23 Tahun Bersekolah

http://www.merinews.com/
http://www.merinews.com/

Suatu pagi di tahun 1984, saya berdiri di halaman SD 1 Tegaljadi bersama 4 orang lain yang sebaya usianya. “Coba ambil batu 5 biji!“, demikian Pak Ketut Merta memerintahkan. Beliau adalah kepala sekolah. Sejurus kemudian, meluncur dari mulut bijaksana beliau “coba lari ke barat!“. Saya pun mengikuti setiap perintah itu, jujur saja, dengan perasaan sedikit dongkol. Berkecamuk antara pikiran excited dan ego yang seperti dikoyak dan direndahkan. Hari itu adalah pendaftaran masuk SD, dan saya diragukan akan bisa memenuhi syarat oleh kepala sekolah. Itulah sebabnya beliau perlu membuktikan bahwa saya dapat membedakan arah timur dan barat dan terutama bisa berhitung. Di masyarakat kami di desa terpencil di Bali, tahu arah timur dan barat adalah salah satu ciri kepintaran. Karena itulah mereka yang lemah daya pikirnya dijuluki orang yang tidak tahu ‘kangin (timur) kauh (barat)’.

Continue reading “23 Tahun Bersekolah”

No, she is a girl!

I am excited to meet Shin Tay,” Lita berteriak girang saat akan saya antar ke sekolahnya. Saya baru kali ini mendengar nama temannya ini. Spontan saja saya bertanya, “is she a Chinese?” Lita juga spontan menjawab “No, Ayah. She is a girl. She is my best friend!

Saya tercenung sesaat, menyadari betapa bodohnya pertanyaan saya pada anak yang belum lagi genap 4 tahun usianya. Mungkin sulit mencari pertanyaan yang lebih bodoh dari perihal ras kepada anak balita. Mana peduli mereka dengan ras, mana urusan mereka dengan warna kulit. Apalagi agama, mereka tak ambil pusing.

Continue reading “No, she is a girl!”

Pendidikan

 

K.H. Dewantara
K.H. Dewantara

Malcolm Forbes pernah berkata, “Education’s purpose is to replace an empty mind with an open one”, bahwa tujuan pendidikan sejatinya adalah mengubah pikiran yang tadinya hampa menjadi terbuka. Forbes tidak mengatakan bahwa pendidikan dimaksudkan untuk mengisi pikiran kosong dengan segala pengetahuan, kebenaran dan apalagi doktrin atau dogma. Pandangannya jelas dan sangat bijaksana bahwa pendidikan sesungguhnya bukanlah proses menggurui atau memaksakan kebenaran pada sesoerang atau sekelompok orang.

Saya bertemu dengan banyak orang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri, di universitas kenamaan. Mereka yang mengikuti proses pendidikan sambil menyelami filosofinya, berkomentar senada: pandangan mereka lebih terbuka. Terbuka akan luasnya dunia, akan beragamnya isi jagat raya dan betapa tidak mudahnya segala sesuatu. Memperoleh gelar di luar negeri ternyata tidak serta merta membuat mereka yakin dan berjalan tegak dengan dagu terangkat bahwa mereka tahu segala sesuatu. Mereka adalah pribadi-pribadi yang justru rendah hati karena semakin mengetahui kelemahan dan kekuarangannya.

Continue reading “Pendidikan”

Dunia maya

Terjebak di dunia maya
Terjebak di dunia maya

Banyak orang tua yang menyangkan kelakuan remaja saat ini yang konon terperangkap di dunia maya dan miskin sosialisasi. Sepuluh tahun yang lalu atau lebih, sangat mudah menjumpai orang-orang menunggu bis atau berbaris dalam antrian dan bercakap-cakap satu sama lain, meskipun belum saling mengenal. Kini pemandangan menunggu bis atau ngantri sama sekali berbeda. Orang-orang, terutama kaum muda, lebih asik menekan tombol-tombol HP mereka dan senyum-senyum sendiri saat mengirim/membaca sms atau chatting. Tubuh mereka memang ada di sini, tetapi tidak jiwanya, begitu kira-kira kalau dilukiskan secara puitis meniru Dewa 19.

