Mengantarkan Asti meraih Beasiswa ADS 2012

Musim dingin di Australia

Jika harus ditulis dalam satu kalimat singkat, maka tulisan ini menjadi “Asti berhasil memperoleh beasiswa Australian Development Scholarship untuk S2 di Australia”. Meski demikian, kita selalu tahu, bukan ujung cerita yang paling penting tetapi rangkaian cerita menju kesimpulan itu. Itulah sebabnya, seorang pembaca buku Harry Potter akan menahan diri untuk tidak buru-buru ke halaman paling belakang. Kalaupun ada teman yang sudah selesai membaca, dia akan dengan sekuat tenaga menjauhkan diri dari teman itu agar tidak jadi korban ‘spoiller’. Dengan asumsi bahwa Anda juga termasuk tipe pembaca demikian, pembaca yang mementingkan proses menuju kesimpulan, saya tulis kisah ini untuk Anda.

Entah bagaimana awalnya, saya sering menerima pertanyaan soal beasiswa, terutama Australia. Mungkin karena saya suka iseng menuliskan pengalaman, teman-teman di dunia maya sering bertanya ini dan itu. Saya menjadi konsultan beasiswa amatir. Saya gunakan istilah “amatir”, pertama karena saya memang tidak pernah menyiapkan diri untuk menjadi konsultan secara formal sehingga jawaban saya ‘seadanya’. Kedua karena memang saya tidak melakukannya untuk imbalan uang. Saya amatir dalam pengertian sesungguhnya.

Continue reading “Mengantarkan Asti meraih Beasiswa ADS 2012”

Golden age, memuji masa lalu

http://www.theculturist.com/

Di penghujung Januari 2012, saya terbang dari Australia ke Kuala Lumpur untuk selanjutnya menuju Manila. Perjalanan terasa sangat panjang, terutama karena saya sedang kurang sehat. Sudah beberapa hari sebelumnya saya pilek agak berat. Perjalanan jauh dari Indonesia ke Australia sebelumnya membuat saya lelah. Akibatnya, pilek menyerang tanpa ampun. Perjalanan ke Kuala Lumpur ini terasa semakin lama.

Untuk melewatkan waktu, tanpa semangat saya memilih film untuk ditonton dari layar pribadi di depan tempat duduk saya. Saya memilih Midnight in Paris, yang beberapa hari sebelumnya saya dengar ramai dibicarakan. Perpaduan antara deru mesin pesawat yang lumayan kencang, pendengaran bahasa Inggris saya yang tidak sempurna dan pilek yang cukup berat membuat pemahaman saya terhadap film itu tidak memuaskan. Meski begitu ada satu hal yang saya rekam dengan baik, bahwa orang memiliki kecenderungan untuk bernostalgia. Tokoh utama dalam film itu membayangkan bahwa Paris di tahun 1920 adalah masa yang luar biasa hebat. Maka dari itu dia ingin menulis novel berlatar belakang Paris di tahun 1920, biarpun dia berasal dari masa kini.

Continue reading “Golden age, memuji masa lalu”

Ketika tidak ada sinyal

Obama and his BB

Dengan smartphone yang terkoneksi dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter, seseorang betah berada di satu tempat tetapi jiwanya melayang ke mana-mana. Tidak mudah menjumpai anak muda yang berbicara dengan orang-orang tidak dikenal saat menunggu bus di halte misalnya, karena masing-masing sibuk tersenyum dan tertawa dengan handphonenya. Tidak hanya anak muda, yang tidak terlalu muda pun melakukan hal yang sama. Saya juga kerap ada dalam situasi itu: asik berbagi lewat twitter tanpa menghiraukan orang-orang di sekitar saya. Menariknya, naluri berbagi yang cukup tinggi itu justru terjadi bersamaan dengan ketidakpedulian saya pada orang-orang yang sesungguhnya secara geografis lebih dekat dengan saya pada saat itu. Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama?

Continue reading “Ketika tidak ada sinyal”

Sekali waktu, gertakan juga perlu

dipinjam dari http://www.sesawi.net/

Peristiwa ini terjadi tahun 2005, di sebuah tempat di Sydney, Australia. Hari itu saya menunggu bus untuk berangkat kerja di sebuah perusahaan pembuat kue (pastry). Jarak dari rumah ke halte bus cukup jauh sehingga saya berangkat pagi-pagi agar bisa tiba di halte sebelum bus tiba. Saya tahu, bus yang tepat untuk saya adalah nomor 357 pada jam 8.25 pagi karena saya harus mulai bekerja jam 9.00 pagi. Saat tiba di bus, saya melihat seorang kawan yang juga orang Indonesia sudah menunggu bus dengan santai. Rina, nama kawan itu. Saya sempat melirik jam tangan, waktu menunjukkan pukul 8.15, berarti saya memiliki waktu sepuluh menit sebelum bus tiba. Lebih dari cukup, saya pikir. Sayapun menghabiskan waktu bercakap-cakap dengan Rina.

