Belajar Bahasa Inggris

Mbah Dukun Google

Tulisan ini bukan tentang tips belajar Bahasa Inggris. Jika itu yang Anda cari, silakan untuk tidak melanjutkan. Kisah ini diceritakan oleh seorang kawan. Bapaknya memiliki semangat yang hebat, beliau memulai kursus Bahasa Inggris saat usia sudah tidak muda lagi. Layaknya belajar Bahasa Inggris di Indonesia, semua dimulai dengan huruf dan kosakata. Sang Bapak belajar melafalkan huruf lalu berlanjut pada kata ganti orang. Beliau mulai memahami kata ganti orang untuk berbagai subyek. Bahwa, misalnya, she itu adalah untuk cewek, he itu untuk cowok, mereka diganti they, saya itu I dan seterusnya.

Setelah beberapa saat mengikuti kurus, tibalah saatnya guru melakukan pengujian sederhana dengan melemparkan pertanyaan. Satu per satu murid disuguhi pertanyaan sederhana, misalnya “what is your name?” atau “how old are you?” ataupun sekedar “how are you?”. Melihat satu peserta kursus yang sudah berumur, sang guru memberikan pertanyaan yang agak berbeda kepada Bapak kawan saya ini, “how many children do you have?” Bagi sang Bapak, pertanyaan ini tidaklah sulit. Tentu saja beliau bisa menjawab dengan mudah bahwa anaknya ada empat. Untuk menunjukkan kemampuannya, beliau bahkan berniat mengelaborasi bahwa beliau memiliki dua anak cowok dan dua anak cewek. Dengan mantap dan percaya diri dijawablah, “four! two she two he.Moral of the story: kemampuan kosakata boleh bagus, yang juga penting adalah konteks makna.

Continue reading “Belajar Bahasa Inggris”

Tips Beasiswa: Tes IELTS dan Wawancara ADS

http://www.businesspundit.com/

Saya masih berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta ketika saya mendapat panggilan dari AusAID perihal wawancara Australian Development Scholarship (ADS) di bulan November 2002 silam. Dalam panggilan itu, ada sepucuk surat dengan berbagai lampiran jadwal ujian wawancara dan ujian IELTS serta satu buku panduan yang cukup tebal. Saya masih ingat, warnanya merah bata. Bagi banyak orang di Indonesia, surat ini adalah berkah luar biasa, telah ditunggu berbulan-bulan dalam ketegangan. Ada teman yang berkelakar beberapa tahun setelahnya bahwa jika mendapat surat dengan amplop besar dari AusAID artinya lolos wawancara. Jika amplopnya kecil, artinya hanya berisi surat permohonan maaf alias penolakan. November 2002, saya memang mendapat amplop besar dan tebal.

Continue reading “Tips Beasiswa: Tes IELTS dan Wawancara ADS”

Tips Beasiswa: Surat Rekomendasi

http://shutterstock.com

Surat rekomendasi ini hampir selalu diperlukan dalam perburuan beasiswa. Tidak hanya untuk mendapatkan beasiswa, untuk mendaftar sekolah (S2, S3) pun surat rekomendasi ini perlu. Dalam bahasa lain, surat rekomendasi dikenal dengan recommendation letter, atau reference letter. Untuk singkatnya, kita sebut saja SR sebagai pengganti surat rekomendasi.

Mendapatkan surat rekomendasi ini ternyata tidak mudah. Selain itu, seringkali pelamar beasiswa tidak tahu persis kepada siapa harus meminta SR. Pun setelah menemukan calon pemberi SR, tidak sedikit dari mereka yang tidak yakin atau tidak tahu format SR yang sesuai.

Continue reading “Tips Beasiswa: Surat Rekomendasi”

Membuat Peta dengan Google Maps

 

Sebagai orang Geodesi, saya merasa bahwa munculnya Google Earth dan Google Maps merupakan suatu revolusi yang mengubah pandangan orang (awam) terhadap data dan informasi geospasial berupa peta. Google telah membuat peta menjadi sesuatu yang akrab dengan berbagai kalangan, tidak hanya orang teknis. Munculnya Google Maps ini melengkapi revolusi sebelumnya dengan ketersediaan GPS, Global Positioning System.

Continue reading “Membuat Peta dengan Google Maps”

A three-minute thesis competition

This is what happens if a a three-year’s worth of works have to be presented only in three minutes.

