Setelah mengeluarkan fitur pencarian menggunakan suara, kini Google melengkapi pencarian dengan tulis tangan (hand writing). Berikut videonya.
Category: ICT
Hangout: Komunikasi Video dari Google

Tanggal 21 Juli lalu, Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, melakukan komunikasi dengan masyarakat Australia secara langsung menggunakan percakapan video di Ineternet. Menariknya, undangan untuk berinteraksi itu bahkan disampaikan lewat iklan di YouTube. Pada hari H, percakapan lewat video itu ditayangkan langsung lewat YouTube.
Teknologi sudah merambah dunia politik begitu jauhnya. Apa yang dilakukan Julia Gillard sesungguhnya bukan yang pertama karena sebelumnya Presiden Barack Obama di Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Obama berinteraksi dengan rakyat Amerika secara langsung dengan komunikasi video di internet. Ini merupakan sebuah revolusi dalam dunia politik dan bahwa jarak, waktu dan hirarki kekuasaan memang semestinya tidak menghalangi rakyat untuk menyampaikan suaranya.
Barack Obama dan Julia Gilard menggunakan alat yang sama ketika berbicara dengan masyarakat yaitu Google Hangout. Ketika saya menyampaikan hal ini di twitter, ada yang bahkan bertanya “apa itu Google Hangout?” Itu jadi salah satu alasan saya menulis artikel ini.
Pencarian dengan suara pada Google
Sudah cukup lama Google memiliki fitur pencarian dengan suara manusia. Berikut demonya.
Wollongong-California, Tiada Jarak di Antara Kita

Suatu malam saya menerima sebuah email dari seseorang dari California, US. Si pengirimnya tidak saya kenal, sepertinya seorang perempuan, jika dilihat dari namanya. Pasalnya sangat menarik, dia adalah seorang guru yang diminta menyiapkan pengajaran secara online menggunakann Facetime untuk murid-murid di kawasan pedalaman di California. Yang menarik, dia minta saya berbagi soal ini. Rupanya dia membaca beberapa tulisan saya tentang mengajar online yang pernah saya lakukan.
Beberapa menit setelah email itu, kami sudah bercakap-cakap lewat video menggunakan Facetime. Just in case you don’t know, Facetime adalah video chat dari Apple. Dia mirip dengan Skype, hanya saja tidak bersifat lintas platform, khusus barang Apple. Percakapan saya dengan orang ini adalah contoh sederhana dari kuliah jarak jauh karena saya harus menjelaskan sesuatu dengan diagram sambil diskusi lewat video. Sepertinya dia sangat tertarik. Ada sumringah di wajahnya karena sepertinya dia sudah punya rencana-rencana yang ingin segera diwujudkan. Saya menjelaskan proses kuliah online ini seperti yang saya lakukan dengan Pak Imam Baihaqi atau dengan Pak Ali Hapsah beberapa waktu lalu.
Yang menarik, saya baru saja berbagi tentang penggunaan Apple untuk kuliah online kepada seorang guru yang berasal dari Apple Capital City of the World. Apple, kalau teman-teman lupa, berkantor pusat di California. Kalau orang Bali justru belajar lontar dan sastra Bali dari Museum di Belanda, maka tidak aneh jika orang Amerika belajar kuliah online dengan Facetime dari orang Indonesia. Seperti itulah dunia saat ini.
PS. Tulisan saya terkait kuliah online ini masuk final Lomba Menulis Telkom Solution. Jika tertarik dan suka, silakan LIKE di laman FB Telkom Solution ya 🙂
Sukailah saya!

UPDATE: Saya tidak berhasil jadi juara dalam lomba ini 🙂 Terima kasih atas dukungan teman-teman semua.
Rasanya memang maksa banget kalau saya harus katakan “sukailah saya!” Namun memang demikianlah kompetisi dewasa ini. Pemenang ditentukan oleh seberapa banyak yang menyukai sesuatu. Dalam bahasa Facebook: “like”.
