SA 0ff

Awalnya, hari ini saya ingin menulis sesuatu tentang pendidikan nasional karena memang diperingati di tanah air. Saya urungkan karena pastilah sudah ratusan orang membahasnya dari berbagai segi. Saya dan Anda bisa dengan mudah mendapatkan tulisan tentang pendidikan nasional Indonesia yang kono katanya kian memprihatinkan. Sebagai seorang guru, saya juga pasti ikut bertanggung jawab atas “dosa” ini.

Bukan dalam rangka menghindar dari tuduhan bersalah, saya hanya ingin menyampaikan hal lain hari ini. Saya akan membahas hal yang sedikit teknis: Global Positioning System, GPS. Bagi yang belum paham apa itu GPS, biarlah saya beri sedikit penjelasan. GPS adalah sebuah sistem penentuan posisi di permukaan bumi dengan bantuan satelit. Singkatnya, dengan sebuah perangkat tertentu yang biasanya sebesar HP (disebut receiver GPS, atau GPS saja) Anda bisa menentukan posisi (koordinat) di permukaan bumi dengan sekali pencet. Prinsip di balik teknologi ini adalah penentuan posisi dengan perpotongan jarak. Satelit dalam hal ini merupakan titik ikat. Untuk memahami ini lebih jauh, Anda perlu belajar geodesi atau setidaknya surveying. Atau kalau sabar, tunggu buku GPS populer dari saya πŸ™‚

Continue reading “SA 0ff”

Migrasi

Awalnya saya tidak berniat untuk bermigrasi dari blogger ke wordpress, meskipun ada beberapa teman yang menyarankan dari dulu. Bukan apa-apa, bermigrasi tidak selalu mudah dan terutama perubahan menimbulkan ketidaknyamanan. Bermigrasi ke wordpress dari blogger ketika blog saya di blogger sudah cukup mapan dengan pengunjung tetap memang akan berisiko.

Continue reading “Migrasi”

Lord of the Gmail: One email to rule them all

Suara Merdeka, 23 Juli 2007

Membaca judul tulisan ini, saya harap pembaca akan teringat dengan salah satu buku dan film terlaris beberapa tahun belakangan ini: Lord of the Rings. Tidak banyak kaitannya dengan email, kata-kata dalam film tersebut β€œOne ring to rule them all”, satu cincin untuk mengendalikan semuanya, saya rasa adalah predikat yang tepat diberikan pada Gmail yang akan saya bicarakan dalam tulisan ini.

Gmail, barangkali sebagian besar orang sudah tahu. Meskipun usianya belum lima tahun, Gmail telah mensejajarkan diri dan mungkin bahkan melampaui pamor kakak-kakak pendahulunya seperti Yahoo, Hotmail dan Eudora. Salah satu gebrakan email adalah dengan memberi kuota hingga hampir 3 GB untuk satu akun. Kuota itu bahkan terus bertambah setiap saat menjadi seakan tidak terbatas. Hal lain adalah kemampuan Gmail untuk mengelompokkan email dengan topik (subyek) sama menjadi satu email dan disusun dalam bentuk percakapan dengan kronologi yang teratur. Untuk pembicaraan di milis, metode pengelompokan seperti ini sangat efektif karena akan membuat seorang anggota milis terhindar dari pemberian komentar yang β€˜tidak nyambung’ atau mengulang komentar yang tidak perlu. Hal ini karena satu subyek terkelompok jadi satu email sehingga memudahkan dalam menyimak alur pembicaraan anggota milis lainnya berdasarkan urutan waktu.

Tulisan saya ini tentu saja bukan iklan Gmail karena memang saya tidak dibayar oleh Google sebagai pemilik Gmail. Ini adalah catatan seorang pengguna yang telah memakai Gmail selama lebih dari 3 tahun. Dari pengalaman, banyak hal-hal menarik seperti kemampuan Gmail untuk memangkas spam yang sangat baik dan adanya iklan relevan dengan isi email. Kalau seorang pengguna mendapatkan email dari kawannya tentang Global Positioning System (GPS), misalnya, maka iklan teks (kalaupun ada) yang menyertai email itu juga terkait GPS. Itupun diposisikan dengan rapi tanpa mengganggu email utama.

