Orang Sakti

Saya masih sering tercenung terpana mendengar cerita dari ibu mertua soal kakek beliau yang konon sakti. Kakek buyut, begitu semestinya saya memanggil beliau, adalah seorang dalang yang kata ibu, bisa mendalang di dua tempat sekaligus. Di satu malam beliau disaksikan oleh warga sebuah kampung di Jawa Timur, konon pada saat yang sama beliau tengah memukau kerumunan lainnya di kampung yang jauh jaraknya. Kakek buyut, kata ibu saya, memang sakti mandraguna.

Continue reading “Orang Sakti”

Distance does not matter: Kuliah jarak jauh yang murah dan efektif

KulOn: Kulian Online 🙂

Saat terjadi gonjag-ganjing anggota DPR yang studi banding ke Australia pada tahun 2011, banyak yang berpendapat bahwa studi banding itu tidak perlu. Setidaknya ada dua alasan. Pertama biayanya sangat mahal dan kedua ketersediaan teknologi informasi sudah memungkinkan interaksi tanpa harus datang ke seberang benua. Untuk alasan kedua ini, saya setuju dari awal dan kini lebih setuju lagi.

Tanggal 5 Maret 2012 saya memberi kuliah online untuk mahasiswa program Master Teknik Industri ITS, Surabaya. Sementara saya sendiri berada di Wollongong, Australia. Kuliah yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan sangat nyaman, lancar dan nyaris tanpa gangguan koneksi internet. Interaksi bisa berlangung sangat baik sehingga saya dan peserta lupa bahwa jarak yang memisahkan kami sesungguhnya sekitar 5000 kilometer dengan empat jam perbedaan waktu. Menariknya, saya bisa memberi kuliah dari unit apartemen saya di Wollongong tanpa perlu menyiapkan perangkat khusus. Saat persiapan kuliah dilakukan, saya bahkan bisa sambil masak lele bumbu sere kesukaan saya. Singkat kata, kuliah online lintas benua itu begitu mudah, sangat sederhana dan tanpa tambahan investasi apapun. Kalaupun ada, investasi ini bernama waktu. Sara rasa ini adalah salah satu bentuk kontribusi kecil yang bisa diberikan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di luar negeri.

Continue reading “Distance does not matter: Kuliah jarak jauh yang murah dan efektif”

Tips dan Trik Presentasi

Saya pernah menulis di blog ini tentang tips presentasi. Saya mencoba meng-audio-visualkan posting tersebut dan saya bawakan dalam sebuah diskusi di fotum Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Ranting Wollongong. Berikut adalah hasilnya:

Ganyang Malaysia, selamatkan Siti Nurhaliza?

Persoalan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia tak kunjung berakhir. Setiap tahun selalu saja ada isu yang menjadi ‘musim panen’ bagi media masa. Kali ini, isu perbatasan di Kalimantan (Borneo) yang menadi persoalan. Konon Malaysia mencaplok wilayah RI di Camar Bulan/Tanjung Datu. Banyak pihak emosi dan slogan ‘Ganyang Malaysia’ kembali di teriakkan. Entahlah apakah kali ini juga diikuti oleh slogan lain yang terdengar lebih lucu ‘selamatkan Siti Nurhaliza’. Ingin tahu duduk perkara kasus ini? Silakan simak analisis saya di BorderStudies.info.

Perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan

 

Pelatihan Menulis – Selalu ada yang Pertama

Peserta Pelatihan Menulis - Titian Foundation

“Ini seperti malam pertama bagi kita Mas” celetuk saya pada Mas Gogon dan disambut derai tawa oleh peserta pelatihan lainnya. Pagi itu saya dapati diri di sebuah ruangan di lantai atas Gedung Titian Foundation di Yogyakarta, berhadapan dengan belasan orang yang bersemangat dan sangat antusias. Sebagai seorang guru, menghadapi banyak orang tentu saja bukan hal baru bagi saya tetapi pagi itu sedikit berbeda. Pasalnya, saya hadir di tengah-tengah mereka untuk memberi pelatihan cara menulis. Ini adalah kali pertama saya memberikan materi cara menulis dalam forum yang formal. Menariknya, Mas Gogon, koordinator acara, juga menyatakan bahwa itu adalah kali pertama Titian Foundation Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan serupa. Itulah alasannya mengapa saya berkelakar tentang malam pertama. Pelatih dan peserta pelatihan sama-sama belum berpengalaman.

