Learning English: Ibu Astini and the French Couple

http://luxagraf.net/

I was reading an inspiring story from my good friend, Subhan. He wrote about a student by the name of Sentot who studied English in Jakarta. I eventually discovered that the story is autobiographical and Sentot is in fact Subhan himself. The story reminds me of my own experience in learning English.

It was in 1990 when I started learning English in my Junior High School. To me, English is fascinating and I fell in love to the language the first day I started learning it. Ibu Astini, my English teacher, should be given the credit since she managed to captivate me with her charm on the first day of her class. I still remember, we learned numbers on that day. Since everybody seemed to be quite familiar with numbers, Ibu Astini started the class by asking us to spell out numbers and write them on the blackboard. Yes, we still used chalks and blackboard back then. I was amazed by the way English words are spelled out. How can one pronounce “one” as /wʌn/? It did not make any sense to me at the beginning but I liked it. Put simply, I feel in love with English that day.

Continue reading “Learning English: Ibu Astini and the French Couple”

Cara mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri

Untuk kepentingan sekolah atau kerja dalam waktu lama, kita pasti memerlukan rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Memang bisa saja meminta teman untuk mencarikan rumah jika mereka sempat atau minta tolong staf Konjen setempat jika kita anak pejabat tapi tidak semua orang memiliki ‘kemewahan’ itu. Yang kita obrolkan sekarang adalah mencari rumah dengan usaha sendiri. Seperti inilah orang geospasial, para pecinta peta mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri. Jika belum, baca juga pengalaman saya tahun 2008 silam.

Continue reading “Cara mencari rumah untuk tempat tinggal di luar negeri”

Video petunjuk pengisian formulir Beasiswa ADS

Pejuang Beasiswa ADS yang budiman,

Akhirnya apa yang saya impikan sejak lama terwujud sudah. Dari dulu saya ingin membuat tutorial pengisian formulir beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dalam bentuk video. Saya sempat mencoba tahun lalu tetapi gagal karena berbagai alasan. Kini saya menyempatkan diri dan akhirnya terwujud. Dari segi sinematografi, video ini jauh dari bagus karena dikerjakan oleh orang yang sama sekali tidak profesional di bidang audio visual 🙂 Meski demikian, saya yakin video singkat yang berjumlah 8 buah ini bisa memberikan gambaran umum bagi pejuang Beasiswa ADS untuk mengisi formulir perndaftaran tahun ini. Mudah-mudahan video ini datang tepat waktu, dua bulan sebelum tenggat waktu penyerahan berkas lamaran ADS. Semua ini adalah persembahan saya untuk Anda semua, rasa terima kasih saya kepada Australia dan wujud cinta saya bagi Indonesia. Selamat menikmati dan selamat berjuang.

Continue reading “Video petunjuk pengisian formulir Beasiswa ADS”

Form referee report untuk Beasiswa ADS format DOC

Salah satu dokumen mendukung untuk melamar beasiswa ADS 2013 adalah Referee Report. Ketentuan tentang ini bisa dibaca secara rinci di Handbook ADS (halaman 12) yang bisa diperoleh dari website resmi ADS. Formulir Referee Report ini juga disediakan di Handbook tersebut dalam format PDF di halaman 51. Untuk memudahkan para pelamar, saya buatkan versi Ms Word-nya sehingga mudah diisi. Silakan unduh formulir tersebut di sini. Selamat berjuang!

New: Sebuah form yang sama hasil kreasi Sdr. Priadi Asmanto bisa diunduh di Mediafire

Punya pertanyaan seputar Beasiswa ADS? Coba baca ADS 2013 dulu, mungkin pertanyaan Anda sudah terjawab di sana.

Cara Mendapatkan Surat Penerimaan (LoA) dari Universitas di Luar Negeri

Offer of Admission dari Uni of Wollongong

Untuk melamar beasiswa luar negeri guna meneruskan S2 atau S3, kadang diperlukan surat penerimaan dari salah satu universitas. Beasiswa ALA (Australian Leadership Awards) atau Endeavour, misalnya, mensyaratkan kandidat harus sudah diterima di sebuah universitas di Australia. Hal ini menandakan bahwa beasiswa akan diberikan hanya kepada orang yang layak secara akademik untuk meneruskan pendidikan di Australia. Dengan kata lain, penyandang dana beasiswa “ingin terima beres” bahwa orang yang diberi beasiswa pasti akan diterima untuk meneruskan pendidikan di institusi di Australia. Hal ini berbeda dengan beasiswa ADS (Australian Development Scholarship), misalnya, yang tidak mensyaratkan kandidat harus diterima di universitas di Australia terlebih dahulu.

Continue reading “Cara Mendapatkan Surat Penerimaan (LoA) dari Universitas di Luar Negeri”

Dengan Beasiswa ADS bisa nabung nggak?

