Sebenarnya semua penggal waktu bisa menjadi istimewa. Sebaliknya, semua periode bisa jadi tidak istimewa jika dibiarkan berlalu begitu saja. Tahun 2010 tidak ada bedanya, dia istimewa, sekaligus juga tidak. Tergantung masing-masing orang melihatnya. Bagi saya, setiap penggal waktu itu bermakna.
Januari 2010, buku populer pertama saya terbit di Jakarta oleh Lingkar Pena. Setelah lama sekali berproses dan mengalami ketidakmenentuan, akhirnya buku itu terbit juga. Cincin Merah di Barat Sonne (CMBS), demikian judulnya dan mulai beredar bulan Januari 2010. Tentu saja saya sangat bahagia dan bangga, meskipun buku itu tidaklah sedasyat Laskar Pelangi atau buku-buku laris lainnya. Setidaknya saya mengerti betapa tidak mudahnya menerbitkan sebuah buku populer.