Meski demikian, free email tetap saja free email. Banyak pengguna yang tidak mau menggunakan Gmail karena free email. Hal ini tentu saja memang tidak baik dilihat dari segi citra, terutama ketika komunikasi dilakukan atas nama suatu institusi. Tentu saja kurang patas kalau seorang dosen UGM, misalnya, berkomunikasi perihal kerjasama riset dengan professor di luar Negeri menggunakan Gmail. Di satu sisi, email institusi seperti email universitas atau kantor swasta kadang memiliki dua masalah utama yaitu kuota yang tidak besar dan kemampuan mengelola spam yang tidak handal. Tentu saja tidak semuanya seperti itu, tetapi ini menjadi masalah yang umum terjadi. Dalam situasi seperti ini, rasanya akan sangat melegakan jika ada suatu solusi yang memungkinkan kita menggunakan email dengan akun institusi resmi (universitas, perusahaan, organisasi, dll) tetapi sekaligus memiliki kuota yang sangat besar dan mampu mengelola spam seperti halnya Gmail. Sementara itu, kita juga tidak ingin mengelola banyak akun sekaligus karena tidak praktis. Ada empat isu utama yang kita hadapi: kuota, spam, identitas dan kepraktisan.

Untuk mengatasi keempat masalah inilah artikel ini ditulis. Ini adalah tentang menjadikan Gmail sebagai email universal kita. β€œOne email to rule them all.”

Gmail memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan email, seolah-olah dari sebuah akun tertentu. Dalam hal ini Anda bisa mengirim email dari Gmail tetapi penerima akan MELIHAT email tersebut dari akun kantor/universitas Anda (misal ugm.ac.id) termasuk me-reply ke email Anda tersebut. Isu identitas,TERATASI. Selain itu, Gmail juga mampu berfungsi sebagai POP3 client layaknya outlook dan kawan-kawan sehingga email di akun lain (perusahaan/universitas/organisasi atau email gratis lainnya seperti telkomnet atau akun lain yang mendukung POP3) bisa ditarik ke Gmail. Dengan ditariknya semua email ke Gmail maka semua yang berbau spam akan dibabat oleh Gmail, ditempatkan di folder spam. Dengan ini pula isu kuota secara otomatis tidak ada karena kuota Gmail hampir 3 GB.

Pertanyaan teknisnya adalah bagaimana Caranya? Silahkah simak penjelasan berikut.

Mendaftarkan akun Anda di Gmail dan mengirimkan email.

  1. Tentunya Anda harus memiliki akun Gmail terlebih dulu. Dapatkan dengan cuma-cuma di http://www.gmail.com.
  2. Lakukan login kemudian klik Settings (pojok kanan atas)
  3. Klik tab Accounts
  4. Ada dua pilihan utama yaitu β€˜ Send mail as:β€˜ dan β€˜Get mail from other accounts:’
  5. Pada pilihan β€˜Send mail as:β€˜ klik β€œAdd another email address” untuk menambahkan akun lain sehingga dikenal oleh Gmail. Akan diminta memasukkan nama dan alamat email yang akan didaftarkan (misal yahoo.com, ugm.ac.id, atau lainnya) kemudian melakukan verifikasi.
  6. Pada akun email yang didaftarkan, akan ada email masuk untuk verifikasi. Lakukan verifikasi.
  7. Akun Anda kini sudah dikenal oleh Gmail.
  8. Pada saat mengirim email dari Gmail akan ada pilihan untuk β€œfrom”. Anda bisa memilih dari mana email itu dikirim. Pilih akun yang diinginkan, misal madeandi@ugm.ac.id. Selanjutnya caranya sama, mengisi β€œto” dan β€œsubject.”

