ada seorang kawan yang berlatar belakang Sastra Inggris dan belajar S2 Kesehatan Masyarakat (Public Health) dengan beasiswa ADS. Kelihatannya memang sangat jauh berbeda tetapi harus dilihat bahwa kawan ini bekerja di rumah sakit dan menjadi staf yang berkaitan dengan komunikasi dengan bahasa asing. Dalam hal ini, pekerjaannya di rumah sakit menjadi faktor penguat sehingga dia bisa menerima beasiswa ADS.

Seorang kawan lain, angkatan saya ketika mendapat ADS, berlatar belakang Teknik Industri belajar isu sumberdaya manusia di Australia. Meskipun fakultasnya bukan teknik, isu yang dipelajari sebenarnya tidak begitu jauh dari S1nya karena Teknik Industri terkait erat dengan isu sumberdaya manusia. Teknik Industri merupakan salah satu bidang Teknik yang bersifat multidisiplin dan lebih ‘ramah’ terhadap isu-isu non-teknik. Sepertinya ini yang membuat dia menerima beasiswa ADS.

Saya juga punya teman lain yang berlatar belakang akuntansi dan akhirnya menyelesaikan S2 dan S3 dengan beasiswa Australia di fakultas hukum. Penelitiannya memang terkait dengan kejahatan/penyelewengan akuntansi sehingga dia harus membahas aspek hukumnya. Hal ini yang sepetinya menjadi alasan dia bisa menerima beasiswa Australia.

Beberapa saat lalu, saya menerima komentar di salah satu posting dari Ouly Vy Emiliya sebagai berikut: “S-1 saya Teknologi Pertanian. Untuk S-2 via ADS saya apply Master of Education (karena saya jadi guru B. Inggris di SMA sejak 2005) di Monash University, Melbourne. Alhamdulillah waktu itu, sekali apply ADS langsung lolos meski background S-1 dan S-2 yang saya tuju tidak linier.”

Seorang kawan baik saya berlatar belakang Teknik Geodesi. Dia berhasil menyelesaikan S2 di bidang Kebijakan Publik di NUS Singapura dan akhirnya S3 di Australia di sebuah pusat penelitian Asia dengan kajian bidang sosial. Pekerjaannya yang terkait erat dengan tata kelola pemerintahan daerah dan kebijakan publik rupanya menjadi alasan sehingga dia bisa menerima beasiswa ALA. Sebelum sekolah S3, dia juga bekerja di Indonesia Corruption Watch (ICW) yang rupanya menguatkan lamarannya untuk bisa lolos.

Beberapa contoh di atas menjelaskan dengan cukup gamblang bahwa mungkin saja melamar S2 atau S3 yang tidak linier dengan S1. Yang menjadi pertimbangan adalah keterkaitan keduanya secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, pekerjaan tentu saja berpengaruh. Mereka yang berlatar belakang eksakta tetapi berprofesi sebagai guru bisa saja melamar S2 di bidang pengelolaan pendidikan, misalnya. Kesimpulannya, para pelamar harus pintar-pintar mencari keterkaitan antara latar belakang pendidikannya atau pekerjaannya dengan S2 atau S3 yang akan dilamarnya. Jika Anda berlatar belakang ilmu filsafat dan berniat sekolah S2 di bidang fisika quantum, apakah bisa? Memang tidak ada ketentuan yang melarang, jadi silakan coba. Pertanyaannya mungkin bukan soal bisa atau tidak mendapatkan beasiswa tetapi mampu atau tidak menyelesaikan pendidikannya. Tentu kita tidak ingin membenarkan kelakar “bisa masuk tidak bisa keluar”. Selamat berjuang.

Punya pertanyaan? Silakan kunjungi halaman FAQ AAS.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

6 thoughts on “Beasiswa Australia: Bisakah S2/S3 yang beda jurusan dengan S1?”

  1. Sebenarnya saya sering mencari pertanyaan atas jawaban saya, Saat ini saya sedang menyelesaikan S1 saya di jurusan Teknik Sipil. Sebelumnya saya adalah lulusan D3 Teknik sipil. Pada saat hendak melanjutkan S1 saya pernah berfikir bagaimana bila saya ingin melanjutkan S1 di jurusan teknik Informatika. namun, di Universitas saya saat ini tidak bisa pindah ke jurusan lain sehingga saya pun akhirnya tetap melanjutkan di jurusan yang sama. untuk ke depannya apabila ada rezeki saya ingin melanjutkan S2 di jurusan yang lain yaitu teknik informatika ataupun di Fakultas FISIP yaitu komunikasi. Bagaimana menurut Pak Madeandi tentang rencana saya? Terimakasih sebelumnya.

  2. ya karena semua ilmu terkoneksi bli, tak dikotomi di antara mereka … jadi ya emang pinter-pinternya kita mengkaitkan segala sesuatunya, dalam segala hal tentunya, oiya, cover buku Berguru sekilas mirip Cincin Merah, dalam hal warnanya 🙂

  3. terimakasih atas tulisan inspiratifnya,,
    oyah pak,i just would like to know your opinion,,there is 2 statements that make me confuse after read this post,

    1. cari subject yg memang kita mampu tekuni dan betul2 menyukainya dan berkaitan dengan latarbelakang kita,dengan resiko tidak dapat menemukan di prioritas jurusan penyalur beasiswa
    2. cari subject yg sesuai dengan prioritas jurusan pemberi beasiswa dengan resiko subject yang akan diambil kurang dapat didukung oleh latarbelakang kita..

    so, menurut pak Andi which one is better and get more chance to get the scholarship?

    Thank you, 🙂

Comments are closed.