Celana Kartini


kartinilitaPak Wayan Karna seorang guru di sebuah desa di Bali. Di pertengahan tahun 80an, Pak Wayan sering menjadi bahan pergunjingan. Pasalnya, Pak Wayan ditindas istrinya. Bagi orang-orang desa di masa itu, sangat tidak elok jika seorang lelaki ditindas istri. Urusannya sangat serius, Pak wayan sering terlihat mencuci pakaian di depan mess, tempat tinggal beliau bersama keluarganya di dekat sekolah. Yang mengundang cibir, ada celana dalam istrinya dalam tumpukan cucian itu. Sungguh memalukan.

Pan Koplar, Nang Kompyang, Men Cubling, Men Gading, semua sepakat kalau Pak Wayan tengah ditindas istri. Tidak sedikit yang yakin kalau Pak Wayan kena guna-guna istrinya sehingga tunduk dan takut, rela melakukan apa saja yang diperintah istrinya termasuk mencuci celana dalamnya. Sungguh keterlaluan.

Sydney, 2013
Saya sedang tergesa memunguti jemuran, berlomba dengan hujan yang sepertinya tidak sabar akan turun. Setiap helai pakaian saya ambil, berharap bisa selesai sebelum gerimis pertama menyiram bumi. Pada tali jemuran itu, ada semua jenis pakaian. Ada pakaian saya dan Asti, isteri saya, berbagai jenis tanpa kecuali. Di saat begitu saya teringat Pak Wayan Karna. Ada satu pertanyaan yang menggelitik. Adakah saya mengalami kemunduran dan menjadi seorang Pak Wayan Karna di tahun 80an? Atau mungkinkah Pak Wayan Karna yang telah mendahului zamannya, meninggalkan para tetangganya yang sibuk bergunjing, mencibir dan menuduhnya telah tertindas istri?

Kalau Kartini masih hidup, apa yang akan dikatakannya melihat Pak Wayan Karna atau saya yang sedang berkelebat menyelamatkan jemuran dari hujan? Yang jelas, istri Pak Wayan Karna bisa tetap bekerja membordir berbagai baju dengan benang warna warni menggunakan mesin jahit Singer-nya. Asti juga bisa sedikit tenang menyelesaikan tugas makalah ribuan kata atau diskusi online yang membuatnya mengalami kelelahan intelektual. Mungkin benar, seorang Kartini bisa melaju kalau ada seorang Kartono yang berhasil menjinakkan egonya dan melarutkannya bersama noda stumpuk pakaian yang dicucinya dengan kesadaran. Selamat Hari Kartini.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

11 thoughts on “Celana Kartini”

  1. Pengalaman Pak Wayan sama dengan pengalaman bapak saya, ada yang menggunjing ketika bapak saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga (RT), tetapi lebih banyak yang memuji dan iri kepada ibu saya yang sangat beruntung bersuamikan bapak. Dan di kehidupan RT saya, saya dan suami berbagi peran mengerjakan semua urusan RT, cuci piring sampai jemurin πŸ™‚

  2. pak Andi,sy jd ingt spenggal crita dlm sbuah novel anak2. dlm crita it plakuny mngingnkn adany pmbagian tugas, tugas laki2&perempuan. mncuci, mnyetrika, mnyapu, memasak, itu tugas perempuan, sedangkn laki2 misalny mmbetulkn genteng yg bocor, mmbetulkn pipa kran air yg mampet,&sjenisny.&dg bijaksana, sang ayah mngatakn bhwa tdk ada itu pkerjaan laki2&perempuan spti yg si anak inginkn. klo dibagi spti itu, bukn tdk mgkn jd tdk ada slg pngertian&bkerja sama dlm kluarga. bhkan tdk jarang ayah di rumah pun ikut mmbantu mncuci baju, mnyiram kebun kecil kami, apa sj lah yg bs beliau bntu smntara ibu sdg riweuh2nya di dapur. πŸ˜€

    1. setuju… itu juga yang dulu selalu dilakukan ayah saya yang sekarang coba saya terapkan ke anak-anak saya… yang saya coba pahamkan ke anak-anak adalah bahwa insyaAllah orang tua memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuannya, jadi bertahap πŸ™‚

  3. hehe..,saya juga melakukan seperti Pak Wayan..,dengan kesadaran dan kesenangan penuh…,kebetulan saya senang mencuci baju bayi kami dan pakaian istri biasa terikut.Malah saya kadang menawakan..heheh, nyaman saja bisa membantu meringankan beban istri yg lebih sibuk daripada saya.. πŸ™‚

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s