Mereka yang melanjutkan sekolah pascasarjana (S2 atau S3) umumnya memerlukan pembimbing atau supervisor atau professor. Intinya, jika bersekolah yang ada komponen penelitiannya (menulis tesis atau desertasi), kehadiran pembimbing adalah wajib. Hal ini tentu tidak berlaku pada mereka yang menempuh studi S2 by coursework karena memang tidak diwajibkan membuat tesis. Program S2 semacam ini, setahu saya, ada di Australia yang bisa ditempuh dalam waktu setahun.
Kesulitan yang cukup sering dialami oleh calon mahasiswa adalah dalam melakukan kontak dengan calon pembimbing ini. Jika Anda ingin bersekolah S2 (master by research) atau S3 di Australia, Anda sudah harus mengontak calon pembimbing sebelum datang ke Australia. Biasanya, Anda bahkan perlu melakukan komunikasi sebelum lebih jauh melamar sekolah. Jika Anda ingin melamar beasiswa seperti ALA, maka Anda wajib sudah diterima di sebuah universitas. Sementara untuk bisa diterima di universitas Anda wajib punya calon pembimbing. Singkatnya, mendapatkan pembimbing ini sangatlah penting. Jika saat ini Anda sedang di Indonesia, bagaimana cara menghubungi calon pembimbing tersebut?
Lagi-lagi harus saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki kualifikasi formal untuk menasihati cara menghubungi professor di luar negeri. Yang saya mau sampaikan adalah pengalaman saya, pengalaman teman dan hasil membaca berbagai sumber. Untuk sedikit meyakinkan Anda, saat ini saya bekerja paruh waktu sebagai International Student Adviser di University of Wollongong yang salah satu tugasnya adalah memberi masukan/informasi kepada calon mahasiswa perihal ini. Semoga berita ini membuat saya sedikit lebih mayakinkan.
Ketika diminta menjadi pemateri di UII Yogyakarta beberapa waktu lalu, saya sampaikan beberapa hal penting dalam menghubungi professor. Pertama, Anda harus tahu orang yang akan Anda hubungi ini adalah orang sibuk. Mereka sibuk karena mereka hebat. Karena mereka hebatlah maka Anda menghubunginya kan? Saya sering berkelakar, mereka bukan supervisor, tetapi superstar yang cirinya adalah tidak mudah dihubungi, waktunya selalu terbatas. Artinya, kalau email Anda tidak langsung dibalas, bersabarlah dan itu adalah hal yang wajar. Karena mereka sibuk, biasakan menggunakan bahasa yang singkat, langsung ke pokok persoalan tanpa menjadi tidak sopan. Kalau mengirim email pertama sebaiknya tidak lebih dari 200 kata. Paragraf yang sedang Anda baca ini terdiri dari 110 kata.
Hal kedua, Anda wajib mencari tahu secara intensif informasi tentang orang tersebut. Kunjungi website universitas di mana dia berkantor dan cari informasi rinci tentang dirinya. Hal penting adalah ketertarikan risetnya, publikasi yang sudah pernah ditulis dan aktivitas risetnya saat ini. Biasanya, informasi seperti itu tidak sulit dicari di websitenya. Hal selanjutnya adalah Anda sebaiknya tidak tembak langsung, meminta dia jadi supervisor pada email pertama. Mulailah dengan menyinggung karyanya yang dipublikasikan di jurnal atau di konferensi. Intinya, Anda harus benar-benar pernah membaca tulisannya, terutama yang terkait dengan topik yang ingin Anda tekuni. Jika bisa mendapatkan tulisan terbarunya di sebuah jurnal akan lebih bagus. Bagaimana caranya? Kunjungi websitenya, lihat daftar publikasinya lalu pilih yang paling sesuai. Anda biasanya akan melihat judul atau abstraknya saja di website itu, sedangkan naskah lengkap ada di jurnal yang memuatnya. Umumnya kita di Indonesia tidak memiliki akses terhadap jurnal ini tapi jangan khawatir karena jurnal itu bisa didapatkan dari berbagai sumber. Jika Anda punya teman yang sedang sekolah di luar negeri, minta dia mengunduh jurnal tersebut dan mengirimkannya pada Anda. Jika tidak ada teman di luar negeri, kontak dosen Anda ketika kuliah dulu. Kalau dosen ini cukup gaul dan banyak temannya di luar negeri (istilah kerennya, jaringannya luas) maka tidak akan sulit baginya mendapatkan jurnal tersebut. Jika Anda merasa kurang pas dengan dosen Anda karena dulu killer dan memberi nilai C saat skripsi, coba cari dosen lain. Dari sekian banyak, masak sih tidak ada yang akrab? Jika benar-benar tidak ada dosen yang Anda kenal dengan baik, berarti Anda bermasalah. Coba pikirkan lagi, mengapa!
Tapi kalau benar-benar Anda tidak mengenal siapapun yang bisa membantu, saatnya mencari kenalan. Coba ikuti milis mailto:beasiswa-subscribe@yahoogroups.com. Di sana ada banyak sekali orang baik yang hobi membantu orang lain. Perhatikan anggota yang aktif dan sedang berada di luar negeri. Coba kontak beliau dengan santun, minta diunduhkan jurnal. Kalau cara Anda cukup sopan, semestinya ada yang rela membantu. Setelah membaca jurnal itu, perhatikan, resapi, pahami dan buat catatan penting tentang bagian yang akan Anda bicarakan. Selanjutnya dalam email pertama, lakukan sapaan singkat dan mulailah menyinggung topik tersebut. Cara yang baik adalah sedikit berkomentar untuk menunjukkan pemahaman, selanjutnya bisa ditutup dengan pertanyaan singkat tentang topik itu. Saya cukup sering melakukan ini dan selalu berhasil mendapat respon. Jika Anda khawatir dengan Bahasa Inggris Anda (atau bahasa asing lainnya), mintalah teman untuk membaca sebelum dikirim. Ini namanya KKN, Kawan Kawan Nolong.
Ada kalanya, profesor yang hendak Anda hubungi ini sudah memiliki mahasiswa bimbingan, baik S2 maupun S3. Dalam banyak kasus, bukan tidak mungkin salah satu bimbingannya itu adalah orang Indonesia. Daftar mahasiswa ini biasanya akan muncul di websitenya. Jika demikian, berusahalah mencari alamat email mahasiswa tersebut jika di website tesebut tidak ada. Jika iseng-iseng anda ketikkan namanya di Google, kemungkinan besar akan muncul alamat facebooknya. Adakah orang yang tidak memiliki fecebook di tahun 2010 ini? Tentu saja ada. Tapi orang itu pastilah bukan saya atau Anda. Kalaupun itu Anda, itu adalah sebuah pengecualian yang sangat langka. Selanjutnya coba kontak mahasiswa Indonesia ini dan sampaikan persoalan Anda. Ingat, setiap orang akan lebih senang menerima email yang sopan, tidak berkepanjangan, dan tidak sibuk memamerkan kehebatan sendiri. Ingat juga, semua orang suka dipuji, meskipun banyak orang yang berkata ”ah saya biasa-biasa saja kok. Saya hanya beruntung saja.” Padahal kalau pakai helm, helmnya sudah pecah karena pujian Anda.
Berkenalan lewat teman ini cukup efektif. Hanya saja kalau mahasiswa Indonesia ini ternyata sedang bermasalah dengan pembimbingnya itu, mungkin Anda belum beruntung. Mungkin dia tidak mau mengaku secara terus terang bahwa dia sedang bermasalah dengan pembimbingnya namun dari jawaban-jawabannya Anda tentu bisa menduga arahnya. Jika rasanya tidak mungkin, janga dipaksa dan tutup komunikasi dengan baik, tetap sopan dan tetap berterima kasih. Siapa tahu suatu saat Anda akan bertemu dia di bawah pembimbing yang sama. Sekedar peringatan, mahasiswa yang sedang pusing menulis tesis atau desertasi kadang aneh dan mudah emosi. Bersabarlah.
