Terang Bulan

Saat berada di Bali, saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Tidak saja menemani Asti belajar, saya juga berperan sebagai tukang antar ibu saya kalau sedang melakukan aktivitas terkait bisnis kecilnya. Suatu hari saya datang dari sebuah proyek pembangunan properti di Tabanan dan mampir membeli gorengan dalam perjalanan pulang. Pedagang kali lima itu berjualan di depan sebuah toko bernama Wijaya di Jalan Kapten Tendean, di Tanah Bang (atau Pemenang, saya kurang yakin). Lokasinya tidak terlalu jauh di sebelah utara Rindam IX Udayana di Kediri, Tabanan.

Continue reading “Terang Bulan”

Susu Nasional

http://s3.amazonaws.com/

Sore tadi saat menjemput Lita dari sekolah, saya membeli empat gelas susu. Namanya Susu Nasional, dijajakan oleh penjual yang mengayuh gerobak sepeda berwarna dominan biru. Jika pernah tinggal di Jogja, Anda akan tahu lengkingan pengeras suara yang melantunkan penggalan lagu “susu murni nasional”. Sejak tahun 1990an akhir, saya sudah mengenal susu ini dan sudah menyukainya. Sore tadi saya bernostalgia.

Beda dengan belasan tahun lalu, kini saya memperhatikan lebih serius. Saya ajak mas penjual susu untuk ngobrol sebentar. Saya mulai bertanya produksi susunya, bagaimana sistem upah dan lain-lain. Awalnya dia menjelaskan dengan agak ragu. Mungkin tidak sering menjumpai pembeli yang banyak tanya seperti saya. Susu Nasional diproduksi di Salatiga dan dikirim ke Jogja setiap hari. Tempat penampungannya di Jalan Kaliurang. Pekerja seperti dia mendapat tempat tinggal di penampungan susu sehingga tidak perlu sewa tempat tinggal. Saya pikir ini lumayan untuk dia.

Continue reading “Susu Nasional”

Selamat Kuningan