Dua Puluh


Tanggal 12 April tiga tahun silam saya berjingkrak di depan komputer, girang bukan kepalang. Pasalnya, untuk pertama kalinya tulisan saya dimuat di The Jakarta Post (JP), koran internasional yang terbit di Jakarta. Kini JP telah berusia setengah abad, menulis pun menjadi langganan bagi saya. Mesti jujur harus diakui bahwa saya tidak pernah lagi menemukan perasaan segembira mendapati tulisan pertama ketika menyaksikan satu demi satu tulisan saya bermunculan di halaman JP, pencapaian ini juga layak dicatat.

Iseng-iseng, ketika tulisan saya tentang Global Warming dipublikasikan di penghujung Maret 2008, saya menghitung jumlah tulisan saya di JP. Ternyata jumlahnya sudah mencapai 20, ya dua nol, double digit, big two o, kalau mengutip gaya Alex the Lion di Madagascar. Bagi seorang kawan penulis kolom Analisis di KR, angka 20 pastilah bukan apa-apa karena baru saja dia memberitakan kalau artikelnya sudah mencapai 150-an di koran tersebut. Bagi Gede Prama yang sudah menulis puluhan buku dan ratusan artikel, angka 20 juga pastilah bukan berita. Tapi bagi saya ini berita. Berita yang tidak kecil bahkan.

Harus diakui bidang ilmu geospasial (geodesi dan geomatika) bukanlah sesuatu yang populer. Tidak mudah menjumpainya di media umum seperti koran, dan tentu saja tidak selaris berita pemerkosaan atau bencana alam. Berhasil menuliskannya sebanyak 20 artikel dalam waktu kurang dari 3 tahun rasanya tidak berlebihan jika disyukuri. Tulisan ini saya kira boleh dijadikan bukti bahwa saya tidak sedang bermarturbasi ilmiah. Banyak peneliti yang kadang meriset sesuatu sendiri, menuliskannya sendiri kemudian mempublikasikannya di media sendiri yang eksklusif untuk dibaca oleh kolega dari kalangan sendiri sehingga yang mengalami kepuasan pun adalah kalangan sendiri yang terbatas. Tidak beda dengan bermarturbasi.

Banyak yang bertanya, bagaimana strateginya agar bisa produktif berkarya. Jawabannya sederhana saja. Saya selalu menyiapkan setidaknya dua jenis publikasi untuk satu tema. Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, saya tentunya harus mempublikasikan penelitian saya dalam bentuk makalah yang ditujukan kepada masyarakat ilmiah (jurnal, konperensi, seminar, dll). Di saat yang sama saya akan membuat tulisan berisi 1000 kata yang sifatnya populer untuk tema yang sama. Meski tidak selalu berhasil diterbitkan di media massa, setidaknya tulisan itu nampang di blog saya yang dikunjungi setidaknya 100 orang setiap harinya dari 100 lebih negara. Ini juga termasuk publikasi efektif saya kira.

Apa yang saya dapat dari semua ini? Banyak. Banyak sekali. Saya tidak mengatakan angka 12 juta dari honor tulisan tentu saja. Itu belum apa-apa.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

1 thought on “Dua Puluh”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s