Tips Wawancara Beasiswa ADS 2012


Jika Anda akan wawancara Beasiswa ADS tahun 2013 ini silakan baca tulisan ini.

Winter tahun 2010

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan doa yang tulus agar Anda, para pembaca sekalian, mendapat manfaat dari tulisan ini. Bagi sahabat yang akan mengikuti wawancara beasiswa ADS pada bulan Januari 2012, dengan segala ketulusan hati saya mendoakan yang terbaik. Kita semua percaya bahwa memperoleh beasiswa adalah misteri illahi tetapi kita juga yakin bahwa tidak ada hasil yang baik tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Seperti yang dipercaya Alif dalam Negeri Lima Menara, Manjadda wajadda. Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan menuai hasil yang baik. Thomas Jefferson bernah berujar, “semakin keras saya bekerja, semakin beruntung saya merasa”. Usaha Anda membaca tulisan ini adalah manifestasi dari kesungguhan. Doa dan ikhtiar itu semoga menjadi semakin sempurna karena saya menuliskan tips kecil ini juga dengan kesungguhan.

Banyak yang sudah saya tulis di blog ini terkait wawancara tetapi semua itu tidak akan pernah cukup. Segala tips itu memang tidak pernah dimaksudkan untuk menjamin pembaca berhasil dalam seleksi beasiswa. Tips ini hanya mengingatkan saja dan merupakan sebuah catatan dari ingatan yang terserak. Selebihnya, adalah Anda dan usaha Anda yang menentukan segalanya. Tulisan sederhana ini saya persembahkan sebagai doa tulus untuk Asti, istri saya, yang juga akan berjuang menuntaskan seleksi ADS di awal 2012 nanti. Jika Anda pernah membaca kisahnya, mungkin tidak berlebihan jika kini saya mohonkan doa dengan tulus untuk keberhasilannya.

Sebuah ungkapan China mengatakan, “untuk bisa betah di rumah, tipsnya hanya satu. Cobalah tinggal lebih lama di dalamnya.” Ini senada dengan petuah sakti Tuk Bayan Tula di Laskar Pelangi “Kalau nak pintar, belajar.” Memang kenyataannya tidak ada jalan pintas untuk mencapai keberhasilan yang sejati. Tidak ada sim salabim dalam wawancara beasiswa, intinya adalah PERSIAPAN yang matang. Meski demikian, saya setuju dengan Gede Prama bahwa “ada jalan tol menuju keberhasilan”. Bahwa seorang pejuang bisa memilih jalan yang terbaik untuk berhasil dengan cara mengikuti petunjuk serta mempelajari pola dan strategi mereka yang telah berhasil terlebih dahulu.

Hal pertama yang saya anjurkan adalah membaca kembali dengan seksama berkas aplikasi Beasiswa ADS yang dulu dikirimkan kepada panitia seleksi. Segala jawaban di lembar aplikasi itu perlu dipahami dengan sangat baik untuk persiapan wawancara. Target Anda adalah memahami dan bila perlu menghafalkan 100% jawaban yang pernah ditulis di formulir beasiswa ADS. Akan aneh jika saat wawancara Anda menjawab pertanyaan tertentu yang bertentangan dengan yang pernah Anda tulis saat mengisi formulir Beasiswa ADS saat mendaftar dulu. Harus diakui, tidak sedikit pelamar yang menyelesaikan pengisian formulir beasiswa dengan bantuan orang lain. Semakin banyak bantuan yang diperoleh ketika mengisi formulir itu, semakin besar usaha yang diperlukan untuk memahami kembali isi formulir itu untuk kepentingan wawancara.

Seorang peserta wawancara ADS wajib mencari informasi lebih rinci tentang Beasiswa ADS lewat website (www.australiaawardsindo.or.id), alumni, Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (www.PPI-Australia.org), teman/kenalan yang sedang kuliah di Australia baik yang dikenal secara fisik maupun hanya bertemu di dunia maya. Informasi dasar yang perlu dikuasai sebelum mulai wawancara adalah sejarah beasiswa secara umum, tujuannya, skema beasiswa termasuk durasi dan jenis gelar, besarnya gaji/allowance beasiswa, fasilitas yang bisa dinikmati penerima beasiswa, dan informasi dasar lainnya yang secara lengkap disampaikan dalam website ADS.

