A Typo: Amercia

taken from: http://www.rawstory.com/

Mitt Romney, a candidate for the US President from the Republican, was a trending topic on Twitter yesterday. It was not a good thing since the trending topic was about a typo in his campaign app for iPhone. The apple application, intended to be Mitt Romney’s official campaign iPhone app, misspells the word “America” and it says “Amercia”. Instead of “A better America”, the slogan goes “A better Amercia”. One might consider the mistake as minor since such kind of typo can happen easily but it certainly is not small at the moment in America. Not at this time of the year when tension of rivalry is getting higher between Barack Obama and Mitt Romney. Both are running for the 2012 president of the United States of Amercia, oops America on the next election in November.

As the saying goes, everybody makes mistake. However, a small mistake committed by an important person such as a candidate of the United States’ president can look very big. With such a small mistake, it becomes legitimate to question Romney’s commitment to the country. Due to the small mistake, people think it is right to ask Romney’s willingness to address problems America is now facing. Some say, for example, if he cannot even spell America correctly, how people can trust him to handle much larger problems. Other might also doubt and question whether they are going to risk their country’s future on somebody who cannot even spell the name of his country correctly. It might sound too much to relate somebody’s ability and commitment to run a country with a small mistake he made in spelling a word but this is a fact that Romney and his supporters must face. Like it or not, a small mistake such as a word typo can be excessively exploited when it comes to political rivalry.

The moral of the story seems to be that everybody can make mistakes but the impact varies depending on who does the mistake and when the mistake is committed. Ordinary people can easily be forgiven for a typo such as “America vs. Amercia” but space of tolerance is certainly limited, if any, for such kind of mistake if you are running for president of the United States. Sometimes, it is not the extent of the mistake but who commits it that matters.

Ke Luar Negeri Pertama Kali

Seperti malam pertama, apapun yang pertama hampir selalu menegangkan. Bepergian ke luar negeri pertama kali adalah salah satunya. Saya ke luar negeri pertama kali tahun 1999, waktu itu ke Pyongyang, Korea Utara. Betul, perjalanan saya ke luar negeri pertama adalah ke salah satu negeri paling kontroversial di dunia. Tegang? Pasti. Pertanyaan saya banyak sekali. Apa yang harus dibawa, apa yang tidak boleh dibawa, apakah makanan di sana cocok dengan saya, apakah petugas imigrasinya menyeramkan, apakah di sana ada mafia dan penjahat seperti di film-film Hollywood, dan seterusnya.

Continue reading “Ke Luar Negeri Pertama Kali”

Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia

Suasana diskusi di KJRI 21 Mei 2012

Jika belakangan kita sering mendengar studi banding wakil rakyat yang tidak semestinya dan ditunggangi kepentingan pribadi, maka kisah tentang Hajriyanto Y. Thohari nampaknya berbeda. Dalam perjalanan pribadinya terkait studi putrinya di Sydney, Bapak Hajriyanto Y. Thohari yang adalah Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar justru menyempatkan mengemban misi negara. Hal ini terlihat dari aktivitas beliau menghadiri berbagai acara, termasuk diskusi dengan mahasiwa Indonesia di Sydney tanggal 21 Mei 2012 di Konsulat Jenderal RI Sydney. Luhur Korsika, kawan yang duduk di sebelah saya berkelakar, “ini namanya perjalanan pribadi yang ‘ditunggangi’ kepentingan bangsa, bukan perjalanan negara yang ditunggangi kepentingan pribadi”. Saya kira ini tepat digunakan untuk menyimpulkan apa yang terjadi malam itu. Diskusi yang dipandu oleh Pak Nico, seorang diplomat KJRI Sydney, berlangsung menarik.

Kiprah seorang Hajriyanto bisa dilihat di media massa lewat tulisan dan pernyataan oralnya. Beliau juga memanfaatkan media sosial Twitter untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan memiliki situs pribadi www.hajriyanto.com. Penggunaan media komunikasi modern ini mengindikasikan niat beliau untuk berinteraksi dengan konstituennya. Sebagai seorang yang terlibat dalam memperjuangkan keterbukaan informasi publik, seorang Harjriyanto telah menjadi contoh yang layak ditiru.

Continue reading “Dua Jam Bersama Hajriyanto Y. Thohari: Introspeksi, Retrospeksi dan Prospeksi Indonesia”

Nothing better than having a lot of friends

my friends in facebook

Imagine, wherever you go in the world, there is someone smiling and and open his/her arm to give you a warm hug. That’s what friends are for.

Cinta Segitiga

Orang Bali punya pepatah, “bukit johin katon rawit” yang mirip dengan ungkapan Jawa “sawang sinawang”. Ungkapan ini kira-kira bermakna bahwa yang terlihat dari jauh kadang selalu mulus, indah dan halus. Kenyataannya belum tentu demikian. Hal ini sedang saya alami bersama keluarga.