Jika semua lancar, jalan Anda mungkin lebih mudah karena memiliki ’perwakilan’ yang bisa menyampaikan keinginan Anda. Perlu diingat juga, banyak profesor yang sangat ingin menambah mahasiswa tetapi sulit menemukan kandidat yang cocok. Dengan direkomendasikan oleh muridnya sendiri, dia akan lebih yakin terhadap Anda. Jika demikian, urusan akan jadi lebih mudah.
Banyak orang yang bertanya pada saya, kalau mereka menguhubungi dua atau lebih profesor sekaligus dan semuanya memberikan respon bagaimana cara menolak salah satunya. Saya tegaskan, umumnya mereka profesional. Calon mahasiswa internasional yang baik memang kadang menjadi rebutan. Ini hal biasa dan jangan merasa bersalah. Kalau Anda menyampaikan dengan baik, terbuka dan apa adanya, mereka umumnya mengerti. Saya sekolah S2 di UNSW Sydney tetapi saat S3 saya memilih University of Wollongong yang lebih kecil. Sementara itu, supervisor S2 saya sangat ingin saya kembali ke UNSW. Saya mengatakan terus terang bahwa saya merasa akan lebih berkembang di Wollongong karena ini ini dan ini. Salah satu alasan penting adalah karena di Wollongong ada lebih banyak orang yang menekuni bidang yang sama sehingga punya teman diskusi yang lebih banyak. Supervisor S2 saya pun mengerti dan dia tetap memberikan reference letter yang sangat istimewa. Mereka memang profesional. Hanya saja, saya ingatkan lagi, jangan berbohong karena dunia itu sempit, apalagi bidang Anda sangat khusus. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Anda akan bertemu dia lagi di forum internasional. Jangan sampai Anda kagok sendiri. Intinya, memilih satu pembimbing dari sekian pilihan itu biasa, menegosiasikan topik juga biasa. Asal Anda tahu, komunikasi yang baik adalah yang sopan, elegan dan jelas dasarnya.
Satu hal penting, Anda harus tahu bahwa tidak semua orang hebat itu bule. Tidak sedikit yang heran dan terkejut ketika bersekolah di Australia atau di Amerika mendapati pembimbingnya adalah orang China atau India atau Timur Tengah. Maka dari itu, jangan selalu membayangkan bahwa orang yang membalas email Anda adalah orang bule. Tidak sedikit orang bukan bule yang justru sangat hebat di bidangnya. Ada beberapa kawan saya yang mengurungkan niat sekolah karena tahu calon pembimbingnya dari China. ”Jauh-jauh sekolah ke Australia dibimbing China” katanya. Saya mau tanya pada Anda, pernahkan Anda membayangkan Anda berkantor di belahan bumi utara atau selatan lalu suatu hari mendapat email dari seseorang dan orang itu memohon-mohon agar Anda mau menjadi pembimbing S3nya? Apa yang Anda pikirkan jika beberapa hari kemudian mahasiswa ini membatalkan gara-gara tahu kulit Anda sawo matang? Semoga Anda menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini.
Untuk meringkas, saya ulangi lagi calon pembimbing Anda adalah orang sibuk, jadi harus singkat saja. Anda wajib mencari informasi selengkap mungkin sebelum menghubungi dan jangan tembak langsung di email pertama. Ada sebaiknya mulai dengan mengapresiasi karyanya dan mengajukan pertanyaan. Bisa juga berkenalan lewat teman sesama Indonesia sehingga lebih mudah. Selain itu, perlu diingat bahwa mereka, umumnya professional, tidak mudah sakit hati, tidak juga mudah tersinggung. Meski begitu, tetaplah berkomunikasi dengan sopan, menghormati dan elegan. Saya ingatkan lagi, jangan terkejut kalau pembimbing anda bukan bule.
Hal terakhir yang mungkin sangat ingin Anda dapatkan dari tulisan ini adalah contoh email yang baik untuk menghubungi calon supervisor. Kalau Anda agak rajin sedikit saja dalam melakukan pencarian di dunia maya, ribuan contoh bisa Anda dapatkan. Ketik saja misalnya how to contact a professor di Googel. Meski begitu, saya ingatkan lagi, email ini mirip seperti personal statement, harus mencerminkan diri sendiri. Jangan asal salin dari sembarang tempat. Sempatkan untuk melakukan penyesuaian sendiri. Berikut adalah salah satu contoh yang mungkin bisa dipertimbangkan.
Dear Prof. Arsana,
I hope this finds you well.
I am Andi from Indonesia, a lecturer in the Department of Geodetic Engineering at Gadjah Mada University. I have read your paper concerning Australia’s extended continental shelf published in latest Marine Geodesy. Thank you for writing the paper. It is very helpful for me to understand the technicality of continental shelf beyond 200 M from baselines. I particularly like the way you explain article 76 of UNCLOS through simple, yet effective illustrations.
I have a question to ask about Australia’s extended continental shelf in the Antarctic. From the map in your paper I understood that the part has been delineated. However, it is not part of the official submission to the UN. Could you please elaborate more about this?
I am interested in the issue of continental shelf and thinking of pursuing a master degree with this topic. I hope you can shed a light on this issue. Thank you very much for your kind attention and I am looking forward to hearing from you at your earliest convenience.
Sincerely yours
Andi
Surat di atas mungkin sedikit agak panjang untuk mereka yang sangat sibuk. Karenanya itu bukan panduan yang harus Anda turuti. Itu hanya contoh saja yang saya rasa akan mampu mengetuk hati calon pembimbing Anda. Kalimat terakhir tentang apresiasi dan pengaharapan atas jawaban itu adalah standar surat resmi yang sopan dan elegan. Anda boleh tiru bagian yang itu.
Mendapatkan beasiswa memang ada caranya dan bisa dipelajari. Meski demikian ini adalah juga masalah common sense. Cobalah membayangkan diri sebagai professor. Calon mahasiswa seperti apa yang ideal menurut Anda?
PS. Apa bedanya Master by Research dan Master by Coursework?
Master by research merupakan sebuah program S2 dengan proporsi dominan untuk penelitian guna pembuatan tesis. Program ini biasanya berlangsung selama 2 tahun. Mata kuliah hanya sedikit (kalaupun ada), paling banyak 3 mata kuliah saja selama 2 tahun itu. Biasanya mahasiswa akan menghabiskan semester pertama untuk kuliah dan 3 semester berikutnya full riset dan menulis tesis.
Master by coursework sebaliknya, isinya kuliah saja, tanpa kewajiban penelitian untuk menghasilkan tesis. Tesis adalah sesuatu yang tidak wajib pada Master by Coursework. Isinya full kuliah saja, membuat tugas (assignment), ujian (mid ataupun akhir) dan setelah semuanya beres, tamatlah sudah. Meski begitu, ada juga mahasiswa Master by Coursework ini mengambil mata kuliah yang berisi komponen riset yang cukup tinggi sehingga perlu membuat mini thesis. Ini biasanya dilakukan di semester akhir. Sekali lagi ini adalah keputusan sendiri, bukan merupakan sesuatu yang wajib. Program ini biasanya ditempuh dalam waktu satu tahun.
Perbedaan yang menyolok dari keduanya: waktu tempuh berbeda (Master by Research 2 tahun, Master by Coursework 1 tahun), gelarnya berbeda tetapi pengakuan di Indonesia sama saja, sama-sama S2. Kalau mau melanjutkan S3, umumnya Master by Research lebih berpeluang karena dianggap sudah berpengalaman melakukan riset mandiri. Meski demikian, kenyataannya banyak juga alumni Master by Coursework yang kemudian melanjutkan S3. Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin.
Terima kasih Pak Andi atas kesediaan berbagi ilmunya..
thanks utk sharingnya…sangat membantu
tulisan yg sangat bermanfaat mas…
terima kasih
Makasih mas,
Boleh nanya lagi,
Kira-kira kalo mau dpt beasiswa S2, waktu buat nge-apply nya yang bagus kapan, pas masih tingkat4 ato pas udh selesai S1??