Salah satu sumber informasi utama selain website ADS dan website universitas di Australia adalah Perhimpunann Pelajar Indonesia Australia (PPIA). Selain websitenya, Anda bisa mengikuti akun twitter mereka (@PPIAustralia) dan laman FBnya. Silakan lakukan pencarian di FB untuk mendapatkan informasinya. Anda juga bisa menghubungi PPIA cabang dan ranting di seluruh Australia sesuai dengan kota/state/universitas yang ingin Anda tuju kelak jika berhasil mendapatkan beasiswa. Informasi kontak cabang dan ranting ini ada di website PPIA Pusat. Salah satu informasi bagus tentang kehidupan mahasiswa Indonesia di Australia disiapkan oleh PPIA University of Wollongong.

Setelah mendapatkan informasi kontak, coba kirimkan pesan melalui email, wall FB, atau mention di twitter. Tentu saja saya tidak perlu menjelaskan bagaimana cara menyampaikan pesan yang baik agar si penerima pesan tergugah untuk membalas. Yang jelas, pesan singkat satu baris yang tanpa basa-basi seperti “ksh tau biaya hidup di Aussie dong!” sebaiknya dihindari. Perlu menyampaikan latar belakang secukupnya dan tetap memperhatikan sopan-santun Indonesia. Segaul-gaulnya orang, tetap akan lebih aman jika kontak pertama dilakukan dengan mengikuti kaidah sopan-santun konvensional. Sejujurnya ada perasaan aneh tiap kali saya mendapat email hanya dengan satu baris pesan berbunyi “di Aussie bisa cari kerja ga sich?” tanpa salam sapa, tanpa penutup dan terutama tanpa perkenalan. Menariknya, belakangan ini makin banyak anak muda yang melakukan ini. Apakah saya yang kurang gaul ya? 🙂

Seperti yang pernah saya tulis di blog ini, wawancara beasiswa bukanlah proses pengadilan, wawancara adalah proses penegasan. Pewawancara pada dasarnya sudah mengetahui Anda punya potensi besar, makanya Anda dipanggil wawancara. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk grogi berlebihan. Meski demikian bersyukurlah jika Anda merasa grogi karena itu pertanda Anda serius. Yang pasti, perasaan grogi itu harus dikelola dengan bijaksana dengan cara melakukan persiapan sebaik-baiknya. Jangan lewatkan informasi yang dirasa perlu diketahui.

Informasi umum yang sepintas tidak ada hubungannya dengan beasiswa juga perlu diketahui. Missal, akan sangat aneh jika Anda tidak tahu bahwa kini Australia memiliki Perdana Menteri perempuan pertama sepanjang sejarah yaitu Julia Gilard. Jika Anda menekuni Isipol, Anda tentu perlu tahu bagaimana Kevin Rudd ‘dijatuhkan’ oleh partainya, diganti Julia Gilard dan akhirnya terjadi pemilu yang sempat diwarnai insiden ‘pemerintahan tergantung’ akibat suara seimbang. Yang lebih penting, bagaimana kira-kira dampak insiden politik itu bagi hubungan Indonesia dan Australia.

Anda juga wajib mengetahui interaksi pemerintah Indonesia dan Australia terkait bidang yang Anda tekuni, misalnya perihal kesehatan. Akan sangat bagus jika Anda bisa bercerita, walaupun sedikit, betapa besar perhatian pemerintah Australia di sektor kesehatan terhadap Indonesia, terutama setelah adanya bom Bali. Program ADS dengan targeted recipients di sektor kesehatan dari Bali juga perlu Anda ketahui, meskipun sedikit. Kata kunci yang memberikan kesan bahwa Anda mengetahui sesuatu dengan baik adalah dengan menyebut angka atau nama. Misalnya, Anda sampaikan bahwa Anda tahu tahun 2005/6 ada ada 6 orang penerima beasiswa ADS dari sektor targeted di Bali. Sealin itu, bisa juga menyebutkan ada seorang kawan baik Anda yang pernah mendapatkan beasiswa dengan skema ‘targeted’ ini, jika memang ada.

