Ngaben

Entah siapa yang mengabarkan pertama kali, rumah duka sesak oleh kerabat yang berdatangan entah dari mana. Begitulah selalu di kampungku yang sepi dan bahkan di peta Bakosurtanal tak nampak jelas posisinya, orang berkumpul dengan mudah karena alasan duka, maupun suka. Mangku Kompyang telah berpulang dan segenap kerabat berdesakan melepas kepergian terakhirnya. Mangku yang sedikit di atas paruh baya dan masih diperlukan kepiawaiannya di kampung, pergi menyisakan tanya. Apa gerangan yang menjadi penyebabnya?

Continue reading “Ngaben”

Pamit

Di dunia maya, sesungguhnya tidak ada istilah pamit hanya gara-gara seseorang harus berpindah lokasi geografis. Dunia maya tidak mengenal atau tepatnya tidak dibatasi oleh lokasi geografis, karenanya setiap orang bisa tetap ‘hadir’, tanpa memandang di manapun dia berada di muka bumi. Meski demikian, rasanya tidak lengkap kalau saya tidak mengucapkan kata-kata ini. Mungkin bukan untuk para sahabat di dunia maya, tetapi untuk para sahabat di dunia nyata yang masih dipengaruhi posisi geografis. Kepada mereka yang selain menjumpai saya di dunia maya tetapi juga melihat kelebat saya di Jogja, misalnya, saya harus mohon pamit karena dalam beberapa hari lagi akan bertolak ke belahan bumi lainnya.

Continue reading “Pamit”

Menjadi Bintang: Melihat dan Melakukan yang baik

“Mungkin Ayah tidak akan mendapatkan banyak hal dari buku ini. Walaupun sedikit, mungkin ada yang bisa menambah atau sekedar mengingatkan.” Begitu Asti berucap saan memberikan sebuah buku hadiah ulang tahun saya beberapa hari lalu.

Jujur saja, saya lebih sering kecewa saat membaca buku tentang pengembangan diri daripada tercerahkan. Asti mungkin tahu ini. Kali ini, karena hadiah ulang tahun dari orang yang dicintai, saya membacanya dengan sungguh-sungguh. Semangat menghargai membuat saya membaca dengan cepat, hanya dalam waktu sehari. Kebetulan hanya 212 halaman dan itupun hurufnya besar-besar. Singkat kata, buku saya lahap dengan cepat.

Continue reading “Menjadi Bintang: Melihat dan Melakukan yang baik”

WordPress untuk template website

Saat ini, memiliki website pribadi bukanlah sesuatu yang luar biasa. Setiap orang bisa dengan mudah memiliki website dengan domain customised dengan ekstensi bermacam-macam: dot com, dot info, dot org, dll. Menariknya, domain dan hosting kini semakin murah. Dengan dana 200-an ribu setahun, kita sudah bisa memilki domain sendiri (http://www.namasaya.info, misalnya) dengan kuota ruang (hosting space) yang memadai. Selain itu, jika Anda bekerja di sebuah institusi yang cukup besar, Anda biasanya mendapat jatah domain dan space untuk website pribadi.

Persoalan yang kadang muncul adalah bagaimana membuat website yang cukup baik. Untuk ini, memiliki domain dan hosting saja tidak cukup, kita perlu merancang dan mengelola isi website tersebut. Banyak cara dilakukan untuk ini. Kita bisa membeli rancangan website dari teman atau profesional, bisa juga mulung di dunia maya. Sangat banyak template gratisan yang berserakan di internet. Gratisan ini disediakan oleh amatiran maupun professional. Salah satu yang bagus untuk dicoba adalah yang disediakan oleh wordpress.org. Ingat, dot org, bukan dot com 🙂 Bagaimana caranya menggunakan wordpress untuk website pribadi? Berikut tutorialnya.

Continue reading “WordPress untuk template website”

Sebuah Obituari

I Made Andi Arsana, seorang dosen muda di Universitas Gadjah Mada, meninggal dunia tepat di usianya yang ke-30. Andi, begitu anak dari tiga bersaudara ini biasa dipanggil, meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Tidak ada indikasi apapun sebelum kepergiannya. Andi sehat dan tidak pernah mengeluh soal apapun perihal kondisi fisik dan psikologisnya. Seakan tidak ingin meresahkan siapapun, Andi menghembuskan nafas terakhirnya ketika semua orang-orang yang dicintainya dibuai oleh tenangnya malam Jogja yang dingin.