Continue reading “Dunia maya”

Think Globally, Act Locally…

Ibu dan Lita
Ibu dan Lita

Ilmu yang saya pelajari lima tahun belakangan ini membuat saya lebih banyak berpikir global, dalam arti lintas negara. Internasional, demikian istilahnya. Hal ini juga yang lebih sering membuat saya berpikir tentang hal-hal yang abstrak sifatnya, antarnegara atau melibatkan badan-badan dunia. Saya sering tenggelam menyimak sengketa antarnegara soal batas maritim, perebutan pulau, pelanggaran batas, penangkapan nelayan satu negara dengan negara lain dan sejenisnya.

Continue reading “Think Globally, Act Locally…”

Keputusan penting

 

aeropama.com
aeropama.com

Sudah cukup lama saya menjadi konsultan amatir soal beasiswa. Meskipun saya bukan seorang pakar, entah mengapa ada saja yang bertanya ini dan itu. Lepas dari kemampuan saya membantu mereka, saya menikmati berbagi informasi dengan siapa saja.

Suatu hari, Asti, istri saya, ingin melamar beasiswa ADS. Tentu saja dengan sekuat tenaga saya bantu. Jika orang lain saja saya bantu, istri sendiri wajarlah mendapat fasilitas istimewa. Asti, secara akademis, sangat bagus. IP yang sangat memadai, profesi sebagai dokter yang bahkan ketika itu bekerja di WHO dan nilai IELTS 6.0 membuat saya sangat yakin. Kalau kawan yang IELTSnya 5.5 saja diterima, Asti tentu memiliki kans yang tinggi. Setelah dua kali mencoba, ternyata gagal tanpa tahu apa penyebabnya.

Continue reading “Keputusan penting”

Tips belajar Bahasa Inggris

www.msche.org
http://www.msche.org

Kakak saya yang menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah SMP di Bali, pernah meminta saya memberinya tips untuk belajar TOEIC. Tujuan permintaan dia ini sebenarnya adalah untuk mencari pembanding terhadap apa yang sudah dilakukannya selama ini. Berikut jawaban saya atas permintaan kakak saya, mungkin ada manfaatnya bagi pembaca sekalian yang budiman.

Continue reading “Tips belajar Bahasa Inggris”

Menjadi pengamat

Gede Prama pernah menulis, berbahagialah mereka yang melampaui kebaikan dan keburukan, mengatasi kematian dan kelahiran. Katanya, hidup akan membebaskan kita dari segala beban jika kita bisa menjadi pengamat saja. Demikian saya memahami dengan kemampuan berpikir yang dangkal. Bisa memahami dengan tersendat, bukan berarti serta merta bisa menjalankannya. Inilah bagian tersulit. Hingga kini saya tidak berhasil menjadi pengamat kehidupan. Lebih sering terjerumus dan terseok-seok di dalamnya bahkan kadang mabuk lupa diri.

Continue reading “Menjadi pengamat”

Keberanian untuk Berubah

Pidato pengukuhan Presiden Barack Obama
[diterjemahkan dengan interpretasi oleh I Made Andi Arsana]

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air:

Saya berdiri di sini saat ini, merasa rendah hati manyambut mandat yang menunggu di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda amanatkan, dan sadar akan pengorbanan yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Saya berterima kasih pada Presiden Bush atas pelayanannya pada bangsa kita, demikian juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya selama proses transisi ini.

Hingga kini, 44 warga Amerika telah disumpah sebagai presiden. Kalimat-kalimat sumpah ini telah diucapkan saat bangsa kita mengalami kemakmuran berlimpah dan saat kedamaian berkuasa bagaikan air yang tenang. Namun begitu, ada kalanya kalimat sumpah ini diucapkan di tengah-tengah awan yang membawa mendung dan bahkan badai yang ganas. Di saat-saat seperti inilah Amerika tetap bertahan tidak saja karena kecemerlangan dan visi para pemimpinnya tetapi karena kita, bangsa Amerika, tetap yakin pada prinsip dasar pendiri bangsa kita, dan pada kebenaran prasasti kita.

Continue reading “Keberanian untuk Berubah”

Yang pertama

Jika posting sebelumnya adalah yang terakhir di tahun 2008 maka ini adalah posting yang pertama di tahun 2009. Januari hampir berakhir di tahun ini dan saya belum sempat menulis apa-apa. Pelayaran yang saya lakukan di akhir tahun lalu hingga 15 Januari tahun ini memang tidak memungkinkan saya memperbaharui blog.

Continue reading “Yang pertama”