Jika Anda akan mengambil program Master by Research atau PhD (yang umumnya by research) maka Anda harus menguasai rencana penelitian dengan sangat baik. Yang sangat penting adalah Anda perlu menyiapkan pemaparan dg bahasa yang mudah dimengerti karena pewawancara belum tentu ahli di bidang yang sama dengan Anda. Meski informasi spesifik/teknis itu penting, Anda sebaiknya tidak terpaku pada informasi spesifik/teknis teknis tersebut dan berusaha menjelaskan sesuatu menggunakan bahasa umum yang mudah dimengerti oleh orang yang tidak menekuni bidang serupa. Dalam hal ini Anda perlu tahu cara mengaitkan penelitian dengan isu umum seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, pemilu, kemiskinan, demokrasi, terorisme, kesehatan, Millenium Development Goal, Human Development Index, dll. Jika Anda belajar di sektor umum seperti kesehatan, pertanian, lingkungan dan sejenisnya, tentu tidak sulit mengaitkan dengan isu-isu umum yang berkembang di masyarakat.

Hal umum yang wajib Anda sampaikan dengan lugas adalah: masalah yang terjadi di Indonesia sehingga perlu adanya pihak yang mengkaji dalam bentuk penelitian. Kedua, pastikan Anda telah memperlajari penelitian-penelitian sebelumnya sehingga dengan yakin bisa mengatakan bahwa penelitian Anda ini bersifat unik dan akan memberikan kontribusi baru. Dalam hal ini tujuan penelitian sudah harus jelas. Ketiga, sampaikan metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan penelitian itu, misalnya melalui kajian pustaka, wawancara, penelitian laboratorium, observasi/penelitian lapangan, penggunaan statistik, simulasi dll. Keempat, hasil yang diharapkan dari penelitian itu. Misalnya model atau berbagai opsi penyelesaian kasus. Kelima seberapa siap Anda dalam melakukan penelitian itu. Misalnya pengalaman meneliti, publikasi yang sudah pernah dilakukan dan sebagainya. Keenam adalah kemungkinan berhasil dan daya dukung yang ada: dana, komitmen dari partner (misalnya Anda sudah kontak institusi pemerintah dan mendapat dukungan), data/informasi yang telah dimiliki, sumber lain yang bisa menjadi pendukung penelitian. Terakhir perlu dirangkum dan ditegaskan betapa pentingnya penelitian ini bagi Indonesia dan sejalan dengan program Australia.

Saat bertemu dengan pewawancara pertama kali (biasanya setelah memasuki ruangan), sampaikan salam hangat dengan menatap mata pewawancara ketika menyapa misal “good morning, how are you?”. Sebaiknya ikuti sapaan ini dengan senyum wajar yang singkat saja. Jika pewawancara mengatakan ‘welcome’ atau ‘thank you for coming’, jawab dengan elegan sambil senyum “happy to be here” atau “my pleasure” atau bisa juga ditambahi dengan apresiasi seperti ‘I should thank you for the opportunity” sambil senyum singkat tentu saja. Gerakan kepala, jabatan tangan, pandangan mata akan menambah kesan sopan dan professional.

Saat menunggu pertanyaan selesai diugapkan, Anda bisa memainkan mimik wajar dengan mengubah-ubah air muka. Akan sangat tidak enak bagi seorang penanya jika yang ditanya tidak menunjukkan anutusiasme dan memasang tampang dingin dengan muka tak berubah sepanjang waktu. Perlu megombinasikan anggukan, gerakan alis, posisi tubuh dan senyum untuk menunjukkan ketertarikan saat wawancara beasiswa. Bagaimana secara teknis itu dilakukan, Anda perlu menonton acara Oprah Winfrey dan belajar dari para tamunya saat diwawancarai. Bisa juga lihat dari The Apprentice. Meski demikian, Anda perlu hati-hati, tidak semua tamu di acara itu memiliki sikap tubuh yang layak ditiru saat wawancara ADS 🙂

Anda tidak perlu berbicara capat hanya untuk menunjukkan Anda pintar berbahasa Inggris. Yang penting adalah bahasa yang tertata dengan baik, meskipun pelan. Memang tidak mudah melakukan ini dan Anda perlu berencana. Maka dari itu silakan diam sejenak sebelum menjawab dan sampaikan dengan sopan kepada penanya bahwa Anda perlu berpikir sejenak. Anda bisa berkata misalnya “please allow me to think for a minute” atau “let me think for a while”. Tentu saja Anda sebaiknya tidak berpikir terlalu lama. Diam lebih dari 15 detik tentu kurang bagus dalam proses wawancara. Saya sarankan lebih baik Anda menjawab pertanyaan dengan struktur satu, dua, tiga dan seterusnya. Ini untuk menghindarkan Anda dari kemungkinan menjawab terlalu panjang tidak terarah, apalagi jika Anda tidak sangat fasih dalam berbahasa Inggris.