Saya yakin, hampir setiap orang memiliki pertanyaan serupa tentang beasiswa luar negeri: bisa nabung nggak? Saya sering mendapatkan pertanyaan tentang ini dalam bentuk beragam. Ada yang bertanya sopan seperti “apakah selama ini jumlah beasiswa yang diberikan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang wajar di Austarlia?” Ada juga yang tanpa tedeng aling-aling “bisa nabung berapa dollar sebulan?”. Saya mengerti, banyak orang penasaran tetapi semua orang punya alasan sendiri untuk memilih bertanya atau tidak bertanya. Untuk keduanya, saya bagikan pengalaman saya. Saya berikan peringatan, tulisan ini akan mengandung informasi tentang jumlah uang yang bagi sebagian orang dianggap sensitif tetapi saya rasa ini perlu dibagikan. Karena uang beasiswa ini bukan hasil kejahatan maka saya bisa sampaikan rinciannya tanpa merasa khawatir.

Continue reading “Dengan Beasiswa ADS bisa nabung nggak?”

Liburan dan bekerja di Australia, Mengapa Tidak!

Visa Australia

Sejak sekolah di Australia, banyak teman atau saudara, terutama anak-anak muda, yang bertanya bagaimana caranya bisa ke Australia untuk bekerja. Jika saja pertanyaannya untuk liburan tentu saja tidak sulit menjawabnya. Visa turis adalah jalan keluarnya, meskipun hanya untuk tiga bulan. Untuk bekerja, urusannya tidak sesederhana itu. Umumnya, untuk bisa bekerja di Australia, seseorang harus menggunakan visa kerja atau visa pelajar. Sebagai pelajar, seseorang bisa bekerja 20 jam seminggu. Sementara itu, visa kerja biasanya bisa diperoleh jika sudah ada tawaran kerja dari perusahaan. Ini tentu saja tidak mudah. Di sisi lain, tidak banyak teman-teman dan saudara saya yang bisa datang ke Australia dengan status pelajar karena memang sangat mahal.

Mulai setahun atau dua tahun lalu, Australia mengeluarkan satu jenis visa baru yang disebut Working and Holiday Visa. Visa jenis ini berkode 462 dan selanjutnya saya sebut sebagai Visa 462. Dengan Visa 462 ini, seseorang bisa masuk ke Australia dengan tiga tujuan yaitu liburan, bekerja dan belajar pada saat yang sama. Pemegang visa 462 bisa berada di Australia selama satu tahun, bekerja pada satu perusahaan yang sama selama enam bulan dan belajar selama maksimal empat bulan. Selama setahun itu, pemegang Visa 462 bisa liburan di berbagai tempat/state di seluruh Australia.

Continue reading “Liburan dan bekerja di Australia, Mengapa Tidak!”

Beasiswa ADS bagi orang awam

Tulisan ini telah dimodifikasi dan disempurnakan. Silakan lihat tulisan yang baru di sini.

PreOrder: info@indolearning.com
PreOrder: info@indolearning.com

Melihat dalam Kegelapan

from: tinypic.com

Selama dua hari terakhir, blog saya dikunjungi cukup banyak orang. Traffic blog yang biasanya berkisar pada angkat 200-300 pengunjung perhari, meningkat jadi di atas seribu bahkan lebih dari dua ribu. Tulisan terkait perjuangan Asti meraih Beasiswa ADS rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca blog, terutama pejuang beasiswa.

Hari ini saya memperoleh komentar dari seorang yang tidak biasa, bernama Taufiq Effendi. Saya berani tuliskan namanya karena beliau memberi komentar di blog ini dan artinya tidak keberatan jika namanya diketahui khalayak. Seperti yang beliau akui, Taufiq Effendi adalah seorang tuna netra, tidak bisa melihat.

Hal pertama yang membuat saya tertegun adalah bahwa tulisan saya ternyata dinikmati oleh sahabat yg tuna netra, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan apalagi persiapkan. Pertanyaan sederhana pertama yang muncul adalah “bagaimana teman-teman tuna netra bisa menikmati tulisan saya yang tidak bisa diraba?”

Continue reading “Melihat dalam Kegelapan”

Mengantarkan Asti meraih Beasiswa ADS 2012

Musim dingin di Australia

Jika harus ditulis dalam satu kalimat singkat, maka tulisan ini menjadi “Asti berhasil memperoleh beasiswa Australian Development Scholarship untuk S2 di Australia”. Meski demikian, kita selalu tahu, bukan ujung cerita yang paling penting tetapi rangkaian cerita menju kesimpulan itu. Itulah sebabnya, seorang pembaca buku Harry Potter akan menahan diri untuk tidak buru-buru ke halaman paling belakang. Kalaupun ada teman yang sudah selesai membaca, dia akan dengan sekuat tenaga menjauhkan diri dari teman itu agar tidak jadi korban ‘spoiller’. Dengan asumsi bahwa Anda juga termasuk tipe pembaca demikian, pembaca yang mementingkan proses menuju kesimpulan, saya tulis kisah ini untuk Anda.

Entah bagaimana awalnya, saya sering menerima pertanyaan soal beasiswa, terutama Australia. Mungkin karena saya suka iseng menuliskan pengalaman, teman-teman di dunia maya sering bertanya ini dan itu. Saya menjadi konsultan beasiswa amatir. Saya gunakan istilah “amatir”, pertama karena saya memang tidak pernah menyiapkan diri untuk menjadi konsultan secara formal sehingga jawaban saya ‘seadanya’. Kedua karena memang saya tidak melakukannya untuk imbalan uang. Saya amatir dalam pengertian sesungguhnya.

Continue reading “Mengantarkan Asti meraih Beasiswa ADS 2012”