Sekali Lagi Tentang Beasiswa


Mengikuti milis beasiswa sekaligus menerima banyak sekali pertanyaan seputar beasiswa mengingatkan saya betapa informasi tentang beasiswa luar negeri untuk pasca sarjana (S2 dan S3) sebenarnya masih sangat minim (sekaligus berharga) bagi banyak sekali orang Indonesia.

Saya tentu saja bukanlah seorang pakar dalam hal beasiswa, hanya sebagai salah satu saja dari sedikit orang Indonesia yang beruntung. Saya pernah menulis tentang beasiswa di blog ini dan mendapat cukup banyak tanggapan. Seiring perkembangan dan respon dari kawan-kawan pemburu beasiswa saya akan tuliskan beberapa hal lain yang mudah-mudahan bisa membantu.

Beasiswa luar negeri itu apa sih?

Beasiswa yang kita bicarakan di sini adalah untuk sekolah di luar negeri yang diberikan umumnya oleh pemerintah negara yang bersangkutan. Dalam bahasa yang sederhana, ini adalah komitmen suatu negara untuk pembangunan Internasional. Australia, misalnya mepunyai agen pemberi beasiswa bernama AusAID, Amerika sendiri memiliki USAID dan seterusnya.

Intinya, ada kemungkinan bagi kita untuk belajar di suatu negara dengan biaya dari negara tersebut. Kalau mau belajar ke suatu negara dengan biaya sendiri atau orang tua tentu bisa juga. Tetapi itu tidak akan kita bicarakan di sini.

Kalau Anda berpikir negara pemberi beasiswa itu baik hati, mungkin benar demikian. Jika Anda berpikir mereka rela berkorban memberikan uang kepada rakyat dari negara lain, mungkin tidak sepenuhnya benar. Pertama, semua uang beasiswa itu dihabiskan di negara yang bersangkutan (uang sekolah, makan, sewa rumah, transportasi dan lain-lain), jadi uangnya tidak ke mana-mana. Kedua, dalam situasi normal, uang beasiswa ini tidak sampai ke negara kita dalam bentuk tabungan, kecuali melakukan siasat tersendiri. Intinya secara finansial, negara pemberi beasiswa bisa jadi tidak rugi apa-apa.

Kenali Diri sendiri
Sebelum jauh-jauh tentang beasiswa, sebaiknya kita mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum mencari beasiswa yang sesuai:
1. Apa latar belakang pendidikan saya?
Latar belakang pendidikan jelas berpengaruh terhadap tersedianya beasiswa untuk Anda. Beasiswa Fulbright, misalnya, tidak menyediakan beasiswa untuk jurusan teknik (ps. Sejak 2008 kalau tidak salah, teknik juga bisa) .

2. Apakah saya sudah bekerja?
Tidak sedikit pemberi beasiswa mensyaratkan penerima beasiswa harus sudah bekerja. Namun demikian ada juga beasiswa yang diberikan kepada lulusan baru.

3. Jika sudah bekerja, di bidang apa saya bekerja dan apakah ini sesuai dengan latar belakang pendidikan saya?
Banyak orang mengalami kesulitan mencari beasiswa yang tepat karena bidang kerjanya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Seringkali dalam kasus semacam ini orang harus menitikberatkan salah satu dari keduanya dalam menentukan beasiswa. Tentu saja akan lebih lapang jalannya jika pendidikan dan pekerjaan Anda Sesuai.

4. Seberapa bagus penguasaan bahasa asing saya?
Ini adalah hal yang tidak bisa ditawar. Perlu diingat bahwa untuk melamar beasiswa harus ada bukti sah penguasaan bahasa asing seperti sertifikat IELTS dan TOEFL untuk Bahasa Inggris.

5. Seberapa bagus nilai/IP saya?
Hampir semua beasiswa reguler mensyaratkan IP di atas 2.75. Jika Anda kurang beruntung, sebaiknya segera pikirkan peluang lain beasiswa non-reguler.