Sebelum Vietnam, sebuah tragedi di Bandara

Bandara Sydney, 5 Agustus 2010, jam 6.17 pagi

Perempuan ramah di depan saya menggeleng sendiri, terlihat seperti sedikit kebingungan. Sayapun terpengaruh, resah datang menyelinap, entah dari mana datangnya. Saya mencium gelagat tak beres. “You are required to have a six-month passport at least. Your passport will expire in three months. You are not allowed to visit Vietnam. I am sorry.” Perempuan itu tentu bisa melihat wajah saya yang pucat pasi. Koper yang sudah dinaikkan di atas timbangan terpaksa harus diturunkan. Perasaan saya tidak karuan, akal sehat sirna lari entah ke mana. Saya kecewa sekaligus penuh sesal, mengapa tidak mengecek sebelumnya bahwa saya perlu paspor yang setidaknya masih berumur enam bulan untuk bisa pergi ke Vietnam. Sementara itu, di tangan saya masih tergenggam gulungan peta. Peta itu harus sampai di Veitnam sore itu juga. Melihat perempuan itu sibuk bertanya pada supervisornya, ada satu harapan muncul. Mudah-mudahan ada yang bisa merafalkan mantra-mantra sehingga saya bisa berangkat ke Ho Chi Minh City, Vietnam sesuai jadwal. Sore ini pembukaan workshop dilakukan dan besok siang saya akan presentasi.

Continue reading “Sebelum Vietnam, sebuah tragedi di Bandara”

Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara

Beberapa jam terakhir, saya dihubungi beberapa orang terkait seleksi beasiswa Australian Leadership Awards (ALA). Rupanya pengumuman seleksi tahap pertama sudah keluar dan beberapa orang telah dinyatakan lolos ke tahap wawancara. Sebenarnya saya sudah pernah menulis tips wawancara ALA di blog ini tetapi rupanya masih ada yang kurang. Saya akan tambahkan di posting kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Sebelum lanjut, Anda mungkin bertanya-tanya, apa kualifikasi saya sehingga berani menuliskan tips wawancara ini. Jawaban saya sederhana, saya tidak memiliki kualifikasi resmi. Yang saya tuliskan adalah pengalaman pribadi ketika diwawancarai tiga tahun lalu ditambah hasil bacaan dan ngobrol dengan teman.

Seleksi ALA sangatlah kompetitif. Hanya kandidat luar biasa yang dipanggil untuk wawancara. Oleh karena itu, bersenang hati dan bersyukurlah karena panggilan wawancara itu adalah bentuk lain dari sebuah pengakuan. Kalau ada pengakuan yang patut membuat seseorang senang, maka pengakuan dari ALA adalah salah satunya. Anda telah menyisihkan ratusan atau mungkin ribuan orang hebat lainnya untuk bisa diwawancarai.

Continue reading “Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara”

Email saya dibajak?

Saya sering sekali menerima email yang isinya tidak jelas dari seseorang yang saya kenal baik. Dengan memperhatikan isi emailnya dan membandingkan dengan pribadi teman saya ini, tidak sulit untuk mengetahui bahwa email itu bukanlah darinya. Mengapa email itu bias ke tangan saya? Apakah emailnya telah dibajak seseorang sehingga username dan passwordnya diketahui? Ada banyak dugaan terkait kasus ini.

Alternatif pertama, emailnya memang dibajak. Dengan berbagai cara, mungkin saja seseorang berhasil mencuri passwordnya. Untuk ini, memang sebaiknya kita rajin mengganti password secara berkala. Alternatif kedua, bisa saja itu perilaku sebuah virus. Kini virus memang bisa menyebar dengan berbagai cara. Jika suatu saat Anda menerima email bervirus dan membukanya, bukan tidak mungkin virus itu akan mengacaukan email Anda sendiri. Salah satu dampaknya adalah virus secara otomatis akan mengirim email dengan isi yang diinginkannya kepada semua alamat kontak yang ada di daftar alamat email Anda. Untuk ini, rajin-rajinlah mengenali perilaku virus dan jangan sekali-sekali membuka email yang tidak diyakini asal dan isinya.

Continue reading “Email saya dibajak?”

Tips Beasiswa: Menghubungi Calon Pembimbing

Mereka yang melanjutkan sekolah pascasarjana (S2 atau S3) umumnya memerlukan pembimbing atau supervisor atau professor. Intinya, jika bersekolah yang ada komponen penelitiannya (menulis tesis atau desertasi), kehadiran pembimbing adalah wajib. Hal ini tentu tidak berlaku pada mereka yang menempuh studi S2 by coursework karena memang tidak diwajibkan membuat tesis. Program S2 semacam ini, setahu saya, ada di Australia yang bisa ditempuh dalam waktu setahun.

Continue reading “Tips Beasiswa: Menghubungi Calon Pembimbing”

Merebut Kesempatan

Saya adalah seorang surveyor. Pekerjaan saya mengukur dimensi bumi dan mewujudkannya menjadi peta. Selain itu, saya juga seorang guru. Pekerjaan menjadi dosen dan peneliti membuat saya memiliki kesempatan presentasi di berbagai konferensi di dalam maupun di luar negeri. Bulan April 2010 lalu, saat mengikuti konferensi FIG (Fédération Internationale des Géomètres) alias Federasi Surveyor Internasional, di Sydney, Australia. Di konferensi ini saya membawakan satu makalah. Dalam sebuah konferensi seperti FIG Congress, seringkali yang menarik disimak bukanlah apa yang terjadi di ruang presentasi, melainkan suasana di ruang makan atau saat istirahat minum teh.

Continue reading “Merebut Kesempatan”