Saat menjawab terkait penelitian, lebih bagus jika Anda bisa mengutip informasi spesifik seperti angka, tahun, nama orang dan nama tempat. Misalnya, untuk menegaskan bahwa penelitian Anda di bidang kesehatan sangat penting, maka Anda bisa mengutip angka kematian terkait penyakit tertentu. Bisa juga menyebut nama orang terkenal yang menjadi korban, peneliti yang telah mendedikasikan hidupnya di bidang tersebut, atau nama daerah di Indonesia/dunia yang terkait dengan isu penyakit tertentu. Jika Anda bisa mengutip angka yang menunjukkan trend penyakit tertentu, akan sangat bagus, misalnya angka kejadian/kematian dari tahun ke tahun.

Anda juga bisa mengaitkan jawaban Anda atas pertanyaan pewawancara dengan apa yang sudah/akan Anda lakukan. Misalnya “based on my recent research..” atau “Having observed the latest development of..” Ini untuk menunjukkan Anda telah dan akan berbuat sesuatu untuk bidang yang Anda tekuni. Dalam hal ini sampaikan aktivitas terkait yang sudah dilakukan, sedang dilakukan dan yang recananya akan dilakukan di masa depan. Dalam hal ini penting untuk membawa serta contoh publikasi yang pernah ditulis jika ada (jurnal, makalah konferensi, laporan penelitian internal, dll) untuk menunjukkan peran yang sudah diambil. Meski demikian, jangan khawatir jika belum ada publikasi sama sekali. Intinya, pewawancara sudah tahu hal ini karena dalam formulir juga sudah Anda jelaskan. Jika Anda tetap dipanggil, artinya ada keistimewaan lain. Cobalah cari dan fokus pada keistimewaan itu.

Yang terpenting dari skema beasiswa ADS adalah bahwa apa yang Anda pelajari harus berguna bagi Indonesia dan Australia. Misalnya Anda harus dengan gamblang bisa menjelaskan bahwa penelitian atau bidang studi Anda penting untuk mengatasi masalah tertentu di Indonesia dan sejalan dengan Priority Development Area tertentu yang dicanangkan oleh pemerintah Australia melalui program ADS. Jika Anda akan belajar perihal kesehatan, Anda bisa mengatakan bahwa bidang studi Anda berguna untuk mengatasi persoalan terkait penyakit paling mematikan di Indonesia dan ini sesuai dengan Priority developmet Area “Investing in People” misalnya.

Anda harus memiliki rencana yang cukup jelas tentang apa yang akan dilakukan di masa depan setelah sekolah. Sampaikan bahwa Anda akan kembali ke Indonesia, bekerja di sektor yang sama dan bila perlu di insititusi yang sama. Perlu menyampaikan bahwa di insitusi Anda telah ada semacam grand design atau program jangka panjang yang memerlukan keahlian Anda untuk mewujudkannya. Jika Anda peneliti, sampaikan rencana Anda untuk menekuni penelitian yang sama di masa depan dan terutama bagaimana strategi menyebarkan hasil penelitian tersebut. Jangan lupa untuk menyampaikan fenomena bahwa penelitian saat ini masih bersifat eksklusif bagi kalangan peneliti atau akademik. Terobosan yang perlu dilakukan peneliti adalah berbagi hasil penelitiannya kepada lebih banyak pihak dengan melakukan diseminasi lewat jalur popular. Selain menulis di jurnal dan konferensi/seminar, peneliti perlu menulis di blog, koran, twitter, FB. Pastikan Anda cukup aware dengan masalah ini dan akan mencoba melakukan sesuatu.