Continue reading “Pelatihan Menulis – Selalu ada yang Pertama”

KulOn: waktu nyata, daring dan murah

Bagi sebagian pihak, telekonferensi bisa jadi merupakan sesuatu yang tidak mudah. Kenyataannya, telekonferensi sudah sangat umum dilakukan dan bisa jadi tidak mahal. Setidaknya, ini menjadi hal yang tidak luar biasa bagi sebagian dosen dan mahasiswa Teknik Geodesi, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pada tanggal 26 Mei 2011, untuk kedua kalinya saya mengadakan kuliah dalam jaringan, daring (online) untuk mahasiswa Teknik Geodesi UGM di Yogyakarta. Kuliah pertama kali saya lakukan dari New York hampir empat tahun silam dan kuliah kedua dari Wollongong, Australia. Kali ini saya membahas aspek hukum dan teknis batas maritim antarnegara. Sangat menyenangkan bisa tetap berbagi dengan mahasiswa meskipun terpisah oleh jarak dan waktu. Perbedaan waktu tiga jam dan jarak yang terbentang hampir 5000 kilometer tidak menghalangi interaksi saya dengan teman-teman Mahasiswa di Yogyakarta.

Continue reading “KulOn: waktu nyata, daring dan murah”

Sekretaris Pribadi

Saat berkunjung ke rumah seorang kawan di New Castle, saya mendapati sebuah kalender yang sudah cukup tua umurnya. Ternyata itu adalah kalender ulang tahun, alias birthday calendar. Terus terang, saya baru benar-benar memperhatikan sebuah kalender ulang tahun dalam bentuk fisik seperti itu. Sejak mengenal internet, terutama jejaring sosial digital, bagi saya birthday calendar adalah perangkat lunak dengan basisdata tanggal ulang tahun. Kawan saya, pemilik rumah, mengatakan “this calendar has birthdays of everybody in our extended family and close friends”. Memang penting untuk mengingat hari lahir orang-orang yang dicintai dan birthday calendar sangat membantu hal ini.

Continue reading “Sekretaris Pribadi”

Circle Crop: Antara Fakta, Ilmu dan Misteri

Courtesy: Lab Fotri dan Inderaja Teknik Geodesi UGM

Saya bukanlah pemerhati, apalagi ahli Unidentified Flying Object (UFO). Saya juga bukan penggemar cerita-cerita misteri atau ahli yang bisa memahami makna symbol-simbol yang langka. Sayapun kadang merenung, bagaimana seseorang bisa menjadi pengamat atau pemerhati, apalagi ahli, sesuatu yang ‘unidentified’ yang tidak dikenali. Apakah pemahaman saya terhadap istilah ‘ahli’ berbeda dengan pemahaman orang lain terhadapnya?

Continue reading “Circle Crop: Antara Fakta, Ilmu dan Misteri”

Memetakan Bencana dan Membudayakan Peta


Dalam sebuah sambutannya pada acara pameran di Jakarta Convention Center tahun 2006, Dr Kusmayanto Kadiman yang adalah Menteri Riset dan Teknologi ketika itu mengatakan bahwa Indonesia adalah ‘supermarket bencana alam’. Meski disampaikan setengah berkelakar, ucapan ini tidaklah salah.

Di Indonesia, hampir semua jenis bencana alam ada. Apa yang terjadi sebulan terakhir menjadi bukti kebenaran ucapan itu. Sebagian bencana memang bisa dicegah seperti banjir, sebagian lain harus diterima apa adanya, misalnya letusan gunung berapi. Untuk yang terakhir ini, Indonesia konon berada di sebuah cincin api atau ‘ring of fire’ yang menyimpan berbagai potensi bencana.

Continue reading “Memetakan Bencana dan Membudayakan Peta”

Membuat Peta dengan Google Maps

 

Sebagai orang Geodesi, saya merasa bahwa munculnya Google Earth dan Google Maps merupakan suatu revolusi yang mengubah pandangan orang (awam) terhadap data dan informasi geospasial berupa peta. Google telah membuat peta menjadi sesuatu yang akrab dengan berbagai kalangan, tidak hanya orang teknis. Munculnya Google Maps ini melengkapi revolusi sebelumnya dengan ketersediaan GPS, Global Positioning System.

Continue reading “Membuat Peta dengan Google Maps”