
Orang bijak mengajarkan, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Yang ada adalah serangkaian kejadian yang keterkaitannya seringkali tidak atau belum kita pahami. Saya pernah mengalami beberapa kejadian yang sulit untuk dikatakan bukan sebagai kebetulan.
Suatu hari di akhir tahun 2011 saya sedang liburan di Bali sama Asti dan Lita, istri dan anak saya. Suatu sore kami berkunjung ke rumah nenek, ibu dari ibu saya. Sudah menjadi tradisi, kami berkunjung ke rumah saudara di beberapa rumah. Saat asik berbincang-bincang ringan tiba-tiba terdengar telepon berdering dari kamar tamu. Sore itu kami duduk di teras rumah sambil ngobrol. Salah seorang bibi saya bergegas menjawab telepon tersebut. Saya tidak mengikuti pembicaraannya dengan seksama meskipun samar-samar terdengar. Yang saya tangkap adalah bibi saya ini berbicara dengan orang asing dengan nada yang sopan, meggunakan Bahasa Bali halus. Beberapa saat kemudian dia tergesa keluar dan menyerahkan telepon itu pada saya. “Ada yang mau bicara” katanya dengan nada agak ragu-ragu. Saya tentu saja terkejut. Dengan pandangan mata ragu dan gerakan tidak yakin saya menyambut telepon itu. Jika Anda tidak sadar mengapa saya ragu-ragu, saya sarankan membaca ulang paragraf ini, terutama konteks saya di Bali yang sedang liburan dan bahwa saya ada di rumah itu dalam rangka berkunjung.