Jika Anda akan mengambil program Master by Research atau PhD, pastikan punya rencana penelitian yang jelas terkait waktu dan aktivitas. Kejelasan ini termasuk adanya fieldwork atau wawancara sehingga Anda perlu pulang ke Indonesia atau ke negara lain di luar Australia. Tentu saja Anda tidak perlu menyampaikan sangat rinci tetapi setidaknya Anda bisa mengatakan bahwa penelitian ini terkait erat dengan Indonesia sehingga perlu melakukan verifikasi atau pengumpulan data di Indonesia. Hal ini penting untuk menegaskan peran penelitian bagi Indonesia dan juga memberikan gambaran kepada AusAID bahwa penelitian ini memerlukan dana tambahan untuk fieldwork dan sebagainya.

Selain perihal ilmu, belajar di negara maju adalah perihal membangun dan menguatkan jejaring. Tekankan bahwa Anda paham betul dengan aspek ini dan sampakkan rencana untuk membangun jejaring internasional dan bagaimana memanfaatkannya setelah lulus nanti. Jejaring bisa dibuat dengan teman sebangsa dari berbagai daerah di Indonesia, teman kuliah internasional dari berbagai negara lain, dosen/supervisor di universitas tempat belajar, para ahli terkait melalui forum ilmiah internasional, pihak industri, lembaga swadaya masyarakat, instansi tertentu di pemerintah Australia, dan sebagainya. Jejaring ini bisa dibangun dengan interaksi personal, kolaborasi penelitian, organisasi kemahasiswaan, kegiatan sukarela, pertemuan ilmiah (konferensi/seminar/workshop), dan komunitas maya.

Pastikan Anda tahu perbedaan cara belajar di Australia dan Indonesia dan sudah melakukan persiapan untuk itu. Belajar di Australia menuntut kemandirian yang sangat tinggi. Sistem belajar dipenuhi dengan penugasan mandiri berupa penulisan paper/presentasi/proyek dll. Tunjukkan bahwa Anda paham itu dan siap belajar dengan supervisi minimal. Untuk menunjukkan bahwa Anda pasti akan siap dengan itu, sampaikan bahwa Anda paham bahwa AusAID akan memberikan pelatihan kepada semua perserta selama jangka waktu tertentu di Indonesia sehingga harapannya semua orang akan siap dengan segala kemungkinan selama di Australia. Sampaikan bahwa Anda tahu akan ada kursus English for Academic Purposes (EAP) di Jakarta atau di Bali sebelum berangkat yang isinya tidak saja soal persiapan akademik tetapi juga ‘cross culture understanding’.
Tunjukkan bahwa Anda tahu potensi kendala yang akan dihadapi selama di Australia yaitu soal bahasa, budaya, suasana akademik, iklim alam, dan persiapan mengatasinya. Untuk bahasa, perlu diketahui bahwa logat Inggris orang Australia sangat berbeda dengan logat Inggris Amerika yang umumnya lebih sering didengar oleh orang Indonesia. Untuk ini sampaikan bahwa EAP akan membantu Anda dan Anda telah melakuakan persiapan dengan menonton program televisi Australia. Yang terpenting, sampaikan bahwa Anda justru merasa antusias dengan logat Inggris yang berbeda karena itu artinya Anda akan belajar lebih banyak lagi. Selalu jadikan tantangan sebagai peluang. Selain itu, di Australia juga banyak akademisi (dosen) internasional sehingga tentu akan banyak dosen yang menggunakan Bahasa Inggris dengan logat beragam. Ini akan lebih memperkaya dan Anda tidak melihatnya sebagai kendala tetapi kesempatan/peluang.

Tunjukkan kesan bahwa Anda sudah berusaha maksimal dengan cara membaca buku, menonton berita dan perkembangan terkini, melihat website terkait, bertanya pada PPI Australia, menghubungi Universitas terkait di Australia, dll. Terkait pilihan universitas, pastikan Anda tahu posisi universitas yang akan Anda tuju di antara universitas lain di Australia dan mengapa memilih itu. Ada beberapa alasan misalnya terkait reputasi universitas, banyaknya publikasi di bidang terkait, jumlah para ahli yang dimiliki, penemuan terkini yang terkenal, rangkingnya di dunia/Australia, pengalaman Anda pernah berkolaborasi, perkenalan Anda dengan salah satu ahlinya, reputasi calon supervisor, dll.

