Ketika Anies Baswedan Turun Tangan

Gambar di pinjam dari http://twitpic.com/b4xoka

Saya merasa mengenal Anies Baswedan tetapi yakin bahwa Mas Anies tidak kenal saya. Saya menggunakan istilah Mas semata-mata karena usia kami tidak terpaut jauh dan merasa bahwa beliau mewakili kaum muda. Meskipun pernah beberapa kali berkirim email dan bertegur sapa lewat twitter, saya adalah satu dari sekian ratus ribu orang. Tentu tidak istimewa. Namun bagi saya, seorang Anies Baswedan adalah keistimewaan. Itulah alasan saya menuliskan ini.

Saya mendengar nama Anies Baswedan pertama kali pada tahun 2008 ketika dia dinobatkan oleh Majalah Foreign Policy sebagai satu dari 100 tokoh intelektual dunia. Sebagai anak muda, saya bangga ada orang Indonesia muda yang menyandang predikat bergengsi itu. Sejak itulah, saya mulai mempelajari sepak terjangnya lewat dunia maya. Karena predikat bergengsi itu, tidak sulit mendapatkan informasi tentang Anies dari media massa. Saya mulai menyimak pemberitaannya dan menonton videonya di Youtube. Fakta bahwa Mas Anies telah menjadi rektor di usia 38 tahun adalah keistimewaan tersendiri, lepas dari segala kontroversi yang menyertai perhelatan itu. Banyak tulisan yang telah membahas ini.

Kini Mas Anies mengikuti Konvensi Partai Demokrat untuk menjaring calon presiden. Wacana Anies Baswedan menjadi calon presiden untuk pertama kali saya dengar ketika beliau diwawancarai oleh BBC tahun 2010. Dengan agak nakal tapi cerdas pewawancara yang cantik dari BBC bertanya apakah Anies adalah kandidat presiden Indonesia. Anies dengan tegas menjawab bahwa dia bukan kandidat presiden dan ingin memfokuskan diri di dunia pendidikan. Di akhir acara, pewawancara kembali bertanya setengah ‘memojokkan’ dan Anies dengan cerdas menjawab “kita lihat saja nanti”.

Continue reading “Ketika Anies Baswedan Turun Tangan”

Presiden Digdaya

http://www.dw.de/

Seorang kepala negara menjabat sebagai ketua umum sebuah partai itu bukan sesuatu yang luar biasa, bukan pula pelanggaran hukum. Di Australia, misalnya, ketua partai bahkan ‘otomatis’ menjadi perdana menteri. Makanya, jika partai mengalami gonjang ganjing dan terjadi pergantian ketua maka itu berarti terjadi pergantian perdana menteri. Inilah yang terjadi di Australia ketika Julia Gillard menjadi perdana menteri menggantikan Kevin Rudd. Di berbagai negara lain juga terjadi, pembaca bisa menelusuri informasinya.

Meski fenomena kepala negara menjadi ketua partai ini bukan pelanggaran hukum, Presiden SBY yang menjadi ketua umum Partai Demokrat (PD) ini menarik perhatian saya. Saya bukan orang politik, tidak juga belajar ilmu politik. Sekali dua kali, saya mungkin hanya korban politik saja karena ketidakpahaman. Saya tidak akan berteori tinggi-tinggi tetapi mencoba mengingat beberapa kejadian terakhir terkait Indonessia dan Presiden SBY.

Continue reading “Presiden Digdaya”