
Saya sering melakukan dan terutama menyaksikan berbagai presentasi, mulai dari kuliah sehari-hari hingga konperensi internasional. Sejak pertama kali presentasi hingga kini, saya terus belajar dan selalu merasa ada saja yang harus diperbaiki. Saya belajar baik dari kesempurnaan maupun dari kesalahan yang saya saksikan dalam presentasi orang lain.Β Kali ini saya ingin berbagi tips untuk presentasi yang baik, setidaknya menurut saya pribadi. Jika Anda iseng mempertanyakan ‘kelayakan’ saya dalam memberi tips, Anda tidak salah karena saya bukanlah guru atau pelatih presentasi π¦ Setidaknya, kalau memang hal ini perlu dikatakan untuk sekedar menambah keyakinan, saya pernah melakukan presentasi di empat benua (saya memang belum pernah ke Afrika) dan sempat juga beruntung menjadi presenter terbaik di Annual Research Seminar yang diadakan UNSW, Australia tahun 2005. Jadi tulisan ini, walaupun mungkin tidak dikutip dari buku-buku strategi presentasi dari penulis terkemuka, mungkin ada baiknya disimak karena didasarkan pada pengalaman empirik.

Jika ada pengguna internet yang mengaku tidak tahu Google, hanya ada dua kemungkinan: orang itu berbohong atau dia mengenal internet kurang dari seminggu. Seperti itulah seorang kawan mengilustrasikan keterkenalan Google. Mungkin penyataan ini tidak bisa diartikan secara harafiah tetapi setidaknya saya sendiri setuju bahwa Google memang sangat terkenal. Google bahkan sejak lama sudah menjadi kata kerja. Pengguna internet sudah terbiasa dengan istilah googling, sedang google, digoogle saja, dan sebagainya.
Sekitar tiga tahun yang lalu, saya menulis sebuah renungan dengan judul “
“Nenek moyangku orang pelaut/Gemar mengarung luas samudera/Menerjang ombak tiada takut/Menempuh badai sudah biasa ….”