Menguasai Bahasa Asing
Banyak orang bertanya, bagaimana sih caranya agar menguasa bahasa asing (terutama Inggris) dengan baik? Menurut saya pribadi, tidak ada sim salabim kalau kita berbicara masalah ini. Hanya ada satu cara, kenali dan sadari kelemahan bahasa asing kita dan percayalah bahwa itu hanya bisa diperbaiki dengan belajar sungguh-sungguh. Menjadikan mimpi bersekolah di luar negeri sebagai motivasi adalah sesuatu yang positif. Mempelajari bahasa asing sebagai sesuatu yang fun, tanpa beban, dan tidak mengikat akan menjadikan segala sesuatunya terasa lebih mudah.

Jangan berkecil hati kalau baru saja Anda sadari hari ini bahwa Anda tidak mengerti hampir 85 % ketika anda membaca tulisan atau mendengar percakapan berbahasa Inggris. Anda tidak sendiri. Saya memiliki kawan yang luar biasa, bertransformasi dari seorang yang kemampun bahasa Inggrisnya mengenaskan menjadi seseorang yang fasih berucap dan terampil dalam menulis berbahasa Inggris. Dia belajar dan berusaha keras.

Anda mungkin menganggap terlalu berlebihan jika saya katakan kawan saya ini berlangganan The Jakarta Post dan membacanya dengan didampingi kamus. Dia harus membolak balik halaman kamus hampir setiap setengah menit. Jangan panik, ini adalah hal biasa yang, saya yakin, dilakukan juga oleh orang-orang yang kita kenal terlajur hebat dan mumpuni. Kawan saya mengatakan, dia tidak menemukan cara yang lebih ampuh dari ini. Berjuang dan berusaha adalah jawabannya. Sehari satu kata, jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Anda dan saya mungkin sama skeptik-nya, tetapi itulah kenyataannya. Tolong berikan saya cara yang lebih ampuh dari berusaha keras dan menjadikan optimisme sebagai bahan bakar yang tidak terbandingkan!

Mencari dan Mencari
Kalau Anda bertanya, bagaimana saya mendapatkan beasiswa, saya akan jawab “dengan mengejarnya!”. Akan Tetapi, Anda mungin tidak perlu tersesat dan terjerumus di berbagai lubang buntu seperti kebanyakan orang sebelum mendapatkan beasiswa yang diharapkan. Saya akan memberikan satu tip.

Tentukanlah dulu bidang ilmu yang ingin dipelajari. Setelah itu, tentukan beberapa kemungkinan negara tujuan Anda belajar. Jika bidang ilmu Anda tidak populer seperti halnya bidang ilmu saya, Anda akan lebih “mudah” karena tidak terlalu banyak pilihan. Setelah menentukan negara, coba Anda selidiki apakah negara tersebut menyediakan beasiswa. Bagaimana cara mencarinya? Gampang sekali! Coba lebih sering jalan-jalan di dunia maya dan akrab-akrablah dengan Pak Google. Dengan mengetikkan scholarship Australia indonesia di Google, misalnya, Anda akan mendapatkan informasi beasiswa Australia untuk orang Indonesia. Ini hanya sekedar contoh.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti forum diskusi di dunia maya, seperti milis beasiswa (beasiswa@yahoogroups.com) dan sejenisnya. Hal utama yang semestinya tidak anda lupakan adalah mengunjungi situs DIKTI, website perwakilan negara asing di Indonesia, situs perwakilan RI di berbagai negara dan universitas-universitas besar di Indonesia. Belum tahu alamatnya? Coba tanyakan pada Pak Google. Sebagai tambahan, pengumuman beasiswa populer seperti AusAID, STUNED, dan FULBRIGHT, misalnya, biasanya akan diiklankan di media masa nasional. Tetap pasang mata dan telinga, berusahalan menjadi peka terhadap informasi semacam ini.

Perhatikan dan Kuasai Persyaratan
Dengan membaca persyaratan beasiswa di website mereka, anda seharusnya sudah paham betul apa saja persyaratannya. Perhatikan hal penting seperti IP dan nilai kemapuan bahasa Inggris (e.g. TOEFL dan IELTS) agar Anda bisa memutuskan dari awal. Dalam website beasiswa reguler, seluruh informasi sudah termuat. Masalah biasanya muncul ketika Anda tidak mampu memahami secara utuh apa yang disyaratkan. Tanyakan kepada teman kalau terjadi hal seperti ini. Ingat, Anda harus aktif dan sungguh-sungguh. Saya pribadi akan dengan senang hati membantu orang seperti Anda.

