The power of networking


Ibu saya selalu mengingatkan, teman sangatlah penting artinya dalam hidup. Pengalaman beliau menjalani usaha kecil di dunia properti membuatnya yakin bahwa teman adalah kekayaan yang sangat penting artinya. Teman lah yang seringkali menyelamatkan kita dalam kegentingan, teman juga yang mengingatkan kita dalam kekhilafan. Tentu saja ibu saya juga percaya, teman yang dimaksudnya bukanlah teman untuk berkolusi apalagi berkorupsi dan bernepotisme.

Dalam bahasa lebih seram yang sering saya dengar dalam beberapa tahun terakhir, istilah pertemanan yang tadinya sederhana itu berganti dengan istilah lain yang lebih canggih dan rumit: networking. Jejaring atau networking adalah istilah lain untuk menjelaskan perlunya kita memiliki teman baik dalam jumlah yang banyak. Meski sebaiknya tidak boleh didasari dengan suatu niat untuk mengambil keuntungan secara berlebihan, memiliki semakin banyak teman tentu samakin baik. Kenyataannya memang demikian.

Suatu hari, sekitar jam 1 malam waktu Wollongong, seorang kawan menelpon saya, mengabarkan bahwa kawan kami lainnya sedang mengalami musibah, ayahnya berpulang. Telepon ini adalah untuk menanyakan apakah saya bisa mendapatkan tiket pesawat ke Indonesia hari itu juga (pagi). Dengan merafalkan mantra-mantra saya berhasil mendapatkan tiket itu. Tentu saja mantra-mantra yang dimaksud adalah memencet nomor HP Jamie, seorang kawan yang memiliki travel agent. Pertemanan saya dengan Jamie membuat urusan lebih lancar meskipun itu tidak bisa menyelamatkan nyawa.

Di hari lain, karena keteledoran sendiri saya hampir tidak bisa berangkat ke Vietnam karena paspor saya hampir habis masa berlakunya. Pertemanan saya dengan diplomat di Konjen Indonesia di Sydney yang akhirnya menyelamatkan saya. Meskipun kenyataannya Konjen selalu siap membantu setiap warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan, kedekatan saya secara pribadi dengan banyak orang di Konjen tentu membuat semuanya lebih mudah. Petugas Singapore Airlines boleh terkejut tidak percaya bahwa ada yang bisa memperpanjang passport dalam waktu hanya satu jam tetapi persahabatan memang bisa melahirkan keajaiban.

Saya tidak pernah membayangkan akan pernah memerlukan tiket untuk pulang ke Indonesia secara mendadak. Anggapan ini runtuh pada tanggal 15 September 2010 ketika mendapat kabar bahwa Asti, istri saya, masuk rumah sakit karena pendarahan. Hamilnya yang beru beberapa minggu ternyata mengalami masalah sehingga terjadi pendarahan yang mengakibatkannya harus dirawat di rumah sakit. Tentu saya tidak bisa tenang meskipun semua pihak mencoba meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Saya memutuskan untuk pulang besok paginya, sementara malam itu sudah jam sembilan lebih. Perlu keajaiban tingkat tinggi agar saya bisa pulang besok paginya. Keajaiban itupun terjadi, lagi-lagi karena pertemanan dan persahabatan. Jamie selalu siap sedia untuk membantu saya di saat-saat kritis seperti itu. Meskipun tidak secara materi, saya tentu telah berhutang banyak sekali secara moral kepadanya. Tidak salah jika ‘keajaiban’ tangan Jamie bahkan masuk dalam buku perjalanan hidup seorang Sudaryomo Hartosudarmo, mantan Konjen RI Sydney. Jamie lah yang berhasil menyediakan tiket bagi rombongan Gubernur Sutiyoso yang harus pulang ke tanah air secara mendadak dari Australia ketika ‘dipermalukan’ di Sydney beberapa tahun silam.

Saya pernah mendapat email dari seorang kawan perihal kunjungan tim salah satu perguruan tinggi di Indonesia ke Australia yang salah satunya akan mengunjungi University of Wollongong. Karena sesuatu hal, tim tersebut belum sempat mengkomunikasikan rencana kunjungan tersebut kepada pihak University of Wollongong. Saya dimintai bantuan untuk melakukan hal tersebut. Tentu saja tidak mudah melakukan ini mengingat waktu yang mepet dan tim kunjungan sudah berada di Sydney. Artinya, pemberitahuannya mendadak dan bisa dimengerti jika misalnya kunjungan tersebut ditolak karena alasan penjadwalan.

Saya berstatus sebagai International Student Advisor di University of Wollongong dan segera memanfaatkan posisi tesebut. Singkat cerita, ‘keajaiban’ kecil pun terjadi dan sebuah fakultas di University of Wollongong bersedia menerima tim dari Indonesia dan bahkan mengajak diskusi yang sangat intens dan produktif. Proses formal yang biasanya cukup panjang bisa dipersingkat karena kekuatan jejaring: the power of networking. Saya lega sekali telah berhasil melakukan suatu hal kecil untuk kawan saya, dan terutama untuk Indonesia, meskipun mungkin tidak berharga.

Pagi-pagi saya dikejutkan oleh dering telepon saat saya belum lagi terjaga sempurna. Belum sempat saya sadari apa yang terjadi, terdengar isak tangis memilukan di seberang sana. Seorang kawan mendapat berita duka, ibunda tercintanya berpulang. Maksud dari komunikasi itu adalah agar saya membantunya mendapatkan tiket untuk pulang ke Indonesia hari itu juga. Jika saja tidak untuk sebuah kematian, permintaan tersebut tentu saja bisa dikategorikan abnormal. Meski demikian, kematian memang tidak pernah berpesan apalagi mengirim ‘advance team’. Kematian hampir selalu datang mendadak.

Mantra-mantra yang sama saya rafalkan, teman saya ini berhasil terbang dari Sydney ke Indonesia pagi itu juga. Kali ini, bukan hanya kekuatan persahabatan yang menentukan, keterlambatan keberangkatan pesawat menjadi jawabannya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mensyukuri pesawat Garuda hari itu ditunda keberangkatannya hingga beberapa jam. Alam memang kadang menyediakan jalan keluar dengan caranya sendiri yang misterius. Dengan campur tangan Sang Keberadaan, saya tetap meyakini persahabatan adalah hal yang penting bagi hidup saya. Banyak hal terselesaikan karena persahabatan dan tentunya tanpa harus menjadi penjahat atau perusak sistem.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “The power of networking”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s