Yang jelas, ada syarat harus menyerahkan ijasah S1
Btw, silakan baca dulu syarat2nya biar lebih siap ya
Good luck!
infonya sangat bermanfaat..terima kasih banyak =)
Hhmm… It’s very useful information Mas Andi
Salam kenal,,, saya bercita2 mendapatkan beasiswa S2 bidang Social Work di Japan,,,
Semoga bisa tercapai, aminnn (sekarang baru akan menginjak di semester 5 pada Agustus mendatang),,
Salam semangat selalu
Wah bermamfaat sekali……thanks Pak Prof Arsana. he he
Sama2
Mas Andi,
sangat membantu.. sedang banyak membaca utk persiapan belajar lagi..
Sukses terus ya.
Regards,
dian
makasih banyak mas….
kebetulan sekali info ini yang saya sedang cari-cari.
tapi untuk tau professor mana yang harus kita hubungi gimana mas?
kalo cari di websitenya universitas ybs biasanya ga lengkap
Untuk tahu prof yg cocok:
1. baca tulisannya
2. lihat minat risetnya
Kalau tidak ada di websitenya, coba di google, biasanya muncul di jurnal atau google scholar. Kalau tidak muncul juga, berarti lupakan saja. Artinya dia tidak terkenal dan tidak hebat
Kalau ada sekolah yang websitenya tidak memuat informasi yg diperlukan, tanyakan ke admission office atau international office. Kalau tidak ada juga, pilih universitas lain. Uni tersebut tidak bagus buat Anda.
terimakasih atas tipsnya mas Andi, sekarang saya jadi semangat buat menghubungi profesor2 di luar sana..
Terima kasih Pak… info yang sangat bermanfaat…
thanx infonya om….
wish u all the best dah…
Trima kasih Pak, infonya bermanfaat sekali ^L^
Thanks infonya. Kira2 ada yang bisa sharing untuk non-english speaking country seperti jerman dan prancis? karena sepertinya mereka lebih kurang open dibanding yang english speaking country. Thank you
Yang memiliki pengetahuan/pengalaman, silakan share…
sedikit info untuk melanjutkan sekolah di Prancis atau Jerman. Untuk saat ini, banyak profesor yang sudah bisa English kok. kalau dia bisa membuat paper dalam English, saya kira, beliau juga bisa English (paling tidak dalam tulisan/pasif). kakak saya kebetulan di terima di Perancis. sejak sebelum dia berangkat sampai dia ada disana, bahasa perancisnya sangat sangat minim. mungkin hanya bisa percakapan biasa. memang sih mereka lebih suka mahasiswa yang bisa bahasa mereka. tapi kalau tidak bisa pun tidak masalah kok.ya…kalau anda ingin survive disana, sebaiknya anda mempelajari bahasa mereka.
Sekedar info, kalau ingin mendaftar univ di Perancis dan mengajukan beasiswa BGF, sebaiknya anda mendaftar di univ public karena BGF tidak akan memberikan beasiswa di sekolah privat/swasta.
Bonne chance pour nous ^_^
Hi Lia, terima kasih atas informasi yang sangat berguna. Salam kenal!
Terimakasih Bli Andi….tulisan anda sangat membantu sekali. Saya jadi semangat untuk “memburu” profesor lagi, setelah beberapa kali saya tidak memperoleh respon atas introduction letter yang saya kirim.
Pertanyaan saya: bagaimana kira-kira tindak lanjut kita jika ternyata email pertama kita direspon oleh profesor tersebut. Apakah boleh langsung kita utarakan keinginan kita?
Rama,
Boleh kok. Kalau memang positif responnya, boleh saja…
terimakasih atas infonya!
gimana caranya mendapatkan nama profesornya?kebetulan saya sdh s2 didlm negeri cuma belum bekerja tapi pengen langsung ambil s3 luar negeri dibidang public health.
makasih
Cara mendapatkan nama: 1. rajin membaca jurnal di bidang terkait, 2. kunjugi website universitas yg ada jurusan sesuai, lalu cari profesor di website itu.
Pertanyaan penting: Mengapa ‘saya’ belum kerja? Apakah karena sengaja belum cari kerja atau sudah berusaha cari kerja tetapi tidak berhasil (ditolak). Jika demikian, mengapa itu terjadi? Pertanyaan selanjutnya, apakah ‘saya’ akan berhasil memenuhi syarat beasiswa? Tapi jika memang belum mau bekerja, tentu tidak masalah.
apakh profesor mau berkomunikasi dgn kita jika bahasa inggris kita pas-pasan, not profer english?
Jika dia tidak mengerti bahasa Inggris kita, memang sulit baginya untuk merespon. Selain itu, jika jurusan Anda memang memerlukan penggunaan Bahasa Inggris yang ekstensif, rasanya sulit bagi dia untuk menerima calon mhs yg bahasa Inggrisnya tidak memadai.
pengalaman yang menarik
makasih artikelnya mas. biar saya siapkan dulu segalanya.
thanks pak..
sangat bermanfaat..
salam
thnks untuk info nya mas..
saya ingin tanya nih..bagaimana dengan toefl nya?apakah prof nya juga akan menanyakan juga? ketika nilai toefl kita masih belum memenuhi satndar (misalnya 545 padahal umumnya 550) apakah kita bisa meminta kesempatan untuk tes toefl lagi hingga 550?
lalu apakah umumnya prof di luar itu menanyakan masalah biaya (sanggup atau tidak) atau harus kita yang mengutarakan?soalnya saya sempet kenal dengan orang dimana dia ditanyakan lgsg oleh prof nya apakah memiliki biaya atau tidak.
terima kasih. sukses trus mas..
TOEFL ini terkait erat dengan syarat administratif yg ditetapkan oleh institusi, bukan oleh Prof. Artinya, sepanjang syaratnya masuk secara administratif, tentu tidak masalah. Masalahnya, meskipun profesor tidak masalah dg TOEFL yg kurang, tetap saja kita akan bermasalah saat mendaftar sekolah karena pendaftaran sekolah umumnya dilakukan lewat jalur administrasi, bukan lewat prof. Meski begitu, prof. memang bisa saja melakukan intervensi. Jika memang TOEFL belum cukup dan prof tidak berkenan, kita harus tingkatkan dulu kemampuan bahasa Inggris kita dan tes lagi sampai memenuhi syarat. Kesempatan ini selalu ada, dan artinya menunda keberangkatan sekolah. Dalam kasus istimewa, bisa saja berangkat dulu dan meningkatkan nilai TOEFL setelah berada di Universitas yang dituju. tapi biasanya belum bisa mulai program pendidikan. Selain itu, ada biaya yang diperlukan.
Soal biaya: tentu saja prof. akan konsen masalah ini. Ditanyakan atau tidak, tentu kita yang tahu darimana sumber dana untuk sekolah (beasiswa, dana sendiri atau lainnya). Bisa juga menanyakan apakah ada kemungkinan dia memberi beasiswa. Tentu saja percakapan ini sebaiknya dilakukan setelah agak dekat hubungannya.
terima kasih info nya pak..
etis kah jika kita menghubungi 2 dosen yang berbeda dengan tema yang berbeda karena kita memiliki interest di dua tema tersebut? atau sebaiknya berbeda universitas?
terima kasih.
Tidak ada masalah…
Dear Mas Andi,
Thanks sudah sharing tentang cara menghubungi prof. Beberapa kalimat di surat tsb saya gunakan untuk menghubungi prof. Tetap saya kesulitan untuk menulis subject di email, agar sang prof. berminat untuk membuka email dari kita. Mohon apabila ada masukannya.
Terima kasih.
Lihat komen saya yang lain.
Pak..kira2 judul (dalam email) nya apa ya..yg pas ketika akan mulai Menghubungi Calon Pembimbing (Professor) tsb? since, you’ve explained your example based on his/her paper and then we try to give some ‘comment’..to get some his/her attraction.
Thank you in advance.
Lihat salah satu komentar saya sebelumnya.