Menghubungi Calon Pembimbing
Banyak orang mengirimkan email kepada saya, bagaimana cara menghubungi calon pembimbing/supervisor pertama kali. Saran saya, kita harus memahami bahwa orang yang akan kita hubungi adalah akademisi. Hal utama yang akan membuatnya tertarik tentu saja isu akademik. Cobalah kunjungi website jurusan yang Anda minati di suatu universitas. Di sana, hampir pasti ada daftar dosen termasuk ketertarikan bidang penelitiannya dan tentu saja emailnya. Jika memungkinkan, saya sarankan Anda untuk membaca publikasi yang ditulis oleh dosen yang bersangkutan agar anda benar-benar mengenal konsep pemikirannya. Anda masih bermasalah dengan Bahasa Inggris? Well, Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadikannya tidak masalah :).

Setelah mengenal aktivitas penelitiannya, cobalah kirimkan email. Ingat, akademisi ini secara umum adalah orang yang sangat sibuk sehingga tidak sempat berbasa-basi. Tulislah email yang sopan, singkat dan langsung mengenai sasaran. Ingatlah bahwa mereka adalah orang yang sibuk sekali. Mungkin Anda merasa cukup canggung karena tidak yakin dengan bahasa tulis Anda. Jangan lupa mintalah kepada teman yang Bahasa Inggrisnya lebih baik untuk memeriksa sebelum dikirimkan. Untuk email pertama kali, sebaiknya tidak langsung berisi permohonan atau pertanyaan yang menyita konsentrasi. Komentari saja dulu tulisan dan publikasinya dan tunjukkan ketertarikan Anda akan bidang yang dia tekuni. Selanjutnya tunggu tanggapan dan bersiaplah untuk meneruskan atau mengubah strategi.

Rekomendasi
Hampir semua beasiswa mensyaratkan Anda harus menyerahkan surat rekomendasi. Rekomendasi ini penting bagi institusi barat karena secara umum rekomendasi semacam ini bisa dipercaya. Orang pertama yang bisa dimintai rekomendasi adalah mantan pembimbing skripsi S1. Bagaimana cara mendapatkannya, Anda tentu lebih tahu karena telah mengenal mereka secara baik. Satu hal, cukup banyak dosen di Indonesia yang tidak mau pusing menuliskan rekomendasi sendiri tetapi meminta Anda menuliskan draftnya dan kemudian dosen tersebut mengoreksi dan menyempurnakannya. Belajarlah membuat surat rekomendasi yang baik, masuk akal dan sekaligus ”menjual”.

Jika sudah bekerja, rekomendasi bisa didapatkan dari atasan Anda sendiri dengan mengajukan permohonan yang baik. Rekomendasi dari atasan tentu saja akan bersifat lebih profesional karena cenderung menitikberatkan pada kemampuan kerja Anda, bukan kemampuan akademik, kecuali jika Anda memang bekerja di dunia akademik.

Persyaratan Administrasi Berbahasa Asing
Pada umumnya, persyaratan ijasah, transkrip nilai, KTP dan akte kelahiran diminta dalam bahasa asing (umumnya Inggris). Mau tidak mau Anda harus menerjemahkan semua dokumen tersebut. Ijasah dan tanskrip nilai tentu dengan mudah bisa diterjemahkan di fakultas Anda sendiri dengan mengikuti prosedur administrasi standar yang berlaku.

KTP dan akte kelahiran bisa diterjemahkan di lembaga penerjemah bersertifikat seperti pusat bahasa di sebuah universitas, jurusan bahasa asing yang ada di kota Anda, atau kantor perwakilan Indonesia kalau Anda sedang berada di luar negeri. Masing-masing penerjemahan tersebut tentu saja mengharuskan Anda membayar biaya jasa dan administrasi. Bersiap-siaplah dengan sejumlah uang.

