Membuat MP3 dari Video Youtube

a madeandi's life
a madeandi's life

Saya jarang sekali posting masalah teknis di blog ini. Kali ini rasanya menarik untuk diceritakan karena terkait banyak hal lain yang tidak teknis. Semoga bermanfaat untuk pembaca.

Asti, istri saya, mendapat kesempatan menari Cendrawasih di sebuah acara penggalangan dana kanker payudara di University of Wollongong, Australia. Yang menarik diceritakan adalah Asti diminta menyiapkan gamelan (musik) dalam format mp3. Sedangkan kami hanya memiliki VCD tari Bali di rumah. Saya harus mencari akal dan mendapatkan mp3 dalam waktu beberapa hari. Jika mau membeli mungkin tidak sedikit yang menjualnya. Hanya saja masih saja ada rasa iseng mendapatkan sesuatu tanpa harus membeli. Sayapun mulai mencari-cari. Setelah bercakap-cakap sebentar dengan Tante Google, saya menemukan bahwa ada software gratis yang bernama Freez Sofware yang bisa mengubah video FLV menjadi mp3.

Continue reading “Membuat MP3 dari Video Youtube”

Percakapan dekat tungku

http://3.bp.blogspot.com
http://3.bp.blogspot.com

Made Kondang tak banyak paham soal psikologi hubungan mertua dan menantu. Yang pasti diketahuinya, Men Dagdag, tetangganya, dan menantunya sering ribut, bertengkar sampai menghebohkan seisi desa. Agak jauh dari rumahnya, Men Koplar tak beda perangainya dengan mantunya. Urusan uyah lengis tak urung jadi bahan pertengkaran. Sampai-sampai Kondang hampir percaya, mertua dan menantu mungkin memang seharusnya begitu.

Continue reading “Percakapan dekat tungku”

Selamat Ulang Tahun Lita

litamorfosis

Hari ini Lita berusia empat tahun. Usia saat mana makhluk manusia sedang menunjukkan apa yang orang Bali sebut sebagai guna. Sedeng meguna, demikian katanya. Lucunya sangat, cantiknya bernilai, senyumnya meluluhkan hati yang penuh amarah. Demikianlah anak di usia empat tahun. Begitulah anak yang sedeng meguna.

Continue reading “Selamat Ulang Tahun Lita”

Wanita lain [4]

naughtyHubungan kami sesungguhnya sudah lama. Tidak saja kami berpelukan dan berciuman serta berinteraksi fisik lainnya, ada emosi yang terlibat. Ini yang dinamakan cinta, aku yakin itu. Cinta yang kata orang tak bersyarat.

Ketika Asti tidak ada, aku memanjakannya. Aku jadikan diriku budak atas gagasan-gagasan nakalnya yang liar. Hari Jumat, kami menjadi penguasa rumah karena Asti tidak ada. Dapur, kamar mandi, kamar dan ruang tamu menjadi ajang eksplorasi kreativitas dan kenakalannya. [bersambung]

Wanita lain [3]

bajuAsti sudah lenyap sejak jam 6 pagi saat hari masih berkabut dan dingin seperti tak kenal belas kasihan. Aku mendapati diri hanya berdua dengannya. Dia masih terkulai lemas di sofa, masih dengan selimut oranye dan bantal putih berbunga merah menyala. Matanya sayu dan nampak malas.

Setelah merayunya, akhirnya dia menuruti keinginanku. Berjalan ia menuju kamar mandi lalu diangkatnya tangannya menyerahkan diri sepenuhnya. Aku melukari pakaiannya satu persatu dengan perlahan. Inilah ritual hampir setiap pagi ketika Asti tidak ada dan tidak melihat kami… [bersambung]

Tujuh September


fineartamerica.com
fineartamerica.com

Kadang orang bisa kehabisan kata untuk menuturkan sesuatu yang sesungguhnya hebat tetapi terjadi berulang-ulang dan menjadi rutinitas. Di saat Tukul muncul dengan gaya khasnya di Empat Mata, hampir semua orang berbicara tentangnya. Saat stasiun televisi memutuskan untuk menayangkan Empat Mata setiap hari, lambat laun orang menjadi kehilangan gairahnya. Hampir tidak ada lagi kejutan, hampir tidak ada lagi sesuatu yang baru, meskipun sebenarnya Tukul tetaplah lucu. Sesuatu yang menjadi rutinitas kadang bisa menimbulkan kebosanan, betapapun hebatnya.

Tujuh September tahun ini tepat duabelas tahun lalu saya bertemu Asti untuk pertama kalinya. Sebagai anak muda yang dilanda cinta ketika itu kami biasa memperingati hari penting ini bahkan hampir setiap bulan 🙂 Kini, ketika cinta beranjak dewasa, saat pelukan bukan lagi sesuatu yang layak disembunyikan dan saat bercinta bukan lagi sebuah larangan, kadang kami lupa. Lupa dengan gairah lama, karena rutinitas yang mendesak. Mungkin terlalu sedikit waktu tersedia untuk saling memuji, cinta dan kemesraan juga diinvasi oleh kewajiban-kewajiban teknis memandikan Lita, menyuapi makannya, mengantar sekolah, masak, nyuci, bersih-bersih rumah.

Continue reading “Tujuh September”

Wanita lain [2]

thrublurryeyes.com
ytimg.com

Sabtu malam, Asti sudah terlelap di sampingku yang masih terjaga. Kulihat lampu di ruang tamu nampak temaram. Samar-samar terdengar suara percakapan dari sebuah film di TV. Aku tahu, masih ada seorang perempuan yang menikmati acara TV di luar sana. Aku bangun hati-hati, Asti tak terjaga. Tanpa takut membuat gaduh, aku jalan ke luar ruangan tanpa perlu berjingkat. Aku yakin Asti tidak akan bangun.

Continue reading “Wanita lain [2]”

Wanita lain [1]

vivanews.com
vivanews.com

Hari Jumat jam 3 sore, tidak seperti biasa, Asti, istriku, sudah pulang kerja. Langkah-langkah yang sedikit terburu dengan hentakan sepatu menginjak tangga terdengar hingga ke dalam rumah. Kami berdua yang masih di kamar menyadari hal ini. Dia menarik tubuhku dengan wajah panik dan mengajakku bersembunyi di balik selimut. “Let’s hide!” katanya.

Continue reading “Wanita lain [1]”

Surat untuk Pangeran

istanakunang.wordpress.com/
istanakunang.wordpress.com/

Paduka Pangeran,

Ijinkan hamba menyampaikan secarik kertas ini yang bertuliskan kata-kata sederhana. Kalimat-kalimat ini bukanlah sloka para pujangga yang akan membuai hati paduka yang sedang lara. Dia juga bukanlah mantra-mantra sakti mandraguna yang serta merta mencipta semburat senyum di wajah paduka yang telah lama dirundung nestapa. Untaian kalimat itu bukan obat yang diperolah baginda raja dari hasil bertapa di bawah pohon jakaranda. Dia tidak mengobati seketika.

Continue reading “Surat untuk Pangeran”