Menarik semua email di akun lain ke Gmail

  1. Klik Setting dan kemudian pilih tab Accounts
  2. Sekarang gunakan pilian kedua yaitu Get mail from other accounts:
  3. Klik β€œAdd another mail account”,
  4. Masukkan email misal: madeandi@ugm.ac.id >> Next step
  5. Masukkan username dan password serta POP server: misal mail.ugm.ac.id
  6. Bisa juga ditambahi pilihan apakah meninggalkan salinan (copy) di server asli atau tidak dan beberapa pilihan lain sesuai selera termasuk mengumpulkan semua email yang dari akun tersebut pada forlder (pada Gmail dikenal istilah label) tertentu.
  7. Jika email yang dimaksud tidak mendukung POP3 tetapi mempunyai fitur forward, bisa juga setting dilakukan pada email yang bersangkutan dan semua email masuk diforwad ke Gmail.
  8. Selesai dan beres.

Kini Gmail bisa menjadi akun universal Anda. Praktis, satu akun untuk semua. One email to rule them all. Empat isu penting akan teratasi dengan ini: IDENTITAS, KUOTA, SPAM dan KEPRAKTISAN.

Masih terkait dengan identitas, bagaimana jika Anda memiliki domain dan email sendiri. Katakan misalnya Anda memiliki perusahaan atau organisasi dengan domain sendiri serta memberi jatah untuk akun email. Tentu bisa diduga, kuota yang disediakan tidak besar. Di sisi lain, misalnya, Anda tetap ingin menggunakan akun pada domain tersebut karena alasan identitas. Selain dengan cara di atas, Anda juga bisa menjadikan Gmail sebagai hosting email Anda. Dengan kata lain, Anda tetap menggunakan email perusahaan Anda tetapi sesungguhnya pengelolaannya dengan Gmail sehingga mendapat semua fasilitas/fitur gmail. Caranya, Anda harus mendaftarkan di Google Apps (https://www.google.com/a/Home). Fasilitas ini memang masih beta dan dalam pengujian. Jika memenuhi kriteria, Google akan menghubungi Anda dan Anda bisa memulai membuat akun email untuk orang-orang di institusi Anda dengan domain sendiri tetapi memiliki fasilitas/fitur Gmail.

Tanpa bermaksud mempromosikan satu produk tertentu karena memang tidak ada kesepakatan apapun dengan Google, Gmail saya kira layak untuk dicoba. Jadikan dia akun universal Anda, seperti judul tulisan ini, one email to rule them all.

Terbang Rendah di Dunia Maya

Tulisan ini terbit di Suara Merdeka tanggal 1o Desember 2006. Fitur-fitur yang dibicarakan dalam tulisan ini mungkin sudah berbeda dengan yang ada saat ini.

ο»ΏMenikmati layanan peta di internet Internet boleh jadi memang bukanlah hal yang baru. Beberapa peta statis dalam bentuk jpg atau bmp sampai peta interaktif yang bisa “ditanyai” kini bertebaran di internet. Sebuah layanan yang bisa menjadi penunjuk jalan di dunia maya.
Beberapa situs peta interaktif sudah ada sejak cukup lama, terutama untuk daerah di luar Indonesia. Sebut saja Multimap.com misalnya, sebuah situs peta online paling populer di Eropa. Meski keluaran Eropa, situs ini memuat peta seluruh dunia, hanya saja dengan ketelitian yang tidak sama. Eropa dan Australia, misalnya, tentu saja jauh lebih detail dibandingkan peta Papua. Jika untuk Sydney, kita bahkan bisa mencari sampai level gang (lane), untuk Indonesia kita hanya bisa mencari nama kota atau kecamatan seperti Sabang (Aceh), atau Penebel (Tabanan, Bali). Situs ini juga menawarkan fitur pencarian alamat rinci untuk kawasan Great Britain dengan dukungan peta dari Ordnance Survey’s (semacam Badan Koordinasi Survey dan Pemetetaan Nasional kita). Sayang sekali beberapa fasilitas semacam ini hanya bisa dinikmati dengan cara berlangganan dan tidak gratis. Selain peta garis, Multimap juga menampilkan peta foto hasil pemotretan udara.

Continue reading “Terbang Rendah di Dunia Maya”