Percayalah, Ini Adalah Soal Kepribadian!
Saya selalu meyakini bahwa perjuangan apapun adalah sebuah ujian sesungguhnya terhadap kepribadian kita. Anda pasti menyadari, banyak orang yang ketika di sekolah dulu biasa-biasa saja kemampuan akademiknya tetapi akhirnya mencapai kesuksesan karir dan finansial yang mengagumkan, jauh melebihi si kutu buku dan juara umum di sekolah Anda. Banyak orang yang mengatakan keberuntungan berpihak pada orang-orang semacam ini. Saya pribadi tidak menampik keberuntungan ini tetapi di atas semua itu saya mempercayai apa yang namanya kepribadian, personality, terlebih perilaku, attitude yang baik.

Kepribadian yang baik ini akan dengan jelas terbaca dari kesungguhan Anda berusaha mencari informasi, kesantunan dan keseriusan bahasa tulis Anda ketika menghubungi calon pembimbing dan pemberi rekomendasi, termasuk cara Anda menghadapi birokrasi Indonesia yang sering berbelit untuk urusan administrasi. Sehebat-behatnya dan seprofesional-profesionalnya orang barat, mereka adalah juga manusia. Kepribadian dan sentuhan kemanusiaan dalam kadar yang tepat diikuti dengan pembuktian akademik dan keterampilan yang baik akan membuatnya tunduk bertekuk lutut kepada Anda. Anda jangan tersenyum dulu, saya tidak hanya berteori.

Akhir kata, saya ingin tegaskan lagi bahwa Anda yang membaca tulisan saya sampai akhir adalah salah satu orang yang punya niat dan sungguh-sungguh. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa jika Anda tetap menjaga semangat Anda seperti sekarang ini, suatu saat Anda akan menggapai mimpi bersekolah di luar negeri. Mendapatkan beasiswa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi orang yang berniat seperti Anda.

Satu hal terakhir, hukum Tuhan bekerja maha sempurna. Tidak ada satu halpun terjadi di luar kesadaran-Nya. Selamat berjuang kawan!

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

97 thoughts on “Sekali Lagi Tentang Beasiswa”

  1. Wah, makasih ya,Pak Andi… habis baca posting-an ini jadi semangat lagi untuk daftar ADS…

    Thanks juga buat form ADS yang words…

    May God always bless u 🙂

  2. Terimaksih Bung Andi,

    tetap semangat “Dengan Mengejarnya”

    dapat satu pandangan baru yang lain untuk mengejar yang satu ini yaitu beasiswa.

    Matur nuhun mas…

    salam perjuangan

    Nyoman

  3. dear pak andi, sy baca blognya sangat menarik. kebetulan mau daftar ads, untuk sert.toefl/ielts boleh gak dilegalisir notaris. untuk syarat yg optional, boleh gak tidak disertakan dulu mengingat br dwajibkan kalau dpanggil interview.
    terima kasih atas respon pak andi.

  4. terimakasih Pak Andi, sharingnya sangat bermanfaat, saya juga lagi proses untuk beasiswa , setelah membaca postingan yang ini semangat saya muncul kembali, terimakasih Pak Andi

  5. wow…tulisannya sangat inspiratif. saya sebetulnya tidak yakin dapat berkompetisi di ALA. saya belum yakin dengan kemampuan bahasa inggris saya, tapi apa salahnya mencoba kan:)
    kalo nggak lolos, ya coba terus sambil terus memperbaiki diri:)

  6. Dear Bli Andi,
    makasih banget memotivasi saya untuk tetap mencapai asa yang pernah terpendam, semoga asa ini kan tetap bergelora hingga mendapatkannya.

  7. oh ternyata tentang menghubungi calon pembimbing sudah sedikit dibahas disini ya Bli 🙂 saya sempat menanyakan hal ini di page yg lain.
    semoga si prof bersedia merespon email saya.
    semangat!! ^^

  8. wah…maksh bwt motivasinya bli
    saya pasti bisa..
    hehe
    klu bwt yg belum tamat boleh dftr gak ADS yg 2011
    lulusnya okt tahun ini.,,
    gmn tu bli

