Bakat

Saya sedang jalan-jalan di sebuh swalayan di Jogja. Asti perlu membeli beberapa barang untuk keperluan laboratorium. Sebagai pengantar, saya dan Lita hanya mengikuti di belakang, sampai pada satu lokasi. “Ayah, wait for second” Lita tiba-tiba berteriak dan berhenti. Dia menunjuk satu barang dan mulai nyerocos “You know what, that is Rinso. If we use only soap, the dirt won’t get off, but if we use Rinso, the dirt will get off our shirt” Saya melongo saja melihat Lita yang sudah jadi ‘korban’ iklan. The very very happy victim, kalau boleh saya bilang. Belum lagi sempat saya tanya lebih jauh, dia sudah menunjuk barang lain dan nyerocos. “This is called Molto ultra. If we use Molto Ultra, the cloth will smell nice all the day!” Gubrak! Saya kaget bukan kepalang. Benar-benar deh Lita jadi korban iklan.

Continue reading “Bakat”

Merenungi 2010

Sebenarnya semua penggal waktu bisa menjadi istimewa. Sebaliknya, semua periode bisa jadi tidak istimewa jika dibiarkan berlalu begitu saja. Tahun 2010 tidak ada bedanya, dia istimewa, sekaligus juga tidak. Tergantung masing-masing orang melihatnya. Bagi saya, setiap penggal waktu itu bermakna.

Januari 2010, buku populer pertama saya terbit di Jakarta oleh Lingkar Pena. Setelah lama sekali berproses dan mengalami ketidakmenentuan, akhirnya buku itu terbit juga. Cincin Merah di Barat Sonne (CMBS), demikian judulnya dan mulai beredar bulan Januari 2010. Tentu saja saya sangat bahagia dan bangga, meskipun buku itu tidaklah sedasyat Laskar Pelangi atau buku-buku laris lainnya. Setidaknya saya mengerti betapa tidak mudahnya menerbitkan sebuah buku populer.

Continue reading “Merenungi 2010”

Tips Beasiswa: Tes IELTS dan Wawancara ADS

http://www.businesspundit.com/

Saya masih berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta ketika saya mendapat panggilan dari AusAID perihal wawancara Australian Development Scholarship (ADS) di bulan November 2002 silam. Dalam panggilan itu, ada sepucuk surat dengan berbagai lampiran jadwal ujian wawancara dan ujian IELTS serta satu buku panduan yang cukup tebal. Saya masih ingat, warnanya merah bata. Bagi banyak orang di Indonesia, surat ini adalah berkah luar biasa, telah ditunggu berbulan-bulan dalam ketegangan. Ada teman yang berkelakar beberapa tahun setelahnya bahwa jika mendapat surat dengan amplop besar dari AusAID artinya lolos wawancara. Jika amplopnya kecil, artinya hanya berisi surat permohonan maaf alias penolakan. November 2002, saya memang mendapat amplop besar dan tebal.

Continue reading “Tips Beasiswa: Tes IELTS dan Wawancara ADS”

Tips Beasiswa: Surat Rekomendasi

http://shutterstock.com

Surat rekomendasi ini hampir selalu diperlukan dalam perburuan beasiswa. Tidak hanya untuk mendapatkan beasiswa, untuk mendaftar sekolah (S2, S3) pun surat rekomendasi ini perlu. Dalam bahasa lain, surat rekomendasi dikenal dengan recommendation letter, atau reference letter. Untuk singkatnya, kita sebut saja SR sebagai pengganti surat rekomendasi.

Mendapatkan surat rekomendasi ini ternyata tidak mudah. Selain itu, seringkali pelamar beasiswa tidak tahu persis kepada siapa harus meminta SR. Pun setelah menemukan calon pemberi SR, tidak sedikit dari mereka yang tidak yakin atau tidak tahu format SR yang sesuai.

Continue reading “Tips Beasiswa: Surat Rekomendasi”

Terpasung di perempatan

taken from http://sunnytarotblog.blogspot.com/

Aku berkelana di sebuah desa, menyusuri jalanan yang terjalin dari bebatuan berukir ulah manusia yang fana. Gelap jalanan itu, berhias temaram lampu minyak. Di tepinya berderet gapura-gapura dan benteng ringkih yang melindungi istana-istana kecil yang mengenaskan. Penjaja hidangan bersemu sendu mematung di sudut-suduh jalan bercahayakan lentera yang juga temaram. Lehernya kurus, keriput dan panjang, wajahnya tirus lesu namun menatap tajam. Rambutnya putih pucat terurai hingga bahu. Telinganya panjang berjuntai menyentuh pundaknya yang telanjang dan keriput. Sesekali dia menyeringai, giginya kehitaman, sisa-sisa tembakau bersembunyi lekat berbaur dengan sirih dan gambir yang pekat dan pucat. Wajah itu tak kan kaulihat di sembarang tempat. Aku melihatnya karena aku adalah sang waktu yang selalu melihat dan mencatat.