Saya ikut lomba menulis Telkom Solution dan ternyata tulisan saya masuk final. Pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah “likes” yang diperoleh oleh masing-masing tulisan. Jika teman-teman merasa tulisan saya layak untuk jadi pemenang, silakan klik “like” di link ini: https://www.facebook.com/TelkomSolutionID. Saya adalah finalis #4 dengan judul tulisan “Teknologi Inspirasi: Jarak Bukan Lagi Tirani”. Kalaupun bukan untuk menyukainya, silakan membaca tulisan tersebut, semoga berguna.
Jadi, istilahnya mungkin bukan “sukailah saya” tetapi, “berikanlah apresiasi teman-teman jika memang tulisan saya layak disukai”. Terima kasih 🙂
Membuat animasi di Power Point dengan Grafik dari Excel
Seorang kawan baik meminta saya membantunya perihal presentasi yang sedang disiapkan untuk sebuah konferensi. Dia memiliki grafik yang dibuat dengan Excel dan ingin disajikan dengan power point saat presentasi. Jika saja penyajian ini menggunakan tampilan statis tentu tulisan ini tidak perlu ada karena tinggal copy grafiknya di Excel dan paste di Power Point. Teman saya tentu saja mau yang lebih canggih dari itu. Dia mau grafik itu beranimasi dengan kemunculan garis-garis informasi dengan urutan sedemikian rupa sehingga lebih mudah dijelaskan dan terutama dipahami.
Bayangkanlah di sebuah grafik ada beberapa garis yang menujukkan data berbeda dengan warna berbeda. Akan jauh lebih menarik jika saat presentasi garis-garis bebeda ini muncul berurutan, tidak sekaligus, palagi hanya gambar statis. Bagaimana cara melakukan ini?
Terus terang saya tidak langsung bisa mengerjakannya. Saya perlu waktu yang cukup lama untuk bereksperimen, trial and error. Akhirnya saya menemukan caranya seperti video ini. Lihat juga langkahnya setelah video.
-
Jika perlu, sesuaikan ukurannya. Klik kanan gambar tersebut di bagian pinggirnya (bingkai) lalu “Save as Picture” dan pilih Windows Enhance Metafile saat menyimpan.
-
Buat slide baru dan masukan (insert) gambar hasil langkah 2 ke Power Point.
-
Rapikan gambar agar tampilannya cantik. Ganti font, geser posisi, putar orientasi dll.
-
Karena di-ungroup maka semua obyek jadi terpisah satu sama lain, padahal mungkin kita ingin ada beberapa obyek yang tergabung membentuk satu kesatuan. Untuk obyek yang demikian, satukan lagi dengan melakukan pengelompokan (Grouping). Caranya, pilih semua obyek yang ingin dikelompokkan lalu klik kanan dan pilih group.
-
Setelah semua obyek pada posisi yang benar dan terkelompokkan sesuai keinginan, mulailah merencanakan animasi, terutama terkait urutan tampil.
-
Lakukan hal ini untuk semua obyek dan nikmati animasinya.
-
Selamat mencoba.
Adakah cara yang lebih gampang dari ini? Mohoh kesediaannya berbagi.
Demi iMac, antri dari jam 5 pagi

Saat tinggal di New York tahun 2007 silam, saya sering melihat antrian panjang di toko produk Apple alias Apple store. Sulit memahami mengapa ada orang yang rela melakukan hal itu hingga berjam-jam. Saya bukan penggemar Apple ketika itu. Bahkan tidak kenal iPod yang waktu itu dinobatkan sebagai sebuah fenomena baru mendengarkan musik. Singkatnya, saya tidak melihat pentingnya harus antri hingga berjam-jam untuk mendapatkan sebuah produk IT.
