Keberanian untuk Berubah

Pidato pengukuhan Presiden Barack Obama
[diterjemahkan dengan interpretasi oleh I Made Andi Arsana]

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini saat ini, merasa rendah hati manyambut mandat yang menunggu di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda amanatkan, dan sadar akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Saya berterima kasih pada Presiden Bush atas pelayanannya pada bangsa kita, demikian juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya selama proses transisi ini.

Hingga kini, 44 warga Amerika telah disumpah sebagai presiden. Kalimat-kalimat sumpah ini telah diucapkan saat bangsa kita mengalami kemakmuran berlimpah dan saat kedamaian berkuasa bagaikan air yang tenang. Namun begitu, ada kalanya kalimat sumpah ini diucapkan di tengah-tengah awan yang membawa mendung dan bahkan badai yang ganas. Di saat-saat seperti inilah Amerika tetap bertahan tidak saja karena kecemerlangan dan visi para pemimpinnya tetapi karena kita, bangsa Amerika, tetap yakin pada prinsip dasar pendiri bangsa kita, dan pada kebenaran prasasti kita.

Continue reading “Keberanian untuk Berubah”

Yang pertama

Jika posting sebelumnya adalah yang terakhir di tahun 2008 maka ini adalah posting yang pertama di tahun 2009. Januari hampir berakhir di tahun ini dan saya belum sempat menulis apa-apa. Pelayaran yang saya lakukan di akhir tahun lalu hingga 15 Januari tahun ini memang tidak memungkinkan saya memperbaharui blog.

Continue reading “Yang pertama”

Yang terakhir

2008 yang penuh warna
2008 yang penuh warna

Ini adalah posting yang ke-104 tahun 2008 dan mungkin akan menjadi yang terakhir tahun ini. Karena terlibat dalam sebuah penelitian di tengah laut selama sebulan, saya akan meninggalkan dunia maya sejak tanggal 20 Desember 2008 dan kembali pertengahan Januari 2008. Belum yakin apakah akan ada akses internet memadai di tengah samudra nanti.

Continue reading “Yang terakhir”

Laskar Pelangi

http://i102.photobucket.com/
http://i102.photobucket.com/

Akhirnya saya berhasil menyaksikan film Laskar Pelangi (LP) sedikit lebih cepat dari yang dibayangkan semula. November lalu ada kesempatan pulang ke tanah air dan menonton film adalah salah satu agenda penting diantara agenda lain yang cukup padat.

Sudah sangat banyak ulasan tentang film LP di media massa, saya tidak akan mengulang-ulang ulasan itu di sini. Saya berkisah tentang kekhawatiran saya yang saya sampaikan beberapa saat lalu. Betul memang, bahwa sebuah film tidak akan pernah secara utuh dapat menampilkan isi buku/novel yang menjadi basis film tersebut. Orang kecewa dengan Harry Potter, terutama mereka yang maniak membaca novelnya. Bagi saya yang tidak membaca Harry Potter, tidak terlalu kecewa dengan filmnya, walaupun tidak pernah bisa menjadi fans-nya.

Continue reading “Laskar Pelangi”

Photofunia

Image Hosted by Cetrine.netSudah cukup lama tidak posting hal-hal teknis di blog ini. Saya ingat dulu di tahun 2004 dan 2005 saya rajin memposting ‘keajaiban-keajaiban’ yang saya temui di dunia maya. Kedigdayaan Google adalah yang paling saya posting dulu sampai akhirnya kumpulan kisahnya menjadi sebuah buku.

Saya menyukai kreativitas terkait olah gambar/photo. Sempat juga iseng-iseng belajar memodifikasi foto dengan Photoshop waktu jaman kuliah. Asti pasti masih ingat ada beberapa fotonya saya utak-atik 🙂 waktu jaman muda dulu. Maklumnlah, larangan-larangan memang melahirkan kreativitas. Orang memang bisa mendapatkan apa saja dengan imajinasinya 🙂

Continue reading “Photofunia”

Membandingkan

www.muhajirlawfirm.com
http://www.muhajirlawfirm.com

Ketika ditanya berapa saya ingin dibayar untuk mengajar komputer untuk aplikasi perkantoran, saya tidak mampu mejawab dengan segera. Tidak mudah untuk secara gamblang mengatakan saya ingin dibayar “sekian per jam,” terutama karena saya bukanlah pengajar komputer professional. Untunglah calon murid saya paham situasi ini dan dia mengambil inisiatif. “How about forty dollars an hour? Does it sound good to you?” demikian katanya menerobos kebuntuan. Saya senang bukan kepalang mendapat uang sebanyak itu, terutama ketika saya bandingkan dengan gaji yang saya terima untuk bekerja di restoran Thailand. Kurang lebih 10 dolar per jam untuk pekerjaan kasar yang berat.

Continue reading “Membandingkan”

Anjing

iluhindrani.files.wordpress.com
iluhindrani.files.wordpress.com

Jangan terkejut membaca tulisan ini. Judulnya memang singkat dan kalau dibaca dengan suasana hati yang tak semestinya, bisa jadi terdengar seperti makian. Ini bukan makian, tulisan ini memang bercerita tentang seekor anjing.