Thanks Mas untuk sharingnya ^^
Saya dari dulu ingin bersekolah S2 dgn beasiswa, tapi ada kendala. Pendidikan formal dan pengalaman kerja saya berlainan. Saya S1 Manajemen tapi bertahun2 bekerja sebagai IT. Ada saran untuk kasus saya ini Mas, apakah memungkinkan ambil beasiswa S2?
Terima kasih ^^
Memungkinkan…
Kalau memang ingin meneruskan di dunia IT, ambil saja S2 IT. Kalau mau menggabungkan, pelajari manajemen IT
Mencerahkan!
Terimakasih banyak Pak Andi.
Salam.
Terima kasih Bang Andi atas informasinya, berguna sekali.
Memang betul para Professor tersebut adalah orang yang sangat sibuk, dan tentunya menerima banyak email setiap harinya. Hal ini menurut saya, membuat judul email berperan penting dalam menarik perhatian Sang Professor. Karena hanya satu kalimat itulah yang terlihat pertama oleh mereka, sebelum membuka, membaca bahkan membalasnya.
Olehnya itu mohon bantuan dari pengalaman Mas Andi, kira-kira judul yang baik bagaimana, terutama email untuk perkenalan kita?
Terimakasih
Salam dari Makassar
Contoh subyek yang bagus:
1. Your article on “border dispute” in Geopolitic Vol. 3
2. Further info: your paper on “border dispute”
3. A good piece of work: your article on “border dispute”
Dan lain-lain
Dari pengalaman saya melamar ke berbagai Universitas di Prancis, meskipun dosen-dosen di sana sibuk, Alhamdulillah respon mereka sangat baik dan dalam sehari surat saya sudah langsung dibalas dan dapat beberapa LoA dari Kajurnya.
Tapi malangnya saya malah gagal dapat beasiswa. Dan berpikir untuk berhenti apply beasiswa. Namun setelah membaca tips+trik2 dari Bapak, saya jadi semangat lagi buat mengajukan beasiswa. Terima kasih Pak Andi! Tulisan Bapak benar-benar telah ‘membangunkan’ semangat saya yang lama tertidur.
Paling ga harus apply 7x lagilah. Mungkin yang ke-7 akan berhasil. Kalau belum juga, positifnya saya bisa punya pengalaman melamar beasiswa. Oya Pak, untuk mengambil Master Penelitian bidang Pendidikan di Australia apa harus melampirkan proposal penelitian? Mohon infonya & Terima kasih!
Nurmaina,
Ya harus ada proposal penelitian. Cukup outline saja. Tetapi yg paling penting adalah berkomunikasi dengan calon supervisor.
ikut nimbrung pak,, saya juga berminat bidang pendidikan. jadi kita harus kirim proposal penelitian dulu ke universitas?? biasanya proposal yang bagaimana yang bisa menarik perhatian???
Kalau untuk Master by research atau PhD, perlu buat proposal dulu dan terutama diskusikan dengan calon pembimbing. Cari bikin proposal ada di blog ini. Coba cek madeandi.com/ads/
Salam Sejahtera
Saya sekarang berkerja di sebuah NGO yang bergerak di bidang Teknologi Tepat Guna. Kerja saya berkutat di masalah Research and Development (design dan testing). Apakah tersedia beasiswa untuk praktisi seperti saya?
Sebagai informasi, saya sudah 31 tahun dan ijazah terakhir saya D3 akuntansi. Apakah kondisi ini merupakan penghalang?
Terimakasih
Setahu saya, beasiswa reguler umumnya untuk pasca sarjana. Beasiswa S1 mungkin disediakan oleh institusi di Indonesia. Maaf saya kurang tahu.
Melihat latar belakang Anda, sangat mungkin Anda dapat beasiswa. Hanya saja, jenjang pendidikan formal mungkin jadi kendala untuk memperoleh beasiswa reguler.
Dear Mas Andi,
Mohon maaf saya bertanya lagi, Apakah mas Andi punya saran bagaimana tips2nya ‘mengutarakan’ minat ke calon supervisor dimana saya sangat tertarik dengan bidang risetnya tetapi latar belakang riset/minat saya sedikit berbeda. Klo melenceng 180 derajat sih ga sama sekali, mungkin sebagai contoh: minat saya saat ini dibidang logam kemudian saya ingin menekuni bidang polimer.
Terima kasih banyak atas kesediaan nya memberikan jawaban.
Salam.
Deni
Harus menunjukkan bahwa Anda telah membaca publikasi di bidang ini, terutama riset si prof. Kalau sama sekali blank, saya kira dia juta akan sulit untuk menerima.. saran saya: baca2 dulu jurnal2 terkait
Dear Mas Andi,
Mungkin untuk tahap awal dengan menunjukkan minat seperti dengan membaca atau meng-evaluasi mungkin saya bisa dan sudah lakukan, tetapi yang menjadi sedikit ke-khawatiran saya adalah ketika kita melampirkan CV tentu bidang yang terkait dengan riset calon supervisor tsb untuk sementara kita belum punya. Apakah pernah ada kasus yang mas Andi mungkin pernah tahu tentang supervisor yang bisa menerima student nya meskipun dengan latar belakang yg sedikit berbeda?
Terima Kasih
Ketika saya memulai menghubungi calon supervisor, saya sama sekali belum pernah penelitian kecuali untuk skripsi. Skripsi saya terkait database, sementara saya berencana sekolah S2 di bidang batas maritim. Syukurlah, tidak ada masalah dg supervisor..
Salam kenal
.
Dan terima kasih atas tulisan bapak yang telah meningkatkan semangat saya dalam berburu beasiswa
Insya Allah ilmu kita dapat bermanfaat di dunia dan akhirat. Amiin.
Dear pak Andi, saya fresh graduate jurusan pendidikan bahasa inggris fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, saya berencana apply beasiswa S2 ADS tahun ini pak, saya berminat d linguistics tp masih bingung mo memilih jurusan ap yg cocok pak, lagipula saya jg bingung antara master by research ato master by coursework……
sy sdh pernah meneliti utk skripsi S1…klo master by coursework ngak perlu thesis, ngak perlu sidang…. di satu sisi master by research lebih bergengsi…
Mohon pencerahan nya pak Andi, thanks in advanced sir….
Lihat bedanya di: http://j.mp/iONj1x
pak Andi, infonya bermanfaat banget, terima kasih… BTW punya contoh CV untuk ngelamar ADS nggak? terima kasih sebelumnya….
Ada di atas…
Bung Andi..
saya apply HDR shcolarships online ke UOW, sudah mendapatkan 2 org supervisor dan telah mendapatkan Conditional Offer of Admission di UOW.. akan tetapi di Conditional Offer of Admission nya saya harus membayar biaya..
kira2 bgaimana cara mengetahui saya mendapatkan beasiswa tersebut..apa wajar dan sopan menanyakan kepada supervisor saya..
mohon info nya..
thx…
Tanyakan saja, wajar kok. Tapi kalau di sana sudah ditentukan kapan pengumumannya, tunggu saja pengumumannya
melanjuti satu tulisan di atas, kalau belum bekerja cukup lama karena memang tidak mendapatkan pekerjaan apakah tetap berpeluang sama besarnya untuk menembus beasiswa master? dengan berlatar sains biologi ternyata cukup susah mendapatkan pekerjaan di Ind yang masih berhubungan. saya melihat justru kebutuhan PhD diLN sangat berjamur. saya berminat s2 selain ingin memperkuat keilmuan juga ingin memperoleh kesempatan kerja yang lebih besar, apakah ini naif?
Saya kuranga tahu kans’nya.. tetapi coba saja, tidak ada yg dirugikan to
Pak Andi, terima kasih sebesar2nya telah mau berbagi. Saya sedang browsing2 utk mencari peluang S3 dan merasa site ini sangat membantu, terutama di poin yg menyatakan bhw kita sebaiknya menyinggung hasil karya/ tulisannya sbg pembuka percakapan.
lagi lagi Bli Andi secara tidak langsung membantu saya .. kok pas banget baca posting ini saat saya lagi butuh hal ini.. thanks Bli, dirimu emang hebat .. orang pintar yang selalu berbagi dan itu lah yg membuat bli semakin sukses .. cheers Ayu
Sama2 Ayu… tidak hebat sih.. saya orang iseng yg mencoba tidak destruktif.. itu saja
Terima kasih atas sharingnya ya, Pak Andi. Sangat bermanfaat. Ternyata selama ini saya salah strategi dalam menghubungi profesor di luar sana. hehe.