Anda sebaiknya menyiapkan pertanyaan jika diberi kesempatan oleh pewawancara. Sebaiknya Anda tidak fokus pada keuntungan atau manfaat yang akan diperoleh selama mendapatkan beasiswa tetapi pengembangan diri. Contoh pertanyaan yang baik adalah bagaimana peluang Anda bisa berinteraksi/berkolaborasi dengan mahasiswa lain penerima Beasiswa ADS dari negara lain. Perlu ditanyakan adakah forum yang akan mempertemukan Anda sehingga bisa saling belajar. Selain itu perlu juga disampaikan bahwa Anda ingin sekali menjalin persahabatan dan kerjasama dengan orang local dan Anda tahu itu tidak mudah dilakukan. Mintalah tips singkat bagaimana melakukan hal ini.

Meskipun Anda tentu ingin tahu, sebaiknya tidak bertanya perihal jumlah allowance/gaji dari AusAID untuk penerima beasiswa, apakah bisa menabung dari gaji tersebut, apakah bisa bekerja paruh waktu, apakah boleh tetap tingga di Australia setelah lulus, dan sejenisnya. Jika ingin mengetahui hal ini, tanyakan kepada alumni atau mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia.

Untuk memantapkan persiapan, anda perlu menyiapkan bukti prestasi/penghargaan yang relevan dengan rencana bidang studi/penelitian. Siapkan piagam terkait saat menang lomba, bukti tulisan di jurnal, buku yang pernah Anda tulis, makalah konferensi atau seminar, artikel di koran, berita yang memuat Anda dan sebagainya. Bisa juga membawa Surat Keputusan atau sejenisnya yang membuktikan Anda pernah melakukan suatu peran yang terkait dengan bidang yang Anda tekuni nantinya.

Jika harus dipanjangkan, tulisan ini bisa tidak selesai. Meski demikian, saya juga yakin bahwa lebih banyak tips ini bersifat ‘common sense’ saja, pembaca sebenarnya sudah mengetahuinya. Yang diperlukan kadang-kadang hanyalah ‘konfirmasi’ yang menenangkan hati. Saya pastikan bahwa segala yang saya ketahui sudah saya sampaikan di blog ini, silakan Anda menelusuri dengan seksama. Meski demikian, saya yakin tetap akan nada orang yang memberi komentar tulsian ini seperti “adakah hal lain yang harus saya siapkan?” atau “adakah tips lain selain yang Anda tulis di blog” 🙂 Silakan bertanya demikian tetapi mohon maaf jika saya tidak akan bisa memberikan yang lebih lengkap dari apa yang sudah ditulis di blog ini.

Hal terakhir yang saya ingatkan adalah menutup wawancara dengan ucapan terima kasih yang elegan dan sopan. Sampaikan kalimat singkat seperti “thank you very much, I really appreciate the opportunity” tetapi tidak usah ditambahi “mohon maaf atas segala kesalahan yang disengaja ataupun tidak”. Jika ingin, silakan tambahi kalimat singkat lainnya seperti “I really hope I can make it”.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tips ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjamin Anda lolos seleksi ADS. Jika suatu ketika Anda lolos, itu pasti kerena perjuangan Anda sendiri. Meski demikian, kita tentu sadar bahwa tidak ada sesuatupun terjadi di luar kuasa Tuhan. Dalam Hindu kami menyebutnya ‘isavasyam idam sarvam‘, bahwa Tuhan itu ada dan meliputi segalanya. Tidak ada satu hal dan kejadianpun di alam semesta ini yang luput atau terpisah dari Tuhan. Setelah berikhtiar dengan seksama, biarkan doa yang memeluk mimpi-mimpi kita hingga menjadi nyata. Selamat berjuang kawan, sampai bertemu di Negeri Kangguru!

Baca juga: Prediksi Pertanyaan Wawancara ADS 2012

Kata kunci pencarian: tips wawancara beasiswa luar negeri, kiat sukses wawancara beasiswa luar negeri

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

60 thoughts on “Tips Wawancara Beasiswa ADS 2012”

  1. Terima kasih sekali Pak Made. Tips yg sarat dgn pengalaman, info detail n motivasi. Semoga sy bs mnerapkan utk persiapan sy dg baik. Btw,mo tnaya jk sy ingn korepondensi dg professor, tp dbalas
    dg autoreply bhw dia bs dihub stlah selesai cuti alias stlh wawancara dilansgunkan.jd baiknya k siapa sy hub pnggantiny?tks
    Istato

  2. I really appreciate this pak Andi Arsana… semoga ibu bisa sukses memenangi ADS tahun ini, dan begitu juga saya. Terima kasih banyak semua tips bapak.