Continue reading “Terpasung di perempatan”

Asumsi


http://farm3.static.flickr.com/

Saat akan ke Monaco, saya melewati imigrasi di Bandara Sydney. Seperti biasa, ada pemeriksaan paspor. Saya menuju ke loket dengan petugas yang nampak berwajah Asia, kemungkinan besar Filipina. Sebelum saya bicara apa-apa dan sebelum dia memeriksa passpor saya dia mengeluarkan satu kalimat yang tidak saya mengerti artinya. Saya tahu itu Bahasa Tagalog. Dia pastilah menduga saya asli Filipina, seperti dirinya.

“Maaf Pak?” saya balik bertanya kepada dia, kali ini dalam Bahasa Indonesia, bukan Bahasa Inggris. Tentu saja dia tidak mengerti apa yang saya bilang, tetapi segera yakin saya bukan orang Filipina.

Oh, I thought you are a Philippino!” katanya dengan ringan sambil tersenyum.

Tentu saja tidak ada yang istimewa dari cerita ini. Perlakuan seperti ini sering saya alami di luar Indonesia. Petugas keamanan Gedung PBB di New York juga melakukan hal yang sama ketika saya memasuki gedung itu. Banyak satpam di sana berasal dari Filipina dan tanpa pikir panjang berbicara dalam Bahasa Tagalog dengan saya. Ada asumsi yang bermain di sini. Lebih sering saya tidak hiraukan, tetapi sekali waktu saya merasa agak terganggu juga. Saya menduga ini adalah bentuk sederhana dari sikap ‘stereotyping’ atau ‘generalising’ secara berlebihan.  Sangat berbahaya bermain dengan asumsi karena kita tahu, “assumption is the mother of all f**k ups!” Kadang merasa perlu untuk melayani permainan asumsi ini.

Continue reading “Asumsi”

Membuat Peta dengan Google Maps

 

Sebagai orang Geodesi, saya merasa bahwa munculnya Google Earth dan Google Maps merupakan suatu revolusi yang mengubah pandangan orang (awam) terhadap data dan informasi geospasial berupa peta. Google telah membuat peta menjadi sesuatu yang akrab dengan berbagai kalangan, tidak hanya orang teknis. Munculnya Google Maps ini melengkapi revolusi sebelumnya dengan ketersediaan GPS, Global Positioning System.

Continue reading “Membuat Peta dengan Google Maps”

Radius Siaga Merapi

Seberapa jauh tempat tinggal Anda dari puncak Gunung Merapi?

Gunakan:
[+] untuk memperbesar tampilan peta (zoom in)
[-] untuk memperkecil tampilan peta (zoom out)
[tanpa panah] untuk menggeser tampilan peta
Klik pada tiap lingkaran untuk melihat keterangan radius (15, 20, 25, 30 dan 35 kilometer dari Gunung Merapi)

Untuk Pengguna Google Earth, silakan unduh file KML di sini.

Jika ingin melihat peta dengan ukuran lebih besar, silakan klik di sini

Bagi Anda yang memiliki informasi terkait Bencana Merapi yang ingin dibagi kepada khalayak, silakan kunjungi Peta Partisipatif yang dikembangkan oleh UGM.

The power of networking

Ibu saya selalu mengingatkan, teman sangatlah penting artinya dalam hidup. Pengalaman beliau menjalani usaha kecil di dunia properti membuatnya yakin bahwa teman adalah kekayaan yang sangat penting artinya. Teman lah yang seringkali menyelamatkan kita dalam kegentingan, teman juga yang mengingatkan kita dalam kekhilafan. Tentu saja ibu saya juga percaya, teman yang dimaksudnya bukanlah teman untuk berkolusi apalagi berkorupsi dan bernepotisme.

Dalam bahasa lebih seram yang sering saya dengar dalam beberapa tahun terakhir, istilah pertemanan yang tadinya sederhana itu berganti dengan istilah lain yang lebih canggih dan rumit: networking. Jejaring atau networking adalah istilah lain untuk menjelaskan perlunya kita memiliki teman baik dalam jumlah yang banyak. Meski sebaiknya tidak boleh didasari dengan suatu niat untuk mengambil keuntungan secara berlebihan, memiliki semakin banyak teman tentu samakin baik. Kenyataannya memang demikian.

Continue reading “The power of networking”

A three-minute thesis competition

This is what happens if a a three-year’s worth of works have to be presented only in three minutes.