Lelucon cerdas ala Ernest Prakasa

Belakangan ini saya cukup sering menikmati Standup Comedy yang dibawakan oleh comic (standup comedian) Indonesia. Saya selalu percaya bahwa melucu sendiri tanpa lawan interaksi itu paling sulit. Perlu kemampuan luar biasa untuk menjadi lucu dengan monolog dan menggerakkan orang untuk tertawa dan terlibat. Indonesia sudah punya cukup banyak comic yang menurut saya bagus. Ernest Prakasa, selain Pandji adalah salah satu yang saya suka. Kedua orang ini agak berbeda dengan beberapa orang lain yang saya tahu karena leluconya mengandung muatan pembelajaran dan nilai kebangsaan yang cukup tinggi.

Continue reading “Lelucon cerdas ala Ernest Prakasa”

Diaspora Indonesia: Nasionalisme dari Negeri Seberang

diaspora
Sebagian Diaspora Indonesia di Australia bertemu di KJRI Sydney

Dunia kini adalah sebuah tempat yang berbeda dibandingkan satu atau dua dekade lalu. Kita hidup di era media sosial, yang dengannya kita bisa bertegur sapa dengan seorang kawan di Russia sekaligus bergurau dengan sahabat di Afrika Selatan di menit yang sama. Kita bisa menghibur seorang sahabat di New York yang sedang sedih sambil tetap mengawasi anak yang sedang membuat PR di Jogja tanpa beranjak dari sofa kita di Sydney. Persepsi kita tentang ruang dan waktu begitu berbeda. Kita hidup di masa ketika ‘passport’ dengan jumlah pemilik terbanyak adalah akun Facebook dan tempat ngerumpi paling asik bukan lagi cafe tetapi Twitter. Rupanya inilah yang dimaksud dengan “borderless world” oleh Kenichi Omahe atau “the world is flat” oleh Thomas Friedman.

Continue reading “Diaspora Indonesia: Nasionalisme dari Negeri Seberang”