  3. Keren Pak, sangat komprehensif. Jadwal wawancara saya tengah bulan Januari 2012. Walau sebelumnya sudah pernah lulus wawancara dan jadi awardee beasiswa Internasional, tulisan bapak sangat mencerahkan sekaligus mengingatkan banyak hal. Semoga bapak mendapat kemudahan dalam studi. Semoga saya bisa bergabung dengan PPI Australia :).

  4. Wah, selamat ya Pak Andi untuk istrinya 🙂 kesempatan itu memang harus diusahakan, bukan datang tiba-tiba tanpa alasan.

    Saya sangat setuju mengenai pertanyaan yg ingin kita ajukan, sebelum bertanya memang kita harus selalu berpikir dahulu, apakah memang kita perlu menanyakan hal tsb.(kalau masih bisa dicari tau sendiri melalui search engine, sayang rasanya bertanya hal yg ‘sepele’ ke Pak Andi, hehe), siapa yg ditanya, dalam kesempatan apa kita bertanya dan pertanyaan tsb menguntungkan atau justru dapat merugikan/menimbulkan imej negatif.

  5. Sangat membantu, mudah-mudahan bermanfaat juga bai teman-teman yang lain. Terima kasih mas Andi atas sharingnya…

  6. Terima kasih Pak Made untuk sharing pengalamannya (bahagia sekali bisa bertemu dengan orang yang mau berbagi 🙂 ). Awal tahun ini saya akan mulai mempersiapkan diri untuk go Australia. Semoga tahun depan kita bisa bertemu di Australia… 🙂

  7. Terimakasih banyak Bli…saya juga akan ikut wawancara ADS tahun 2012 ini. Tipsnya bermanfaat banget. Semoga mbak Asti dan saya bisa dapat beasiswa ADS tahun ini dan nanti kita bertemu di Australi ya….Suksme…

  8. Pak Andi, sy seorang guru di sebuah SMA negeri tapi bukan PNS alias masih honorer. Sy termasuk kategori mana dlm apply ADS? Public atau Open?

  9. thank you very much for the information
    this is what I really need

    Saya mau bertanya Pak Andi, saya juga guru SMA tapi swasta, apakah Open juga Pak Andi

  10. pak andy…mohon infony y
    untuk mengetahui universitas apa saja yang bisa kita pilih itu bagaimana??
    trimakasih

  11. Pak made…sy diah..dari bali juga..rasanya saya ingin mencoba beasiswa itu..bisakah bapak bantu saya…tolong ya…bskan bapak tolong krmkan via email saya..gtw kenapa rasanya ingin mencoba daripada gagal untuk tidak mencoba….
    email saya..binahong87@yahoo.com
    saya butuh info krn saya blank….gtw apa yg harus dilakukan terlebih dahulu
    makasi
    semangatt..terutama ttg masalah universitas dan jurusan…sy tertarik program s2..tp gtw pilih apa..dan apa yg harus dipersiapkan terlebih dahulu..

  12. saya harap bapak bisa bantu..diah tunggu infonya via email..bantulah…krn sy dgr ADS dah lama..tapi wktu ni lg dkstw..krg berusaha cri info dan persiapkan semua

  13. halo mas,.. saya adiknya markus laka di australi.. saya diberikan link INI HEHEHE trimakasih dalam salam kenal pak 🙂 GB

  14. pak andi,untuk pendaftaran ads 2012 apakah masih ada wilayah tertentu yang di prioritaskan??kan saya dari solo..kalau ada peraturan tsb,berarti pendaftar yang dari kota lain kemungkinannya apakah kecil??? trims 😀

  15. Halo Mas Andi, kebetulan saya PNS dari Yogyakarta yang mencoba peruntungan beasiswa ADS tahun ini lewat sektor publik. Seandainya kantor saya keberatan membiayai biaya perjalanan untuk EAP dan departure point, apakah pelamar diperbolehkan untuk membiayai sendiri dan apakah hal ini harus diinformasikan ke pihak Ausaid? Terima kasih untuk pencerahannya 🙂