Syukurlah bermanfaat. Tapi bukan berarti yg dilakukan orang lain itu salah. Sebaiknya kita coba semua cara dan kita akan tahu mana yg terbaik.
terimakasih atas sharingnya, pak Andi Arsana
sama-sama
beberapa hari ini saya mencari informasi tentang cara menghubungi calon pembimbing, ternyata ketemu disini. Salam kenal dari saya, saya agung cahyawan, dosen teknologi informasi universitas udayana. Sekalian saya mengucapkan selamat hari raya galungan dan kungingan
Salam kenal
Selamat Galungan mewali.
pak andi..apakah jika dosen sudah menerima kita dan bersedia memberikan beasiswa mereka akan memberikan detail pembiayaan beasiswa tersebut?
logikanya sih begitu. Kalau tidak dijelaskan, tanyakan saja.. tidak masalah.
pak andi
saya bingung memberikan subjek email yang ditujukan ke calon pembimbing….kira2 apa subjek yang tidak dibuang ke spam ya???
saya sudah berusaha menghubungi seorang professor, tp sudah seminggu email saya tidak dibalas….jadi rada2 sedih nih….
thy ya pak andi
Subyek yang bisa dipertimbangkan:
1. Your article in Journal X
2. Asking about topic X
3. An enlightening article of yours – topic x
4. to discuss topic x – your article in …
Coba aja..
Pak Andi, apakah dengan mendaftar master by coursework lebih sedikit peluangnya untuk diterima daripada mendaftar yang master by research pak?? Terimaksih.
Setahu saya tidak ada ketentuan demikian..
Terima kasih Pak Andi Arsana…
Tulisannya benar-benar yang saya cari…
Makasih..
Saya Dosen dari Papua dan bersama teman2 ingin mencoba mendaftar ADS….
Sebelumnya saya dan teman2 berniat hanya mengambil master by coursework karena tidak ada proposal penelitian dan menganggap waktunya jg lebih lama di Aus daripada master by research.. Ternyata SALAH BESAR… hahaha.. untung baca artikel ini…
Sekarang masalahnya adalah mencari pembimbing… Sepertinya sulit tapi akan saya coba berdasarkan ilmu yang Pak Andi berikan…
Good luck, untuk Indonesia yg lebih baik!
Terimakasih share info dan pengalamannya Mas, sangat membantu…
Dear Pak Andi,
Apakah letter of offering dari uni dan koresponden dengan prospective adviser menjadi salah pertimbangan untuk bisa lulus seleksi berkas? semoga ini bukan an annoying question.lol…….. What i do right now is to do my optimum effort to apply by trying to meet the suggested points.
Sangat berpengaruh, meskipun belum tentu sebagai ‘penentu’.
Well……sekedar berbagi bagi teman2 semua yang baca blog ini, nun sewu pak made. ternyata kalau kita mau mencari prospective advisor, based on my own experience, kita harus lihat research expertise nya, publikasinya, background academic,dan topic of his/her supervision. Kalau they really match on our topic of research, professornya mau mengsupervise our coming research. Another point is, Pak Andi is right, our personality. Mereka melihat kesungguhan, kerendahan hati dan keterbukaan kita walaupun kita have many shortcoming. Itu yang saya alami. Semoga kita bisa saling menyemangati……Scholarship fighters.
Thanks Mb Disyi atas pencerahannya. Good luck!
Tulisan Pak Andi memotivasi sekali, sehubungan dengan s2 Bapak yang beda jurusan dari S1 Bapak. Apakah Bapak yang menentukan tema research yang Bapak ambil untuk S2??
Saya memiliki tema namun masih bingung akan dibawa kemana, saya D4 teknik telekomunikasi, ingin research mengenai aplikasi telekomunikasi untuk disaster prevention dan management, namun saya juga ingin mengambil master untuk network sekuriti.
Apakah mungkin agar saya mengambil coursework network security dan disaat yang sama mengambil research?
lalu dengan tema research saya yang seperti itu, enaknya mencari profesor di bidang telekomunikasi atau bidang disaster(geofisika/geodesi/ilmu bumi)?
Mohon dengan sangat bimbinganya Pak Andi… m(_ _)m
1. Jurusan S2 saya sama dengan S1
2. Ya, saya tentukan tema risetnya
3. Mungkin master yg combined. Tidak ada di semua ini
4. Tergantung penekanannya di mana. Saya sendiri lebih mantap bekerja dengan orang sebidang kalau soal penelitian.
Good luck!
pak, aq lagi mo nyoba ADS tahun ini. kalau mau coursework+30%research di formnya ilih yg combination y? Lalu, apakah harus mengisi informaasi researchnya nanti atau tidak? terima kasih banyak atas informasinya
Pilih Coursework aja. Tidak perlu mengisi informasi riset. Thanks!
Pak Andi saya mw tanya nh.. di form isian kan ada pilihan prioritas program study.. Sy agak kesulitan memilih prog study yg ada, karena program studyku tidak terdapat dipilihan tsb… Sy background TI dan berniat lanjut S2 program study Information Technology juga namun pilihan itu tdk ada didaftr pilihan program study…
Jadi harus gmna Pak Andi ? Apa bisa saya kuliahnya IT tapi di formulir sy centangnya Education and Training ? Soalnya profesi sy juga sbgai Dosen..
Terima kasih.
bisa disesuaikan dengan ketertarikan risetnya di bidang IT. Pasti ada kaitannya dengan salayh satu prioritas ADS.
Hi pak Arsana,
sy skrg sudah ada hubungan dengan proffesor di aussie yg sesuai minat penelitianx dengan saya, dia meminta saya untuk memasukkan outline proposal akan tetapi sy memiliki masalah pada waktu itu, laptop rusak harus diperbaiki, akhirx stelah baik hampir satu bulan lwat br sy ingin menghubungi lg professor tersebut. sopankah saya jika sy menghubungix lagi dan meminta maaf atas kendala tersebut???
Tidak apa-apa. Sampaikan saja apa adanya. Yg lebih sopan tentu adalah kalau Anda tidak menghubunginya lagi sama sekali.
ulasannya sangat membantu. Terima kasih banyak Pak Andi
Pak Andi, saya ingin mendaftar beasiswa di Australia tetapi sya hanya memiliki TOEFL 537. bisakah sy mendaftar beasiswa? terimakasih atas jawabannya…
Bisa banget…
Dear Pak Andi, saya agak bingung dengan istilah master by coursework, apakah sama dengan Postgraduate diplome? di australia untuk postgraduate diplome bisakah langsung mengajukan phd? terima kasih sebelumnya
Berbeda. PgD tdk bisa phd rasanya
Mas Madeandi, terimakasih telah berbagi. Saya menulis komen karena saya adalah teman istrinya pak Andi. Tapi saya kehilangan nomor kontak nya.
Apa saya boleh minta kontak mbak Asti?
Salam
Dear pak Andi,
Saya coba mengikuti saran Anda utk membaca artikel atau jurnal Calon Pembimbing kita… Sayangnya saya sulit sekali mendapatkan artikel beliau terkait proposal penelitian sy di situs jurnal gratis (mis..Proquest)… dimana sy bisa mendapatkan jurnal2 terutama yg ditulis oleh profesor2 dr Australia..?
Trimksh Pak atas pencerahannya..
Salam
Baca profilnya di website universitas. Di sana kan ada publikasinya. Kalau tidak ada tulisan lengkapnya bisa minta tolong teman yg punya akses. Yg lagi sekolah di Luar Negeri biasanya punya akses.
Pingback: Bagaimana memilih jursan dan universitas di luar negeri « a madeandi's life
Pingback: Beasiswa ADS bagi orang awam « a madeandi's life
hi mr.andi,
mau tanya nih..dari yg saya baca, persyaratan beasiswa ads untuk master tidak mewajibkan untuk surat rekomendasi?