Seorang kawan berkebangsaan Amerika memeliki seekor anjing putih. Bonnie, nama anjing tesebut, sangat sehat dan bersahabat. Bonnie menyambut saya dengan ramah setiap kali saya datang ke rumah kawan saya ini. Bulunya yang tebal, tubuhnya yang gemuk sehat dan kondisinya yang bersih menunjukkan betapa Bonnie memang terawat dengan baik. Pernah suatu kali ketika kawan saya mengantar saya dari tempatnya ke apartemen saya, Bonnie diajak. Kami melaju dalam mobil BMW kap terbuka berpenumpang tiga: kawan saya, saya sendiri dan Bonnie. ”She is a good girl”, demikian kawan saya ini selalu membanggakannya.

Continue reading “Anjing”

Perubahan itu telah tiba

Pidato Kemenangan Barack Obama
[diterjemahkan dengan improvisasi oleh I Made Andi Arsana]

Selamat malam Chicago!
Seandainya di luar sana masih ada yang meragukan apakah benar Amerika adalah tempat di mana segala kemungkinan bisa terjadi; seadainya masih ada yang mempertanyakan apakah mimpi dan harapan para pendiri bangsa kita masih hidup di masa kini; seandainya masih ada yang meragukan kekuatan demokrasi kita; maka malam ini adalah jawabannya.

Continue reading “Perubahan itu telah tiba”

Shcengen Visa

Schenen Visa
Schenen Visa

Bagi orang Indonesia sepertiku, urusan visa benar-benar bisa menjadi cerita. Ketika memutuskan untuk berangkat ke Oslo, Norwegia guna membawakan sebuah makalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari Visa Schengen. Warga Indonesia memang memerlukan visa untuk berkunjung ke hampir semua Negara kecuali yang di kawasan Asia tenggara. Berbeda dengan warga Negara Australia, Jepang, Amerika atau beberapa Eropa, mereka jarang sekali dipusingkan urusan visa kalau ingin bepergian. Tentu saja, kecuali jika datang ke Indonesia 🙂

Continue reading “Shcengen Visa”

Dua Puluh

Tanggal 12 April tiga tahun silam saya berjingkrak di depan komputer, girang bukan kepalang. Pasalnya, untuk pertama kalinya tulisan saya dimuat di The Jakarta Post (JP), koran internasional yang terbit di Jakarta. Kini JP telah berusia setengah abad, menulis pun menjadi langganan bagi saya. Mesti jujur harus diakui bahwa saya tidak pernah lagi menemukan perasaan segembira mendapati tulisan pertama ketika menyaksikan satu demi satu tulisan saya bermunculan di halaman JP, pencapaian ini juga layak dicatat.

Iseng-iseng, ketika tulisan saya tentang Global Warming dipublikasikan di penghujung Maret 2008, saya menghitung jumlah tulisan saya di JP. Ternyata jumlahnya sudah mencapai 20, ya dua nol, double digit, big two o, kalau mengutip gaya Alex the Lion di Madagascar. Bagi seorang kawan penulis kolom Analisis di KR, angka 20 pastilah bukan apa-apa karena baru saja dia memberitakan kalau artikelnya sudah mencapai 150-an di koran tersebut. Bagi Gede Prama yang sudah menulis puluhan buku dan ratusan artikel, angka 20 juga pastilah bukan berita. Tapi bagi saya ini berita. Berita yang tidak kecil bahkan.

Harus diakui bidang ilmu geospasial (geodesi dan geomatika) bukanlah sesuatu yang populer. Tidak mudah menjumpainya di media umum seperti koran, dan tentu saja tidak selaris berita pemerkosaan atau bencana alam. Berhasil menuliskannya sebanyak 20 artikel dalam waktu kurang dari 3 tahun rasanya tidak berlebihan jika disyukuri. Tulisan ini saya kira boleh dijadikan bukti bahwa saya tidak sedang bermarturbasi ilmiah. Banyak peneliti yang kadang meriset sesuatu sendiri, menuliskannya sendiri kemudian mempublikasikannya di media sendiri yang eksklusif untuk dibaca oleh kolega dari kalangan sendiri sehingga yang mengalami kepuasan pun adalah kalangan sendiri yang terbatas. Tidak beda dengan bermarturbasi.

Banyak yang bertanya, bagaimana strateginya agar bisa produktif berkarya. Jawabannya sederhana saja. Saya selalu menyiapkan setidaknya dua jenis publikasi untuk satu tema. Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, saya tentunya harus mempublikasikan penelitian saya dalam bentuk makalah yang ditujukan kepada masyarakat ilmiah (jurnal, konperensi, seminar, dll). Di saat yang sama saya akan membuat tulisan berisi 1000 kata yang sifatnya populer untuk tema yang sama. Meski tidak selalu berhasil diterbitkan di media massa, setidaknya tulisan itu nampang di blog saya yang dikunjungi setidaknya 100 orang setiap harinya dari 100 lebih negara. Ini juga termasuk publikasi efektif saya kira.

Apa yang saya dapat dari semua ini? Banyak. Banyak sekali. Saya tidak mengatakan angka 12 juta dari honor tulisan tentu saja. Itu belum apa-apa.