Diaspora Indonesia: Nasionalisme dari Negeri Seberang

diaspora
Sebagian Diaspora Indonesia di Australia bertemu di KJRI Sydney

Dunia kini adalah sebuah tempat yang berbeda dibandingkan satu atau dua dekade lalu. Kita hidup di era media sosial, yang dengannya kita bisa bertegur sapa dengan seorang kawan di Russia sekaligus bergurau dengan sahabat di Afrika Selatan di menit yang sama. Kita bisa menghibur seorang sahabat di New York yang sedang sedih sambil tetap mengawasi anak yang sedang membuat PR di Jogja tanpa beranjak dari sofa kita di Sydney. Persepsi kita tentang ruang dan waktu begitu berbeda. Kita hidup di masa ketika ‘passport’ dengan jumlah pemilik terbanyak adalah akun Facebook dan tempat ngerumpi paling asik bukan lagi cafe tetapi Twitter. Rupanya inilah yang dimaksud dengan “borderless world” oleh Kenichi Omahe atau “the world is flat” oleh Thomas Friedman.

Continue reading “Diaspora Indonesia: Nasionalisme dari Negeri Seberang”