Kesalahan kecil


Tulisan ini tidak untuk menghujat, tidak juga menyalahkan. Yang terpenting, tulisan ini dibuat dengan kesadaran bahwa kesalahan adalah pertanda kemanusiawian, dan manusia memang katanya adalah tempatnya salah dan dosa. Tulisan inipun, meski dibuat untuk membahas kesalahan, bisa jadi tidak lepas dari kesalahan.

Memperhatikan iklan, selebaran, pengumuman, spanduk, baliho dan banyak hal di negeri ini memberikan pengalaman yang sangat menarik untuk diceritakan. Dalam media semacam itu, kesalahan kecil mudah sekali ditemukan. Lihat saja beberapa gambar yang barangkali sudah sering Anda lihat di internet atau beredar lewat milis. Cukup menggelitik, betapa mudahnya kesalahan kecil itu muncul dalam media publik di Indonesia. Bolehkan saya dan Anda berkata, betapa teledornya mereka yang membuat tulisan dalam media tersebut?

Untuk kesalahan pemakaian tanda baca pada “No! Corruption for better living”, alasan apa yang dapat membenarkanya? Tanda baca adalah pergaulan sehari-hari orang yang bisa membaca dan menulis. Untuk kesalahan Bahasa Inggris, mungkin bisa ditoleransi karena tidak semua orang Indonesia bisa berbahasa Inggris dengan baik. Apakah ini alasan yang cukup untuk membuat kesalahan kecil yang fatal pada sebuah baliho? Saya tidak tahu persis tapi rasa-rasanya tidak. Ke mana budaya kekeluargaan kita yang terbiasa bertanya pada teman atau bahkan orang yang tidak kita kenal? Konon kita lebih suka bertanya pada orang ketika ingin mencari alamat dibandingkan membaca peta. Mengapa untuk kasus Bahasa Inggris ini, kebiasaan bertanya menjadi kehilangan jati dirinya?

Masalah yang ada di balik kesalahan kecil ini sesungguhnya besar. Amat besar. Artinya, saya dan mungkin juga Anda adalah orang yang tidak serius dalam menghadapi dan menunaikan tugas. Seorang kawan pernah menasihati saya. Jika kamu memperlihatkan terlalu banyak kesalahan kecil, akan timbul persepsi pada orang lain bahwa kamu adalah orang yang teledor. Saat ada persepsi seperti ini maka keseluruhan karyamu akan dinilai secara teledor pula. Hal baik yang telah kamu usahakan bisa jadi tidak bermakna karena orang lain cenderung menganggapmu tidak serius dalam menyelesaikan sesuatu. Kerja baikmu menjadi sia-sia.

Wajarkah seseorang meragukan keberhasilan Visit Indonesia Year 2008 karena ketika membuat logo dan slogan saja, bangsa ini membuat kesalahan grammar dalam Bahasa Inggrisnya? Bolehkah saya mencibir tentang hukuman bagi calo tiket ketika melihat kalimat peringatannya saja salah tulis? Saya adalah orang yang dipenuhi kesalahan dan kekeliruan tapi rasanya wajar kalau saya tersenyum geli ketika mendengar pengumuman otomatis di busway Jakarta yang mengatakan “cheks your belonging“. Dari mana datangnya huruf ‘s’ dalam kata checks, saya tidak mengerti.

Kalau untuk hal-hal kecil saja bangsa ini melakukan kesalahan dengan mudah, optimiskah bangsa ini akan terjadinya perbaikan yang lebih besar? Jika kesalahan dan keteledoran ini sudah menjadi milik semua orang di negeri ini, pastilah saya yang telah ikut berkontribusi bagi keterpurukannya yang tak kunjung sembuh. Salam Indonesia.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Kesalahan kecil”

  1. bener pak, kacau juga ya Indonesia..
    yang saya dapat dari kaskus, juga parah . di sebuah halte tertulis PLY OFER. tentu saja banyak yang berusaha membenarkan…..setelah beberapa hari tulisan tersebut sudah diperbaiki menjadi PLY OVER. he..he..

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s