Betul. Tapi rekomendasi bisa meningkatkan peluang.
Nice share….
Menurut Mas Andi, klo PNS non fungsional (staf teknis) ky sy ini, cocoknya ambil yg By Research atau By Coursework?
By Coursework sepertinya lebih pas
Pingback: Bagaimana Memilih Jurusan dan Universitas di Luar Negeri? « Rozi Setiawan
siang Mas Andi, mau tanya kalo dulu s2ku ambil HI thesisnya Defence trs sekarang kerja di Bencana(BNPB) apa bisa tetep lanjutin s3nya defence juga or harus rubah disaster? tapi pembimbing s2ku sih dah setuju proposalnya nyambung dengan defence tapi ada sedikit kaitan dengan disaster. (ribet ma eselon 2 ku soalnya neh). Trmksh ats infonya
Kita bisa ambil S3 bidang apa saja. Persoalannya/pertimbangannya ada beberapa:
1. Apakah pemberi dana mempermasalahkannya? Untuk ADS, sebaiknya memang linier tapi tidak ada ketentuan baku seperti itu, asalkan masih dalam area priritas pembangunan AusAID.
2. Apakah tempat kerja mengijinkan? Ini tentu Anda yg paling tahu.
3. Apakah profesor calon pembimbing berkenan. Kita tidak tahu sampai kita mencoba diskusi dengannya.
4. Apakah Anda mampu melakukan itu atau cukupkah latar belakang ilmunya?
5. Apakah Anda seorang akademisi yg mewajibkan pendidikan yg linier sehingga mempengaruhi peluang jadi profesor?
Kalau semua sudah dipertimbangkan, Go ahead.
Salam kenal pak
Baru menemukan web ini dan sangat mencerahkan
. terima kasih sudah menuliskannya.
Saya tertarik untuk untuk mengambil master coursework di UNSW, apakah tetap harus menghubungi dosen terkait? Lalu untuk prospek ke depan lebih baik mengambil master coursework atau master by research?
Thanks
Tidak haru.
Prospek: kalau mau jd peneliti dan kemudian S3, lebih baik ambil by research. Kl mau bekerja di sektor praktis, by coursework lebih tepat.
pak Andi, sy sdg apply beasiswa endeavour, rencananya mau ambil master nursing by coursework saja.hampir semua berkas sdh sy upload di aplikasi online, namun blm di submit krn menunggu surat penerimaan di universitas.bagaimanakah cara mendaftar ke universitas yg saya tuju?berapa lama proses dapatkan surat itu?apakah masih memungkinkan mengingat aplikasi endeavour ditutup tgl 30 Juni 2012.terimakasih atas infonya
Lihat: http://madeandi.com/2010/06/17/tips-beasiswa-menghubungi-calon-pembimbing/
Masih ada waktu kok. Ayo semangat
Selamat Pagi Pak Andi, terima kasih atas banyaknya tulisan anda yang sangat informatif, dalam hal ini saya ingin menanyakan, saya sedang mempersiapkan IELTS saya untuk mengikuti ADS thn 2013 yg nanti tutup 17 Agust 2012, kebetulan saya sdh mantap untuk ambil bidang studi Master of Medical Physics, pilihan pertama di UWA dan kedua di QUT, saya sudah dapat rekomendasi dari penbimbing skripsi dan profesor saya yg di UI, karena program yg saya pilih itu ternyata program kombinasi (pertama coursework dan dilanjut research) apakah saya perlu melakukan kontak dgn profesor dari kedua uni yg saya pilih? Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih.
Jika 50 persen riset, perlu bikin proposal. Misal 6 bulan kuliah, 6 bulan riset. Bisa juga dilihat darinperbandingan jumlah sks.
Mas Andi, terima kasih atas penjelasannya, tetapi kenapa saya masih bingung dengan master combination (coursework + research). Kebetulan saya PNS di lingkungan penelitian kesehatan. Senior saya yang dulu juga merupakan lulusan ADS menganjurkan agar saya mengambil master combination tsb. Di dalam brosur ADS disebutkan bahwa research proposal diperlukan bagi pelamar master by research atau master yang 50% studinya berupa penelitian.
Apakah tesis juga yang dimaksud dengan penelitian tsb? Jika saya ingin melamar di jurusan Public Health (coursework) dengan total 24 units study, lalu 10 units merupakan disertasi apakah bisa dihitung 50%? Apakah saya perlu mencantumkan research proposal? Mohon informasinya Mas. Terima kasih.
Dari jumlah sks, kurang dari 50 persen, tidak perlu proposal.
Betul, tesis itu yg dimaksud penelitian.
Pingback: Beasiswa ADS Australia « sitisukainah
Terima kasih pak Andi, tulisan bpak sngat brmanfaat..
Saya mahasiswa smester 4 yg ingin sekali melanjutkan study ke luar negeri, tulisan ini saya jumpai dri grup beasswa yahoo. Membaca tulisan seperti ini seperti membaca peta harta karun hehehe.
Dan saya harus menemukan harta karun tersebut..
^^,
Sekali lagi info2 yg ada pda semua tulisan bpak sngat bermanfaat. Terima kasih
Semangat
Pak andi yang saya hormati,
saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan
Saya berniat mencari mengikuti seleksi ADs untuk pemberangkatan tahun depan. Dalam mencari supervisor, saya sudah menghubungi beberapa supervisor. Dan saya sudah mengikuti beberapa petunjuk yang saya dapat dari blog bapak, Saya juga sudah menanyakan ke beberapa dosen saya yang melakukan study di australia mengenai langkah2 apa saja yang harus saya ambil, tapi sampai sekarang kenapa belum ada respon dari profesor 2 yang saya hubungi ya pak? kira2 langkah apa yang kurang ya pak? apakah karena latar belakang saya yang masih “jobless” dan latar belakang penelitian saya yang minim (yang saya lampirkan dalam e mail saya hanya penelitian untuk kerja praktek, seminar, dan skripsi) juga mempengaruhi? Di beberapa e mail terakhir saya bahkan saya nekat melampirkan proposal penelitian, sopankah ini pak? (saya sudah mencari supervisor sejak 3 bulan yang lalu)
kemudian jika belum mendapat supervisor, apakah boleh dan efektif kalau kita mendaftar untuk proses seleksinya terlebih dahulu?
sementara mungkin itu dulu pertanyaan saya pak andi, atas respon yang pak andi berikan saya mengucapkan terimakasih
Mas Bayu,
Saya tidak tahu detil komunikasi Anda dengan mereka, jadi tidak bisa komentar banyak soal ini. Kalau soal jobless, tidak ada masalah. Mereka kadag lebih senang kalau kita tdk sedang terikat pekerjaan. Pengalaman meneliti yang minim rupanya jadi kendala. Melampirkan proposal boleh saja, amalah bagus. Kalau belum respon artinya dia sibuk atau memang tidak tertarik dengan topiknya.
Apakah memang ingin daftar by research? Kalau mau by coursework, tidak perlu kontak supervisor kok. Dengan demikian, bisa langsung apply beasiswa saja. Silakan lihat tulisan saya, beda master by riset dan coursework.
Andi
pak andi, ternyata dengan melampirkan proposal malah langsung mendapatkan respon, namun tentunya tetap ditanyakan mengenai latar belakang penelitian dan pendidikan
Sementara ini memang inginnya masih ke research dulu pak, mengingat basic study saya yang masih umum dan kemungkinan untuk melanjutkan s3. Terimakasih banyak pak andi atas masukan dan respon yang bapak berikan
Good on you
Selamat and Good luck!
Dear Pak Andi dan mas Bayu,
Beberapa hari yang lalu saya sudah mencari beberapa profesor di univ yang berbeda-beda di jepang namun masih dalam lingkup saya. *kebetulan saya dari jur. tek. telkom dan ingin pindah ke computer science karena Tugas Akhir saya masuk dalam cakupan itu.
