Mengucapkan salam


Menjelang hari raya seperti Idul Fitri ini, dunia maya dipenuhi oleh lalu lintas ucapan salam dan selamat. Teknologi Informasi memang telah mengubah cara kita bertegur sapa dan mengucapkan salam. Dengan Facebook, mengucapkan selamat ulang tahun kini bukan perkara sulit. Mengingat hari ulang tahun puluhan teman yang 20 tahun lalu memerlukan usaha yang tidak sederhana, kini sangat mudah dilakukan. Facebook dan jejaring sosial lainnya melakukan dengan dengan senang hati untuk kita, tanpa bayaran. Sekretaris paling handal dan tidak pernah mengeluh dewasa ini mungkin bernama Facebook.

Tidak lagi kita menunggu dengan harap-harap cemas sepucuk surat berisi kartu ucapan lebaran yang dikirim Pak Pos karena ucapan lebaran sudah diterima dalam bentuk sms, mms, email atau e-card yang lagi-lagi dengan harga yang sangat murah, kalau tidak gratis. Menariknya, meski menulis sms atau email sangat mudah dilakukan, tidak jarang kita masih mengandalkan ucapan dari orang lain untuk diteruskan (diforward) kepada teman kita, tanpa merasa perlu untuk melakukan personalisasi. Ucapan ini memang datang dengan berbagai gaya dan sangat banyak. Tidak jarang, ketika merayakan Galungan atau Nyepi, saya tidak sempat melihat semua pesan atau ucapan selamat hari raya itu karena sangat banyak. Yang terpenting, isinya standar, hasil terusan dari sms atau email sebelumnya. Tidak menyentuh sama sekali. Kemudahan ternyata tidak selalu membuat kita lebih rajin, kemudahan lebih sering membuat kita menjadi malas.

Apapun itu, ucapan tetaplah perlu dihargai. Mengucapkan selamat juga menjadi bagian dari interaksi sosial yang penting. Untuk Idul Fitri kali ini saya membuat sebuah kartu ucapan seperti yang terlihat di halaman ini. Idenya, lagi-lagi, menyontek dari Google, seperti kartu Galungan dan Kuningan yang pernah saya buat sebelumnya. Gambar Masjid saya peroleh dari dunia maya, dengan harapan saya tidak dituduh mencuri karena sudah saya sebutkan di sini. Saya yakin dalam waktu dekat gambar ini akan menyebar, dan tentu akan ada orang yang lupa memberikan kredit pada saya, baik karena dia tidak tahu, lupa, atau sengaja. Sebelum hal itu terjadi, saya sudah memaafkan mereka, seperti semangat Idul Fitri yang adalah juga untuk memaafkan.

Saya membuat sebuah kartu yang menurut saya istimewa karena saya merancangnya sendiri dengan sepenuh hati. Selain itu, kartu ini adalah juga perbaharuan dari ucapan Idul Fitri yang sama dari saya selama 2 tahun terakhir dan sempat diprotes oleh seorang kawan. Semoga kartu sederhana yang dibuat dengan hati ini bisa mewakili permohonan maaf saya yang tulus. Saya persembahkan ucapan Idul Fitri ini kepada warga dunia maya yang kadang berkunjung ke blog ini. Tentu blog ini tidak selalu menyenangkan Anda, maka dari itu, hari ini saya mohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang pernah ditimbulkannya. Loka Samastha Sukhino Bavantuh.. semoga alam dan seluruh makhluk berbahagia.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “Mengucapkan salam”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s