Continue reading “Sekali waktu, gertakan juga perlu”

Parkir

Genjo megadakan reuni, temu kangen dengan teman-temannya sesama lulusan luar negeri. Belum lengkap satu bulan mereka di tanah air, kerinduan sudah memuncak dan mereka memutuskan untuk mengadakan reuni. Isinya sederhana saja, kangen-kangenan sambil mengenang segala kehebatan luar negeri.

Continue reading “Parkir”

Kebaikan kecil

Saya pernah membaca sebuah artikel di pertengahan tahun 1990an yang cukup menarik. Menurut artikel itu, orang sering merasa kagum dan bahkan terkesima kepada orang yang jujur, misalnya jika orang itu mengembalikan sebuah dompet yang ditemukannya di jalan. Yang menarik, artikel itu menganggap tindakan mengagumi itu sesungguhnya perwujudan dari kerusakan moral yang terjadi di masyarakat. Lebih jauh artikel itu membahas bahwa berbuat kebaikan seperti itu adalah sebuah keharusan karena diwajibkan agama, dibenarkan norma dan bahkan dianjurkan hukum. Singkatnya, mengembalikan dompet yang tertinggal kepada pemiliknya tidak lebih dari sekedar melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini tidak berbeda dengan makan atau sikat gigi. Perlukah orang dikagumi atau dipuji-puji berlebihan gara-gara rajin makan atau sikat gigi? Anak muda sekarang mungkin bilang “biasa aja kaleee”.

Continue reading “Kebaikan kecil”

Vacuum Cleaner dan Mop

vacuum cleaner

Kalau saja Anda melewatkan masa kecil di sebuah desa terpencil bernama Tegaljadi bersama saya, Anda akan tahu bahwa memiliki alat pel di tahun 1980an adalah kemewahan. Menjelang tahun 1990 keluarga saya memiliki alat pel dengan gagang sedemikian rupa dan sumbu-sumbu berjuntai. Belakangan saya juga tahu, alat ini disebut mop dalam bahasa Inggris. Saya, terutama kakak saya, sering mendapat tugas ngepel lantai setidaknya sekali sehari setiap sore. Inti dari ngepel lantai adalah menggosok sekuat mungkin hingga kotoran terkikis dari lantai. Jika terburu-buru karena tidak ingin melewatkan episode terayar sandiwara radio Misteri Gunung Merapi, gerakan menggosok harus cepat dan makin kuat.

Continue reading “Vacuum Cleaner dan Mop”

Say it with maps: popularizing geospatial

Recently, a Google Maps engineer, Ari Gilder, proposed his girlfriend, Faigy, for marriage using Google Maps for mobile. I call this as a geospatial marriage proposal. Ari describes in Google Blog how he managed to utilize My Maps in Google Maps to create a customized route for her girlfriend to follow. Using the map, Faigy finally reached a place where Ari was anxiously awaiting her arrival at the Roosevelt Island lighthouse nearby Manhattan in New York City. Ari asked the big question and it turned out to be a very romantic and memorable married proposal.

Continue reading “Say it with maps: popularizing geospatial”

A story of Bapak Pucung family

A story by Andi Arsana

borrowed from flickr.com

Once upon a time in a beautiful garden there lived an insect family of Bapak Pucung. Four of them in the family: Bapak Pucung, Ibu Pucung and two children: Ana Pucung and Dody Pucung. They are beautiful family; their color is beautiful, orange with black spots on the wings. The Pucung family members always spend their time talking to each other every time they can. Bapak Pucung is a wise father for the family and Ibu Pucung is a patient mother for her children. Ana is the oldest daughter and Dody is her little brother. They love each other.

Continue reading “A story of Bapak Pucung family”

Protes Perokok

http://www.adijaya.org/

Suka duka bekerja sebagai tukang bersih-bersih lantai di sebuah tempat hiburan sangatlah banyak. Salah satu yang membuat saya kelimpungan adalah sulitnya membersihkan abu rokok yang menempel di karpet karena terinjak-injak. Di tempat saya bekerja, ada sebuah ruangan mesin poker yang mengijinkan pengunjungnya merokok. Seperti layaknya di Australia pada umumnya, ruangan ini pasti jauh lebih kecil dibandingkan tempat bebas asap rokok. Meskipun kecil, waktu yang diperlukan untuk membersihkan bisa lebih lama karena abu rokok serta puntungnya yang berserakan dan menempel di karpet. Vacuum cleaner tidak berfungsi banyak.

Continue reading “Protes Perokok”