  9. bli, indri sedang mencarikan informasi beasiswa dan universitas buat adek indri yang tahun depan akan lulus sma, ya, membaca postingan bli andi ttg beasiswa dan tips2 agar bisa bersekolah diluar negeri tentunya merupakan informasi yang sangat berharga,,

    oh iya bli, bisa request tolong dibuatkan tulisan mengenai orang2 yang bisa mendapatkan beasiswa tapi dengan latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang berbeda, bagaimana mereka bisa meyakinkan pemberi beasiswa dan supervisornya sehingga mereka bisa meneruskan studi di tempat yang mereka inginkan.
    hehehe requestnya kepanjangan..
    terimakasih sebelumnya 🙂

  10. Bli, empat paragraf terakhir tulisan Bli disini benar2 encouraging as well as inspiring, memotivasi kembali pejuang yg lelah setelah banyak bertemu dengan persimpangan dan nyaris jalan buntu.
    fortune favours the bold ya Bli, and indeed God Almighty rules.
    Bli, ditunggu tulisan2 pembakar semangat selanjutnya 🙂

  11. mas andi,apa satu surat rekomendasi itu hanya untuk satu beasiswa.Soalnya saya agak g’ enak juga kalo minta tolong terus dibuatkan surat rekomendasi untuk beberapa beasiswa.Apa kira etis g ya kita minta surat rekomendasi tapi tdk ditulis secara spesifik major apa yg kita mau ambil.

    Terima kasih,
    heru

  12. Saya dapat alamat blog ini dari teman yg mendapat beasiswa ADS th 2010 lalu, terimakasih bung…mengobarkan semangat kembali setelah cuti melahirkan. tahun depan saya akan coba daftar, semangat !

  13. Terima kasih bli, hal ini yang membuat blog bli andi menjadi blog favorit saya, doakan saya agar dapat beasiswa juga

    Terima kasih

  14. sungguh anda adalah seorang motivator yang luar biasa. mempunyai telenta tinggi dalam menguraikan dan menjawab semua permasalahan yang sering terfikir oleh manusia. tapi anda mampu mengurikan dengan sangat jelas dan lengkap. terima kasih kawan. semoga sukses akan selalu bersama anda

  15. “Akhir kata, saya ingin tegaskan lagi bahwa Anda yang membaca tulisan saya sampai akhir adalah salah satu orang yang punya niat dan sungguh-sungguh. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa jika Anda tetap menjaga semangat Anda seperti sekarang ini, suatu saat Anda akan menggapai mimpi bersekolah di luar negeri. Mendapatkan beasiswa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi orang yang berniat seperti Anda.”
    Tulisan yang ini membesarkan hati sekali…mohon doanya ya Pak agar mimpi saya S2 ke US terkabul…saya doakan bapak terus diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa terus berbagi melalui tulisan yang sangat beramnfaat seperti ini…terima kasih pak..

  16. Saya dapat alamat Bli dari teman dan ternyata memang benar apa katanya bahwa blog ini menyediakam info lengkap dan praktis tentang beasiswa. Terima kasih Bli sudah mau berbagi, bukan hanya berbagi ilmu namun juga berbagi semangat dan keberanian…

  17. Pak Andi salah satu syarat ADS IPK 2.9 sedangkan IPK saya hanya 2.8 namun Score TOEFL saya 660 apa dibolehkan mendaftar? Trims

  18. terimakasih banyak pak atas postingannya yang sungguh-sungguh sangat bermanfaat.
    Bismillahirahmanirahim…… insyaAllah sudah niat untuk melanjutkan pendidikan dengan beasiswa di Australia. meski saya lulusan SMK tp saya mau untuk maju… saya mampu. (y)

  19. >

    > Selamat Pagi Pak Andi.

    Perkenalkan Nama Saya Candra Saigustia.
    umur saya 20 Tahun dan sedang kuliah di Semester 2 di Universitas Terbuka jurusan Manajemen.dan sekarang saya adalah seorang karyawan di PT PLN Bidang Teknik.

    Yang ingin Saya tanyakan,..

    > saya ingin melanjutkan study di University of Adelaide, master of coursewok, bidang Finance. Untuk melamar Beasiswa ADS, apakah harus diterima dahulu di Adelaide Atau Beasiswa ADS dulu?

    > apakah pengalaman kerja saya di bidang teknik dan jurusan yg akan saya tuju di adelaide akan sangat mempengaruhi penilaian?

