Tips presentasi

www.german-business-etiquette.com
http://www.german-business-etiquette.com

Saya sering melakukan dan terutama menyaksikan berbagai presentasi, mulai dari kuliah sehari-hari hingga konperensi internasional. Sejak pertama kali presentasi hingga kini, saya terus belajar dan selalu merasa ada saja yang harus diperbaiki. Saya belajar baik dari kesempurnaan maupun dari kesalahan yang saya saksikan dalam presentasi orang lain.Β Kali ini saya ingin berbagi tips untuk presentasi yang baik, setidaknya menurut saya pribadi. Jika Anda iseng mempertanyakan ‘kelayakan’ saya dalam memberi tips, Anda tidak salah karena saya bukanlah guru atau pelatih presentasi 😦 Setidaknya, kalau memang hal ini perlu dikatakan untuk sekedar menambah keyakinan, saya pernah melakukan presentasi di empat benua (saya memang belum pernah ke Afrika) dan sempat juga beruntung menjadi presenter terbaik di Annual Research Seminar yang diadakan UNSW, Australia tahun 2005. Jadi tulisan ini, walaupun mungkin tidak dikutip dari buku-buku strategi presentasi dari penulis terkemuka, mungkin ada baiknya disimak karena didasarkan pada pengalaman empirik.

Continue reading “Tips presentasi”

Shcengen Visa

Schenen Visa
Schenen Visa

Bagi orang Indonesia sepertiku, urusan visa benar-benar bisa menjadi cerita. Ketika memutuskan untuk berangkat ke Oslo, Norwegia guna membawakan sebuah makalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari Visa Schengen. Warga Indonesia memang memerlukan visa untuk berkunjung ke hampir semua Negara kecuali yang di kawasan Asia tenggara. Berbeda dengan warga Negara Australia, Jepang, Amerika atau beberapa Eropa, mereka jarang sekali dipusingkan urusan visa kalau ingin bepergian. Tentu saja, kecuali jika datang ke Indonesia πŸ™‚

Continue reading “Shcengen Visa”

Diwawancarai Radio Australia

Tanganku masih belepotan belum sempat dicuci setelah makan ketika telepon berdering. Sudah menjadi kebiasaan [buruk], keasikan bercerita mengalahkan niat untuk cuci tangan setelah makan. Tradisi ini berulang dan berulang lagi, terutama ketika aku pulang mendapati orang tua di desa. AkuΒ lihat layarΒ telepon yang seperti tak mau bertoleransi dan menyaksikan tidak ada nama yang tertera. “Call”, hanya itu yang muncul di layar, pertanda ada telepn dari luar negeri. Mungkinkah ini telepon dari University of Wollongong yang aku tunggu-tunggu?

Continue reading “Diwawancarai Radio Australia”

Tips menulis di koran

Banyak kasus mengindikasikan bahwa pembaca blog ini tidak memerlukan tips cara menulis di koran. Kebingungan mereka bisa jadi hanya satu: ke mana tulisan harus dikirim? Kalau Anda ingin mengirim ke Kompas, kirim tulisan Anda sekitar 700 kata ke opini@kompas.com. Kalau mau terbit di The Jakarta Post, kirim artikel maksimal 1000 kata ke opinion@thejakartapost.com. Tulisan untuk media lain bisa dikirim ke email redaksi atau opini masing-masing yang bisa diperoleh dengan mudah di websitenya.

Jika informasi di atas sudah cukup, Anda tidak usah melanjutkan membaca tulisan ini. Tidak banyak hal teknis yang akan Anda dapatkan. Percayalah!