  16. selamat pagi pak made, saya Rion Frianda, lulusan fkip Universitas lampung, saya sangat tertarik untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 yang ada di Australia, sesuai dengan latar belakang ilmu saya dari pendidikan, sayapun tertarik dengan education management, yang menjadi salah satu tawaran dari beasiswa ADS, insyaAllah saya sedang mempersiapkan dokument2 pendukung, akan tetapi saya msh belum memahami prsyaratan bahwa setiap calon harus melampirkan proposal thesis (50% penelitian) dan apa bedannya riset dengan coursework dalam hal pembuatan thesis, dan saya juga mengalami kesulitan mencari kampus dengan bidang ilmu yang ingin saya tekuni terkait dengan Kode kampus, kode program nya, dan berapa jumlah weeks nya yg akan ditempuh, sebelumnya saya ucapkan terimakasih pak made, salam hormat saya Rion Frianda

  17. Mas Made salam kenal. Infonya membantu sekali.

    Saya rencananya mau nyoba ADS tahun ini. Saya juga berniat menyertakan langsung terjemahan ijazah, transkrip dan akta kelahiran. Yang jadi masalah adalah sewaktu saya mencoba memintanya ke kampus dan Kantor Catatan Sipil mereka menyatakan tidak bisa membuatkannya (dan juga tidak bersedia melegalisirnya jika saya terjemahkan dengan penerjemah luar).

    Pertanyaan saya adalah waktu itu mas Made sistemnya terjemahannya gimana? Apa kedua pihak tadi (kampus dan Kantor Catatan Sipil) bersedia membuatkan dan melegalisir punya mas Made? Apakah ADS mau menerima terjemahan yang saya terjemahkan di luar kemudian dilegalisir (disahkan) oleh notaris?

    Terima kasih mas Made. Desperately need your answer. Hehe

    1. Dear Hein,

      Kampus saya memang mengeluarkan salinan Ijazah dan Transkrip berbahasa Inggris. Tinggal minta ke Fakultas, beres. Dokumen lain seperti Akte kelahiran saya terjemahahkan di Pusat Pelatihan Bahasa UGM. Kalau sudah melalui jalur itu, bahkan tidak perlu dilegalisir karena terjemahannya sendiri sudah dilakuakn oleh penerjemah tersumpah yang punya cap dan ijin resmi.

      Cari saja penerjemah di kota Anda atau coba tanyakan ke notaris yg bisa melakukan legalisir, mungkin dia bisa menerjemahkan sekaligus melegalisir. ADS akan ok saja yg penting legal.

      Good luck
      Andi

      1. Waaaa…. Makasih banyak atas jawabannya mas. Yang pasti saya gak berniat menyerah sebelum berperang habis-habisan. Hehehe… Dan saya malah jadi ingin nanya lagi, untuk KTP dan Passport perlu dilegalisir gak ya mas? Kalau iya sebaiknya dilegalisir di mana?

        Hein, Banjarmasin.

    1. Selamat buat Ibu Wahyu yg masuk shortlisted…
      merujuk pada laman key date di situs ADS, pengumuman buat yg successful dan unsuccessful candidate sudah dikirim pertengahan november. tapi kok banyak yang belum dapet pengumuman ya ???

  18. terima kasih. ini semua sangat bermanfaat untuk suami saya. dia pernah gagal wawancara. Semoga dia lolos di kesempatan mendatang. danjuga mendukung istrinya buat mencoba…..

  19. Halo Mas Andi, terima kasih atas semua tulisan yang telah Mas Andi buat di blog ini,semua tulisan Mas Andi sangat membantu saya sewaktu saya melamar beasiswa ADS tahun 2013, dan saya sangat bersyukur bahwa akhirnya saya mandapatkan beasiswa ADS. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, untuk legalisir ijazah, transkrip nilai dan akte kelahiran apakah cukup dengan legalisir dari kampus dan catatan sipil atau saya harus legalisir ke lembaga tertentu misal IDP?
    atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih, dan sekali lagi terima kasih atas semua bantuan yang diberikan melalui tulisan Mas Andi.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s