First time in history: Earth and Mars negotiating space boundaries

For the very first time in the universal history, Planet Earth will send its delegation to Mars to negotiate its space boundary. Following a fatal incident taking place last month around overlapping space area causing death of 150 people and 120 Martians, the United Nations Agency for Solar System Affairs (UNASSA) took an immediate action. The delegation is the first to establish in Planet Earth to deal with space boundary between Planet Earth and its neighbouring planets. The mission is to establish space boundary with neighbours by advocating the need of people in Planet Earth pursuant to the Universal Convention on the Law of the Space (UCLOS) established about two decades ago.

The signatories to the convention are growing in numbers and Planet Earth is among the first few planets to ratify. A universal tribunal has also been established pursuant to UCLOS, consisting of 101 Judges elected from different planets representing around 40 galaxies in total. Even though the judges were elected from particular planets, they serve the tribunal in their personal capacity. The tribunal, which is called the Universal Tribunal for the Law of the Space, is based in Planet Tau Ceti. The building is made in such a way to accommodate judges from different planets with significant differences in biological properties. Due to expensive cost to maintain the universal building liveable to many creatures from different planets, most of the time judges work from their home planet and work collaboratively through inter-galactic telecommunication network. It seems that time and space travel has yet to be enhanced to make the collaboration possible and effective. Teleconference is by far viewed as the most possible solution for intergalactic interaction.

Continue reading “First time in history: Earth and Mars negotiating space boundaries”

Discovering Jogja in Ho Chi Minh City

Street vendors

I was standing in front of a street food vendor and staring at noodle and meatball, thinking of having something for dinner. A lady approached me and started talking in a language that I could not understand. I believed it was Vietnamese. I looked at her and smiled and shook my head to signal her that I did not get it. Having realized that she was facing a foreigner, she called a man whom I believed to be her husband. She asked for help to communicate with me but apparently she called a wrong guy. The man spoke no English. What could I do?

Continue reading “Discovering Jogja in Ho Chi Minh City”

Maaf

Saya mencari-cari kata2 yang bagus untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri tahun ini tapi nampaknya semua kata-kata mutiara sudah dipakai tahun-tahun lalu. Mau pakai kata-kata ‘jernih’ atau ‘bening’, sudah dipakai di banyak sms sambil beriklan terselubung oleh operator 🙂

Kalau pakai pantun, sama saja.. sudah dipakai. Terutama kata “ketupat” yang berima dengan ‘lepat’ [apa pula tuh artinya?]. Akhirnya saya kontak Larry dan Sergey, pemilik Google. Mereka mau membuat logo google edisi khusus lebaran. Maaf juga katanya, kalau searching selama ini sering salah dan menggelincirkan para pemakai Search Engine ke tempat yang tidak-tidak…

Logo-nya agak maksa, tapi kita hormatilah.., better than tidak sama sekali 😀 Mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini. Selamat meraih kemenangan bagi teman-teman Muslim yang telah menuntaskan Ramadhan dengan gemilang.

 

Galoongan

Marketing in Venus

Asti menari Legong

Awal Juni 2011 saya berlibur di rumah di Desa Tegaljadi di Tabanan. Saat asik di depan laptop karena harus menyelesaikan beberapa tugas, seseorang datang berkunjung. Lelaki 40an tahun itu mengenakan kain, memakai udeng dan berselendang. Dari penampilannya, nampak beliau sedang menjalankan tugas adat. Lelaki itu, tidak lain adalah Kelihan Banjar, kepala adat di kampung kami.

Continue reading “Marketing in Venus”

Sekretaris Pribadi

Saat berkunjung ke rumah seorang kawan di New Castle, saya mendapati sebuah kalender yang sudah cukup tua umurnya. Ternyata itu adalah kalender ulang tahun, alias birthday calendar. Terus terang, saya baru benar-benar memperhatikan sebuah kalender ulang tahun dalam bentuk fisik seperti itu. Sejak mengenal internet, terutama jejaring sosial digital, bagi saya birthday calendar adalah perangkat lunak dengan basisdata tanggal ulang tahun. Kawan saya, pemilik rumah, mengatakan “this calendar has birthdays of everybody in our extended family and close friends”. Memang penting untuk mengingat hari lahir orang-orang yang dicintai dan birthday calendar sangat membantu hal ini.

Continue reading “Sekretaris Pribadi”

Istri saya…

Seorang kawan dari negeri seberang bercerita, di kampusnya di Australia pernah ada orang Indonesia yang sekolah S3. Sebut saja Pak Bambang, tentu saja bukan nama sebenarnya. Pak Bambang sangat baik, dia terkenal bahkan sampai hari ini saat studinya sudah lama rampung.

Continue reading “Istri saya…”

I Ngamyar yang menimal

Seorang kawan pernah bercerita tentang kerabatnya. I Ngamyar namanya, orang Bali asli yang menurut kebanyakan orang, sederhana tingkah polahnya. Meski nampaknya tidak termasuk dalam daftar kosakata Bahasa Bali baku, ‘ngamyar’ sendiri menyisakan kesan makna nanggung, terserak, tidak tegas dan atau tercecer tak teratur. Entahlah, apa demikian memang maksud orangtuanya ketika memberi nama kepada I Ngamyar. Atau bisa saja Ngamyar hanyalah nama panggilan yang sesungguhnya berbeda jauh dengan nama aslinya. Tidak jarang orang Bali dipanggil dengan sebutan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama sebenarnya. Simaklah, Putu Sudiartama bisa menjadi Bagong, atau Wayan Mertayasa bisa menjadi Toblo. Barangkali demikian pula nasib I Ngamyar. Namun kisah ini bukanlah tentang nama.
Continue reading “I Ngamyar yang menimal”

Kitab Gaul

http://hernandi89.wordpress.com

Seorang kolega senior tiba-tiba mendatangi saya bertanya seraya menunjukkan HPnya. “Mas Andi, be-te-we itu artinya apa ya?” tanya beliau dengan polosnya. Saya jadi tergagap, antara takut salah dengar dan ingin spontan tertawa. “Ya Pak…” saya menjawab nanggung dan ragu. “Ini lo ada mahasiswa yang sms saya, pakai istilah be-te-we. Saya nggak ngerti. Anak-anak sekarang bahasanya aneh-aneh saja” beliau meneruskan sambil sedikit curhat. Saya baru paham tetapi berhasil menguasai diri untuk tidak tertawa. “Oh, be-te-we itu singkatan dari by the way, Pak” jawab saya kalem, seakan itu pertanyaan biasa yang memerlukan jawaban biasa saja. Beliau menjawab “Oh, saya kira artinya batas wilayah, bidang yang Mas Andi tekuni” Dalam hati saya terpingkal, what the, dan ingin berguling-guling di lantai.

Continue reading “Kitab Gaul”

I = V / R

Kawan, kalau saja keberhasilan itu seperti kuat arus (I) yang memang harus kamu capai, maka kamu punya Voltase (V) dan Resistensi (R) yang harus dikelola. Voltase itu kemampuanmu dan Resistensi itu segala hambatan yang harus kamu hadapi. Tahukan engkau kawan, Voltase itu bertengger di atas dan Resistensi itu nangkring di bawah. I = V/R, demikianlah dunia menyepakati. Makin besar kekuatan yang kamu miliki maka makin besar pula potensi keberhasilannmu. Sebaliknya, hambatan yang besar akan mengecilkan peluang keberhasilanmu.

Continue reading “I = V / R”