Continue reading “Sebuah Obituari”

Tips menulis di koran

Banyak kasus mengindikasikan bahwa pembaca blog ini tidak memerlukan tips cara menulis di koran. Kebingungan mereka bisa jadi hanya satu: ke mana tulisan harus dikirim? Kalau Anda ingin mengirim ke Kompas, kirim tulisan Anda sekitar 700 kata ke opini@kompas.com. Kalau mau terbit di The Jakarta Post, kirim artikel maksimal 1000 kata ke opinion@thejakartapost.com. Tulisan untuk media lain bisa dikirim ke email redaksi atau opini masing-masing yang bisa diperoleh dengan mudah di websitenya.

Jika informasi di atas sudah cukup, Anda tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini. Tidak banyak hal teknis yang akan Anda dapatkan. Percayalah!

Continue reading “Tips menulis di koran”

Google Translate: Untuk Survival dan Kamuflase

Jika ada pengguna internet yang mengaku tidak tahu Google, hanya ada dua kemungkinan: orang itu berbohong atau dia mengenal internet kurang dari seminggu. Seperti itulah seorang kawan mengilustrasikan keterkenalan Google. Mungkin penyataan ini tidak bisa diartikan secara harafiah tetapi setidaknya saya sendiri setuju bahwa Google memang sangat terkenal. Google bahkan sejak lama sudah menjadi kata kerja. Pengguna internet sudah terbiasa dengan istilah googling, sedang google, digoogle saja, dan sebagainya.

Dari sekian banyak fungsi Google yang seakan tidak pernah berhenti berinovasi, Google Translate (GT) adalah salah satu yang saya rasa sangat bermanfaat. GT bukanlah fitur baru dari Google. Banyak pengguna sudah terbiasa dengan GT bahkan sejak awal tahun 2000. Saya sendiri menggunakan GT sejak tahun 2004 untuk berbagai kepentingan.

Continue reading “Google Translate: Untuk Survival dan Kamuflase”

Sejarah dengan sentuhan geospasial

Perjalanan saya dengan kereta api Gajayana dari Malang ke Jogja beberapa waktu lalu terasa menyenangkan. Meskipun akhirnya tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta jam 11 malam, perjalanan itu terasa cepat. Pasalnya di sepanjang perjalanan saya membaca buku yang sangat menarik. Malang, telusuri dengan hati, begitu judul buku tersebut. Buku bertebal 200 halaman ini sebenarnya adalah buku tentang sejarah Malang. Berbeda dengan buku sejarah pada umumnya yang dipenuhi huruf berjejal membosankan, buku ini memikat dengan foto dan gambar warna-warni yang memenuhi hampir setiap halaman. Meski demikian, kekuatan deskripsinya nampak jelas dengan keseriusan penelusuran sumber sejarah yang bisa dirasakan.

Continue reading “Sejarah dengan sentuhan geospasial”

Australian Leadership Awards

At 10 am on 10 September 2007 I started the interview in a room at Four Seasons Hotel in Jakarta, second floor. It was a bit late since the original schedule was 9.45 am. Three interviewers were in the room: two ladies from AusAID and one gentleman from the Australian Embassy for Indonesia.

Continue reading “Australian Leadership Awards”

Kuliah jarak jauh berbiaya rendah

Kalau chatting menggunakan YM, Gtalk atau Skype untuk bergosip atau sekedar curhat, pasti sudah biasa. Tapi kalau menggunakan instant messenger itu untuk kuliah jarak jauh, ini mungkin belum biasa.

Ketika berada di Australia dan New York, saya mencoba mengembangkan metode kuliah jarak jauh menggunakan instant messenger (YM, GTalk, Skype). Meskipun belum sempurna, hasilnya cukup menjanjikan dan saya yakin bisa dijadikan salah satu alternatif kuliah jarak jauh berbiaya rendah.

Sebuah tulisan saya tentang teknis pelaksanaan kuliah jarak jauh model ini dan pengalaman menyelenggarakannya diterbitkan oleh Suara Merdeka tanggal 4 Mei 2008 ini. Silahkan simak untuk lebih jelasnya

Continue reading “Kuliah jarak jauh berbiaya rendah”