Hari Minggu kemarin saya duduk saja di gazebo di halaman belakang rumah. Tidak ada agenda khusus, tidak mengerjakan apapun, hanya duduk diam dan menikmati saja. Tiba-tiba saya lihat sepasang burung emprit terbang di sekitar batang markisa yang menjalar di atas jalan setapak. Yang menarik, mereka membawa rumput kering yang kemudian dianyam menjadi sarang. Pada silang lintang pokok markisa yang menjalar, mereka memilih titik yang tepat untuk memulai rumah tangga mereka. Mungkin demikian, entahlah.
Author: Andi Arsana
Invest Kindness: Lessons learnt from a Passport Tragedy!
I was shocked in a hotel room in Jakarta when I realised that I left my passport in Jogja. I was scheduled to visit Tainan, Taiwan for a workshop on 3 September 2018 and was supposed to fly from Jakarta via Hong Kong the day before at dawn. Obviously I flew from Jogja to Jakarta first and spend a night in a hotel close to the airport. Since Jogja-Jakarta is a domestic flight, I did not need my passport for my KTP just did. That is partly the reason why I forgot my passport.
Continue reading “Invest Kindness: Lessons learnt from a Passport Tragedy!”
Pohon Beringin yang Menghalangi Pandangan
Saya tahu sejak hari pertama, pohon beringin di tepi jalan itu menghalangi pandangan saya setiap kali keluar dari garasi. Pohon itu memang tidak terlalu tinggi, tidak juga besar tetapi posisinya sedemikian rupa sehingga menghalangi pandangan saya saat mengendarai mobil. Akibatnya, setiap kali keluar dari garasi kami, saya selalu risau karena tidak bisa mengetahui situasi kendaraan yang melintas di jalan. Proses keluar dari garasi, setiap kali berangkat kerja, selalu tersendat.
Continue reading “Pohon Beringin yang Menghalangi Pandangan”
Memerdekakan Diri
Hari itu adalah kelas perdana saya di semester ini. Tidak main-main, saya mengajar Matematika Geodesi. Saya tahu, mata kuliah ini bukanlah mata kuliah yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa. Jika saja mata kuliah ini tidak wajib, mungkin hanya segelintir mahasiswa saja yang ada di kelas saya. Jika saya tanya tanggapan mereka terhadap mata kuliah ni, sebagian besar akan mengatakan “sulit” atau “menyeramkan”.
Kekuasaan Semu
Setiap kali akan melakukan check in di konter Garuda Indonesia, hal pertama yang saya lihat adalah konter istimewa untuk para memegang Garuda Miles. Konter ini memberikan layanan prioritas sehingga tidak perlu berdesakan di konter lain yang digunakan konsumen ‘biasa’. Saya pemegang kartu Garuda Miles Gold dan fasilitas istimewa itu menjadi hak saya.
Diplomasi KPop
Saya di di Korea Selatan minggu lalu dalam kapasitas sebagai Steering Committee member untuk program ASEAN International Mobility for Students. Acara itu dihadiri oleh delegasi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang dan tentu saja Korea. Di ruang rapat itu, saya adalah satu-satunya orang baru, menggantikan seorang anggota steering committee yang purna tugas. Sebagai orang baru, saya berusaha bermain cantik untuk berperan aktif tanpa ‘mengganggu’ suasana. Tidak mudah.
Nama, Bangsa dan Bendera
Mungkin situasi harus pernah menempatkan nama kita berdampingan dengan bendera dan nama bangsa kita. Di titik itu mungkin kita akan merasakan kesunyian dan menjadi bangsa kita sendiri. Kita adalah bangsa kita dan kita adalah bendera itu sendiri.
Tak Selamanya Gagal
Saya berkenalan dengan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang sekolah di Kumoh National Institute of Technology di Korea Selatan lewat Instagram. Anafi namanya. Saya perhatikan, Anafi cukup rajin berkunjug ke blog ini dan meninggalkan jejak positif. Dari percakapan saya di IG, saya rasa kisahnya menarik untuk dibaca pejuang beasiswa lainnya. Itulah yang memotivasi saya untuk meminta agar Anafi bercerita di blog ini. Berikut adalah tulisannya yang saya rasa bisa mewakiki banyak pejuang beasiswa di Indonesia. Selamat menyimak 🙂
Langkah-langkah untuk Sekolah S3 dengan Beasiswa
Tiba-tiba dapat telepon dari seorang kawan lama, katanya dia ingin sekolah S3. Secara spesifik dia mau S3 di Australia. “Apa saja langkah awal yang harus ditempuh Bli?” katanya penasaran. Saya rangkum hasil percakapan saya tadi ya.
Continue reading “Langkah-langkah untuk Sekolah S3 dengan Beasiswa”
Toleransi Drama Korea
Saya tidak suka Drama Korea (drakor). Saya penyuka film barat dengan tema patriotisme. Saya menyukai dialog yang saya klaim ‘berkelas’. Drama Korea, menurut saya, tidak memenuhi syarat itu. Okay, sebelum Anda, para pecinta drakor, menghujat atau mendemo saya, mari saya kasih tahu sesuatu.
Saya tidak suka drakor dan saya minoritas di rumah. Lita jelas suka, Asti mengikuti jejak Lita dengan suka rela. Di saat liburan seperti ini, ketika keluarga besar ada di Jogja, status minoritas saya makin tegas. Semua orang suka drakor kecuali saya.