Beberapa saat lalu kami bergembira karena Asti berhasil memenangkan beasiswa ADS yang bergengsi itu, saat ini kami dihadapkan pada situasi yang tidak satu keluargapun mengidam-idamkannya. Malam ini Asti terbang ke Bali untuk mengikuti pelatihan, saya masih berjuang di Wollongong dan Lita ditemani mbahnya sekolah di Jogja. Saat menulis ini saya melihat Asti dan Lita berkemas di Jogja lewat Skype Video Chat. Dalam kelakar saya menyebutnya sebagai “cinta segitiga: Bali, Jogja, Wollongong”. Bagi yang sudah berkeluarga dan punya anak, rasanya tidak perlu saya kisahkan dengan kata-kata betapa tidak mudahnya ini semua. Yang muda dan belum menikahpun saya kira bisa mereka-reka. Semua orang pernah jadi seorang anak, setidaknya.

Continue reading “Cinta Segitiga”

Di atas langit ada langit

 

Apapun yang saya lakukan, akan ada dua kemungkinan reaksi dari orang-orang di sekitar saya: suka atau tidak suka. Yang tidak peduli, tentu saja tidak jadi soal. Dalam menulis juga demikian, pasti ada yang tidak suka dan tentu ada juga yang suka. Bagaimana prosentase keduanya? Perlu penelitian yang serius soal ini dan sampai kini saya tidak memiliki data. Yang pasti, akan selalu ada yang suka pada apa yang saya buat dan sebaliknya ada yang tidak. Dalam hal karya, akan ada yang memerlukannya, ada juga yang sama sekali tidak memerlukannya.

Continue reading “Di atas langit ada langit”

Menjadi Minoritas

Teman saya yang tidak beragama Hindu kadang keliru mengucapkan selamat hari raya keagamaan pada saya. Tentu saja itu tidak jadi soal dan saya tidak perlu kecewa. Saya yakin Tuhan juga tidak kecewa, apalagi marah pada kekeliruan remeh temeh seperti itu. Ucapan itu, salah atau benar, begitu menyentuh karena disampaikan dengan tulus. Itu sudah lebih dari cukup. Saya terharu banyak teman Muslim, Budhis atau Nasrani yang dengan terbata-bata mengatakan ‘rahajeng nyangra Rahiha Nyepi’, misalnya. Saya yakin ini tidak mudah bagi mereka dan munculnya kata-kata itu adalah hasil kesungguhan.

Continue reading “Menjadi Minoritas”

Pak Rektor yang Bersahaja

salah satu slide presentasi

Rabu tanggal 4 April 2012, ANCORS, pusat studi tempat saya belajar S3, kedatangan tamu istimewa. Vice-Chancellor atau yang kalau di Indonesia setara dengan Rektor, datang berkunjung. Selanjutnya saya akan sebut saja beliau sebagai Rektor. University of Wollongong memiliki Rektor baru bernama Paul Wellings dan dalam beberapa minggu terakhir aktif “turun ke lapangan” melihat situasi sesungguhnya. Agak berbeda dengan di Indonesia, adalah sangat biasa bagi sebuah universitas di Australia memiliki rektor yang berasal dari luar kampus. Paul sebelumnya adalah Vice-Chancellor Lancaster University. Meskipun secara hukum hal ini dimungkinkan di Indonesia, saya belum pernah tahu ada universitas negeri besar yang rektornya berasal dari luar universitas tersebut.

Continue reading “Pak Rektor yang Bersahaja”

Someone to rely on

Balinese Lawar

Cooking is something good for hobby but it certainly can be a burden when you have to do it every day. I have learnt something by being alone in Australia that I appreciate Asti, my wife, even more for her cooking. No matter what, the show must go on and I have to cook. Buying meals everyday is undoubtedly not a financially good idea when you live in Australia. There you go, I cook. Another problem is that I am not very good at cooking. Whom do I come to when I have recipe questions? Asti is certainly one of the very first options. However, with all my respect and love to Asti, my mother sometime fits this role even better. Whenever and wherever I face cooking issue, I just dial her number and ask. She will always come with brilliant and specific answer. The good thing that I like about this ‘distance recipe’ is that my mother always says “that’s OK” whenever I said “but I don’t have that ingredient, I have only this”. With her advice, anything seems to be good enough to produce quality food.

Continue reading “Someone to rely on”

Beasiswa ADS bagi orang awam

Tulisan ini telah dimodifikasi dan disempurnakan. Silakan lihat tulisan yang baru di sini.

PreOrder: info@indolearning.com
PreOrder: info@indolearning.com