Yang saya tanyakan adalah, berapa lama kita menentukan bahwa Profesor tersebut tidak tertarik oleh kita? dan Apakah baik jika kita mengirim ke Associate profesor (di bidang yg sama) bila tidak ada tanggapan dari Profesor?
karena sudah beberapa hari belum ada balasan, padahal saya merasa cukup sesuai dengan bidang research beliau. Mohon pencerahanya Bli.. m(_ _)m
Tidak ada standar sih. Tergantung kesibukan profesrnya. Intinya sih tunggu saja. Tapi bukan berarti kita tidak boleh kontak yg lain. Dilakan saja tapi sampaikan bahwa kita juga menjalin komunikasi dengan orang lain. Kalau di Australi sih biasa. Di jepang mungkin agak beda, saya kurang tahu persis.
Pak Andi, sy sdg daftar ads 2013 utk jenjang S3. terus saya sdh mengirim research proposal ke bbrp calon supervisor. Ada yg merespon dengan meminta dikirimkan copy academic transcrip terlebih dahulu, tp belum ada kepastian mengapprove proposal saya. Apakah yg demikian berarti pihak sana sdh approve? bagaiman seharsnya sy meminta konfirm kembali? Terima kasih..
Tanyakan saja secara lugas apakah bersedia jadi pembimbing. Misalnya bilang bahwa perlu memberikan namanya ke ads. Apakah dia bersedia
Pak Andi, saya sudah tanyakan utk minta penegasan trus beliau jawab : “I am sorry for the delay in getting back to you on this but I have been away on extended business in Sri Lanka. I am happy for my name to go forward as your prospective supervisor. In the event that you are successful in your application for an ADS and you are accepted into Monash, we would also look for additional supervisor to be consistent with Monash policy in such matters.”
kira2 maksudnya apa proposal sy sdh ok?
Saya jg dpt respon dr Univ yg lain dgn topik proposal yg sama, coordinator nya mengajukan nama profesor, dan profesor itu mengirim 2 buah email ke saya, yg satu pertanyaan filosofis ttg motivasi utk membuat disertasi yg bagus, dan satu lagi ngasih tips/step membuat penelitian yang baik. Nah, yg ini kira2 sudah diterima yah proposal saya?
Trim ksh, Prof
Sudah sepertinya. Silakan dipilih.
Hello again, Pak Andi
I am applying for ADS this year to take Master of Communication in Melbourne. RMIT is my first choice and considering Deakin for the second. I have few questions, though. Cricos and Deakin website both inform that Master of communication in Deakin contains work component and off campus study. Do you have any idea how the course with work component will be conducted and does ADS permit to apply for courses with work component and off campus study? Thank you!
Ian,
I am afraid I am not the best person to address this issue. I know, however, one of my friends did a course with work component in a hospital, which is off campus. I am not sure if this helps you but I hope it provides you with some clues. I suggest you contact AusAID for clarification.
Good luck
A
You are still the best advisor, anyway. I’ll contact AusAD very soon. Thank you for the enlightenment
Pleasure is mine
bli, kalau lulusan master by coursework hendak melanjutkan S3 di Oz apakah harus menempuh mata kuliah tertentu dahulu atau bisa langsung? atau malah harus ngulang master lagi? mohon pencerahannya.. salam kenal, bli..
Bisa langsung, tergantung supervisornya. Kadang memang harus kuliah beberapa MK tapi ini karena kebutuhan, bukan karena alumni coursework.
assalamualaikum mas andi.
terima kasih atas postingannya kali ini mas andi, sangat bermanfaat. saya jadi mengetahui beberapa ketoledoran saya. mas andi benar, tidak selamanya yang memegang peranan itu adalah orang bule, baru baru ini, email saya di respond dg admission officer untuk international bussiness school, dan dia berasal dari hongkong. email saya smpat dibls beberapa kali, tapi yang kemren sudah nggak lagi.
oya mas, selama saya browsing beasiswa s2, saya selalu nemu beasiswa yang master by research and baru dengar tentang master by coursework. mohon penjelasan tentang beasiswa ini, trus beasiswa apa yang menyediakan master by coursework? makasih mas andi atas perhatiannya.
Silakan lihat kumpulan tulisan saya tentang ini di page ADS 2013 dan di Scholarship di atas.
mas andi, kalo misal mau milih master by coursework trus proposal riset yang dikirimkan saat daftar awal fungsinya untuk apa ya?
Kalau master by research tidak perlu kirim proposal
Bapak,,
Saya sudah menyelesaikan Form ADS dan melengkapi semua berkas. Tapi saya masih ingin meminta pendapat Bapak.
Untuk Proposed Study Program dan juga Preferences, saya sudah mengambil pilihan Master by Coursework. Padahal saya ingin sekali mengambil Master by Research, Pak.
Saya baca blog bapak tentang mencari pembimbing dan mengalami betapa lamanya menunggu balasan dari calon Supervisor. Saya sudah berusaha sejak Februari tapi sampai sekarang belum ada balasan. Tapi saya optimis pak, masih bisa mendapatkan LoA sebelum bulan Desember. hehe,,
Jadi yang ingin saya tanyakan, jika nanti saya lulus tahap Administrasi, dan saya udah memperoleh LoA dari calon supervisor, boleh ga pak saya mengganti pilihan Study Program pada saat wawancara?
Terima kasih ya Pak,
Ada kemungkinan demikian.
Dear Mas Andi,
Bagaimana caranya menghubungi supervisor di UoW ya? kalau di universitas2 Australia lainnya, gampang sekali mencari link untuk supervisors beserta reserach interests dan expertise-nya, Untuk UoW bagi saya agak membingungkan, bisa kasi link-nya mas?
Trims
http://www.uow.edu.au/research/strengths/index.html Ini MUDAH SEKALI diperoleh karena di halaman depan website UOW ada menu Research
nah.. itu dia yg bikin saya binung mas
saya berharap akan ketemu dengan panel dimana saya bisa mengetik kan research interest and expertise, lalu keluarlah list potential supervisorsnya
Masukan yg bagus. Nanti saya sampaikan.
mau tanya mas, untuk mengisi yang research proposal dan mencari supervisor untuk yang ingin memilih program combination (research dan coursework) bagaimana? apakah dilihat dulu proporsi kombinasinya mencapai 50% atau tidak, baru mengisi research proposal jika kombinasi nya memiliki >50% untuk researchnya?
terimakasih mas
Betul.
pak, jika ingin mendaftar master by riset apakah sebaiknya komunikasi dengan potential supervisor sebaiknya dilakukan sebelum pengumpulan berkas beasiswa (saya sudah mengontak calon spv tapi sampai tanggal hari belum direspon) atau bukti komunikasi dapat disertakan pada saat interview (kalau lolos desk evalaluation)? kira-kira mana yang lebih strategis ya pak?
Wajib sebelumnya.
Kelak akan sangat bermanfaat bagi saya.. terima kasih buanyak, Pak Andi.. Salam hormat, dan selalu sukses…
Salam Pak..
Thanks for sharing.. It’s really helpful..:)
Saya seorang PNS/ Guru Bahasa Inggris di sebuah SMA di Aceh, mohon pencerahannya,Pak.. Kalo saya ngambil master nanti, bagusnya yang by coursework atau by research ya? Karena kalo misalnya lulus, saya berencana memboyong keluarga kecil saya kesana.(Amin).
Terima kasih banyak Pak, dan saya selalu berharap semoga akan ada pak Andi-pak Andi lain yang selalu ikhlas membantu sesama. Amin..:)
Tidak ada yg lebih bagus atau lebih buruk. Pertanyaannya: apakah pekerjaan Anda nanti membutuhkan banyak riset?
sangat membantu infonya,,tx y p Andi….:)
Thank you Mr. Andi…very inspiring me..
Pak Andi, misal kita sudah kontak supervisor, beliau sudah ok, tapi kita gak jadi dapat beasiswa, mohon dikasih tips bagaimana mengatakannya?terima kasih
Katakan saja terus terang dan tegaskan masih mau coba lagi dantetap ingin dia jadi calon supervisor kelak, jika memang itu yg diinginkan.