Continue reading “Tips menulis di koran”

Google Translate: Untuk Survival dan Kamuflase

Jika ada pengguna internet yang mengaku tidak tahu Google, hanya ada dua kemungkinan: orang itu berbohong atau dia mengenal internet kurang dari seminggu. Seperti itulah seorang kawan mengilustrasikan keterkenalan Google. Mungkin penyataan ini tidak bisa diartikan secara harafiah tetapi setidaknya saya sendiri setuju bahwa Google memang sangat terkenal. Google bahkan sejak lama sudah menjadi kata kerja. Pengguna internet sudah terbiasa dengan istilah googling, sedang google, digoogle saja, dan sebagainya.

Dari sekian banyak fungsi Google yang seakan tidak pernah berhenti berinovasi, Google Translate (GT) adalah salah satu yang saya rasa sangat bermanfaat. GT bukanlah fitur baru dari Google. Banyak pengguna sudah terbiasa dengan GT bahkan sejak awal tahun 2000. Saya sendiri menggunakan GT sejak tahun 2004 untuk berbagai kepentingan.

Continue reading “Google Translate: Untuk Survival dan Kamuflase”

Berani bermimpi, tekun mencoba

//www.kompas.com/kompascetak/images/logokompascetak.gifSekitar tiga tahun yang lalu, saya menulis sebuah renungan dengan judul “Tentang sebuah Dendam“. Tulisan ini berkisah tentang dendam saya kepada Kompas yang akhirnya terbalaskan. Setelah bertahun-tahun menunggu, untuk pertama kalinya ketika itu tulisan saya dimuat oleh kompas, dalam rubrik Ilmu Pengetahuan. Itu adalah tulisan pertama setelah sekian kali ditolak.

Continue reading “Berani bermimpi, tekun mencoba”

100 tahun bangsa bahari

//www.thejakartapost.com/jakartapost_logo.jpg“Nenek moyangku orang pelaut/Gemar mengarung luas samudera/Menerjang ombak tiada takut/Menempuh badai sudah biasa ….”

(Our ancestors were sailors/ They sailed across the oceans/ Challenged the waves fearlessly/Surfed the storm familiarly.)

In the early 1990s or before, the above song was popular in Indonesia. I wonder whether Indonesian children nowadays still sing this song. One thing for sure, children seem to be more interested in drawing mountain views rather than seas. Does it indicate a degradation of the maritime spirit? Let us go back a while.

Continue reading “100 tahun bangsa bahari”

Terbang Rendah di Dunia Maya

Tulisan ini terbit di Suara Merdeka tanggal 1o Desember 2006. Fitur-fitur yang dibicarakan dalam tulisan ini mungkin sudah berbeda dengan yang ada saat ini.

ο»ΏMenikmati layanan peta di internet Internet boleh jadi memang bukanlah hal yang baru. Beberapa peta statis dalam bentuk jpg atau bmp sampai peta interaktif yang bisa “ditanyai” kini bertebaran di internet. Sebuah layanan yang bisa menjadi penunjuk jalan di dunia maya.
Beberapa situs peta interaktif sudah ada sejak cukup lama, terutama untuk daerah di luar Indonesia. Sebut saja Multimap.com misalnya, sebuah situs peta online paling populer di Eropa. Meski keluaran Eropa, situs ini memuat peta seluruh dunia, hanya saja dengan ketelitian yang tidak sama. Eropa dan Australia, misalnya, tentu saja jauh lebih detail dibandingkan peta Papua. Jika untuk Sydney, kita bahkan bisa mencari sampai level gang (lane), untuk Indonesia kita hanya bisa mencari nama kota atau kecamatan seperti Sabang (Aceh), atau Penebel (Tabanan, Bali). Situs ini juga menawarkan fitur pencarian alamat rinci untuk kawasan Great Britain dengan dukungan peta dari Ordnance Survey’s (semacam Badan Koordinasi Survey dan Pemetetaan Nasional kita). Sayang sekali beberapa fasilitas semacam ini hanya bisa dinikmati dengan cara berlangganan dan tidak gratis. Selain peta garis, Multimap juga menampilkan peta foto hasil pemotretan udara.

Continue reading “Terbang Rendah di Dunia Maya”