    > saya sedang mempersiapkan TOEFL test, Beasiswa ADS memerlukan TOEFL score 500 tetapi Adelaide harus 550 untuk jurusan Finance. Jadi berapakah TOEFL yang harus saya persiapkan ?

    > Apkah Track Record/nama besar dari Universitas menjadi penilaian yang sangat berpengaruh dalam Seleksi Beasiswa ADS ?

    > Last quetion, Apa yang harus persiapkan 2 tahun kedepan untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan beasiswa ADS? perlukaah mencari supervisor S2 ?

    itu saja pertanyaan saya pak sementara ini, terima kasih sebelumnya atas waktu untuk menjawab pertanyaan saya,..

    Regard
    Candra Saigustia
    candraaja@yahoo.com

    1. 1. Tidak harus diterima di universitas untuk melamar beasiswa ADS
      2. Ada pengaruhnya tetapi tidak ada yg bisa mengatakan statistik atau analisis kuantitatifnya. The more the better, tentunya.
      3. Jika belum 550 tetap bole melamar AusAID tapi akhitnya harus bisa mencapai nilaii 550 untuk bisa dapat sekolahnya.
      4. Saya tidak perna mendengar secara formal adanya keterkaitan antara reputas universitas asal dengan kesempatan mendapat beasiswa
      5. Tidak harus dapat supervisor tetapi akan bagus jika kontak dosen di Australia. Persiapan: bahasa yg utama.

  20. Terimakasih atas info dan motivasinya pak,
    soal surat rekomendasi (saya berencana mengambil prog. master pak), apakah title dari rekomendator kita juga berpengaruh? mis. Profesor atau min. Doctor…kemudian jika kita bs mendapat rekomendasi dari dekan fakultas apakah lbh baik dibanding rekomendasi dari pembimbing atau ketua jurusan/program?

    trimakasih sebelumnya pak

    1. Logikanya, jika bicara kualitas akademik maka pembimbing yg palingtahu. Tapi jika rekomendasi itu terkait kualitas profesional, maka atasan akan punya otoritas lebih besar. Makin penting posisinya, semakin meyakinkan.

  21. thx a lot for the courageus and inspirative writing, pak Andi, saya sdh 3x apply ADS tapi selalu ga lolos dan hampir give up, tapi undeliberately saya masuk ke blog bapak dan menginspirasi saya untuk mencoba lagi di taun ini, terima kasih banyak pak Andi 🙂

  22. Dear bli Andi…
    Saya sangat bersyukur karna saat saya sangat bersemangat mencari info beasiswa saya menemukan blog ini…
    This writing is such a wonderful inspiration terutama karena langsung dibuat oleh bli yg sudah berpengalaman…^_^
    bli,saya ingin bertanya….
    1.saya seorang PNS mengajar bahasa inggris,apakah saya harus melamar dari government part atau boleh melamar sebagaiindividual?
    2.apakah ktp,akte,ijasah dan transkrip yg dikirim untuk administrasi awal sudah harus ditranslete ke bahasa inggris atau boleh dalam bentuk indo saja? Karena saya membaca yang berbahasa inggris ini diperlukan jika lulus untuk wawancara…
    Terimakasih sebelumnya bli…

      1. Thank you so much bli Andi…^_^
        i will try to apply for ADS this year…wish me luck…
        Semoga bisa mendapatkan keberhasilan seperti yg bli dapatkan…
        Keep inspiring! ^_^

  23. Permisi Pak, saya mau tanya, kalau mau apply ADS apakah jurusannya harus sesuai dengan bidang studi prioritas ? contohnya major s-1 sy yaitu sosiologi tp untuk master di australia sy ngebetnya international business , bagaimana itu ya pak ? terima kasih ,,

  24. Kakak, terima kasih untuk infonya , ini sangat membantu, saya merasa pesimis, apalagi untuk kami orang dari NTT,
    Saya ingin meminta bantuan informasi mengenai rekomendasi dari dosen pembimbing dari luar negeri,

    Sekali lagi terima kasih atas info dan dukungannya ,.
    Setelah membaca beberapa tulisan dari kakak, saya memiliki beberapa gambaran yang tindakan yang perlu dilakukan , tapi semua gambarannya masih rancu, saya memohon maaf sebelumnya, tetapi kalau bisa tolong berikan gambaran terstruktur
    Sekali lagi saya minta maaf dan terima kasih kakak, Tuhan berkati