Keyakinan itu tumbang beberapa hari lalu. Saya menghabiskan waktu lebih dari 5 jam demi sebuah produk Apple bekas: iMac produksi 2008. Sulit dipercaya tapi demikianlah kenyataannya. Tulisan ini sangat panjang, semata-mata untuk merekam pengalaman saya secara utuh.
Suatu saat ada kawan yang mengirimkan berita ke milis PPIA Wollongong bahwa akan ada penjualan iMac inventaris laboratorium yang akan diremajakan. Spesifikasinya, menurut teman yang tahu, cukup bagus dan yang penting harganya hanya AUD 300. Beberapa kawan lain yang sempat melakukan riset mengatakan harga produk serupa di pasaran masih sekitar AUD 700-800. Artinya, itu barang murah. Saya tidak maniak apple tetapi harga yang murah memang godaan luar biasa.
Adalah hal biasa universitas di Australia melakukan penjualan dengan cara ini untuk barang-barang yang akan diremajakan. Informasi dibuka untuk umum dan mereka yang datang pertama yang akan mendapatkannya. First come first served, istilah pare bule itu. Ini akan jadi pengalaman saya yang pertama setelah melewatkan cukup banyak kesempatan sebelumnya karena memang kurang tertarik.
Nonton final Piala Eropa 2012 ‘live’ dari pinggir lapangan
Tentu saja saya tidak pergi ke Olympic Stadium di Kiev, Ukraina tapi melihat stadion dari Google Street View (GSV). Dengan GSV ini kita bisa seperti benar-benar berkunjung ke Kiev dan mengamati lapangan dari dekat. Silakan berjalan mengelilingi lapangan. Klik di sembarang tempat pada gambar lalu gunakan tanda panah untuk bergerak maju, melihat ke kiri dan kanan. Seru sekali. Inilah salah satu sumbangan teknologi geospasial untuk dunia hiburan olah raga 🙂
Juara Piala Eropa dalam Peta
Saya mungkin termasuk kaum lelaki minoritas karena tidak suka sepak bola sama sekali. Saya agak suka nonton sepak bola kalau yang main adalah Indonesia (PSSI), itupun bukan karena sepak bolanya tetapi rupanya karena rasa nasionalisme. Selain PSSI, saya tidak bisa menyukai sepak bola. Meskipun tidak pernah merasa terganggu dengan teman yang begitu gandrung dengan bola, saya tetap tidak merasa perlu begadang untuk nonton sepak bola. Tapi saya juga bisa terpesona denga kejeniusan Messi dalam menggiring bola.
Meski tidak suka bola, hiruk pikuk Piala Eropa 2012 toh tidak bisa saya hindari. Tidak perlu sengaja mencari informasinya, dia datang dengan sukarela dari segala penjuru. Kadang ada teman yang tanya di twitter atau di FB soal ini. Rasanya jadi aneh juga jika sama sekali tidak bisa berkomentar. Akhirnya saya sempatkan membaca-baca satu atau dua berita.
Sebagai penghargaan saya atas hajatan empat tahunan yang menggegerkan dunia itu, saya buatkan sebuah peta yang menampilkan Juara Piala Eropa dari tahun ke tahun. Ini hal paling sederhana yang bisa disumbangkan oleh seorang surveyor/kartograf bagi dunia sepak bola, meskipun dia tidak menyukai bola. Silakan zoom in/out menggunakan tanda [+] atau [-] dan geser petanya dengan cara klik tahan dan seret ke tempat yang diinginkan. Untuk mengetahui detil juaranya, silakan klik balon udara di masing-masing negara. Selamat bersepak bola dalam peta 🙂
Membuat Animasi dengan Power Point – Part 1
Banyak yang bertanya bagaimana membuat animasi untuk bahan presentasi saya. Video berikut menjelaskan secara singkat bagaimana membuat animasi dengan power point. Video ini adalah satu dari beberapa video yang akan ditayangkan khusus terkait animasi dengan power point. Selamat menikmati 🙂