Pak Andi, saya ingin melanjutkan S3 ke Aussie melalui beasiswa ADS, karena pertimbangan adanya EAP dalam skema ADS untuk ugrade TOEFL/IELTS sy yg memang masih kurang. Saat ini, saya sudah mengamati beberapa prof di Monash & univ2 lainnya dari abstrak2 mereka yg ada di CV mereka. Sayangnya abstrak2 tsb tidak dilengkapi dengan full text of papers, sehingga saya kesulitan mengelaborasi pemikiran mereka lebih dalam. Mungkinkan kita sampaikan minat riset kita (sebagai prolog untuk nembak dia jadi pembimbing), sekaligus minta dikirimin full text paper-nya? Apakah tindakan tsb cukup sopan? Mohon solusinya.
Lebih baik minta temen yg di melb untuk downloadkan jurnalnya dan baca dulu.
dear mr. andi, a very useful website indeed! at the moment i have a bachelor degree in dentistry and is thinking of applying for doctor of clinical dentistry, specialising in orthodontics. It is a 3-year-course , comprising of theory, clinical work, and dental research studies. Does that mean i need to find my supervisor before applying? thanks for the info
This looks like a bachelor degree to me. Is it? Ni spv needed.
thx alot
sir…
My pleasure
Sungguh informasi yang sangat berharga sekali Pak.
Saya fungsional di suatu kementerian pak dan tentunya perlu keahlian dalam mebuat suatu tulisan atau jurnal ilmiah yang terpublished. Oleh sebab itu saya punya niat untuk mengambil S2 by research agar terbiasa meneliti dan membuat tulisan.
Dari tulisan Bapak untuk memperoleh persetujuan supervisor kita perlu menyampaikan proposal penelitan atau paling tidak sudah memiliki gambaran tentang penelitian yang akan diambil. Nah seandainya kita masih buta akan penelitian yang akan kita ambil mungkinkah sang supervisor bisa menawari kita tema akan penelitian yang akan kita ambil, karena pengalaman saat S1 skripsi yang saya buat sebenarnya bagian dari project yang dilakukan oleh pembimbing saya.
Saya coba surfing di university of melbourne dan menemukan halaman ini pak http://www.eng.unimelb.edu.au/research/graduate.html
kira2 available project by departments di page itu adalah research yang bisa kita ambil atau itu research yang sudah ada dan kita tidak bisa join lagi dalam research tersebut. Terimakasih Pak. Mohon maaf atas comment yang panjang ini
Bisa saja coba kontak calon supervisor. Tapi sangat tidak pas kalau kita mengirimkan email dan mengatakan ‘saya buta dan saya tidak tahu apa2 soal penelitian dan tidak tahu tema yang cocok’. Mau tidak mau, Anda harus membaca dan mendapat sedikit gambaran. INi jadi modal komunikasi. Good luck!
Selamat sore Pak Andi,
Saya mau bertanya,
1. apakah universitas luar negeri selalu menawarkan program master by coursework?
2. jika ingin program master by coursework juga harus menghubungi supervisor?
terimakasih atas informasinya
1. Umumnya selalu ada.
2. Tidak
Terima kasih banyak atas infonya Pak.
bli made..mau tanya nih aku saya mau lanjut s3 tp saya s2nya tesisnya kerjasama pertahanan australia indonesia trs pas mau s3 kan disitu ada priority fieldsnya saya bingung mau pilih pencegahan bencana atau hubungan internasional. saya sekarang bekerja di penanggulangan bencana tapi rencananya mau bikin proposal penelitian yg msh nyambung ma pertahanan tp nyangkut kebencana judulnya Diplomasi Pertahanan Indonesia dan Australia dalam Penanggulangan Bencana. gimana menurut bli made? trmksh…..
Bagus…
pak andi, program ads 2014 ada master by riset & courswork, tapi ada juga master by riset dan master by courswork, kalau master by riset dan courswok itu apa?
Campuran/combined
mas andi… ohya kemarin saya sudah download formulir pendaftaran tapi sebelumnya harus register dulu, waktu register saya pilih master by coursework+riset tapi seandainya nanti saya ganti by coursework di formulir boleh kan????
selain itu, apakah semua dokumen harus di translate waktu pendaftaran pertama kali atau waktu lolos seleksi 1… terima kasih.
sepertinya saya lebih cocok di coursework
Mas andi masih di australia gak?
Masih
Dear Mr. Madeandi Arsana, mohon bimbinganya Pak.
Pak saya masih bingung untuk research, untuk judul research, ada yang ditawarkan oleh dosen di sana dan ada juga daftar funding dari research yang sudah dilakukan oleh Beliau-biasanya di-sub-kan sebagai ‘award’/'funding’.
Seandainya Pak, jika tidak lolos beasiswa ADS. Masih ada harapan lewat research yang memiliki funding kan Pak?
Jika demikian, bagaimana untuk mendapatkan ‘funding’ untuk research tsb Pak? Apakah sopan bila kita bertanya apakah ada kemungkinan funding untuk melakukan research tsb karena kami(yang ingin mendapat Master by Research) tidak memiliki cukup dana untuk berkuliah, dan hanya mengandalkan beasiswa saja?
Bila sopan, bagaimana ya Pak pendekatanya? Jika dilogika kan mereka hanya mengenal kami via email, udah gitu minta tolongnya banget2 pula…
Terima kasih Pak.. m(_ _)m
Bisa.
Bayangkan seperti ini:
Anda punya proyek pekerjaan, ada dananya dan Anda perlu orang untuk melaksanakan pekerjaan itu. Mungkin karena Anda sibuk atau karena memang memerlukan keahlian tertentu yang tidak Anda miliki. Tiba-tiba suatu hari ada orang yang mengirimkan surat pada Anda dan mengatakan dia memiliki ketertarikan atau kemampuan untuk membantu riset Anda itu dan dia minta dibayar layak seperti yang seharusnya. Apa yang Anda lakukan?
Yg mengirim surat kepada Anda itu tidak minta tolong. Dia menawarkan diri untuk membantu Anda. See things differently!
Tugas orang yang menawarkan diri adalah menunjukkan kalau dia memang mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Buktinya apa? Buktinya bisa banyak: nilai yang bagus, pengalaman riset di bidang yang sama, publikasi, rekomendasi dari orang yg terpercaya dll. Kalau dia tidak punya semua itu? Pertanyaannya: mengapa dia berani menawarkan diri?
Jadi pertanyaannya adalah: seberapa PD anda menawarkan diri? Are you good enough? Kalau ya, ga usah ragu. Do it!
Waa… Love it, make my day so much! “ヽ(´▽`)ノ”
Kemarin sudah down bgt, sudah susah payah biar TOEFL lulus persyaratan, baca-baca paper sampai sudah jadi proposal, tapi tidak dapat supervisor. Dan rata-rata teman saya yang dapat beasiswa ke luar, itu karena universitas mereka sudah kerja sama. Sedangkan saya ingin kuliah di universitas yang dosen-dosen kampus saya (kemungkinan besar) tidak kenal.
Sedih (a.k.a broken heart) juga kalo mau menyerah, mengingat semua perjuangan.(#+_+)
Tapi setelah lihat jawaban Bapak, iya bener juga, masih banyak yang harus saya lakukan sampai saya benar-benar menyerah.Fight!!(o^-^)尸
Terima kasih banyak Bli… O(≧▽≦)O
Semoga Bli slalu sehat dan jadi berkat bagi banyak orang.八(^□^*)
Pak Andi, beda gelar Master by research dan By Coursework bedanya apa ya ?
Apakah sama2 M.Sc atau gmn pak? mohon penjelasannya.Terimakasih
Pak Andi, beda gelar yang diperoleh S2 By Research dan By Coursework itu seperti apa ya? Apakah sama2 M.Sc atau gmn.Mohon penjelasannya.Terimakasih.
Di Australia, gelar itu ‘terserah’ pada perguruan tingginya. Di UNSW misalnya, Master by coursework = M.Eng.Sc dan Master by research M.E.