  25. Trimakasih banyak pak Andi, tulisan pak Andi menambah semangat untk terus berjuang memenangkan scholarship. Mohon do’anya ya smoga tahun ini goal dapet beasiswa master. Amen. Matursuwun 🙂

  26. Tulisan yang sangat inspiratif. Baru kali ini saya membaca tulisan-tulisan Bapak, namun sangat mengena dan membangkitkan semangat. Saat ini saya sedang menyelesaikan S1 saya di jurusan Akuntansi. Ingin sekali rasanya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di luar negri. Namun jika kampus saya bukan universitas terkemuka di Jakarta, apakah nilai saya nanti akan diakui kalau mau apply di ADS ?

  27. salam kenal pak andy……
    makna pada paragraf terakhir dalam tulisan bapak sangat luar biasa, sangat penyentuh…..
    sebuah niat untuk mendapatkan beasiswa berbuah pada kumpulan permasalahan yang rumit, sehingga kesungguhan utamanya juga terletak pada niat untuk menguraikan permasalahan satu demi satu….
    mohon doanya pak untuk perjuangan saya dalam mendapatkan beasisww, dengan segala pengorbanannya….

  28. Hebatnya ai bapak ini….cba sya jdi ank angkatx bpak….hahahaha
    bhsa inggris sya masih carut marut….smga xcpatx bsa d perbaiki…sampai bertemu d Ausi ya pak…hehehe

  29. saya mau tanya, bli. kalau surat rekomendasinya ga ngikutin format dr ADS gmana? apa itu mengurangi penilaian? soalnya dulu pas ngisi formulir saya ga tau kalau ada formatnya untk surat rekom.nya.

  30. Very very inspiring Pak Andi..
    sangat memotivasi sekali

    menurut saya, untuk menggapai cita memiliki semangat yang sangat besar tidaklah cukup, bagaimana mempertahankan semangat tersebut lah yang terpenting

    dan bagi saya, membaca tulisan-tulisan seperti ini secara rutin dapat membuat semangat saya tetap terjaga

    Terimakasih Pak Andi, ditunggu chapter selanjutnya 🙂

  31. Saya masih bingung tentang surat rekomendasi.. adakah format khususnya atau hal2 apa saja yang tertera di dalamnya??

  32. Pak Andi, terharu saya baca kalimat penutup bahwa yang sampai ke blog ini adalah oramg-orang yang memiliki niat yang tinggi. Saya mahasiswi semeter 1 sistem informasi perguruan tinggi swasta pak.. Untuk bahasa inggris saya sangat suka.. apakah saya berkesempatan? terimakasih untuk sedikit tanggapannya pak Andi.. 🙂

  33. bli tanya yaa.
    1. test IELTS di NTB tidak ada cuma ada TOEFL aja, dan cuma di UPT Lab Bahasa UNRAM. Kalo sudah kursus TOEFL tapi besok seleksinya IELTS, ga terlalu berbeda testnya?
    2. Untuk program masters akuntansi apa ada disediakan bli? saya lihat itu jurusan ekonomi, public admin dan public sector reform. kalo ada kampus apa bli?biar saya search.
    3. Sya juga baca di aplikasi tahun 2014 ada syarat “not married”, itu maksudnya apa tidak boleh berkeluarga untuk mengajukan aplikasinya?
    terima kasih pencerahannya bli.

  34. bli mau tanya:
    1. NTB tidak ada kursus IELTS, adanya TOEFL dan cuma di UPT Lab Bahasa Unram. besok waktu test, kan di test lagi IELTS nya, klo sya ikut yg TOEFL pas seleksi itu, ga kesulitan nanti bli?
    2. Sya rencana mengambil Untuk masters accounting, kira-kira yang bagus dikampus apa ya bli?
    3. Pada aplikasi utk tahun 2014 hal 2 disebutkan “not married”, apa maksudnya tidak boleh berkeluarga untuk ikuti scolarship ini bli?
    makasih buat pencerahannya bli.

  35. Thanks so much for all the information and explanation. This was my first scholarship application, and I’ve read all your articles. They really helped.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s