Wanita lain [3]


bajuAsti sudah lenyap sejak jam 6 pagi saat hari masih berkabut dan dingin seperti tak kenal belas kasihan. Aku mendapati diri hanya berdua dengannya. Dia masih terkulai lemas di sofa, masih dengan selimut oranye dan bantal putih berbunga merah menyala. Matanya sayu dan nampak malas.

Setelah merayunya, akhirnya dia menuruti keinginanku. Berjalan ia menuju kamar mandi lalu diangkatnya tangannya menyerahkan diri sepenuhnya. Aku melukari pakaiannya satu persatu dengan perlahan. Inilah ritual hampir setiap pagi ketika Asti tidak ada dan tidak melihat kami… [bersambung]

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

5 thoughts on “Wanita lain [3]”

  1. Waduh.
    Saya dapat link ke weblog ini untuk masalah Ambalat dari sebuah forum. Tapi kok yang ada di sini cerita (maaf) porno yang entah fiksi atau nyata karena saya tidak baca semua.
    Apa saya kesasar Pak?

  2. aku cuma mau ketawa aja dech liat komentar yang dari Pak/ibu kaget.. hehehehehehehehehe…
    aniway, sepakat juga “porno memang ada di pikiran dan imajinasi manusia”.

  3. biasanya mendengar kuliah hukum laut bpk andi yang sangat serius tapi santai… sekarang malah membahas tentang imajinasi “nakal” yang biasanya melintas di benak para pria..tapi itu wajar y pak..hehe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s